Ibadah Online
Renungan Harian
-
Lalu pada kali yang ketujuh, ketika para imam meniup sangkakala, Yosua memerintahkan bangsa itu, “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota itu kepadamu!” (Yosua 6:16)
Semasa penulis masih duduk di bangku SD, ayah penulis melibatkan anak-anaknya untuk membantu pekerjaannya sebagai akuntan pajak. Empat bersaudara mendapat tugas yang berbeda sesuai dengan tingkat kemampuan masing- masing. Meskipun pada awalnya mengeluh karena ada beban tambahan, tetapi ketika dikerjakan dengan taat, pada akhirnya penulis dan saudara-saudaranya menjadi terbiasa serta mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.
Kedaulatan Allah dinyatakan kepada Yosua dan bangsa Israel melalui ujian ketaatan mereka terhadap perintah-Nya. Kota Yerikho telah diserahkan kepada Israel, tetapi mereka harus mengelilingi kota itu selama enam hari. Pada hari ketujuh, mereka harus mengelilingi kota itu tujuh kali dengan sorak-sorai yang didahului oleh tiupan sangkakala. Cara TUHAN menyerahkan Yerikho kepada Israel memang sangat tidak masuk akal. Sekalipun demikian, bangsa Israel taat kepada perintah TUHAN dan melakukan segala sesuatu sebagaimana yang diperintahkan Yosua. Akhirnya, ketaatan mereka mendatangkan kemenangan.
Kedaulatan Tuhan begitu besar, melampaui pengertian manusia. Untuk mengalami keajaiban kuasa-Nya, dibutuhkan ketaatan dan iman kepada-Nya. Itulah ujian ketaatan: percaya kepada perintah Tuhan walaupun tampak tidak masuk akal. Kerjakanlah apa yang Tuhan perintahkan dan saksikanlah bagaimana Tuhan berdaulat mengubahkan segala sesuatu sesuai dengan rencana-Nya. [Pdt. Melani Ajub, S.Th., M.Pd.]
REFLEKSI:
Ketaatan kepada perintah Tuhan adalah langkah awal menuju keberhasilan yang dianugerahkan Tuhan.Ayat Pendukung: Yos. 1:1-16, 20; Mzm. 128; Kis. 13:1-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Sasaran kritik Yesus yang paling tajam bukanlah orang yang tidak beragama, melainkan orang beragama, tepatnya para pemimpin agama. Bacaan kita memperlihatkan bagaimana Yesus menegur para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus mengecam orang-orang yang sungguh saleh, bukan karena la tidak menyukai kesalehan. Ajaran yang muncul dari kesalehan sungguh penting. Yesus sendiri berujar, “lakukan dan peliharalah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu” (ay. 3a), tetapi la segera menambahkan, “tetapi jangan turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (ay. 3b). Jadi, masalah kesalehan bukanlah terletak pada ajaran yang muncul dari dalamnya, melainkan pada kenyataan bahwa mereka yang mengaku diri saleh dan mengajarkan kesalehan ternyata tidak mempraktikkan apa yang mereka sendiri ajarkan. Kritik Yesus ini tentu berlaku juga untuk kita. Kita terlalu gemar mengatakan yang benar, tetapi terlalu jarang melakukan apa yang kita katakan. Tutur laku kita kerap tidak membenarkan dan malah berlawanan dengan apa yang menjadi tutur kata kita.
Kritik Yesus tidak berhenti pada inkonsistensi ajaran dan kehidupan para pemimpin agama itu. la melanjutkannya dengan kritik atas kesalehan yang dimanfaatkan untuk meraup kedudukan sosial yang lebih tinggi. Siapa yang tak suka dihormati? Siapa yang tak gembira ketika disanjung? Masalahnya, kesalehan yang dipertontonkan oleh para pemimpin agama itu justru mereka manfaatkan bukan untuk mempermuliakan Allah, melainkan untuk menyusun sebuah tangga yang menjulang, dan mereka menaiki tangga itu dengan pongah, sembari menginjak kepala sesama di bawahnya.
Sungguh, kesalehan yang tidak dihidupi dan yang menyengsarakan sesama adalah kesalehan yang berbahaya. Kita perlu memeriksa diri terus-menerus agar tidak terjatuh ke dalam kubangan yang sama. Sebab, jika itu terjadi, kita harus bersiap siap menerima kecaman Yesus. Lebih dari itu, mari menyambut sapaan Injil hari ini, yaitu menjadi saudara yang setara, yang bersama-sama memperjuangkan kesalehan yang benar. Kesalehan yang sejati tidak membangun tangga untuk naik, tetapi turun berlutut melayani. Di situlah iman menjadi sebentuk kerendahan hati yang membebaskan. (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



