Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tetapi, firman TUHAN, “Patutkah engkau marah?” (Yunus 4:4)
Banyak orang beranggapan bahwa marah adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Meskipun demikian, kita perlu membedakan antara marah yang benar dan marah yang tidak patut. Marah yang benar tentu berdampak dan bertujuan baik, sedangkan marah yang tidak patut hanya menimbulkan kerusakan belaka.
Yunus diutus oleh Allah ke Niniwe untuk mengabarkan tentang penghukuman Allah atas mereka bila mereka tidak bertobat. Alih-alih melakukan perintah Allah, Yunus malah melarikan diri sehingga ia mengalami banyak bencana dan petaka. Akhirnya, ia mau juga melakukan perintah Allah tersebut. Penduduk Niniwe pun bertobat, sehingga Allah tidak menghukum mereka. Inilah yang tidak diinginkan oleh Yunus dan yang menyebabkan ia melarikan diri dari hadapan Allah. Ketika Allah tidak menghukum penduduk Niniwe, marahlah Yunus. Allah pun bertanya, “Patutkah engkau marah (karena penduduk Niniwe selamat)?” Pertanyaan yang sama juga diajukan oleh Allah ketika Yunus marah karena pohon jarak tempat ia berteduh habis dimakan ulat dalam semalam.
Bila kita marah, baiklah kita bertanya pada diri kita sendiri, “Patutkah saya marah?” Apakah kemarahan saya semata karena egoisme? Ataukah karena demi kebaikan sesama kita? Bila kemarahan itu timbul karena egoisme, itu adalah kemarahan yang tidak patut dan merusak, sehingga harus diatasi dan dihentikan. [Pdt. Mungki A. Sasmita]
DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk selalu memeriksa diri kami, supaya jika kami marah, kami marah dalam ketulusan. Amin.Ayat Pendukung: Yun. 1:1-11; Mzm. 51; Rm. 1:8-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Minggu, 15 Februari 2026
TIGA PERJUMPAAN DI DALAM KRISTUS (Transfigurasi)
Keluaran 24:12-18, Mazmur 2, 2 Petrus 1:16-21, Matius 17:1-9
Musa dan Elia adalah figur sentral dalam sejarah iman Israel. Musa menerima Taurat di Gunung Sinai. Elia mengalami perjumpaan dengan Allah di tengah ketakutan dan kegentarannya di Gunung Horeb. Kini, mereka hadir bersama Yesus di Gunung Tabor. Perjumpaan ketiga figur ini menandai kesinambungan misi Allah yang menyelamatkan dalam sejarah. Pengajaran dan pemberitaan melalui hukum dan para nabi menemukan penggenapannya secara sempurna dalam diri Yesus Kristus.
Penampakan ini juga menegaskan tentang identitas dan misi Yesus yang diutus Bapa untuk menggenapi karya penyelamatan-Nya. Pernyataan identitas ini diteguhkan Sang Bapa dalam peristiwa kelahiran, baptisan, transfigurasi, kematian dan kebangkitan-Nya.
Musa dan Elia mengerjakan tugas misi Allah dengan melewati ragam peristiwa; penolakan, penderitaan dan ancaman kematian. Musa tidak diizinkan masuk ke Kanaan. Elia gentar menghadapi Izebel. Pengalaman yang serupa dialami oleh Yesus dalam misi-Nya: Ia menderita, mati dan bangkit untuk menyelesaikan karya keselamatan secara tuntas dan sempurna bagi dunia yang diciptakan dan dikasihi Allah. Karena itu, penampakan ini menjadi pernyataan bahwa segala sesuatu terpusat pada diri Sang Anak yang dengan setia mengerjakan kehendak Bapa.
Peristiwa ini sekaligus mengarahkan kita di hari ini untuk tetap setia mengerjakan misi Allah di tengah pergumulan zaman. Setiap generasi memiliki tantangannya, setiap utusan menghadapi kesulitannya, namun panggilan menghadirkan keselamatan dan pemulihan terus dikumandangkan. Kita mengerjakannya dalam persekutuan dengan Yesus Kristus yang memberikan kekuatan dan pengharapan baru untuk menghadirkan kasih dan pemulihan bagi relasi dan dunia yang terluka. Amin (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




