Ibadah Online
Renungan Harian
-
Sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara. (Matius 14:9-10)
Judul renungan kita hari ini adalah sebuah ungkapan yang mengingatkan kita untuk berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan. Ucapan yang keluar dari mulut dapat menyakiti orang lain, bahkan merugikan diri sendiri jika tidak dipikirkan dengan baik sebelumnya. Pada masa kini, bukan hanya perkataan yang diucapkan secara langsung yang dapat menjadi “harimau”, tetapi juga tulisan di berbagai media sosial.
Teks renungan kita berbicara tentang pergumulan Raja Herodes Antipas. Yohanes menegur Herodes karena ia mengambil Herodias, istri Filipus, saudaranya. Herodes marah dan berniat membunuh Yohanes, tetapi tidak melakukannya karena orang banyak memandang Yohanes sebagai nabi. Namun, yang sebenarnya sangat membenci Yohanes adalah Herodias. Kesempatan itu datang pada perayaan ulang tahun Herodes. Herodias menyuruh Salome, anaknya, menari. Herodes begitu terpesona oleh tarian Salome sehingga ia bersumpah akan memberikan apa pun yang diminta oleh Salome. Atas hasutan Herodias, Salome meminta kepala Yohanes Pembaptis. Herodes menjadi sedih karena sebenarnya ia enggan membunuh Yohanes. Namun, perkataannya telah terucap dan didengar oleh para tamu. Akhirnya, Herodes terpaksa memenuhi permintaan Salome.
Semoga kita dimampukan untuk mempertimbangkan dengan bijaksana dampak dari setiap perkataan yang kita ucapkan maupun tuliskan. Jangan sampai kita menyesal dan menjadi “sedih” karena perkataan kita sendiri. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]
DOA:
Ya Allah, tolong kami untuk memilih dengan benar setiap perkataan kami agar nama-Mu dimuliakan. Amin.Ayat Pendukung: Kel. 31:1-11; Mzm. 99; 1 Ptr. 5:1-5
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Rumah menjadi rumah ketika setiap orang di dalamnya hadir dengan hati.
Dalam Matius 22:1-14, Yesus berbicara tentang undangan ke perjamuan kawin. Semua orang diundang, tetapi ada seorang yang datang tanpa mengenakan pakaian pesta. la memang hadir, tetapi kehadirannya tidak disertai sikap yang sesuai dengan perjamuan.
Hal ini mengingatkan kita pada kehidupan keluarga. Kita dapat setiap hari berada di rumah, tetapi belum tentu sungguh hadir bagi satu sama lain. Kita hadir dengan tubuh, tetapi membawa amarah, egoisme, kesibukan, atau ketidakpedulian. Karena itu, pakaian pesta dapat kita bayangkan sebagai sikap hidup yang seharusnya kita kenakan: kasih, perhatian, kesabaran, pengampunan, kerendahan hati, dan kesediaan mendengarkan. Keluarga dipanggil untuk bersama-sama membuat rumah menjadi tempat di mana kasih Allah dapat dialami.
Caldwell, seorang pendidik dan teolog Kristen menyebut rumah yang hadir adalah homemaking. Homemaking bukan berarti rumah selalu damai tanpa konflik. Justru di tengah konflik keluarga belajar mendengar daripada berteriak. Mengampuni daripada mengungkit. Memperhatikan daripada mengabaikan. Mengasihi daripada mempertahankan ego.
Kita bukan hanya dipanggil untuk tinggal bersama dalam sebuah rumah, tetapi dipanggil untuk membuat rumah menjadi tempat kasih Allah hadir. Maka, rumah yang hadir adalah rumah di mana setiap anggota dapat berkata: “Aku diperhatikan, aku didengarkan, aku diterima, dan aku dikasihi.” Di Bulan Keluarga ini, marilah kita mengenakan “pakaian pesta” itu setiap hari. Kurangi amarah, lepaskan egoisme, dan hadirkan kasih.
Kiranya rumah kita bukan hanya tempat kita pulang, tetapi tempat kasih Kristus sungguh dirasakan. (LS)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



