Ibadah Online
Renungan Harian
-
… Dikelilingi dan diawasi-Nya dia, dijaga-Nya seperti biji mata-Nya. (Ulangan 32:10b)
Ada seseorang yang memiliki barang yang dianggapnya sangat berharga. Ia menyimpan barang itu dalam sebuah kotak baja. Suhu ruangan dipantau, dan dijaga dengan CCTV untuk memastikan tidak ada yang merusaknya. “Ini sensitif dan penting,” gumamnya. “Jika sampai barang ini rusak, sebagian jiwaku hilang! Pokoknya harus kujaga!” tegasnya.
Dalam nyanyian Musa, Allah digambarkan sebagai Gunung Batu yang sempurna karya tangan-Nya. Allah adil, setia, dan benar dalam segala jalan-Nya. Dia mencipta sekaligus menebus umat-Nya. Allah menjaga umat-Nya seperti biji mata-Nya. Dijaga seperti biji mata artinya dikasihi dengan kasih yang paling halus, paling dekat, paling peduli. Tindakan ini seperti yang dilakukan Yesus Kristus. Dia mencari yang hilang, menebus melalui salib, dan mengutus Roh Kudus untuk membimbing. Meskipun harus melewati gurun kehidupan, kita ingat bahwa kita adalah milik Allah yang dikasihi-Nya.
Bagi Allah, kita sungguh berharga. Biji mata sangat rentan dan sensitif. Demikian pula Allah menjaga kita dengan penuh perhatian. Hidup ini bukan milik kita sendiri. Setiap keputusan, jalinan relasi, dan cita-cita ke depan harus dijalani dalam terang kasih Allah. Jagalah hidup tetap bersih, jujur, dan setia. Terbukalah selalu terhadap bentukan Roh Kudus. Jangan panik atau menyerah saat berada di “padang tandus” kehidupan. Ingatlah, Allah senantiasa mengawasi. Rahmat-Nya mengelilingi kita dan kita dijaga seperti biji mata-Nya. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Jika Allah sedemikian menjaga dan mengawasi kita demi kebaikan kita, apa yang akan kita lakukan bagi sesama?Ayat Pendukung: Ul. 32:1-10; Mzm. 119:105-112; Rm. 15:14-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Minggu, 5 Juli 2026
ALLAH YANG TIDAK BISA DIKONTROL
Kejadian 24:34 - 38, 42 - 49, 58 - 67; Mazmur 45:11- 18; Roma 7:15- 25; Matius 11:16 - 19, 25- 30
Setiap orang memiliki keinginan agar hidup berjalan sesuai harapan. Tidak heran jika kita berusaha mengendalikan banyak hal: keluarga, pekerjaan, masa depan, bahkan Tuhan. Tanpa disadari, kita mulai berharap Allah bekerja menurut cara dan waktu yang kita inginkan. Doa menjadi rumus, pelayanan menjadi syarat memperoleh berkat, dan iman berubah menjadi usaha untuk memastikan hidup berjalan sesuai rencana kita.
Namun Yesus menunjukkan bahwa persoalannya bukan karena Allah tidak bekerja. Sering kali kitalah yang menolak karya-Nya karena tidak sesuai dengan harapan kita. Orang-orang pada zaman Yesus menolak Yohanes Pembaptis maupun Yesus sendiri. Bukan karena keduanya salah, melainkan karena keduanya tidak memenuhi ekspektasi mereka.
Mengapa kita begitu ingin mengendalikan Allah? Sering kali jawabannya adalah ketakutan: takut gagal, takut kehilangan, takut masa depan, atau takut tidak dihargai. Ketakutan membuat kita ingin memegang kendali atas segala sesuatu.
Di tengah kelelahan itu, Yesus tidak datang dengan tuntutan, melainkan dengan undangan: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Iman bukanlah kemampuan mengendalikan Allah, melainkan keberanian mempercayakan hidup kepada Allah yang hidup. Kita mungkin tidak selalu memahami jalan-Nya, tetapi kita dapat percaya bahwa kasih dan pemeliharaan-Nya tidak pernah meninggalkan kita. Kiranya sepanjang minggu ini kita belajar melepaskan keinginan untuk mengendalikan Allah dan semakin membuka hati untuk berjalan mengikuti kehendak-Nya. (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



