Visi-Misi GKI Pondok Indah  

Visi dan misi GKI Pondok Indah 2011-2021 dilandasi beberapa keyakinan teologis sebagai berikut:

  1. Allah Tritunggal mengundang seluruh ciptaan untuk berpartisipasi ke dalam persekutuan ilahi;
  2. Dunia sebagai arena perwujudan kerajaan Allah menuju langit dan bumi baru;
  3. Masyarakat sejahtera yang dicirikan oleh penghargaan atas hak-hak asasi manusia, kebebasan, keadilan dan perdamaian;
  4. Manusia diciptakan di dalam gambar Allah sebagai pribadi-dalam-persekutuan;
  5. Kehidupan kristiani yang menekankan spiritualitas sebagai keterarahan hidup secara total kepada Allah yang mewujud ke dalam hidup seutuhnya;
  6. Gereja mengerjakan kesaksian dan pelayanan yang memanusiakan manusia dan mengusahakan keutuhan seluruh ciptaan;
  7. Persekutuan yang saling memerhatikan dengan semangat persatuan yang menghargai perbedaan usia, jenis kelamin, suku bangsa dan agama;
  8. Ibadah yang merayakan perjumpaan dengan Allah dan sesama dalam kehidupan nyata;
  9. Pembinaan yang mencerahkan, mengubah dan memberdayakan.
  10. Penatalayanan yang berkomitmen untuk mengelola kehidupan dan merawat dunia;
VISI GKI PONDOK INDAH

Sebuah jemaat yang hidup, terbuka, partisipatif dan peduli

A vital, open, participatory, and caring congregation

MISI GKI PONDOK INDAH

Dalam anugerah Allah, membangun sebuah jemaat yang peduli melalui kesaksian dan pelayanan, dengan kehidupan persekutuan dan ibadah, yang didukung oleh pembinaan dan penatalayanan.

PENJELASAN VISI DAN MISI GKI PONDOK INDAH
Penjelasan Visi
  1. Kata “jemaat” dalam rumusan menunjuk pada GKI Pondok Indah, dengan kesadaran bahwa ia adalah persekutuan yang dihimpunkan oleh Allah Tritunggal, sehingga seluruh dimensi kehidupannya bergantung sepenuhnya pada karya-Nya.
  2. Frasa “hidup, terbuka, partisipatif dan peduli” merupakan kualitas yang hendak diwujudkan dalam seluruh dimensi kehidupan jemaat (persekutuan, ibadah, kesaksian, pelayanan, pembinaan dan penatalayanan).
  3. Secara khusus, tiga kualitas pertama (“hidup, terbuka dan partisipatif”) diyakini bermuara pada kualitas “peduli,” dengan pemahaman bahwa gereja hadir untuk dunia, karena Allah mengarahkan cinta dan karya-Nya pertama-tama kepada dunia.
  4. Visi GKI Pondok Indah ini diwujudkan melalui misi GKI Pondok Indah.
Penjelasan Misi
  1. Frasa “dalam anugerah Allah” menegaskan bahwa gereja semata-mata berdiri karena prakarsa Allah di dalam Kristus melalui kuasa Roh Kudus dan bahwa gereja hanya mungkin berkarya di dunia ini oleh pertolongan, bimbingan dan kekuatan Allah.
  2. “Kepedulian melalui kesaksian dan pelayanan” dipahami sebagai tugas utama gereja yang diutus untuk berperanserta mengerjakan misi Kerajaan Allah.
  3. Tugas utama tersebut dilaksanakan oleh segenap warga jemaat—baik anggota maupun simpatisan—dan bukan hanya oleh pejabat gerejawi.
  4. Kualitas “hidup” harus muncul di dalam seluruh dimensi hidup gereja, yaitu:
    • Kesaksian dan Pelayanan yang empatis, bermakna, kreatif, ramah-tamah, memanusiakan, menyentuh akar persoalan dan memberdayakan;
    • Persekutuan yang saling menghargai, menghormati, hangat dan peduli;
    • Ibadah yang hangat, komunikatif, kreatif, simbolis dan tertata rapih, yang secara inspiratif memberi makna spiritual bagi kehidupan sesehari;
    • Pembinaan yang mendewasakan, kreatif, inovatif, menarik, aktual dan memberdayakan;
    • Penatalayanan yang berorientasi pada manusia dan bukan benda.
  5. Kualitas “terbuka” harus muncul di dalam seluruh dimensi hidup gereja, yaitu:
    • Kesaksian dan Pelayanan yang tidak diskriminatif, serta dilaksanakan melalui kerjasama yang sejalan dengan ajaran GKI dan visi GKI Pondok Indah dengan semua pihak lain;
    • Persekutuan yang menjadi perjumpaan antar-warga jemaat yang secara seimbang berbasis pada keluarga, antar-generasi dan sesama generasi, serta antar-kelompok;
    • Persekutuan yang juga menghargai perbedaan usia, jenis kelamin, suku bangsa dan agama;
    • Ibadah yang multikultural, akrab dengan seluruh usia dan ekumenis;
    • Pembinaan yang memotivasi warga jemaat untuk menjadi pribadi-pribadi yang inklusif di dalam jemaat dan masyarakat;
    • Penatalayanan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
  6. Kualitas “partisipatif” harus muncul di dalam seluruh dimensi hidup gereja, yaitu:
    • Kesaksian dan Pelayanan yang dilakukan baik melalui kegiatan sosial gerejawi maupun kehidupan sesehari seluruh warga jemaat;
    • Persekutuan yang percaya pada kapabilitas dan talenta setiap warga jemaat untuk mengaktualisasikan diri, serta tidak memberi ruang pada kultus individu;
    • Ibadah yang menjadi milik semua warga jemaat sehingga setiap orang dengan penuh semangat terlibat di dalamnya;
    • Pembinaan yang secara komprehensif memfasilitasi keunikan setiap warga jemaat untuk bersama-sama membangun jemaat;
    • Penatalayanan yang menyadarkan seluruh warga jemaat untuk mengelola pemberian Allah (uang, kemampuan, bakat, kesempatan, lingkungan hidup, waktu dan sebagainya) secara komunal maupun personal;
  7. Selain ketiga kualitas di atas, terdapat pula beberapa kualitas khusus untuk setiap dimensi hidup gereja, yaitu:
    • Kesaksian dan Pelayanan yang membarui manusia dengan menyeimbangkan pendekatan-pendekatan karitatif, reformatif dan transformatif, serta melestarikan lingkungan hidup secara berkelanjutan;
    • Kesaksian dan Pelayanan yang peka pada keberagaman agama dan budaya dengan berporos pada keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan;
    • Persekutuan yang dirawat melalui penggembalaan yang memulihkan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya, dengan memakai pendekatan yang holistis dan antisipatif;
    • Ibadah yang, dalam kesinambungannya dengan pembinaan, menghayati perjumpaan seluruh warga jemaat dengan Tuhan, sesama dan dunia;
    • Pembinaan yang sinambung, terarah, menyeluruh dan memberdayakan;
    • Penatalayanan yang ditopang oleh sebuah sistem organisasi yang mendukung fungsi-fungsi gereja dan kepemimpinan yang melayani.
Antar kita
  • 35 Tahun Pelayanan Paduan Suara Gracia
    Pada tanggal 16 September 2020, Paduan Suara Gracia merayakan ulang tahunnya yang ke-35 secara virtual. Para anggota paduan suara perempuan ini membawa keceriaan dan pengucapan syukur mereka ke dalam rumah mereka masing-masing dengan menghias bagian ruangan yang disiapkan untuk...
  • Umat Tuhan Desa Mongham di Perbatasan PNG Merindukan Rumah Ibadah
    Sungguh memprihatinkan keadaan sebuah jemaat di desa Mongham Batom di Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, yang bertahun-tahun lamanya hanya beribadah di sebuah bangunan alang alang sebagai gereja, karena ketiadaan biaya dan letaknya yang sangat jauh dari ibukota Kabupaten. Jalan menuju...
  • Bakal Pos Parakan Salak: Take and Give
    Pandemi COVID-19, yang sudah berlangsung kurang lebih 6 bulan, telah menambah kesulitan hidup semua kalangan. Hal ini juga dirasakan oleh jemaat Bapos Parakan Salak yang berdomisili di Desa Kemang, Bogor. Para anggota jemaat yang bekerja di pabrik-pabrik makanan dan...
Video GKIPI
  • Renungan Remaja 29 November 2020: Standby!
  • Ibadah Penghiburan Kel. Alm. Pdt Em. Purboyo W. Susilaradeya
  • Renungan Remaja 21 Nov 2020 : My Purpose