Ibadah Online
Renungan Harian
-
Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu?” (Matius 9:4)
Dalam kehidupan kita, kita mungkin pernah tidak menyukai orang tertentu. Ketidaksukaan itu membuat kita tidak lagi dapat berpikir objektif dan positif. Kita pun tidak lagi mampu melihat hal-hal yang baik. Pikiran-pikiran jahat sering muncul dan meniadakan kebaikan yang ada dalam diri orang yang tidak kita sukai. Perasaan tidak suka membuat kita terjebak dalam pikiran yang keliru.
Dalam Alkitab, kita sering menjumpai bagaimana para ahli Taurat selalu memiliki pikiran jahat terhadap Yesus. Mereka kerap menyalahkan atau mengecam Yesus. Hal ini juga terjadi dalam perikop yang kita baca hari ini. Ketika Yesus mengatakan kepada seorang lumpuh bahwa dosanya telah diampuni, ahli Taurat justru mengatakan bahwa Yesus menghujat Allah. Para ahli Taurat tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Akibatnya, mereka tidak lagi dapat berpikir objektif dan positif; mereka hanya mampu berpikir negatif. Rasa tidak suka telah menjebak mereka dalam pikiran-pikiran yang keliru.
Ketika kita tidak mampu membebaskan diri dari perasaan tidak suka, perasaan itu akan mengarahkan kita untuk terus melihat hal yang buruk, bahkan mencari kesalahan pada orang yang tidak kita sukai. Bahkan, saat mereka melakukan hal baik, kita sudah tidak mampu melihat dan merasakannya. Hal itu tentu tidak adil. Waspadalah, jangan sampai hal itu terjadi! [Pdt. Cordelia Gunawan]
REFLEKSI:
Bebaskan diri kita dari perasaan tidak suka sehingga kita bisa lebih objektif menilai segala sesuatu.Ayat Pendukung: Hak. 16:23-31; Mzm. 28; Mat. 9:2-8
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah bicara realita hidup, terutama terkait ekonomi dan bisnis, hukum dan aturan-aturan yang ada. Mungkin, kita bisa lebih mudah taat ketika itu ‘sekadar’ wilayah kesalehan pribadi yang kontrolnya ada di tangan kita. Sesuatu yang tak ada sangkut pautnya dengan usaha atau pekerjaan, tetapi kita menjadi nampak tak berdaya untuk bisa taat saat di dunia yang lebih luas. Kesalehan pribadi itu menjadi hambar, tak lagi menggarami hidup kita yang lain. Berat! Sungguh berat, memang! Maka itu, butuh satu tekad. Tekad yang kuat tentu saja.
Tentang tekad. Paulus mengajari Jemaat Filipi, untuk hidup sebagai manusia rohani yang menaruh pikiran dan perasaan yang ada dalam Kristus. la menggambarkan ketaatan Yesus, patronnya tidak tanggung-tanggung langsung merujuk ke ketaatan Yesus sampai misi selesai. Paulus mengisahkan lagi perjalanan Yesus, yang bisa saja mengelak, tetapi menjalani jalan derita itu dengan kerelaan hati, ketabahan, daya tahan yang lahir dari pengosongan diri, dan kesadaran penuh untuk melakukan kehendak-Nya. Berat, tetapi tekad kuat telah membuat Yesus mampu menuntaskan tugas-Nya di dunia ini, meski harus mengalami semua itu.
Bacaan injil kita hari ini, berkisah tentang si sulung, yang hanya punya ketaatan di permukaan dan sesaat saja. Di depan Sang Pemberi tugas, ia dengan manis berkata iya. Namun, la undur, tak jadi menghidupi omongannya sendiri saat akan eksekusi tugasnya. la tak cukup punya tekad, tak cukup mau berlelah-lelah, tak cukup mau menahan penderitaan. Dari sini kita melihat, tanpa satu tekad, maka iya hanyalah iya, yang mengambang di udara, untuk kemudian terbawa angin menjauh dari hidup kita.
Di dunia yang keras ini, di tengah konsekuensi ketaatan yang membuat kita menghadapi kesulitan, manakah yang akan saudara pilih? Kiranya, Tuhan memampukan kita menghidupi kesalehan pribadi kita di tengah-tengah ruang publik, saat hidup bersama dengan manusia-manusia lain, dalam segala urusan. Tidak mudah, maka mintalah Tuhan membersamai saudara melakukannya. Tuhan memberkati. Amin. (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




