Ibadah Online
Renungan Harian
-
“Pergilah segera ke Niniwe, kota yang besar itu, serukanlah peringatan terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-KuTetapi, Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. (Yunus 1:2-3b)
Integritas berarti memilih dan melakukan apa yang benar, bukan apa yang mudah dan nyaman. Integritas memperlihatkan kualitas diri seseorang. Seseorang yang berintegritas akan tetap melakukan apa yang benar meskipun tidak ada yang mengawasinya. Integritas berarti hidup selaras antara iman dan tindakan.
Dalam Yunus 1, dikisahkan bahwa Yunus dipanggil dan dipercaya TUHAN untuk pergi ke Niniwe, tetapi ia memilih pergi ke Tarsis, tempat yang berlawanan dengan kehendak TUHAN. Ini adalah masalah integritas di hadapan TUHAN. Yunus tahu yang benar, tetapi ia memilih yang nyaman. Integritas penting karena TUHAN melihat hati, bukan sekadar tindakan yang terlihat oleh mata. Ketika tidak memiliki integritas, kita akan mudah tergoda untuk memilih “Tarsis”, tempat yang nyaman, tetapi justru menjauhkan kita dari-Nya, mengingkari diri sendiri, dan membawa masalah bagi kehidupan orang lain di sekitar kita. Integritas bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang ketaatan dan kesetiaan melakukan kehendak-Nya. Yunus akhirnya bertobat dan melaksanakan tugas panggilannya pergi ke Niniwe. Pada akhirnya, melalui ketaatannya, sebuah bangsa diselamatkan.
Bagaimana dengan kita? Apa yang akan kita pilih? “Tarsis” atau “Niniwe”? Integritas atau kenyamanan? Mari kita memilih integritas, sebab itulah yang berkenan di mata Tuhan dan sesama kita. [Pdt. Jotje H. Karuh]
DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk melakukan apa yang benar sesuai kehendak-Mu meskipun tidak mudah jalannya. Amin.Ayat Pendukung: Yun. 1:1-17; Mzm. 114; 1 Kor. 15:19-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Kita hidup di zaman yang penuh ketidakpastian. Berita tentang konflik, krisis ekonomi, tekanan hidup, hingga pergumulan pribadi sering membuat hati terasa cemas. Banyak orang tampak “baik-baik saja” di luar, tetapi di dalam penuh ketakutan. Takut gagal, takut kehilangan, takut masa depan yang tidak jelas.
Tidak sedikit juga yang hidup seperti murid-murid setelah kematian Yesus: bersembunyi, menutup diri, dan kehilangan arah. Pintu-pintu kehidupan seakan tertutup rapat karena rasa takut dan kecewa. Harapan terasa redup, bahkan hampir padam. Namun, di tengah kondisi seperti itu, firman Tuhan hari ini membawa kabar yang mengubah segalanya.
3 realitas kehadiran Kristus sebagai sumber pengharapan yang sejati:
- Kristus Hadir di Tengah Ketakutan para murid lalu berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” (19-23). Ucapan ini bukan sekedar salam tapi jaminan kehadiran Kristus, tanda bahwa pengharapan itu nyata.
- Kehadiran Kristus Memulihkan Iman yang Ragu (ayat 24-29) Tomas tidak percaya begitu saja. Ia berkata bahwa ia harus melihat dan menyentuh sendiri luka Yesus. Yesus tidak menolak Tomas. Ia datang kembali dan mengundangnya untuk melihat dan percaya. Keraguan bukan akhir dari iman. Kristus datang untuk memulihkan iman yang lemah.
- Kristus Memberi Pengharapan yang Menghidupkan (ayat 30-31)
Injil Yohanes ditulis supaya kita percaya bahwa Yesus adalah Mesias, dan oleh iman kita memperoleh hidup dalam nama-Nya. Pengharapan kita tidak bergantung pada situasi, tetapi pada Pribadi Kristus yang hidup. (LS)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




