Ibadah Online
Renungan Harian
-
Yang terbaik dari buah sulung tanahmu haruslah kaubawa ke Rumah TUHAN, Allahmu….(Keluaran 23:19a
)
Urusan memberi persembahan tentu bukan hal yang asing bagi kita. Sejak masih kanak-kanak, kita sudah dibiasakan untuk memberi kolekte saat mengikuti Sekolah Minggu. Pada waktu itu, tentu saja uang kolekte disediakan oleh orang tua.
Kolekte merupakan salah satu bentuk persembahan yang kita lakukan. Panggilan untuk memberi persembahan tidak terbatas pada pemberian dalam bentuk uang atau harta. Pada dasarnya, kita terpanggil untuk mempersembahkan diri dan hidup kita. Oleh karena itu, kita juga dipanggil untuk mempersembahkan waktu, tenaga, bahkan segala sesuatu yang kita miliki, yang pada hakikatnya adalah anugerah Allah. Kita memberi persembahan bukan karena keharusan, dan bukan pula karena Allah kekurangan. Sebaliknya, Allah adalah sumber hidup kita. Bahkan, hidup kita sendiri merupakan anugerah dari-Nya.
Kita telah menerima anugerah berupa pengampunan dan keselamatan. Karya penebusan yang Allah kerjakan di dalam Yesus Kristus adalah anugerah terbesar yang kita terima. Oleh karena itu, memberi persembahan dalam berbagai bentuk hendaknya kita hayati sebagai ungkapan syukur atas segala anugerah Allah. Sama seperti panggilan Allah kepada umat Israel untuk mempersembahkan yang terbaik dari hasil mereka, demikian pula halnya dengan kita. Ungkapan syukur atas anugerah Allah seharusnya terwujud melalui kerelaan kita untuk senantiasa memberi yang terbaik. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]
DOA:
Ya Allah Sumber Anugerah, bangkitkanlah kerelaan dan sukacita dalam diri kami untuk selalu mempersembahkan yang terbaik sebagai ungkapan syukur kami kepada-Mu. Amin.Ayat Pendukung: Kel. 23:14-19; Mzm. 19; Flp. 2:14-18; 3:1-4a
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah bicara realita hidup, terutama terkait ekonomi dan bisnis, hukum dan aturan-aturan yang ada. Mungkin, kita bisa lebih mudah taat ketika itu ‘sekadar’ wilayah kesalehan pribadi yang kontrolnya ada di tangan kita. Sesuatu yang tak ada sangkut pautnya dengan usaha atau pekerjaan, tetapi kita menjadi nampak tak berdaya untuk bisa taat saat di dunia yang lebih luas. Kesalehan pribadi itu menjadi hambar, tak lagi menggarami hidup kita yang lain. Berat! Sungguh berat, memang! Maka itu, butuh satu tekad. Tekad yang kuat tentu saja.
Tentang tekad. Paulus mengajari Jemaat Filipi, untuk hidup sebagai manusia rohani yang menaruh pikiran dan perasaan yang ada dalam Kristus. la menggambarkan ketaatan Yesus, patronnya tidak tanggung-tanggung langsung merujuk ke ketaatan Yesus sampai misi selesai. Paulus mengisahkan lagi perjalanan Yesus, yang bisa saja mengelak, tetapi menjalani jalan derita itu dengan kerelaan hati, ketabahan, daya tahan yang lahir dari pengosongan diri, dan kesadaran penuh untuk melakukan kehendak-Nya. Berat, tetapi tekad kuat telah membuat Yesus mampu menuntaskan tugas-Nya di dunia ini, meski harus mengalami semua itu.
Bacaan injil kita hari ini, berkisah tentang si sulung, yang hanya punya ketaatan di permukaan dan sesaat saja. Di depan Sang Pemberi tugas, ia dengan manis berkata iya. Namun, la undur, tak jadi menghidupi omongannya sendiri saat akan eksekusi tugasnya. la tak cukup punya tekad, tak cukup mau berlelah-lelah, tak cukup mau menahan penderitaan. Dari sini kita melihat, tanpa satu tekad, maka iya hanyalah iya, yang mengambang di udara, untuk kemudian terbawa angin menjauh dari hidup kita.
Di dunia yang keras ini, di tengah konsekuensi ketaatan yang membuat kita menghadapi kesulitan, manakah yang akan saudara pilih? Kiranya, Tuhan memampukan kita menghidupi kesalehan pribadi kita di tengah-tengah ruang publik, saat hidup bersama dengan manusia-manusia lain, dalam segala urusan. Tidak mudah, maka mintalah Tuhan membersamai saudara melakukannya. Tuhan memberkati. Amin. (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




