Renungan Harian
  • Pengikut Tuhan Atau Ada Maunya?

    Matius 20:29-34

    “… supaya mata kami dapat melihat.” (Mat. 20:33)

    Kisah penyembuhan dua orang buta adalah salah satu dari sedikit kisah penyembuhan lebih dari satu orang. Namun, seperti biasa, kisah mukjizat ini akan menjadi lebih berarti jika kita renungkan dari sisi lain.

    Penginjil Matius menempatkan kisah ini setelah permintaan ibu dua orang anak. Ibu itu memohon agar kedua anaknya kelak ditempatkan di kiri dan kanan di kerajaan Yesus. Kisah serupa dalam Injil Markus, kedua anak itu, Yakobus dan Yohanes, sendiri yang meminta kepada Yesus. Selanjutnya adalah kisah kesembuhan seorang buta. Namun, dalam Matius ada kisah dua orang buta. Dalam kisah tersebut, peran kedua orang buta itu sejajar; tanpa perbedaan satu dengan yang lain. Membaca konteks penempatan dalam Matius tersebut, maka kisah kedua orang buta itu menggambarkan ambisi si ibu dan dua anaknya menjadi pengikut Yesus. Ada agenda tersembunyi daripada sekadar mengikut Yesus.

    Selama ini, kedua pihak itu: si ibu dan dua anaknya, hanya menjadi pengikut yang gaduh. Seperti kita di gereja, mereka banyak usul. Mereka mau ini dan itu dengan mengatur Tuhan, padahal mereka hanya duduk di pinggir jalan. Mereka mau Yesus mengikuti mereka. Mereka tidak mengerti arti menjadi pengikut Yesus, kecuali mengejar agenda tersembunyi. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang seperti itu hanya minta dikasihani oleh Allah. Maka, Yesus menjamah mata mereka sehingga mereka mengikuti Yesus tanpa gaduh, tetapi dengan tulus. [Pdt. (Em.) Rasid Rachman]

    DOA:
    Ya Tuhan, kami mau menjadi pengikut-Mu dalam perjalanan bersama dengan ketulusan. Amin.

    Ayat Pendukung: Rat. 3:19-26; Rat. 1:7-15; Mat. 20:29-34
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • Belas Kasihan: BERANI BERKURBAN

    ‘Terhapus namanya dari kitab kehidupan’? (Kel. 32:32), ‘Terkutuk dan terpisah dari Kristus’? (Roma 9:3), Wow…sebuah ungkapan yang menunjukkan kesediaan berkorban demi bangsa/umat yang berdosa…

    Apa tidak salah ya? Bukankah itu sebuah pengorbanan yang ‘terlalu banyak’?

    Apapun itu, faktanya ungkapan itu pernah terucap oleh Musa dan Paulus dan tertulis dalam Alkitab! Belas kasihan selalu menuntut kesediaan untuk berkorban! Bukan hanya Musa atau Paulus, tetapi juga Kristus, yang berkorban di kayu salib karena belas kasih-Nya kepada kita manusia berdosa!

    Hari ini kita belajar, bukan hanya kesediaan berkorban, namun juga berkorban secara radikal seperti yang ditunjukkan oleh Musa, Paulus dan tentu Kristus! Kita harus jujur mengakui bahwa kesediaan berkorban kita masih sangat jauh dari Musa, Paulus dan Kristus.

    Mari kita terus berproses untuk belajar berkorban, belajar memberi diri dalam menunjukkan belas kasihan kita pada sesama. Entah seberapa jauh, kita bisa mengikuti kesediaan berkorban Musa, Paulus dan Kristus, kiranya kesediaan berkorban mereka terus menuntun kita.

    RDJ

Antar Kita
  • Refleksi Panitia PASKA 2022
    Halo, Sahabat GKIPI … Tulisan berikut ini adalah rangkuman dari beberapa kesan dan refleksi yang disampaikan oleh kawan-kawan panitia Paska 2022. Dalam tulisan ini, kami ingin membagikan pengalaman iman dan pelayanan kami dalam kepanitiaan ini. Panitia Paska adalah kepanitiaan...
  • KASUT, Bukan Hanya Sebuah Nama
    Pesatnya kemajuan teknologi internet dan begitu derasnya arus informasi yang tak terbendung lagi mengakibatkan banyak media konvensional cetak seperti koran, tabloid, majalah dan lainnya terkena imbasnya. Mengalami penurunan peminat pembaca bahkan mulai ditinggalkan. Sebagian media komersial lainnya yang berusaha...
  • Merangkai Injil di PULAU RUPAT
    I. Misi Yang Berkelanjutan Sudah sejak lama berbagai denominasi gereja hadir dan melakukan misi di Pulau Rupat. Selain melayani masyarakat perantau yang sudah Kristen, juga berusaha menjangkau masyarakat setempat, khususnya suku Akit dan peranakan Tionghoa (blasteran Akit dan Tionghoa)....
Video GKIPI
Teologis
Kasih Terbesar
Hakikat Penderitaan Yesus Paska, dalam kebiasaan orang Kristen, kurang mendapatkan posisi yang kuat ketimbang Natal dengan segala gemerlap dan hadiahnya. Padahal Paska adalah masa...
WHAT WENT WRONG?
Yosua 7-8
Seandainya Anda mengalami kegagalan, akankah Anda berdiam diri dan bertanya, “Apa yang salah?” Setelah kemenangan di Yerikho dengan sangat mudah, Israel mengalami kegagalan di...
Menghidupkan Semangat Dan Hati
Yesaya 57:15
Seseorang gadis berusia 18 tahun dan berpenampilan menarik berjalan masuk ke dalam ruang konseling. Dia sering menjuarai berbagai kompetisi piano. Dia mengendarai mobil mewah...
Pastoralia
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Ada Anggota GKI Tapi Pemahaman Teologinya Beda
Bapak Pendeta yang baik, Mohon berkenan memberikan pencerahan atas kegelisahan dan kegemasan saya menghadapi sikap dan pandangan seperti ini dalam kehidupan bergereja di GKI...
Humanis
Jalan Pagi Lagi di Antara Jiwa-Jiwa
perjumpaan dengan inspirasi kehidupan lain yang juga mendatangkan syukur
Upaya Menjaga Kebugaran Sungguh tak mudah memulai kembali sebuah rutinitas, terutama yang menyangkut fisik, apalagi kalau memang pada dasarnya malas gerak setelah hampir sebulan...
To infinity and beyond!
Saya salah satu penggemar petualangan seru dan epik dari Buzz Lightyear dan Woody, sahabatnya (Film: Toy Story 1995). Buzz sering kali mengatakan, “To infinity...
Kontemplasi
Persahabatan
Setiap kali saya membaca kata “persahabatan”, kata itu memberikan rasa hangat di hati saya. Kata itu membawa ingatan saya pada wajah para sahabat dan...
Menjadi Warga Kerajaan Allah
Sebagai sebuah gereja di masa pascapandemi ini, kita bertekad untuk meneruskan perjalanan menuju masa depan bersama sebagai sebuah komunitas iman, pengharapan dan kasih (1...
Melampaui Kegelapan, Mempertemukan Terang
Lima Pendaki Muda Ini kisah nyata tentang lima pemuda yang mendaki gunung. Suatu hari mereka berangkat dari Jakarta menuju Gunung Gede di Bogor. Perjalanan...
Artikel Lepas
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...
Mengenal Orang Farisi
Bedah Sejarah Israel Di Masa Yesus
Arti Kata Farisi Kata Farisi—yang sering diterjemahkan sebagai ‘memisahkan/terpisah’— menunjukkan sikap segolongan orang yang memisahkan diri dari pengajaran—bahkan pergaulan— bangsa non Yahudi yang mereka...
Mengenal Sosok Herodes
Bedah Sejarah Israel Di Masa Yesus
Herodes dalam Injil Banyak orang tidak terlalu menaruh perhatian pada sosok Herodes dalam Injil. Kebanyakan mereka hanya tahu bahwa Herodes punya peran sentral pada...