Ibadah Online
Renungan Harian
  • Iman Yang Rendah Hati

    Matius 15:10-20, 21-28

    Kata perempuan itu, “Benar Tuhan. Namun, anjing itu juga makan remah-remahyang jatuh dari meja tuannya” (Matius 15:27)

    Nancy Snow, seorang profesor komunikasi dari Amerika Serikat, memaknai sikap rendah hati sebagai kesadaran diri untuk mengakui dan menerima keterbatasan, kelemahan, serta kekurangan diri. Sikap ini juga menolong seseorang membatasi keinginan berlebihan untuk merasa diri lebih baik daripada orang lain.

    Dalam kehidupan iman, disadari atau tidak, kita sering merasa lebih baik daripada penganut agama lain. Di dalam Kristus, kita meyakini memiliki hak istimewa atas kasih karunia Allah, baik di bumi maupun di surga kelak. Sampai di titik ini, tidak ada yang keliru. Namun, sikap tersebut menjadi berlebihan apabila kita mulai memandang sebelah mata mereka yang berbeda iman. Jika demikian, apa bedanya kita dengan orang-orang Yahudi yang merasa diri lebih unggul dari orang lain? Kisah perempuan Kanaan yang memohon belas kasihan kepada Yesus agar menyembuhkan anaknya yang kerasukan setan seolah menampar siapa saja yang memiliki sikap tinggi hati. Perempuan ini adalah orang asing bagi kelompok Yahudi. Kehadirannya dipandang sebagai gangguan oleh para murid. Bahkan, Yesus berkata, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak- anak dan melemparkannya kepada anjing.”

    Seandainya Saudara berada di posisi perempuan itu, masihkah Saudara berharap? Perempuan ini bergeming dengan keyakinannya bahwa Yesus pasti mengasihinya. la tidak tersinggung, tidak mundur, melainkan tetap berharap. Inilah iman yang rendah hati. [Pdt. Nanang]

    DOA:
    Ya Tuhan, kami sadar bahwa sikap rendah hati itu sulit terbentuk, oleh karenanya kami memohon kepada-Mu, ubahlah hati kami agar lembut dan rendah hati. Amin.

    Ayat Pendukung: Yes. 56:1, 6-8; Mzm. 67; Rm. 11:1-2, 29-32; Mat. 15: (10-20), 21-28
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • Iman yang Tidak Sopan

    Matius 15:21-26

    Sebelum berjumpa dengan perempuan Kanaan, Yesus baru saja berdebat tentang kenajisan. la menegaskan bahwa yang menajiskan manusia keluar dari hati. Segera sesudah itu, Matius membawa Yesus ke daerah Tirus dan Sidon. Di sana muncul seorang perempuan yang, menurut batas agama dan asal-usul, mudah dicap sebagai orang luar. Namun justru perempuan inilah yang berseru, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud.” Sebutan “Anak Daud” menunjukkan bahwa ia melihat sesuatu yang belum dipahami banyak orang Israel. Anehnya, Yesus tidak menjawab sepatah kata pun. Para murid ingin ia disuruh pergi. Ketika percakapan akhirnya terjadi, perempuan itu mendengar kata kata yang keras tentang roti anak-anak dan anjing.

    Kita tidak perlu buru-buru membuat bagian ini terdengar nyaman. Perempuan itu berada di hadapan batas yang sungguh terasa: kesunyian, penolakan para murid, serta gambaran yang menempatkannya di luar meja. Namun ia tidak pergi. la masuk ke dalam gambaran tersebut dan menemukan celah kemurahan di sana: “Benar, Tuhan. Namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

    Jawabannya tidak sopan menurut tata sosial yang mengharuskannya tahu diri dan diam. la berani berbicara lagi karena percaya bahwa kemurahan Sang Anak Daud lebih besar daripada batas yang menghalanginya. Bahkan remah dari meja itu cukup untuk memulihkan hidup anaknya.

    Yesus kemudian berkata, “Hai ibu, besar imanmu.” Dalam Injil Matius, pujian sebesar ini justru diberikan kepada seorang perempuan Kanaan. Orang yang dianggap berada di luar tampil sebagai teladan iman. Kisah yang dimulai dengan batas berakhir dengan pemulihan, sekaligus mengarah ke ujung Injil ketika para murid kelak diutus kepada segala bangsa.

    Namun ketekunan perempuan ini jangan dijadikan syarat bahwa orang terluka harus berjuang cukup keras sebelum layak ditolong. la tidak membeli belas kasih dengan kegigihannya. Imannya berpegang pada keyakinan bahwa kemurahan Tuhan selalu lebih limpah daripada batas yang dibuat manusia. Kadang iman terdengar tidak sopan karena ia menolak percaya bahwa kasih Allah hanya tersedia bagi mereka yang sudah duduk nyaman di meja. (ASC)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...