Ibadah Online
Renungan Harian
-
Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu yang keras menjadi mata air! (Mazmur 114:7-8)
Hati yang tergetar di hadapan Allah tidak akan pernah menjadi kering, sebab dalam getaran itu ia merasakan kasih dan pertolongan-Nya dalam hidup. Hati yang selalu takjub dan bersyukur atas karya Tuhan akan senantiasa berlimpah syukur serta tegar menjalani kehidupan.
Mazmur 114 adalah nyanyian pujian yang menggambarkan kebesaran TUHAN, khususnya ketika TUHAN membawa umat Israel keluar dari Mesir. Berbagai peristiwa dikenang dalam perjalanan itu. Laut terbelah, sungai berhenti mengalir, dan gunung-gunung melompat seperti domba. Semua itu terjadi bukan karena kekuatan manusia, melainkan karena kuasa TUHAN yang dahsyat. Bayangkan, jika alam saja gemetar melihat karya TUHAN, bagaimana dengan kita? Apakah hati kita tergetar ketika merenungkan karya TUHAN dalam hidup kita sehingga kita semakin percaya kepada-Nya?
Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan agar hati kita peka dan tergetar di hadapan Allah. Pertama, mengenang dan mengingat karya Tuhan sepanjang kehidupan. Kedua, merespons dengan kekaguman dan rasa syukur. Ketiga, hidup dalam kesadaran bahwa Tuhan selalu hadir, bukan hanya dalam momen-momen besar, tetapi juga dalam setiap langkah keseharian kita. Biarlah hari ini hati kita kembali tergetar oleh karya kasih Tuhan yang senantiasa kita rasakan sepanjang kehidupan. [Pdt. Jotje H. Karuh]
DOA:
Tuhan, lembutkan hati kami agar kami memiliki hati yang peka dan selalu tergetar akan kasih setia-Mu. Amin.Ayat Pendukung: Hak. 6:36-40; Mzm. 114; 1 Kor. 15:12-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Kita hidup di zaman yang penuh ketidakpastian. Berita tentang konflik, krisis ekonomi, tekanan hidup, hingga pergumulan pribadi sering membuat hati terasa cemas. Banyak orang tampak “baik-baik saja” di luar, tetapi di dalam penuh ketakutan. Takut gagal, takut kehilangan, takut masa depan yang tidak jelas.
Tidak sedikit juga yang hidup seperti murid-murid setelah kematian Yesus: bersembunyi, menutup diri, dan kehilangan arah. Pintu-pintu kehidupan seakan tertutup rapat karena rasa takut dan kecewa. Harapan terasa redup, bahkan hampir padam. Namun, di tengah kondisi seperti itu, firman Tuhan hari ini membawa kabar yang mengubah segalanya.
3 realitas kehadiran Kristus sebagai sumber pengharapan yang sejati:
- Kristus Hadir di Tengah Ketakutan para murid lalu berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” (19-23). Ucapan ini bukan sekedar salam tapi jaminan kehadiran Kristus, tanda bahwa pengharapan itu nyata.
- Kehadiran Kristus Memulihkan Iman yang Ragu (ayat 24-29) Tomas tidak percaya begitu saja. Ia berkata bahwa ia harus melihat dan menyentuh sendiri luka Yesus. Yesus tidak menolak Tomas. Ia datang kembali dan mengundangnya untuk melihat dan percaya. Keraguan bukan akhir dari iman. Kristus datang untuk memulihkan iman yang lemah.
- Kristus Memberi Pengharapan yang Menghidupkan (ayat 30-31)
Injil Yohanes ditulis supaya kita percaya bahwa Yesus adalah Mesias, dan oleh iman kita memperoleh hidup dalam nama-Nya. Pengharapan kita tidak bergantung pada situasi, tetapi pada Pribadi Kristus yang hidup. (LS)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




