Ibadah Online
Renungan Harian
  • Realistis Tapi Berpengharapan

    Mazmur 121

    Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. (Mazmur 121:1-2)

    Kehidupan di dunia ini sering diibaratkan sebagai sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan bahaya. Ini bukanlah pandangan yang pesimistis, melainkan realistis, karena demikianlah kenyataan hidup ini.

    Ketika umat Israel hendak beribadah di Yerusalem, mereka harus melakukan pendakian, sebab Yerusalem terletak di atas bukit. Gunung atau bukit merupakan tempat yang berbahaya, karena terdapat tebing-tebing curam dan gua-gua yang dapat dijadikan tempat persembunyian para perampok. Seperti yang dikisahkan Yesus melalui perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati dalam Lukas 10:30-35. Ketika memandang gunung-gunung itu, para peziarah menyadari semua kemungkinan bahaya tersebut dan bertanya, “Siapakah penolong yang dapat diandalkan?” Jawabnya: Allah-lah satu- satunya penolong yang dapat diandalkan. la adalah penjaga dan pelindung yang tak pernah lengah ataupun tertidur. la yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang penuh kuasa, dan kuasa-Nya mengatasi segala bahaya serta ancaman yang mungkin dihadapi umat.

    Kita hidup di dunia yang penuh bahaya, tetapi kita juga diingatkan bahwa kita bersama dengan Allah, Sang Pencipta langit dan bumi, Juruselamat, Penjaga, dan Pelindung kita. Kuasa-Nya mengatasi dan melampaui segala bahaya dan tantangan yang ada di dunia ini. Mari jalani kehidupan ini bukan dengan ketakutan, melainkan dengan pengharapan kepada-Nya. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

    DOA:
    Dalam kehidupan yang penuh bahaya dan tantangan ini, kami sungguh mau bersandar dan berharap kepada-Mu, ya Allah. Sebab kuasa-Mu jauh melampaui segala sesuatu di dunia ini. Amin.

    Ayat Pendukung: Yes. 51:1-3; Mzm. 121; 2 Tim. 1:3-7
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • KEMBALI KE HASRAT SEJATI

    Kejadian 2:15-17, 3:1-7; Mazmur 32; Roma 5:12-19; Matius 4:1-11

    Realita hidup sehari-hari adalah padang gurun yang perlu kita perjuangkan dengan berfokus kepada Allah, memelihara iman dan memilih keputusan yang tepat. Tiap saat, iman kita diperhadapkan dengan godaan demi godaan. Yesus pun mengalaminya, Ia diperhadapkan dengan godaan terkait kebutuhan pokok, legitimasi dan kekuasaan. Yesus mengalami apa yang kita alami, di saat kita dihimpit oleh keinginan dan kebutuhan yang diperlukan dalam hidup. Yesus memberi teladan kepada kita bukan sekadar keluar dari kesulitan dan mendapat apa yang kita butuhkan, namun lebih dari itu Yesus mengajarkan kita berfokus pada Allah sebagai tujuan hidup. Pada peristiwa baptisan, Sang Bapa menyatakan identitas Yesus adalah Anak yang dikasihi dan kepada-Nya, Bapa berkenan. Identitas inilah yang dihidupi sehingga pilihan yang tepat dibuat Yesus.

    Sejenak mari kita merenungkan di sepanjang perjuangan dan usaha kita dalam hidup, di dalam jerih payah dan lelah kita setiap hari, semua bermuara pada apa? Apa yang menjadi tujuan hidup kita? Apa yang menggerakkan kita dalam mengambil keputusan dan tekad kita menolak setiap godaan? Yesus mengenal diri-Nya sebagai Anak yang mengerjakan kehendak Bapa dengan penuh ketaatan dan percaya penuh. Bagaimana dengan kita? Mari kita merenungkannya. Amin (DVA)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...