Ibadah Online
Renungan Harian
  • BERDIAMLAH

    Matius 17:1-9

    Kata Petrus kepada Yesus, “Tuhan sungguh baik kita berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biariah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia (Matius 17:4)

    Kita hidup di dunia yang semakin sibuk. Anggapan umum menyatakan bahwa semakin sibuk seseorang, semakin pentinglah ia. Padahal, tidak sedikit orang yang tenggelam dalam hingar-bingar kesibukannya justru semakin jauh dari ketenangan dan kedamaian hidup.

    Dalam peristiwa transfigurasi, Petrus tampaknya sangat menikmati suasana kedamaian yang luar biasa. Karena itu, ia mengusulkan kepada Yesus agar mereka tinggal di situ lebih lama. Ia juga ingin mendirikan kemah bagi Yesus, Musa, dan Elia. Ini adalah ciri khas Petrus: spontan, tidak bisa diam, selalu bergerak, dan sibuk. Ia tidak mampu berdiam diri barang sejenak untuk merenungkan makna terdalam dari perjumpaan tiga tokoh iman itu. Kesibukan dalam batas tertentu memang baik, karena hal itu berarti kita masih produktif. Namun, bila kita selalu tenggelam dalam kesibukan di mana pun dan kapan pun, kita sebenarnya telah terjebak dalam overaktivisme, yaitu aktivisme yang berlebihan.

    Kita membutuhkan waktu tenang untuk berefleksi dan merenungkan firman Tuhan. Saat teduh pribadi setiap hari dan ibadah di gereja merupakan waktu yang tepat untuk melepaskan diri dari kesibukan dan membiarkan firman Tuhan memenuhi hati serta pikiran kita. Kita tidak akan mengalami kerugian apa pun hanya karena menghentikan aktivitas selama 15 menit hingga satu jam. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

    DOA:
    Kami mau berdiam diri untuk membuka telinga dan hati kami terhadap sapaan firman-Mu ya Tuhan. Amin.

    Ayat Pendukung: Kel. 24:12-18; Mzm. 2; 2 Ptr. 1:16-21; Mat. 17:1-9
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • TIGA PERJUMPAAN DI DALAM KRISTUS (Transfigurasi)

    Keluaran 24:12-18, Mazmur 2, 2 Petrus 1:16-21, Matius 17:1-9

    Musa dan Elia adalah figur sentral dalam sejarah iman Israel. Musa menerima Taurat di Gunung Sinai. Elia mengalami perjumpaan dengan Allah di tengah ketakutan dan kegentarannya di Gunung Horeb. Kini, mereka hadir bersama Yesus di Gunung Tabor. Perjumpaan ketiga figur ini menandai kesinambungan misi Allah yang menyelamatkan dalam sejarah. Pengajaran dan pemberitaan melalui hukum dan para nabi menemukan penggenapannya secara sempurna dalam diri Yesus Kristus.

    Penampakan ini juga menegaskan tentang identitas dan misi Yesus yang diutus Bapa untuk menggenapi karya penyelamatan-Nya. Pernyataan identitas ini diteguhkan Sang Bapa dalam peristiwa kelahiran, baptisan, transfigurasi, kematian dan kebangkitan-Nya.

    Musa dan Elia mengerjakan tugas misi Allah dengan melewati ragam peristiwa; penolakan, penderitaan dan ancaman kematian. Musa tidak diizinkan masuk ke Kanaan. Elia gentar menghadapi Izebel. Pengalaman yang serupa dialami oleh Yesus dalam misi-Nya: Ia menderita, mati dan bangkit untuk menyelesaikan karya keselamatan secara tuntas dan sempurna bagi dunia yang diciptakan dan dikasihi Allah. Karena itu, penampakan ini menjadi pernyataan bahwa segala sesuatu terpusat pada diri Sang Anak yang dengan setia mengerjakan kehendak Bapa.

    Peristiwa ini sekaligus mengarahkan kita di hari ini untuk tetap setia mengerjakan misi Allah di tengah pergumulan zaman. Setiap generasi memiliki tantangannya, setiap utusan menghadapi kesulitannya, namun panggilan menghadirkan keselamatan dan pemulihan terus dikumandangkan. Kita mengerjakannya dalam persekutuan dengan Yesus Kristus yang memberikan kekuatan dan pengharapan baru untuk menghadirkan kasih dan pemulihan bagi relasi dan dunia yang terluka. Amin (DVA)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...