Ibadah Online
Renungan Harian
-
Pandanglah dan jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati. (Mazmur 13:4)
Jam dua pagi, Vina duduk sendirian. Pikirannya kalut penuh kekhawatiran. Sudah seminggu ayahnya dirawat di ruang ICU. Doa terus ia panjatkan, tetapi tidak ada perubahan. Tuhan terasa jauh.
Daud pun pernah merasakan pergumulan yang serupa. la mengungkapkan jeritan hati yang dalam, “Berapa lama lagi, TUHAN, Kau lupakan aku terus- menerus?” la berseru, “Pandanglah dan jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati.” Mazmur ini menunjukkan sisi rapuh iman manusia. Kalimat “jangan aku tertidur dan mati” bukan hanya bicara soal kematian fisik. Dalam tradisi Ibrani, tertidur sering menggambarkan kondisi rohani yang kehilangan harapan, semangat dan tujuan hidup. Daud merasa nyawanya seperti pelita yang nyaris padam. Daud mengalami kerapuhan iman, tetapi ia tetap berdoa. Iman sejati bukan berarti selalu kuat, melainkan tetap berseru meskipun hati lemah. Sesungguhnya, Allah mengundang kita untuk membawa seluruh kekhawatiran, air mata, bahkan ketakutan terdalam kepada-Nya.
Pada masa kini, banyak orang terlihat hidup, tetapi batinnya tertidur. Mereka lelah karena tekanan kerja, mati rasa karena relasi yang rusak, hilang semangat karena tak kunjung sembuh. Di tengah kecemasan mental, krisis keluarga, atau doa yang tak kunjung dijawab, marilah terus berdoa agar kita tak tertidur dan mati. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, di tengah kegelapan hati dan kelelahan kami, nyalakan iman dan pengharapan kami. Amin.Ayat Pendukung: Mi. 7:18-20; Mzm. 13; Gal. 5:2-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Setelah kisah pemanggilan dan pengutusan kedua belas murid minggu lalu, Yesus melanjutkan pengajaran-Nya mengenai hakikat kemuridan itu sendiri. “Seorang murid tidak lebih daripada gurunya ” (ay. 24). Yesus ingin menghadapkan para murid pada realitas pahit mengenai arti kemuridan sejati. Mereka diundang untuk menghilangkan ilusi bahwa menjadi seorang murid Kristus akan membuat mereka disukai orang banyak. Yesus sendiri ternyata difitnah, dihukum secara tidak adil, bahkan dibunuh. Maka, para murid tidak boleh menyangka bahwa mereka akan bernasib lebih baik. Singkatnya, tidak ada jaminan keamanan bagi setiap murid Kristus. Itu sudah pasti.
Namun, apa yang sama pastinya —bahkan lebih pasti —adalah bahwa hilangnya jaminan keamanan bagi seorang murid Kristus tidak berarti hilangnya cinta kasih Allah kepadanya. Maka, di ayat 29 dan 30, Yesus memberi penghiburan yang sangat terkenal mengenai burung pipit yang dipelihara oleh Allah dan mengenai kepastian bahwa Allah tidak akan membiarkan sehelai rambut pun akan jatuh di luar perhatian Bapa. Kita semua, kata Yesus, Sang Guru, “lebih berharga daripada banyak burung pipit ” (ay. 31). Pesannya sangat sederhana, namun kuat: Jangan takut!
Kata yang Yesus pakai adalah strouthion yang berarti burung kecil, tidak selalu berarti burung pipit. Yang pasti, itu adalah burung yang bernilai sangat rendah. Dua ekor dijual seduit (ay. 29). Di dalam Lukas 12:6 disebutkan lima ekor dijual dua duit. Jadi, bayangkan, seseorang yang membeli empat ekor dengan harga dua duit, masih akan menerima bonus satu ekor. Itu karena begitu murahnya harga burung kecil ini. Namun, Allah tetap memelihara mereka dengan cinta kasih … apalagi Anda! (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


