Ibadah Online
Renungan Harian
-
Demikianlah iaki-iaki itu menjadi kaya raya, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan iaki-iaki, unta dan keiedai. (Kejadian 30:43)
Malam itu, di sudut kafe yang ramai, David menatap layar laptopnya dengan frustrasi. Ia baru saja mengetahui bahwa ide proyeknya kembali ditolak mentah-mentah oleh klien besar. Rasanya semua usahanya sia-sia. Bayangan kerugian tampak di depan mata. Ia teringat betul bagaimana ia telah bekerja keras, bahkan lembur. Perasaan pahit mulai merayap, mempertanyakan apakah dirinya cukup baik. Namun, di tengah keputusasaan itu, ada suara kecil di benaknya yang berbisik, “Apakah ini akhirnya? Atau hanya permulaan dari cara baru?”
Yakub sebelumnya ditipu oleh Laban, tetapi ia tidak putus asa. Dengan akal budi dan hikmat, ia berusaha meningkatkan hasil ternaknya. Tindakan Yakub mungkin terdengar aneh menurut ilmu genetika modern, tetapi di sini kita melihat berkat Allah bekerja secara kreatif dan ajaib. Allah memelihara Yakub agar bangkit dari keterpurukan, menganugerahi ketekunan dan kesabaran, sehingga pemulihan hidup terjadi. Penyertaan Allah membuat Yakub dan keluarganya terpelihara dengan kecukupan.
Kita semua dianugerahi talenta dan keahlian unik. Setiap pekerjaan memiliki hambatan dan tantangan. Namun, dalam kesabaran dan ketekunan, Allah menganugerahi hikmat. Jangan bereaksi negatif saat menghadapi kendala. Tetap giat bekerja dan temukan potensi yang dicerahkan oleh hikmat. Allah sanggup memberi pertumbuhan dan berkat dengan cara-Nya. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Apakah kita sudah mengelola keahlian kita dengan tekun sehingga menemukan ragam potensi kebaikan dalam pekerjaan?Ayat Pendukung: Kej. 30:37-43; Mzm. 65:8-13; Ef. 6:10-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Kita hidup di tengah budaya yang lebih mudah menghargai apa yang tampak daripada apa yang bertumbuh. Kita mengagumi keberhasiian yang besar, pencapaian yang cepat, dan kehidupan yang terlihat mengesankan. Tanpa disadari, kita pun mulai menilai hidup dengan ukuran yang sama. Padahal, tidak semua yang bernilai langsung terlihat. Melalui tiga perumpamaan, Yesus mengajarkan cara pandang yang berbeda tentang Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah diibaratkan seperti biji sesawi. Benih itu sangat kecil, tetapi ketika bertumbuh menjadi tempat berlindung bagi banyak burung. Yesus mengingatkan bahwa karya Allah sering kali dimulai dari hal-hal sederhana yang mudah diabaikan. Kesetiaan dalam berdoa, membaca firman, mengampuni, berkata jujur, dan mengasihi sesama mungkin tidak menarik perhatian banyak orang, tetapi justru melalui kesetiaan kesetiaan kecil itulah Allah membentuk kehidupan kita.
Kerajaan Allah juga seperti harta yang terpendam. Ketika seseorang menemukannya, ia rela melepaskan segala miliknya karena menyadari bahwa harta itu jauh lebih berharga daripada apa pun yang dimilikinya. Demikian pula ketika seseorang sungguh sungguh menemukan Kristus, cara pandangnya terhadap hidup berubah. Pekerjaan, kekayaan, dan keberhasiian tetap memiliki tempatnya, tetapi semuanya tidak lagi menjadi pusat kehidupan. Kristus menjadi harta yang paling bernilai.
Perumpamaan tentang pukat mengingatkan bahwa pada akhirnya Allah akan menyatakan segala sesuatu. Hari ini mungkin tidak selalu tampak perbedaan antara yang hidup bagi Tuhan dan yang hidup bagi dirinya sendiri. Namun akan tiba saatnya Allah sendiri memisahkan dan menghakimi dengan adil. Karena itu, kehidupan orang percaya tidak diarahkan oleh penilaian manusia, melainkan oleh pengharapan akan kedatangan Kerajaan Allah yang sempurna.
Marilah kita tidak mudah berkecil hati ketika kesetiaan kita terasa kecil dan tidak diperhatikan. Jangan pula kehilangan arah karena tergoda mengejar hal-hal yang hanya tampak berharga di mata dunia. Teruslah memelihara kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, jadikan Kristus sebagai harta yang terutama, dan hiduplah dengan pandangan yang tertuju kepada Allah. Apa yang dikerjakan-Nya di dalam hidup kita mungkin belum terlihat hari ini, tetapi pada waktunya akan dinyatakan menurut kehendak-Nya. Amin. (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




