Ibadah Online
Renungan Harian
  • MULUTMU HARIMAUMU

    Matius 14:1-12

    Sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara. (Matius 14:9-10)

    Judul renungan kita hari ini adalah sebuah ungkapan yang mengingatkan kita untuk berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan. Ucapan yang keluar dari mulut dapat menyakiti orang lain, bahkan merugikan diri sendiri jika tidak dipikirkan dengan baik sebelumnya. Pada masa kini, bukan hanya perkataan yang diucapkan secara langsung yang dapat menjadi “harimau”, tetapi juga tulisan di berbagai media sosial.

    Teks renungan kita berbicara tentang pergumulan Raja Herodes Antipas. Yohanes menegur Herodes karena ia mengambil Herodias, istri Filipus, saudaranya. Herodes marah dan berniat membunuh Yohanes, tetapi tidak melakukannya karena orang banyak memandang Yohanes sebagai nabi. Namun, yang sebenarnya sangat membenci Yohanes adalah Herodias. Kesempatan itu datang pada perayaan ulang tahun Herodes. Herodias menyuruh Salome, anaknya, menari. Herodes begitu terpesona oleh tarian Salome sehingga ia bersumpah akan memberikan apa pun yang diminta oleh Salome. Atas hasutan Herodias, Salome meminta kepala Yohanes Pembaptis. Herodes menjadi sedih karena sebenarnya ia enggan membunuh Yohanes. Namun, perkataannya telah terucap dan didengar oleh para tamu. Akhirnya, Herodes terpaksa memenuhi permintaan Salome.

    Semoga kita dimampukan untuk mempertimbangkan dengan bijaksana dampak dari setiap perkataan yang kita ucapkan maupun tuliskan. Jangan sampai kita menyesal dan menjadi “sedih” karena perkataan kita sendiri. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]

    DOA:
    Ya Allah, tolong kami untuk memilih dengan benar setiap perkataan kami agar nama-Mu dimuliakan. Amin.

    Ayat Pendukung: Kel. 31:1-11; Mzm. 99; 1 Ptr. 5:1-5
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR

    Matius 22:1-14

    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Rumah menjadi rumah ketika setiap orang di dalamnya hadir dengan hati.

    Dalam Matius 22:1-14, Yesus berbicara tentang undangan ke perjamuan kawin. Semua orang diundang, tetapi ada seorang yang datang tanpa mengenakan pakaian pesta. la memang hadir, tetapi kehadirannya tidak disertai sikap yang sesuai dengan perjamuan.

    Hal ini mengingatkan kita pada kehidupan keluarga. Kita dapat setiap hari berada di rumah, tetapi belum tentu sungguh hadir bagi satu sama lain. Kita hadir dengan tubuh, tetapi membawa amarah, egoisme, kesibukan, atau ketidakpedulian. Karena itu, pakaian pesta dapat kita bayangkan sebagai sikap hidup yang seharusnya kita kenakan: kasih, perhatian, kesabaran, pengampunan, kerendahan hati, dan kesediaan mendengarkan. Keluarga dipanggil untuk bersama-sama membuat rumah menjadi tempat di mana kasih Allah dapat dialami.

    Caldwell, seorang pendidik dan teolog Kristen menyebut rumah yang hadir adalah homemaking. Homemaking bukan berarti rumah selalu damai tanpa konflik. Justru di tengah konflik keluarga belajar mendengar daripada berteriak. Mengampuni daripada mengungkit. Memperhatikan daripada mengabaikan. Mengasihi daripada mempertahankan ego.

    Kita bukan hanya dipanggil untuk tinggal bersama dalam sebuah rumah, tetapi dipanggil untuk membuat rumah menjadi tempat kasih Allah hadir. Maka, rumah yang hadir adalah rumah di mana setiap anggota dapat berkata: “Aku diperhatikan, aku didengarkan, aku diterima, dan aku dikasihi.” Di Bulan Keluarga ini, marilah kita mengenakan “pakaian pesta” itu setiap hari. Kurangi amarah, lepaskan egoisme, dan hadirkan kasih.

    Kiranya rumah kita bukan hanya tempat kita pulang, tetapi tempat kasih Kristus sungguh dirasakan. (LS)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...