Ibadah Online
Renungan Harian
-
“Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” (Kejadian 41:38b)
Dari tahun ke tahun, negeri kita tidak pernah sepi dari berita tentang pejabat korup yang tertangkap tangan, bahkan semakin marak dengan penyelewengan dana yang mencapai triliunan rupiah. Para analis politik memandang tindakan korup ini sebagai kompensasi biaya politik yang mahal untuk mencapai kekuasaan. Sebagian orang juga melihat bahwa kekuasaan adalah kesempatan untuk memperkaya diri sendiri, bukan untuk mendistribusikan kasih, keadilan, dan rahmat Allah.
Yusuf masih muda, berusia tiga puluh tahun, ketika ia dipercaya oleh Firaun untuk memerintah. Kekuasaan itu tidak diperoleh melalui nepotisme atau pertumpahan darah. Hikmat dari TUHANlah yang menolong Yusuf menafsirkan mimpi Firaun tentang tujuh tahun kelimpahan yang akan datang, diikuti oleh tujuh tahun kelaparan. Karena itulah, Firaun memercayakan kepada Yusuf untuk mengelola negeri Mesir. Yusuf tidak hanya membuat Mesir sejahtera, tetapi juga bangsa-bangsa lain, termasuk keturunan Yakub, tetap terpelihara.
Yusuf memberi contoh bagaimana menggunakan kekuasaan dengan hikmat dari Tuhan untuk menyalurkan kasih dan pemeliharaan-Nya bagi banyak orang. Kekuasaan dapat menjadi alat kebaikan Allah untuk memelihara umat- Nya. Hari ini kita diingatkan apabila Tuhan memercayakan kekuasaan kepada kita, di level mana pun, gunakanlah untuk menyalurkan kasih dan pemeliharaan-Nya, bukan untuk memperkaya diri sendiri. [Pdt. Nanang]
DOA:
Ya Tuhan, kami berdoa untuk para pemimpin dan penguasa di negeri ini. Berilah mereka hikmat untuk menyalurkan berkat-berkat-Mu dengan adil agar negeri ini terpelihara dengan baik. Amin.Ayat Pendukung: Kej. 41:37-57; Mzm. 133; Kis. 14:19-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Matius 14 menempatkan dua perjamuan berdekatan. Yang pertama berlangsung di istana Herodes. Hidangannya berlimpah, para tamunya orang-orang penting, dan sang raja memiliki kuasa. Namun pesta itu berakhir dengan kepala Yohanes Pembaptis di atas sebuah talam. Herodes menyelamatkan muka dengan mengorbankan nyawa orang lain.
Perjamuan berikutnya berlangsung di tempat sunyi. Tidak ada istana, persediaan makanan nyaris tidak ada, dan tamunya orang banyak yang lapar. Ketika hari mulai malam, para murid mengusulkan jalan keluar yang masuk akal: “Suruhlah orang banyak itu pergi.” Keterbatasan segera menjadi alasan untuk menyingkirkan mereka.
Jawaban Yesus mengejutkan: ‘Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Yesus tidak menyangkal bahwa lima roti dan dua ikan terlalu sedikit. la meminta para murid membawa yang sedikit itu kepada-Nya. Roti tersebut la berkati dan pecah-pecahkan, lalu la kembalikan ke tangan para murid untuk dibagikan. Semua orang makan sampai kenyang.
Di sini tema “Allah yang mencukupi, bukan memanjakan” memperoleh artinya. Anugerah Allah tidak menjadikan para murid penonton yang menunggu mukjizat. Yesus melibatkan tangan mereka dalam pemeliharaan-Nya. Kecukupan lahir sebagai roti yang diterima, dipecah, lalu berpindah dari tangan ke tangan sampai semua mendapat bagian.
Kontras kedua meja itu mencapai puncaknya di dalam Kristus. Di meja Herodes, orang lain kehilangan nyawa agar sang raja tetap aman. Di meja Perjamuan Kudus, Sang Raja memberikan tubuh-Nya sendiri agar dunia memperoleh kehidupan. Roti yang kita terima memang kecil, tetapi menunjuk kepada pemberian yang tak terukur: Kristus memberikan diri-Nya.
Kita datang ke meja Tuhan sebagai orang-orang yang membutuhkan anugerah. Sesudahnya, kita diutus sebagai tubuh Kristus yang memberi tempat dan membagikan kehidupan. Kristus mencukupi kita agar keterbatasan tidak menjadi alasan untuk menyingkirkan sesama. (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




