Ibadah Online
Renungan Harian
-
Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang bermimpi. Pada waktu itu muiut kita penuh dengan tawa, dan iidah kita dengan sorak-sorai….(Mazmur 126:1-2)
Shavot adalah kata dalam bahasa Ibrani yang artinya suatu pembalikan keadaan secara menyeluruh karena kuasa ajaib Allah. Dalam bacaan kita, kata tersebut muncul dua kali, yaitu di ayat 1 dan 4. Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkannya dengan kata “memulihkan”.
Mazmur 126 ini tampaknya berhubungan dengan peristiwa selamatnya Yerusalem dari pengepungan yang dilakukan oleh pasukan Asyur, sekitar abad 6 atau 5 SM. Lolosnya Yerusalem diterima sebagai suatu kejadian ajaib karena pada masa itu Asyur adalah bangsa dengan kekuatan yang dahsyat. Itu sebabnya respons pemazmur adalah “seperti mimpi”, artinya tidak masuk akal, mustahil, ajaib, dan tak dapat dijelaskan. Senada dengan itu, Yesaya 37:36 menggambarkan bahwa malaikat Tuhan turun dan membunuh 185.000 pasukan Asyur dalam semalam. Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa pasukan Asyur mati karena wabah sampar yang menyerang perkemahan mereka.
Saat kehidupan kita dirundung berbagai masalah besar yang tak mampu kita atasi, kita dipanggil untuk mengingat bahwa dalam kehidupan kita ada Allah yang mampu melakukan shavot, pembalikan menyeluruh, pemulihan yang sempurna. Jangan berkecil hati dan berputus asa karena persoalan yang demikian besar, tetapi biarlah kita meyakini bahwa Allah memiliki kuasa ajaib yang mampu membalikkan keadaan yang suram menjadi penuh sukacita. Percayalah bahwa kuasa Allah jauh lebih besar daripada setiap persoalan yang ada dalam hidup kita. Tugas kita adalah berusaha sejauh kemampuan kita. Selanjutnya sepenuhnya serahkan kepada Allah. Alami shavot terjadi. [Pdt. Mungki A. Sasmita]
DOA:
Ajarkan kami untuk percaya bahwa kuasa Tuhan mampu membalikkan keadaan dan mengatasi setiap pergumulan hidup kami. Amin.Ayat Pendukung: Yes. 43:8-15; Mzm. 126; Flp. 2:25-1:1
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Kisah anak yang hilang dalam Lukas 15 adalah cermin dari perjalanan spiritual kita. Seperti anak bungsu yang meninggalkan rumah ayahnya, kita pun seringkali tergiur oleh gemerlap dunia, mengejar kepuasan semu, dan menjauh dari kasih Bapa. Namun, di tengah keterpurukan, kerinduan akan rumah sejati mulai bersemi.
“Aku akan bangkit dan pergi kepada bapakku,” kata anak bungsu itu. Sebuah keputusan sederhana, namun penuh makna. Ini adalah titik balik, momen kesadaran bahwa kebahagiaan sejati hanya ditemukan dalam kasih Bapa. “Aku Pulang,” adalah ungkapan kerinduan akan pemulihan, pengampunan, dan penerimaan.
Perjalanan pulang bukanlah hal yang mudah. Ada rasa malu, penyesalan, dan ketakutan akan penolakan. Namun, kasih Bapa lebih besar dari semua itu. Ketika anak bungsu itu masih jauh, Bapak telah melihatnya, berlari menyambutnya, dan memeluknya dengan penuh kasih. Kasih Bapa tidak bersyarat. Dia tidak memperhitungkan kesalahan masa lalu, tetapi merayakan kepulangan anak-Nya. Pesta sukacita diadakan, simbol dari pemulihan hubungan yang telah rusak. Ini adalah gambaran kasih Allah yang tak terbatas, yang selalu siap menerima kita kembali, apa pun yang telah kita lakukan.
“Aku Pulang,” adalah seruan yang menggema di hati setiap orang yang merasa jauh dari Tuhan. Ini adalah undangan untuk kembali kepada kasih Bapa, untuk menemukan rumah sejati dalam pelukan-Nya. Mari kita tinggalkan segala beban dosa dan penyesalan, dan melangkah pulang dengan hati yang penuh kerinduan.
Kisah anak yang hilang menggambarkan kasih Allah yang tak terbatas dan tanpa syarat. Tidak peduli seberapa jauh kita telah tersesat atau seberapa besar kesalahan kita, Allah selalu siap menerima kita kembali dengan tangan terbuka. Amin (tt)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...