Ibadah Online
Renungan Harian
-
Kiranya la kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dasar laut yang dalam. (Mikha 7:19)
Kekuatan kasih sayang ditunjukkan secara jelas dan nyata saat seseorang memberikan pengampunan. Melalui pengampunan, segala kesalahan dihapuskan, dan luka yang ditimbulkan oleh kesalahan pun dipulihkan. Hanya kasih sayanglah yang dapat melakukan hal itu.
Kekuatan Allah tidak hanya dikenal melalui murka dan penghukuman-Nya atas umat yang berdosa, melainkan terlebih lagi melalui kebesaran kasih sayang dan kemurahan hati-Nya. Oleh karena itu, umat Israel berharap agar, ketika mereka berbalik dan bertobat dari segala dosa dan kesalahan mereka, Allah berkenan kembali menyayangi serta menghapuskan dosa dan kesalahan mereka. Pengampunan yang Allah berikan merupakan perpaduan antara kekuatan dan kasih sayang-Nya. Itu sebabnya, penghapusan dosa umat tersebut digambarkan seperti saat Allah menenggelamkan Firaun dan pasukannya ketika umat Israel keluar dari tanah Mesir. Hal itu sekaligus menegaskan bahwa, ketika Allah mengampuni dosa, la sesungguhnya memusnahkan segala dosa dan pelanggaran umat-Nya untuk selama-lamanya.
Dari firman ini, kita belajar dua hal penting. Pertama, kita tidak perlu meragukan kebesaran kasih sayang Allah. Ketika kita bertobat, jangan pernah ragu untuk datang dan memohon kasih sayang-Nya. Kedua, kita dipanggil untuk mengasihi setiap orang yang bersalah kepada kita. Memendam kebencian dan dendam bukanlah kekuatan; mengasihi dan mengampuni itulah kekuatan yang sejati. [Pdt. Mungki A. Sasmita]
DOA:
Terima kasih untuk kasih sayang-Mu, ya Tuhan. Ajar kami untuk juga memiliki kasih sayang kepada sesama kami. Amin.Ayat Pendukung: Mi.7:18-20; Mzm. 121; Rm. 3:21-31
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Minggu, 22 Februari 2026
KEMBALI KE HASRAT SEJATI
Kejadian 2:15-17, 3:1-7; Mazmur 32; Roma 5:12-19; Matius 4:1-11
Realita hidup sehari-hari adalah padang gurun yang perlu kita perjuangkan dengan berfokus kepada Allah, memelihara iman dan memilih keputusan yang tepat. Tiap saat, iman kita diperhadapkan dengan godaan demi godaan. Yesus pun mengalaminya, Ia diperhadapkan dengan godaan terkait kebutuhan pokok, legitimasi dan kekuasaan. Yesus mengalami apa yang kita alami, di saat kita dihimpit oleh keinginan dan kebutuhan yang diperlukan dalam hidup. Yesus memberi teladan kepada kita bukan sekadar keluar dari kesulitan dan mendapat apa yang kita butuhkan, namun lebih dari itu Yesus mengajarkan kita berfokus pada Allah sebagai tujuan hidup. Pada peristiwa baptisan, Sang Bapa menyatakan identitas Yesus adalah Anak yang dikasihi dan kepada-Nya, Bapa berkenan. Identitas inilah yang dihidupi sehingga pilihan yang tepat dibuat Yesus.
Sejenak mari kita merenungkan di sepanjang perjuangan dan usaha kita dalam hidup, di dalam jerih payah dan lelah kita setiap hari, semua bermuara pada apa? Apa yang menjadi tujuan hidup kita? Apa yang menggerakkan kita dalam mengambil keputusan dan tekad kita menolak setiap godaan? Yesus mengenal diri-Nya sebagai Anak yang mengerjakan kehendak Bapa dengan penuh ketaatan dan percaya penuh. Bagaimana dengan kita? Mari kita merenungkannya. Amin (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


