Ibadah Online
Renungan Harian
-
Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? (Roma 11:34)
Pengalaman yang panjang dan proses belajar yang lama tidak selalu menghasilkan kearifan. Ada kalanya, pengalaman pribadi dalam mengatasi suatu masalah justru membuat seseorang merasa lebih mampu daripada orang lain. Demikian pula, ketika seseorang merasa telah banyak belajar, ia dapat menjadi bangga atas kepakarannya dan cenderung menolak ide-ide dari orang lain. Meskipun pengalaman adalah guru yang baik dan proses belajar merupakan tangga menuju keberhasilan, manusia tetap memerlukan hikmat dari Tuhan.
Dalam pemberitaan Injil, Paulus berhadapan dengan orang-orang yang merasa memiliki keistimewaan dan kepandaian. Orang Yahudi merasa diri istimewa sebagai umat pilihan Allah, sehingga mereka menolak Yesus sebagai Mesias. Mesias yang mereka harapkan bukanlah sosok yang menderita dan mati di kayu salib. Sebaliknya, orang-orang Roma cenderung merasa lebih unggul dalam berargumentasi. Paulus menegaskan bahwa ketidakpercayaan orang Yahudi justru menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Namun demikian, Allah tetap mengasihi orang Yahudi. Baik orang Yahudi maupun non- Yahudi menerima kasih karunia dari Allah. Inilah cara kerja kasih Allah yang sering kali sulit dipahami oleh mereka yang mengandalkan kepandaian sendiri.
Marilah kita memahami anugerah Allah bukan berdasarkan kepandaian manusia, melainkan berdasarkan hikmat dari Allah yang penuh kasih karunia bagi semua orang. [Pdt. Nanang]
DOA:
Ya Tuhan, ajarlah kami rendah hati sehingga dapat memahami karya keselamatan-Mu bagi semua orang. Amin.Ayat Pendukung: Kel. 1:1-7; Mzm. 8; Rm. 2:1-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Pada ulang tahun gereja, kata “pembaruan” mudah diterjemahkan sebagai program baru, tata kerja baru, atau cara pelayanan yang lebih relevan dengan zaman. Semua itu mungkin diperlukan. Namun Roma 12 membawa kita melihatnya lebih dalam. Paulus memulai nasihatnya dengan ungkapan “demi kemurahan Allah”. Sebelum berbicara tentang apa yang perlu dilakukan jemaat, ia menunjuk kepada belas kasih Allah yang telah menyelamatkan mereka.
Karena kemurahan itulah umat diminta mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup. Tubuh membawa ibadah keluar dari wilayah kata-kata dan perasaan. Waktu, tenaga, uang, kuasa, serta cara kita memperlakukan orang lain ikut diletakkan di hadapan Allah. Gereja mulai diperbarui ketika seluruh kehidupannya kembali menjadi milik Tuhan.
Lalu Paulus berkata, “Berubahlah oleh pembaruan budimu.” Menarik, kata kerjanya berbentuk pasif: umat diminta membiarkan dirinya diubah. Gereja tidak menciptakan dirinya kembali sesuka hati. la terus belajar melepaskan pola zaman yang membentuknya, lalu menimbang apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. Ukuran pembaruan bukan seberapa baru sesuatu terlihat, melainkan seberapa jernih gereja mengenali kehendak Allah.
Sesudah berbicara tentang budi yang diperbarui, Paulus segera membahas cara seseorang menilai dirinya. Jangan menganggap diri lebih tinggi daripada yang sepatutnya. Lalu ia berbicara tentang satu tubuh dengan banyak anggota dan karunia. Rupanya pembaruan pikiran memiliki bentuk yang sangat nyata: kerendahan hati. Karunia tidak lagi dipakai untuk meninggikan diri atau berebut tempat. Setiap pemberian Allah dipakai untuk melayani kehidupan bersama.
Di tengah perayaan HUT GKI dan Republik Indonesia, gereja dipanggil berkarya di negeri ini tanpa menyerap pola kesombongan, perebutan kuasa, dan kepentingan diri. Gereja perlu terus bertanya: Apakah kehidupan kita makin menyerupai Kristus? Karunia siapa yang belum mendapat tempat? Bagi siapa pelayanan kita sungguh menjadi kabar baik?
Bertambah usia adalah anugerah; menjadi dewasa adalah panggilan. Gereja yang terus membarui diri ialah gereja yang terus kembali kepada kemurahan Allah, membiarkan budinya diubah, dan menyerahkan seluruh karunianya bagi kehidupan dunia yang dikasihi-Nya. (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



