Ibadah Online
Renungan Harian
-
Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku. (Mazmur 86:4)
Seorang pria duduk sendirian di bangku panjang sebuah gereja kosong. Langit di luar mendung, sama seperti suasana hatinya. Bukan karena satu masalah besar, tapi karena lelah yang menumpuk. Semuanya terasa berat: pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan harapan- harapan yang belum terpenuhi. Ia tidak tahu harus berdoa apa. Tidak ada kata-kata yang cukup tepat. Hanya sebuah desahan, lirih tetapi dalam: “Tuhan, kuangkat hatiku kepada-Mu.”
Mazmur 86 adalah jeritan hati Daud saat ia berada dalam tekanan. la memohon: “Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya TUHAN, kuangkat hatiku.” Frasa “kuangkat hatiku” menunjukkan penyerahan total dan harapan penuh. Daud tidak mencari jalan keluar instan, melainkan sukacita batin. Sukacita yang diminta Daud bukanlah tawa, melainkan ketenangan hati yang hanya bisa datang dari TUHAN. Sesungguhnya sukacita bukan hasil dari beresnya masalah, melainkan dari keintiman dengan- Nya. Ketika kita mengangkat hati yang lelah kepada-Nya, Dia tidak hanya mendengar, tetapi juga menyegarkan.
Kita hidup di zaman yang cepat dan penuh tekanan: target kerja, konflik rumah tangga, kekhawatiran masa depan, dan berbagai kesulitan lainnya. Di tengah rutinitas yang menekan, berhentilah sejenak. Mari mengangkat hati kepada Tuhan dengan jujur dan terbuka. Hati yang diangkat kepada Tuhan tidak akan pernah dibiarkan kosong. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, kami mengangkat hati kepada-Mu. Sambutlah dengan kasih-Mu yang lembut agar kami bersukacita dalam segala perkara. Amin.Ayat Pendukung: Kel. 12:43-49; Mzm. 86:1-10; Ibr. 2:5-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Bacaan Injil Minggu ini sangat menarik. Ia dimulai dengan sebuah testimoni mengenai situasi batin Yesus ketika Ia tengah berkarya dalam pengajaran dan penyembuhan. Ayat 36 menggambarkannya, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka. Kata benda “belas kasihan” dalam bahasa Yunani adalah splanchna, yang menunjuk pada pusat perasaan terdalam atau afeksi inti. Namun, di ayat ini, ia muncul dalam bentuk kata kerja pasif, esplanchnisthē, yang berarti “tergerak oleh belas kasihan.” Banyak sekali kisah mukjizat yang Yesus lakukan dimulai dengan tergeraknya hati Yesus oleh belas kasihan. Beberapa contoh di dalam Injil Matius adalah Matius 14:14; 15:32; 20:34.
Di dalam bacaan kita, setelah Yesus digerakkan oleh belas kasihan, Ia mengatakan bahwa tuaian sangat banyak tetapi pekerja yang tersedia sangat sedikit. Ia lantas berkata kepada para murid-Nya agar memohon kepada Sang Bapa untuk mengirimkan para pekerja. Apakah permohonan ini dikabulkan? Bagaimana caranya?
Dengan indah, Matius menjawabnya melalui kisah pemanggilan kedua belas murid Yesus (10:1-4), dilanjutkan dengan pengutusan mereka (10:5-8). Seolah-olah, begini yang hendak dikatakan oleh penulis Injil ini. Berdoalah kepada Allah untuk mengirimkan pekerja bagi tuaian, namun jangan lupa bahwa engkau mungkin akan menjadi jawaban atas doamu sendiri. Kita yang meminta akan menjadi jawaban atas permintaan kita sendiri. Itulah “risiko” doa: Allah mungkin menjawab permohonan doa kita dengan cara memakai si pendoa sebagai jawaban doa.
Pernahkah Anda merasa sangat terpukul melihat penderitaan yang terjadi di depan mata Anda, lantas berdoa agar Allah berkarya untuk mengatasi penderitaan itu? Nah, siapa tahu Allah sebenarnya menjawab doa kita dengan berkata, “Untuk itulah Aku menciptakanmu, mengasihimu, dan memanggilmu, anak-Ku.” (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


