Ibadah Online
Renungan Harian
  • Memuliakan Allah

    Yohanes 7:14-31, 37-39

    Siapa yang berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi siapa yang mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:18)

    Soli Deo Gloria! Kemuliaan hanya bagi Allah. Ungkapan ini sudah akrab bagi kita. Namun, terkadang ia hanya menjadi slogan—manis diucapkan, tetapi tidak terwujud dalam tindakan. Pementingan diri dan manipulasi kerap dilakukan. Nama Tuhan dibawa-bawa, tetapi kemuliaan-Nya “dicuri” demi diri sendiri.

    Yesus Kristus mengingatkan hal itu dengan gamblang di hadapan para pemuka Yahudi. Mereka heran dengan apa yang dilakukan-Nya. Pengetahuan Yesus sangat memukau mereka. Namun, Yesus tidak manipulatif. Ia mengatakan dengan jujur bahwa ajaran-Nya berasal dari Bapa yang mengutus-Nya. Yesus tidak menepuk dada di hadapan para pemuka Yahudi. Anehnya, para pemuka itu justru berpikir Yesus kerasukan setan dan berusaha membunuh-Nya. Mereka merasa terhina dengan apa yang Yesus lakukan. Hal ini membuktikan bahwa yang mereka muliakan bukanlah Tuhan, melainkan diri mereka sendiri. Mereka telah “mencuri” kemuliaan Tuhan.

    Sahabat, janganlah bersikap manipulatif! Kristus mengajarkan serta memberikan teladan untuk hidup dan melayani dengan jujur dan tulus. Allah di dalam Kristuslah yang harus dimuliakan dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Jika kita menjadi pemuka, maka kita harus menunjuk kepada Kristus, bukan kepada diri sendiri. Kalaupun kita bukan pemuka, Kristus tetaplah yang harus kita muliakan dalam segala sesuatu yang kita lakukan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

    REFLEKSI:
    Muliakan Allah bukan hanya dengan kata. Kata bisa manipulatif! Muliakanlah Tuhan dengan perilaku yang jujur dan tulus.

    Ayat Pendukung: Yer. 2:4-13; Mzm. 81; Yoh. 7:14-31, 37-39
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • Melewati Lorong Gelap

    Yohanes 4:5–42

    Perempuan itu datang ke sumur ketika matahari sedang tinggi. Bukan waktu yang lazim. Biasanya orang mengambil air di pagi atau sore. Siang hari terlalu panas, terlalu menyengat. Mungkin ia memilih waktu itu supaya tidak bertemu siapa-siapa. Tidak perlu bertukar sapa. Tidak perlu menangkap tatapan yang terasa seperti penghakiman kecil yang sudah akrab ia terima setiap hari.

    Saya membayangkan lorong hidupnya sudah cukup panjang. Lima kali gagal membangun relasi. Tinggal dengan seseorang yang bahkan tidak disebut suami. Kita sering membaca bagian itu dengan cepat, seolah-olah hanya data moral belaka. Padahal di baliknya pasti ada lelah. Ada kecewa. Ada rasa tidak cukup. Mungkin juga rasa gagal.

    Tetapi menariknya, Yesus tidak memulai percakapan dengan ceramah panjang dan perintah pertobatan. Ia justru memulai dengan permintaan sederhana: “Berilah Aku minum.” Percakapan itu pelan-pelan masuk ke wilayah yang lebih dalam. Tentang air. Tentang haus. Tentang hidup yang tidak pernah benar-benar terpuaskan.

    Lalu Yesus menyebut masa lalunya. Tidak dengan nada keras. Tidak dengan ancaman. Ia menyebutnya begitu saja, seperti seseorang yang tahu dan tetap tinggal. Lorong gelap itu tidak dihindari. Ia justru dilalui bersama.

    Saya sering ingin Tuhan hanya mengambil bagian baik dalam hidup saya. Yang sudah rapi. Yang bisa dipresentasikan. Tetapi perempuan itu belajar sesuatu siang itu: Allah tidak takut pada sejarah kita. Ia masuk ke dalamnya.

    Mungkin pulang bukan berarti masa lalu dihapus. Mungkin pulang berarti kita berani berdiri di hadapan-Nya, tanpa lagi bersembunyi di jam-jam sepi.

    Adakah bagian hidup Anda yang selama ini Anda hindari, padahal mungkin justru di sanalah Yesus sedang menunggu untuk berbicara dengan Anda? (ASC)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...