Ibadah Online
Renungan Harian
-
Lalu kata Yakub, “Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak. Berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah mengembalakannya lagi’.’ (Kejadian 29:7)
Hidup manusia memiliki durasi. Terbatas! Demikian pula ada siang dan malam. Siang memberikan kesempatan bagi manusia untuk bekerja, sedangkan malam untuk beristirahat. Sang Pencipta telah mengaturnya sedemikian rupa. Jadi, selagi hari masih siang, berusahalah karena penyesalan kemudian tiada berguna.
Yakub, dalam perjalanan mencari pendamping hidup, berjumpa dengan para gembala dari Haran di sebuah sumur. Saat itu masih siang, dan para gembala sedang duduk-duduk menunggu kawanan kambing domba lain untuk bersama-sama memberi minum ternak mereka. Yakub mengajak para gembala memberikan minum bagi kambing domba yang ada, lalu kembali menggembalakan, sebab hari masih siang. Sebenarnya, Yakub sedang mengajak para gembala untuk lebih efektif memanfaatkan waktu yang tersedia. Namun, seandainya mereka mengikuti perkataan Yakub, lalu siapa yang akan mempertemukannya dengan Rahel? Tuhan memang mengatur waktu sedemikian rupa. Kekurangan yang satu dapat dipakai untuk melengkapi yang lain.
Jadi, selagi hari masih siang, kita memang harus bekerja secara efektif. Ada waktu untuk sendiri, ada waktu untuk saling mengisi. Sebab, kita selalu membutuhkan orang lain. Cara terbaik menikmati hidup adalah bekerja dengan cerdas, menuntaskan bagian kita, menikmati prosesnya, serta saling mengisi dan berbagi dengan orang lain. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]
REFLEKSI:
Waktu adalah anugerah yang terbatas. Isilah dengan karya kasih yang pantas diwarisi, yang akan dikenang orang siang dan malam.Ayat Pendukung: Kej. 29:1-14; Mzm. 81; 1 Kor. 10:1-4
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Perempuan itu datang ke sumur ketika matahari sedang tinggi. Bukan waktu yang lazim. Biasanya orang mengambil air di pagi atau sore. Siang hari terlalu panas, terlalu menyengat. Mungkin ia memilih waktu itu supaya tidak bertemu siapa-siapa. Tidak perlu bertukar sapa. Tidak perlu menangkap tatapan yang terasa seperti penghakiman kecil yang sudah akrab ia terima setiap hari.
Saya membayangkan lorong hidupnya sudah cukup panjang. Lima kali gagal membangun relasi. Tinggal dengan seseorang yang bahkan tidak disebut suami. Kita sering membaca bagian itu dengan cepat, seolah-olah hanya data moral belaka. Padahal di baliknya pasti ada lelah. Ada kecewa. Ada rasa tidak cukup. Mungkin juga rasa gagal.
Tetapi menariknya, Yesus tidak memulai percakapan dengan ceramah panjang dan perintah pertobatan. Ia justru memulai dengan permintaan sederhana: “Berilah Aku minum.” Percakapan itu pelan-pelan masuk ke wilayah yang lebih dalam. Tentang air. Tentang haus. Tentang hidup yang tidak pernah benar-benar terpuaskan.
Lalu Yesus menyebut masa lalunya. Tidak dengan nada keras. Tidak dengan ancaman. Ia menyebutnya begitu saja, seperti seseorang yang tahu dan tetap tinggal. Lorong gelap itu tidak dihindari. Ia justru dilalui bersama.
Saya sering ingin Tuhan hanya mengambil bagian baik dalam hidup saya. Yang sudah rapi. Yang bisa dipresentasikan. Tetapi perempuan itu belajar sesuatu siang itu: Allah tidak takut pada sejarah kita. Ia masuk ke dalamnya.
Mungkin pulang bukan berarti masa lalu dihapus. Mungkin pulang berarti kita berani berdiri di hadapan-Nya, tanpa lagi bersembunyi di jam-jam sepi.
Adakah bagian hidup Anda yang selama ini Anda hindari, padahal mungkin justru di sanalah Yesus sedang menunggu untuk berbicara dengan Anda? (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



