Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4)
Sarah sedang membereskan foto-foto lama di album usangnya. Tangannya berhenti pada sebuah foto dirinya bersama adiknya, Rian, saat mereka masih kecil. Senyum manis Rian di foto itu terasa asing baginya. Pertengkaran kecil bertahun-tahun lalu membuat mereka jarang berbicara. “Kenapa hal ini bisa terjadi?” katanya di hati. Keinginan untuk memperbaiki hubungan yang retak muncul kembali. Mungkinkah ada cara untuk mengulang momen tawa tulus seperti di foto itu?
Allah memulihkan hubungan yang rusak antarpribadi. Yakub dan Esau mengalami penguatan dari Allah. Yakub yang dahulu menipu kini datang dengan kerendahan hati. Esau berlari, memeluk, dan mencium Yakub. Dalam kasih dan pengampunan Esau, kita menyaksikan pancaran anugerah Allah. Pengampunan menjadi pintu bagi rekonsiliasi. Keberanian untuk memperjuangkan damai adalah kehendak Allah. Tidak ada kata berpisah bagi keluarga. Kepedulian demi kebaikan bersama tidak pernah sia-sia.
Kerendahan hati lahir dari pertolongan Roh Kudus. Pengampunan yang radikal selalu dimulai dari kerendahan hati. Kasih ilahi memberi kekuatan melampaui luka masa lalu. Setiap perjumpaan yang didasari kasih dan kepedulian berujung pada rekonsiliasi. Jadilah pribadi yang berinisiatif berdamai. Allah mengaruniakan kelembutan hati untuk memeluk mereka yang dahulu menjauh. Jangan biarkan masa lalu menutup jalan bagi kasih dan pengampunan. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Seberapa terbukakah hati kita pada kelembutan hati yang diberikan Roh Kudus untuk mengampuni yang menyakiti?Ayat Pendukung: Kej. 33:1-17; Mzm. 139:13-18; Gal. 4:21-5:1
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Teks Injil kita berbicara mengenai Allah yang sabar. Kita sering kali keliru membaca tindakan Allah. Ketika pertolongan yang kita nanti belum juga datang, kita cepat menyimpulkan bahwa Allah sedang menunda. Padahal, Alkitab lebih sering memunculkan citra Allah yang sabar, bukan Allah yang menunda.
Dalam perumpamaan gandum dan lalang, sang tuan menolak mencabut lalang lebih dulu. la sengaja membiarkan keduanya bertumbuh bersama sampai musim panen. Itu dilakukannya bukan karena sang tuan itu tak peduli, tetapi karena ia tidak mau gandum ikut tercabut. Pada masa muda, gandum dan lalang memang hampir tak bisa dibedakan. Barulah dari buahnya keduanya dikenali.
Atas dasar perumpamaan ini, Augustinus, yang hidup di abad keempat dan kelima, menyebut gereja sebagai corpus permixtum, tubuh yang bercampur. Gereja hidup di dalam dunia, bukan di luarnya. Maka selama dunia masih menjadi ladang yang bercampur antara gandum dan lalang, gereja pun belum menjadi komunitas yang murni. Karena itu, ungkapan indah yang sering kita dengar, “Gereja bukan museum orang suci, melainkan rumah sakit bagi orang berdosa,” sungguh-sungguh benar. Semua masih dalam proses penyembuhan. Semua orang layak untuk diberi kesempatan untuk berubah, sebab lalang dan gandum masih terus bercampur, sampai saat panen tiba.
Yesus mengingatkan bahwa bukan kita yang memisahkan gandum dan lalang. Itu adalah tugas para malaikat pada akhir zaman. Kita tidak pernah dipanggil menjadi polisi iman atau hakim atas hidup orang lain. Tugas kita jauh lebih sederhana sekaligus jauh lebih sulit, yaitu tetap bertumbuh sebagai gandum, tetap berbuah, dan tetap setia, sekalipun harus berada di antara lalang.
Hari ini kita diundang untuk bersabar, sama seperti Allah sendiri bersabar. Kita diundang untuk bersabar kepada orang lain dan kepada diri sendiri, karena Allah lebih dahulu bersabar kepada kita. la tidak mencabut kita ketika kita jatuh. la tidak membuang kita ketika kita gagal. la tetap menunggu kita berbuah. Allah belum selesai dengan diri kita. la sedang mengerjakan pertumbuhan kita dengan kesabaran-Nya, karena la tidak tergesa-gesa seperti kita. Amin. (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



