Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan kepada generasi yang kemudian. (Mazmur 78:4)
Topik apa yang sering kita bicarakan dalam keluarga? Kita mungkin asyik berbicara tentang keseharian. Kita juga mungkin berbicara tentang mimpi dan rencana. Pasti banyak hal yang kita bicarakan dalam keluarga. Banyak hal yang kita ceritakan dan teruskan kepada anak-anak atau orang-orang di sekitar kita. Ada orang yang gemar menceritakan pengalaman, masa lalu, dan pencapaiannya. Ada juga orang yang berani bercerita tentang kegagalan dan kesalahannya.
Pemazmur dalam Mazmur 78 mengatakan bahwa ia akan menceritakan pengajaran-Nya kepada generasi berikutnya. Pemazmur akan terus mengajarkan perintah dan firman TUHAN kepada anak-anak keturunannya. Pemazmur akan membicarakan kebaikan dan keajaiban TUHAN dalam kehidupan mereka. Cerita tentang kebaikan TUHAN tidak akan terhenti hanya pada mereka.
Cerita tentang kebaikan Tuhan seharusnya menjadi sesuatu yang kita teruskan kepada orang-orang di sekitar kita. Kita perlu belajar membicarakan iman dan Tuhan dalam keseharian. Saat anak-anak masih kecil, kita menceritakan kisah-kisah Alkitab. Mari kita meneruskan kebiasaan itu: menceritakan kebaikan Tuhan saat kita duduk bersama di meja makan, serta membicarakan Tuhan dalam kebersamaan kita. Biarlah cerita tentang Tuhan yang kita ingat tidak hanya terekam dalam ingatan, tetapi juga kita teruskan kepada anak cucu kita. [Pdt. Cordelia Gunawan]
REFLEKSI:
Mari kita ceritakan kebaikan Tuhan setiap hari.Ayat Pendukung: Yes. 48:17-21; Mzm. 78:1-4, 12-16; Yak. 4:11-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang lain. Itu sangat normal bukan? Tetapi di dalam perumpamaan tentang kerajaan surga yang diberikan di Matius 20 ini, Sang Pemberi upah terlihat sangat murah hati. Semua orang yang bekerja kepadanya, ia beri upah yang pantas. Bahkan kepada orang yang bekerja baru satu jam, ia tetap memberi upah sejumlah upah orang yang bekerja satu hari. Luar biasa murah hatinya. Tentu ini tak mengambil jatah pekerja lain. Upah itu berasal dari perbendaharaan pemilik kebun itu. Tetapi ternyata hal itu mengganggu perasaan orang yang merasa bekerja lebih berat. Ada rasa tidak rela orang lain mendapat anugerah sebesar itu. Hatinya mulai menilai, menghitung-hitung dan membuat kesimpulan, bahwa ia tak pantas mendapat upah setara dirinya.
Untuk menjawab keberatan itu, sang pemilik kebun itu menjelaskan dengan sabar dan hangat orang yang komplain itu. la menyebutnya, kawan. Sebutan itu menunjukkan pemilik kebun ini bahkan tak melihat pekerjanya sebagai pekerja semata, tetapi sebagai seseorang yang dekat, yakni seorang kawan. la tak ingin, pekerjanya itu memiliki pikiran yang salah. Lalu ia menjelaskan bahwa di dalam tindakannya itu tidak ada ketidakadilan, ia telah memberikan sesuai kesepakatan. la menegaskan juga supaya orang itu fokus saja kepada apa yang ia dapatkan, upahnya. Tanpa perlu meributkan upah yang didapat orang lain. Di akhir, pemilik kebun menegaskan tentang hak penuhnya untuk menggunakan miliknya sesuai kehendaknya, dan sifatnya yang murah hati.
Terkait keselamatan, banyak orang Kristen juga yang tak mau anugerah keselamatan itu dibagikan oleh Allah dengan murah hati. Mereka ingin, itu hanya untuk orang tertentu. Tetapi, melalui perumpamaan ini kita diajar, bahwa keselamatan itu bisa diberikan kepada siapa saja yang Allah perkenan, sungguh itu hak penuh Allah. Kita harus belajar mendidik diri kita memahami Allah itu murah hati dan tak terganggu dengan itu. (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



