• Ibadah Online GKIPI – Minggu, 12 Juli 2020

Renungan Harian
  • Pekerjaan Besar

    1 Tesalonika 4:1-8



    Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. (1Tes. 4:7)

    Pernahkah Saudara dipercaya untuk melakukan pekerjaan yang besar? Misalnya, menjadi pimpinan proyek raksasa, atau menjadi ketua panitia pembangunan gedung gereja. Tentu saudara akan melakukan pekerjaan tersebut dengan baik dan cermat. Segala kemampuan akan Saudara kerahkan agar pekerjaan itu selesai tepat waktu dan sempurna.

    Allah juga mempunyai pekerjaan besar bagi kita. Dia ingin kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Pekerjaan apakah itu? Rasul Paulus mengatakannya dalam 1 Timotius 4:3, “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu ….” Sudah sejak lama Allah menyatakan kehendak-Nya ini. Kepada bangsa Israel, Allah menyatakan bahwa mereka adalah umat-Nya yang kudus. Tuhan menjaga, memelihara dan melindungi Israel, tetapi mereka memberontak. Pemberontakan Israel tidak membuat rencana Allah gagal. Melalui pengurbanan Yesus di atas kayu salib, Allah menguduskan semua orang yang percaya kepada-Nya. Oleh karena itu, setiap orang yang sudah ditebus oleh darah Kristus, sepatutnya hidup dalam kekudusan.

    Hidup kudus bukanlah sekadar rajin beribadah, membaca Alkitab dan berdoa. Hidup kudus nyata dengan menjauhi korupsi, menjadi pribadi yang tidak iri hari, tidak egois dan tidak mementingkan diri sendiri. Hidup kudus juga berarti menjaga mulut kita dari segala kejahatan, kata-kata kotor dan menipu. Allah ingin kita, umat-Nya, ikut serta berkarya bersama-Nya dalam mewujudnyatakan umat Allah yang kudus, sama seperti Diri-Nya kudus. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

    REFLEKSI:
    Kuduslah kamu sebab Aku kudus.

    Ayat Pendukung: Mzm. 142; Mi. 1:1-5; 1Tes. 4:1-8
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.


Khotbah Minggu
  • Jangan Lelah menabur

    Panggilan orang percaya adalah menjadi penabur. Maka tidak mengherankan kata penabur menjadi kata yang sering dipakai dalam pembicaraan, tema acara, bahkan lembaga-lembaga tertentu. 

    Bahasa penabur adalah bahasa yang lahir dalam budaya agraris. Tentu harapan dari sang penabur adalah benih yg ditaburnya tumbuh subur dan produktif menghasilkan buah yang baik. 

    Penulis, tidak ingin menyoroti tentang kita yang diumpakan sebagai tanah. Penulis ingin menyoroti bagaimana kita bisa menjadi penabur-penabur kebaikan dan kebenaran di dunia ini guna menjawab panggilan orang percaya. Oleh karenanya apa yang harus disiapkan oleh seorang penabur menjadi penting, bukan?

    Pertama, penabur harus mengenal ladangnya. Ladang seperti apakah yang akan ditaburinya? Persiapan ladang sangat penting. Dalam hal kehidupan ini, pengenalan akan komunitas dan lingkungan yang akan kita taburi kebaikan dan kebenaran sangat vital. Bagaimana cara komunikasi dengan orang yang ada di sana, bahasa yang digunakan, waktu yang tepat, dan beragam assessment agar benih kebaikan dan kebenaran itu tumbuh perlu diteliti terlebih dahulu. 

    Kedua, tentang jenih benih. Dari pengenalan akan ladang, benih yg perlu ditaburkan juga harus dipilih. Paulus pernah berbicara tentang makanan lunak dan makanan keras. Apakah ‘ladang’ yg kita akan taburi benih siap dengan sesuatu yang kompleks atau mulai dari hal yang sederhana?

    Ketiga, tentang perawatan. Ladang yang telah ditaburi benih perlu dirawat. Apakah kita model penabur yang ‘hit and run’ atau kita model penabur yang merawat? Tentu diharapkan benih itu disiram dan disiangi (membuang tanaman oengganggu) oleh sang penabur. 

    Keempat, mempercayakan pertumbuhan pada Allah. Monitoring dan evaluasi amat diperlukan tetapi yang memberi pertumbuhan adalah Allah sendiri melalui Roh Kudusnya. Keadaan belum berhasil bukan berarti menyurutkan semangat penabur. Justru dengan keadaan itu penabur mendapatkan pengalaman untuk memperbaiki pelayanannya dan meyakini bukan kekuatannya yang membuat pertumbuhan itu berhasil, tetapi kehendak Allah.

    Kelima, penabur perlu menjaga ritme pekerjaan. Setiap petani sadar kapan ia harus mundur dari beristirahat dari ladangnya untuk bekerja kembali keesokan harinya. Apalah artinya memiliki mental ‘sprint’ tetapi kelelahan dan akhirnya semua berantakan. Mengatur diri, retret, refleksi, dan jenis istirahat lain, sangat diperlukan kita sebagai penabur-penabur kehendak dan karya Allah dalam dunia. 

    Selamat menjadi penabur. Allah menolong kita semua

    BA

Antar kita
  • Berbagi Kasih Melalui Singkong
    Berbagi Kasih Melalui Singkong
    Semua berawal dari perenungan saya saat menyikapi ajakan para pendeta kita dalam ibadah online masa raya Paska 2020 ini, agar kita berpikir positif dan tetap berbuat sesuatu bagi orang lain yang kesusahan dan terdampak selama masa pandemi COVID-19 ini....
  • Pelayanan Bakal Pos PI Dalam Situasi Pandemi COVID-19
    Dampak pandemi COVID-19 membuat kehidupan masyarakat Desa Kemang terpuruk, karena banyak penduduk di sana yang bekerja sebagai pekerja harian. Keadaan ini mendorong para ibu kreatif jemaat Bakal Pos PI, bekerja sama dengan tukang sayur setempat, untuk membeli bahan-bahan pembuatan...
  • PELANGI Dalam Rangka WCD 2020
    Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day (WCD) diperingati setiap tanggal 4 Februari, pertama kali yang diselenggarakan pada tahun 2000 di World Summit Against Cancer di Paris, Prancis. Tahun ini, tema WCD adalah “I am & I Will” yang...
Video GKIPI
  • Story Telling Kelas Kecil 12 July 2020
  • Story Telling Kelas Besar 12 July 2020
  • Sapaan Kasih Pendeta Purboyo
Teologi
Prayer and Human Flourishing
Prayer and Human Flourishing (Bagian 1)
MASUKLAH KE DALAM KAMAR ANDA! William adalah seorang manajer korporasi internasional yang sangat dikagumi. Ia sering terbang di kelas bisnis ke Amerika, China dan...
Tuhan Sumber Sukascitaku
Tuhan Sumber Sukascitaku
Sukacita adalah hal mendasar bagi keberadaan dan kesejahteraan manusia. Sukacita juga merupakan fondasi agama dan praktik-praktiknya. Dari laman faith. yale.edu, penulis mengutip bahwa acap...
simul iustus et peccator
‘simul iustus et peccator’
sudah dibenarkan tetapi sekaligus tetap berdosa
Percaya Saja Banyak orang Kristen yang hanya berhenti pada percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat mereka lalu menganggap tugas mereka dalam kehidupan selanjutnya telah...
Pastoralia
Pekabaran Injil di GKI Sudah Redup?
Pekabaran Injil di GKI Sudah Redup?
Pak Pendeta yang baik, Saya bertemu dengan seseorang (GKI) yang selalu berkata bahwa jiwa Pekabaran Injil di GKI itu sudah redup, jika tidak ingin...
Alkitab Online
Alkitab Online
Bapak Pendeta Yth, Ada dua hal yang ingin saya tanyakan: Pertama, Dengan kemajuan teknologi dalam segalabidang, Alkitab kini tidak saja diterbitkan melalui media cetak,...
Kenapa Yesus Tidak Pernah Membaptis
Kenapa Yesus Tidak Pernah Membaptis?
Pak Pendeta yang Baik, Meskipun mungkin sudah banyak dibahas, namun perkenankanlah saya sekali lagi mohon penjelasan perihal Baptisan. • Seberapa signifikankah tata cara Baptisan...
Humanis
Pemakaian Masker yang Salah Kaprah
Pemakaian Masker yang Salah Kaprah
Ada 4 jenis masker yang dikenal publik. Masker N95, masker P95, masker bedah (surgical facemask), dan masker kain. Kecuali masker kain, yang tiga memenuhi...
cradle
God Cradles Me
Berjuang Dalam Demam Sejak hari Jumat, 13 Maret 2020, selama 11 hari saya mengalami demam 38-39°C terus menerus. Diagnosis pertama adalah infeksi saluran kemih...
Pernyataan & Penyertaan
Pernyataan & Penyertaan
Dua tahun lalu saya mengalami gangguan mata kiri, mulai buram dan ada di sebelah kiri. Cukup blank spot mengganggu, apalagi pada saat mengemudikan mobil....
Kontemplasi
Tuhan Sumber Sukacitaku
Tuhan Sumber Sukacitaku
‘Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!’ (Filipi 4:4) Surat Filipi dikenal sebagai ‘surat sukacita’. Ada banyak kata ‘sukacita’ tersebar di seluruh pasal-pasal...
Seribu Waktu
Seribu Waktu
Entah, kenapa terlintas di benakku banyak hal tentang waktu. Karena banyaknya, kusebut saja seribu … padahal satu pun tak kumengerti. Seperti, dari mana datangnya...
Damai Sejahtera Bagimu
Damai Sejahtera Bagimu…!
Setelah Maria Magdalena mengabarkan bahwa ia telah melihat Tuhan pada Minggu Kebangkitan, para murid berkumpul di sebuah ruangan yang terkunci (Yohanes 20:19-23). Dalam pengisahan...
Artikel Lepas
new normal
New Normal, New (GOOD) Habits
Kita tentu masih ingat ketika pemerintah mengeluarkan peraturan bahwa semua pengendara sepeda motor harus menggunakan helm pengaman. Banyak orang yang tidak setuju, bahkan melakukan...
hampir sampai
Hampir Sampai
“Aku menghindari kampung halamanku, mataku pun tidak melihatnya. Benar, memang aku tidak mencarinya agar hatiku tidak mengikutinya. Jiwaku dari kota mana dan akan ke...
rindu
Rindu
Sebuah kata sederhana, tapi cukup populer, khususnya di kalangan muda-mudi (dan mereka yang sudah melewati masa itu), saat indah-indahnya berpacaran, bercinta-ria; lalu kata ini,...