Ibadah Online
Renungan Harian
  • Jangan Salah Jalan

    Ulangan 5:22-6:3

    Segenap jalan yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup dan baik keadaanmu serta tinggal lama di negeri yang akan kamu duduki. (Ulangan 5:33)

    Tidak ada seorang pun yang menginginkan hal buruk terjadi dalam hidupnya. Setiap orang berharap kehidupan yang dijalaninya berjalan baik. Oleh karena itu, orang mencari dan memilih sesuatu yang dapat menjadi jaminan agar tetap hidup dalam keadaan baik. Ada yang memilih mengandalkan harta kekayaan, kedudukan, atau kekuasaan. Ada pula yang menjadikan ilmu dan pengetahuan sebagai jaminan. Namun, kenyataan membuktikan bahwa hal-hal tersebut tidak dapat menjadi jaminan yang pasti. Harta kekayaan dapat seketika lenyap. Kedudukan dan kekuasaan juga bukan jaminan. Demikian pula ilmu dan pengetahuan. Jika demikian, adakah sesuatu yang dapat menjamin keadaan baik dalam hidup kita?

    Nasihat dalam teks Kitab Ulangan yang kita baca hari ini merupakan bagian dari firman yang disampaikan Musa kepada umat Israel di Gunung Sinai, dalam perjalanan dari tanah perbudakan menuju negeri perjanjian. Sepanjang perjalanan, dan khususnya di tanah Kanaan yang akan mereka masuki, terdapat begitu banyak godaan yang dapat menyesatkan umat dari jalan yang TUHAN tunjukkan. Padahal, jalan yang TUHAN tunjukkan itulah jalan kehidupan sejati karena TUHAN adalah sumber hidup sejati. Dialah yang menjadi jaminan bagi keadaan baik dalam hidup ini.

    Oleh karena itu, umat Israel dan kita pada masa kini diajak untuk setia menjalani segala jalan yang diperintahkan TUHAN, supaya kita hidup dan keadaan kita menjadi baik. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]

    DOA:
    Bapa di surga, tolong kami agar kami mau dengan sungguh-sungguh menjalani segala jalan yang Tuhan tunjukkan. Amin.

    Ayat Pendukung: Ul. 5:22-6:3; Mzm. 119:49-56; 2 Kor. 5:17-21
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG DIUJI

    Matius 21:33-46

    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan luka yang disimpan bertahun-tahun. Rumah yang diuji bukan berarti rumah yang gagal. Justru melalui ujian, kita dapat melihat apakah rumah itu memiliki dasar yang kuat.

    Dalam Matius 2t:33-46, Yesus menceritakan tentang seorang pemilik kebun anggur yang mempercayakan kebunnya kepada para penggarap. Masalahnya muncul ketika para penggarap lupa bahwa kebun itu bukan milik mereka. Mereka menerima kepercayaan, tetapi tidak menjalankan tanggung jawabnya.

    Dalam kehidupan keluarga pun demikian. Rumah adalah pemberian dan kepercayaan Tuhan. Suami bukan hanya pemilik rumah, tetapi dipercayakan untuk mengasihi dan melindungi.Istri bukan hanya pengurus rumah, tetapi dipercayakan untuk membangun kehidupan Bersama.Orang tua dipercayakan untuk mendidik anak.

    Anak-anak pun dipercayakan kepada keluarga untuk dikasihi dan dibimbing.Karena itu. keluarga bukan sekadar tempat tinggal.Keluarga adalah tempat Tuhan mempercayakan kasih-Nya untuk kita hidupi.Kapan rumah kita diuji?

    Rumah kita diuji ketika kita berbeda pendapat. Apakah kita memilih berteriak atau berbicara dengan kasih? Rumah kita diuji ketika ada anggota keluarga melakukan kesalahan. Apakah kita memilih menghakimi atau belajar mengampuni? Rumah kita diuji ketika keadaan ekonomi sulit. Apakah kita saling menyalahkan atau saling menguatkan?

    Rumah kita diuji ketika anak melakukan kesalahan. Apakah kita hanya memarahi, mau mendengarkan dan membimbing?

    Rumah kita juga diuji ketika kita lelah. Apakah rumah menjadi tempat untuk saling menyembuhkan,atau justru menjadi tempat kita saling melukai?

    Rumah yang kuat bukan rumah tanpa masalah. Rumah yang kuat adalah rumah yang ketika diuji, memilih kembali kepada Kristus. Mari mempraktikkannya dalam keluarga. Selamat memasuki bulan keluarga. (LS)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...