Ibadah Online
Renungan Harian
-
“Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dilakukannya?” (Yohanes 7:51)
Saat ini kita hidup di era informasi digital. Kemajuan teknologi internet diiringi dengan maraknya berbagai aplikasi media sosial. Tentu ada banyak hal positif yang bermanfaat bagi kita. Komunikasi tidak lagi dibatasi oleh jarak dan tempat. Kita dapat berkomunikasi dengan anggota keluarga maupun sahabat yang tinggal jauh dari kita. Namun, dampak negatifnya juga tidak sedikit. Kita seolah berada di tengah belantara informasi yang bukan tidak mungkin dapat membuat kita tersesat. Khususnya berbagai pendapat tentang orang atau hal tertentu yang di sana-sini saling bertolak belakang dan dapat menimbulkan pertentangan.
Pada waktu Yesus berkarya pada zaman Perjanjian Baru, terdapat berbagai pendapat tentang siapa Yesus sebenarnya. Ada yang mengatakan bahwa Ia adalah nabi yang akan datang. Ada yang menyebut Ia sebagai Mesias, tetapi ada juga yang menolak-Nya. Perbedaan pandangan itu menimbulkan pertentangan di kalangan orang Yahudi. Bahkan, ada kelompok yang segera menghakimi bahwa Yesus adalah penyesat dan hendak menghukum Dia. Nikodemus memberi nasihat, “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah diperbuat-Nya?”
Bukankah ini juga menjadi nasihat agar kita melakukan check and recheck sebelum menyimpulkan sesuatu tentang seseorang atau suatu hal berdasarkan berbagai informasi yang kita terima? [Pdt. Em. Ronny Nathanael]
DOA:
Ya Bapa Yang Maha Pemurah, ajarlah kami untuk melihat seperti mata Yesus yang melihat dengan belas kasih terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan. Amin.Ayat Pendukung: Yer. 6:1-10; Mzm. 80:7-15; Yoh. 7:40-52
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah bicara realita hidup, terutama terkait ekonomi dan bisnis, hukum dan aturan-aturan yang ada. Mungkin, kita bisa lebih mudah taat ketika itu ‘sekadar’ wilayah kesalehan pribadi yang kontrolnya ada di tangan kita. Sesuatu yang tak ada sangkut pautnya dengan usaha atau pekerjaan, tetapi kita menjadi nampak tak berdaya untuk bisa taat saat di dunia yang lebih luas. Kesalehan pribadi itu menjadi hambar, tak lagi menggarami hidup kita yang lain. Berat! Sungguh berat, memang! Maka itu, butuh satu tekad. Tekad yang kuat tentu saja.
Tentang tekad. Paulus mengajari Jemaat Filipi, untuk hidup sebagai manusia rohani yang menaruh pikiran dan perasaan yang ada dalam Kristus. la menggambarkan ketaatan Yesus, patronnya tidak tanggung-tanggung langsung merujuk ke ketaatan Yesus sampai misi selesai. Paulus mengisahkan lagi perjalanan Yesus, yang bisa saja mengelak, tetapi menjalani jalan derita itu dengan kerelaan hati, ketabahan, daya tahan yang lahir dari pengosongan diri, dan kesadaran penuh untuk melakukan kehendak-Nya. Berat, tetapi tekad kuat telah membuat Yesus mampu menuntaskan tugas-Nya di dunia ini, meski harus mengalami semua itu.
Bacaan injil kita hari ini, berkisah tentang si sulung, yang hanya punya ketaatan di permukaan dan sesaat saja. Di depan Sang Pemberi tugas, ia dengan manis berkata iya. Namun, la undur, tak jadi menghidupi omongannya sendiri saat akan eksekusi tugasnya. la tak cukup punya tekad, tak cukup mau berlelah-lelah, tak cukup mau menahan penderitaan. Dari sini kita melihat, tanpa satu tekad, maka iya hanyalah iya, yang mengambang di udara, untuk kemudian terbawa angin menjauh dari hidup kita.
Di dunia yang keras ini, di tengah konsekuensi ketaatan yang membuat kita menghadapi kesulitan, manakah yang akan saudara pilih? Kiranya, Tuhan memampukan kita menghidupi kesalehan pribadi kita di tengah-tengah ruang publik, saat hidup bersama dengan manusia-manusia lain, dalam segala urusan. Tidak mudah, maka mintalah Tuhan membersamai saudara melakukannya. Tuhan memberkati. Amin. (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



