Ibadah Online
Renungan Harian
-
“Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diaduk ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter sampai mengembang seluruhnya” (Matius 13:33)
Kadang kala, kita merasa terombang-ambing di antara idealisme dan realitas. Maraknya ketidakadilan membuat kebaikan terasa sia-sia. Namun, ada sebuah janji dan undangan yang telah bergema selama berabad-abad: ikut serta dalam Kerajaan Surga, turut dalam pembaruan yang terus bergerak oleh kuasa kasih Allah. Dia mengajak kita menjadi agen perubahan bagi dunia.
Kerajaan Surga adalah keadaan yang terjadi di dunia ketika Allah memerintah. Keadaan itu telah dimulai sejak kehadiran Kristus. Memang belum sempurna, tetapi terus berlangsung sampai sekarang. Pengikut Kristus diajak ikut serta menyempurnakannya. Perumpamaan- perumpamaan yang dikisahkan Yesus memberikan arahan untuk memperjuangkan Kerajaan Surga. Kebaikan kecil, walau tampak sepele, tetap memberi pengaruh. Nilai yang diajarkan Yesus harus dipandang paling berharga dalam hidup. Kuasa Allah mendukung setiap upaya kebaikan yang dilakukan anak-anak-Nya. Suatu saat, kejahatan akan lenyap dari dunia ini.
Sebagai pengikut Kristus, kita memperjuangkan semakin nyata Kerajaan Surga di dunia. Bersama kuasa Roh Kudus, kita melakukan perubahan kecil dalam lingkungan sekitar. Kita membaur, memberi pengaruh baik, dan yakin bahwa kasih selalu menang mengalahkan kejahatan. Kasih memang berharga mahal dan tidak semua orang bersedia melakukannya. Namun, setiap tindakan kasih berbuah kebaikan pada akhirnya. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Satu tindakan kecil apa yang akan kita lakukan dengan konsisten demi terwujudnya kasih yang berharga bagi kehidupan?Ayat Pendukung: 1 Raj. 3:5-12; Mzm. 119:129-136; Rm. 8:26-39;Mat. 13:31-33, 44-52
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Kita hidup di tengah budaya yang lebih mudah menghargai apa yang tampak daripada apa yang bertumbuh. Kita mengagumi keberhasiian yang besar, pencapaian yang cepat, dan kehidupan yang terlihat mengesankan. Tanpa disadari, kita pun mulai menilai hidup dengan ukuran yang sama. Padahal, tidak semua yang bernilai langsung terlihat. Melalui tiga perumpamaan, Yesus mengajarkan cara pandang yang berbeda tentang Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah diibaratkan seperti biji sesawi. Benih itu sangat kecil, tetapi ketika bertumbuh menjadi tempat berlindung bagi banyak burung. Yesus mengingatkan bahwa karya Allah sering kali dimulai dari hal-hal sederhana yang mudah diabaikan. Kesetiaan dalam berdoa, membaca firman, mengampuni, berkata jujur, dan mengasihi sesama mungkin tidak menarik perhatian banyak orang, tetapi justru melalui kesetiaan kesetiaan kecil itulah Allah membentuk kehidupan kita.
Kerajaan Allah juga seperti harta yang terpendam. Ketika seseorang menemukannya, ia rela melepaskan segala miliknya karena menyadari bahwa harta itu jauh lebih berharga daripada apa pun yang dimilikinya. Demikian pula ketika seseorang sungguh sungguh menemukan Kristus, cara pandangnya terhadap hidup berubah. Pekerjaan, kekayaan, dan keberhasiian tetap memiliki tempatnya, tetapi semuanya tidak lagi menjadi pusat kehidupan. Kristus menjadi harta yang paling bernilai.
Perumpamaan tentang pukat mengingatkan bahwa pada akhirnya Allah akan menyatakan segala sesuatu. Hari ini mungkin tidak selalu tampak perbedaan antara yang hidup bagi Tuhan dan yang hidup bagi dirinya sendiri. Namun akan tiba saatnya Allah sendiri memisahkan dan menghakimi dengan adil. Karena itu, kehidupan orang percaya tidak diarahkan oleh penilaian manusia, melainkan oleh pengharapan akan kedatangan Kerajaan Allah yang sempurna.
Marilah kita tidak mudah berkecil hati ketika kesetiaan kita terasa kecil dan tidak diperhatikan. Jangan pula kehilangan arah karena tergoda mengejar hal-hal yang hanya tampak berharga di mata dunia. Teruslah memelihara kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, jadikan Kristus sebagai harta yang terutama, dan hiduplah dengan pandangan yang tertuju kepada Allah. Apa yang dikerjakan-Nya di dalam hidup kita mungkin belum terlihat hari ini, tetapi pada waktunya akan dinyatakan menurut kehendak-Nya. Amin. (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
