Renungan Harian
  • DOA KRISTUS

    Yohanes 17:20-26

    “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” (Yoh. 17:23)

    Pernahkah Anda mengulang-ulang kata-kata Anda ketika berdoa? Mengapa Anda melakukannya? Biasanya, seseorang mengulang kata atau frasa tertentu karena bermaksud menekankan kata-kata tersebut. Artinya, ada sebuah kesungguhan lebih dari kata-kata yang terulang dalam doa.

    Pengulangan kata-kata juga terjadi dalam doa Yesus yang kita baca dalam teks Alkitab hari ini. Yesus berkali-kali menekankan keinginan-Nya, “Supaya mereka menjadi satu,” dan bahkan pada ayat 23 Ia mengungkapkan, “Supaya mereka sempurna menjadi satu.” Hal ini menunjukkan bahwa Kristus begitu sungguh-sungguh menginginkan para murid-Nya agar menjadi satu, seperti Bapa dan diri-Nya adalah satu. Dengan begitu, dunia akan tahu bahwa mereka adalah murid-murid Kristus yang diutus sendiri oleh Bapa.

    Melihat Kristus begitu bersungguh-sungguh menginginkan kita agar menjadi satu dalam doa-Nya, bukankah sudah selayaknya kita mengusahakan hal itu? Dalam persekutuan kita dengan orang percaya yang lain, perbedaan pendapat atau cara melayani mungkin tidak dapat kita hindarkan. Keberagaman memang tidak harus dihapuskan juga dari kehidupan kita, bukan? Jadi, bersediakah kita untuk tetap menjadi satu, bahkan dengan saudara seiman kita yang memiliki cara pandang dan cara melayani yang berbeda dengan kita? Sebab hanya dengan demikian, kita melakukan apa yang diharapkan Kristus dalam doa-Nya. [Pdt. Agetta Putri Awijaya]

    REFLEKSI:
    Kristus begitu menginginkan kita untuk menjadi satu, seperti Diri-Nya dan Bapa adalah satu.

    Ayat Pendukung: Kis. 16:16-34; Mzm. 97; Why. 22:12-14, 16-17, 20-21; Yoh. 17:20-26
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • Bersahabat dengan Allah di dunia

    Yakobus 4:1-10

    Sakit kepala bukanlah sebuah penyakit. Sakit kepala adalah sebuah gejala yang timbul dari penyakit sesungguhnya. Demikian juga dengan pertikaian, kerusuhan, kejahatan dan segala keburukan yang ada di dunia ini. Semua itu adalah gejala dari sesuatu yang lebih mendasar, yaitu mengejar “persahabatan dengan dunia” (ay. 4).

    Apakah dunia seburuk itu? Tidak juga. Dunia bersifat netral dan hanya menyediakan apa yang ia punya.
    Namun ketika kita bersahabat dengan dunia, alias terobsesi atau menghidupi nafsu untuk terus mengejar yang ditawarkan dunia (ay. 1-3), kita sesungguhnya menyerahkan diri pada sesuatu yang semu dan menghancurkan. Penulis kitab Yakobus menyadari betul hal itu dan mau para pembacanya menyadarinya juga sehingga bisa menghindarinya. Ketimbang mengejar nafsu dunia yang kesenangannya semu dan sementara, merendahkan diri di hadapan Allah dan mendekat pada-Nya lah yang justru membawa kita ditinggikan dan menemukan makna hidup sejati (ay. 8-10). Persahabatan dengan Allahlah yang menyembuhkan sakitnya dunia.

    Selama kita masih hidup, itu berarti kita tetap tinggal dalam ancaman terseret hanyut dalam kecintaan terhadap dunia. Maka dengan demikian bersahabat dengan Allah di tengah dunia ini menjadi tantangan bagi kita semua. Kita semua ditantang untuk melihat persahabatan sejati yang Allah tawarkan, persahabatan yang tidak semu melainkan penuh cinta dan ketulusan yang menenangkan. Kita semua diajak untuk terus berkaca agar jangan sampai terpeleset dalam kecintaan dan persahabatan dengan dunia, baik dalam motivasi kita bekerja, melayani di gereja, maupun dalam hidup berelasi dengan sesama. Kita semua ditantang untuk bersahabat dengan Allah di dunia. Maukah kita melakukannya?

    KTM

Antar Kita
  • KASUT, Bukan Hanya Sebuah Nama
    Pesatnya kemajuan teknologi internet dan begitu derasnya arus informasi yang tak terbendung lagi mengakibatkan banyak media konvensional cetak seperti koran, tabloid, majalah dan lainnya terkena imbasnya. Mengalami penurunan peminat pembaca bahkan mulai ditinggalkan. Sebagian media komersial lainnya yang berusaha...
  • Merangkai Injil di PULAU RUPAT
    I. Misi Yang Berkelanjutan Sudah sejak lama berbagai denominasi gereja hadir dan melakukan misi di Pulau Rupat. Selain melayani masyarakat perantau yang sudah Kristen, juga berusaha menjangkau masyarakat setempat, khususnya suku Akit dan peranakan Tionghoa (blasteran Akit dan Tionghoa)....
  • BEYOND
    “Wah, bener-bener Beyond banget emang nih!” Demikian kalimat yang bisa dikatakan menjadi canda, tetapi juga kenyataan sehari hari dalam kepanitiaan Natal 2021, bahkan sejak pertama kali dibentuk, sebelum tema “Beyond” itu sendiri diputuskan untuk dipakai. Betapa tidak, rapat perdana...
Video GKIPI
Teologis
Kasih Terbesar
Hakikat Penderitaan Yesus Paska, dalam kebiasaan orang Kristen, kurang mendapatkan posisi yang kuat ketimbang Natal dengan segala gemerlap dan hadiahnya. Padahal Paska adalah masa...
WHAT WENT WRONG?
Yosua 7-8
Seandainya Anda mengalami kegagalan, akankah Anda berdiam diri dan bertanya, “Apa yang salah?” Setelah kemenangan di Yerikho dengan sangat mudah, Israel mengalami kegagalan di...
Menghidupkan Semangat Dan Hati
Yesaya 57:15
Seseorang gadis berusia 18 tahun dan berpenampilan menarik berjalan masuk ke dalam ruang konseling. Dia sering menjuarai berbagai kompetisi piano. Dia mengendarai mobil mewah...
Pastoralia
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Ada Anggota GKI Tapi Pemahaman Teologinya Beda
Bapak Pendeta yang baik, Mohon berkenan memberikan pencerahan atas kegelisahan dan kegemasan saya menghadapi sikap dan pandangan seperti ini dalam kehidupan bergereja di GKI...
Humanis
To infinity and beyond!
Saya salah satu penggemar petualangan seru dan epik dari Buzz Lightyear dan Woody, sahabatnya (Film: Toy Story 1995). Buzz sering kali mengatakan, “To infinity...
Jalan Pagi di Antara Jiwa-Jiwa
Perjumpaan-perjumpaan yang menginspirasi kehidupan dan mendatangkan syukur.
Jalan Pagi Untuk menjaga kondisi dan kesehatan jasmani di masa yang menekan ini sehingga tidak banyak aktivitas yang bisa saya lakukan di luar, saya...
Kontemplasi
Persahabatan
Setiap kali saya membaca kata “persahabatan”, kata itu memberikan rasa hangat di hati saya. Kata itu membawa ingatan saya pada wajah para sahabat dan...
Menjadi Warga Kerajaan Allah
Sebagai sebuah gereja di masa pascapandemi ini, kita bertekad untuk meneruskan perjalanan menuju masa depan bersama sebagai sebuah komunitas iman, pengharapan dan kasih (1...
Melampaui Kegelapan, Mempertemukan Terang
Lima Pendaki Muda Ini kisah nyata tentang lima pemuda yang mendaki gunung. Suatu hari mereka berangkat dari Jakarta menuju Gunung Gede di Bogor. Perjalanan...
Artikel Lepas
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...
Mengenal Orang Farisi
Bedah Sejarah Israel Di Masa Yesus
Arti Kata Farisi Kata Farisi—yang sering diterjemahkan sebagai ‘memisahkan/terpisah’— menunjukkan sikap segolongan orang yang memisahkan diri dari pengajaran—bahkan pergaulan— bangsa non Yahudi yang mereka...
Mengenal Sosok Herodes
Bedah Sejarah Israel Di Masa Yesus
Herodes dalam Injil Banyak orang tidak terlalu menaruh perhatian pada sosok Herodes dalam Injil. Kebanyakan mereka hanya tahu bahwa Herodes punya peran sentral pada...