Ibadah Online
Renungan Harian
-
Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. (Matius 14:35)
Kendati sama-sama mengundang respons orang banyak, pencitraan sangat berbeda dari reputasi. Perbedaan utamanya terletak pada fokus dan sifatnya. Citra adalah kesan atau gambaran yang ingin diciptakan oleh seseorang mengenai dirinya. Ketika seseorang ingin orang lain memandang dirinya sebagai orang saleh, berbudi baik, dan dermawan, maka ia akan berusaha keras memenuhi gambaran itu. Dalam waktu singkat, orang akan kagum melihat citra dirinya. Sementara reputasi adalah penilaian jangka panjang yang terbentuk di benak publik berdasarkan interaksi secara alami. Pada akhirnya, orang akan mengenal dirinya.
Yesus mempunyai reputasi sangat baik. Yesus dikenal oleh penduduk Genesaret sebagai orang yang penuh kuasa dan murah hati. Karena itu, kehadiran-Nya dirindukan. Mereka menyambut kedatangan-Nya dengan sukacita. Mereka berbondong-bondong membawa orang- orang sakit untuk disembuhkan. Mereka memohon agar diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Ini lebih dari cukup untuk menyembuhkan segala sakit penyakit. Iman yang luar biasa!
Di Genesaret, Yesus tidak sedang melakukan pencitraan agar orang mengagumi-Nya. Yesus sedang menyatakan hadirnya Kerajaan Allah yang melenyapkan kelemahan dan penderitaan manusia. Bagaimana dengan reputasi kita? Apakah kita dikenal sebagai orang yang turut menghadirkan kasih Allah? [Pdt. Nanang]
DOA:
Bapa surgawi, karuniakanlah kepada kami hati yang tulus untuk menolong dan memulihkan orang susah dan terluka. Amin.Ayat Pendukung: Yes. 56:1-5; Mzm. 67; Mat. 14:34-36
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Matius 14 menempatkan dua perjamuan berdekatan. Yang pertama berlangsung di istana Herodes. Hidangannya berlimpah, para tamunya orang-orang penting, dan sang raja memiliki kuasa. Namun pesta itu berakhir dengan kepala Yohanes Pembaptis di atas sebuah talam. Herodes menyelamatkan muka dengan mengorbankan nyawa orang lain.
Perjamuan berikutnya berlangsung di tempat sunyi. Tidak ada istana, persediaan makanan nyaris tidak ada, dan tamunya orang banyak yang lapar. Ketika hari mulai malam, para murid mengusulkan jalan keluar yang masuk akal: “Suruhlah orang banyak itu pergi.” Keterbatasan segera menjadi alasan untuk menyingkirkan mereka.
Jawaban Yesus mengejutkan: ‘Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Yesus tidak menyangkal bahwa lima roti dan dua ikan terlalu sedikit. la meminta para murid membawa yang sedikit itu kepada-Nya. Roti tersebut la berkati dan pecah-pecahkan, lalu la kembalikan ke tangan para murid untuk dibagikan. Semua orang makan sampai kenyang.
Di sini tema “Allah yang mencukupi, bukan memanjakan” memperoleh artinya. Anugerah Allah tidak menjadikan para murid penonton yang menunggu mukjizat. Yesus melibatkan tangan mereka dalam pemeliharaan-Nya. Kecukupan lahir sebagai roti yang diterima, dipecah, lalu berpindah dari tangan ke tangan sampai semua mendapat bagian.
Kontras kedua meja itu mencapai puncaknya di dalam Kristus. Di meja Herodes, orang lain kehilangan nyawa agar sang raja tetap aman. Di meja Perjamuan Kudus, Sang Raja memberikan tubuh-Nya sendiri agar dunia memperoleh kehidupan. Roti yang kita terima memang kecil, tetapi menunjuk kepada pemberian yang tak terukur: Kristus memberikan diri-Nya.
Kita datang ke meja Tuhan sebagai orang-orang yang membutuhkan anugerah. Sesudahnya, kita diutus sebagai tubuh Kristus yang memberi tempat dan membagikan kehidupan. Kristus mencukupi kita agar keterbatasan tidak menjadi alasan untuk menyingkirkan sesama. (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...

