Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. (Markus 11:32)
Lagu I Have Decided to Follow Jesus bercerita tentang iman seorang bernama Nokseng yang tinggal di Assam, India. Keluarga Nokseng adalah keluarga pertama yang menerima Yesus. Hal ini mendorong keluarga-keluarga lain untuk memutuskan menjadi orang Kristen. Kejadian ini menimbulkan kemarahan kepala suku. Ia memanggil seluruh warga untuk berkumpul. Di sana, ia mengancam Nokseng dan keluarganya serta memaksa mereka untuk berhenti menjadi Kristen. Namun, Nokseng tidak takut. Dengan lantang, ia berkata, “I have decided to follow Jesus.” la sudah memutuskan untuk mengikut Yesus. la tetap teguh dan tidak gentar. Segala konsekuensi dihadapinya, sekalipun ia harus mati karena imannya.
Imam-imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua bertanya kepada Yesus tentang diri-Nya dan tentang Yohanes Pembaptis. Namun, Yesus justru berbalik bertanya kepada mereka mengenai identitas Yohanes Pembaptis. Mereka tidak berani menjawab karena takut kepada orang banyak.
Saat kita membiarkan diri dikuasai ketakutan, kita tidak akan mampu mengungkapkan kebenaran. Kita harus belajar berani mengatakan apa yang benar. Kita tidak boleh terjebak pada sikap takut terhadap orang lain, keinginan untuk selalu diterima, atau ketakutan kehilangan sesuatu dalam diri kita. Mari terus belajar menjadi pribadi yang berani, apa pun risikonya. Belajarlah untuk menyuarakan kebenaran dengan pimpinan Roh Kudus. [Pdt. Cordelia Gunawan]
REFLEKSI:
Janganlah takut mengatakan hal yang benar, apa pun risikonya.Ayat Pendukung: Bil. 20:1-13; Mzm. 78:1-4, 12-16; Kis. 13:32-41
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang lain. Itu sangat normal bukan? Tetapi di dalam perumpamaan tentang kerajaan surga yang diberikan di Matius 20 ini, Sang Pemberi upah terlihat sangat murah hati. Semua orang yang bekerja kepadanya, ia beri upah yang pantas. Bahkan kepada orang yang bekerja baru satu jam, ia tetap memberi upah sejumlah upah orang yang bekerja satu hari. Luar biasa murah hatinya. Tentu ini tak mengambil jatah pekerja lain. Upah itu berasal dari perbendaharaan pemilik kebun itu. Tetapi ternyata hal itu mengganggu perasaan orang yang merasa bekerja lebih berat. Ada rasa tidak rela orang lain mendapat anugerah sebesar itu. Hatinya mulai menilai, menghitung-hitung dan membuat kesimpulan, bahwa ia tak pantas mendapat upah setara dirinya.
Untuk menjawab keberatan itu, sang pemilik kebun itu menjelaskan dengan sabar dan hangat orang yang komplain itu. la menyebutnya, kawan. Sebutan itu menunjukkan pemilik kebun ini bahkan tak melihat pekerjanya sebagai pekerja semata, tetapi sebagai seseorang yang dekat, yakni seorang kawan. la tak ingin, pekerjanya itu memiliki pikiran yang salah. Lalu ia menjelaskan bahwa di dalam tindakannya itu tidak ada ketidakadilan, ia telah memberikan sesuai kesepakatan. la menegaskan juga supaya orang itu fokus saja kepada apa yang ia dapatkan, upahnya. Tanpa perlu meributkan upah yang didapat orang lain. Di akhir, pemilik kebun menegaskan tentang hak penuhnya untuk menggunakan miliknya sesuai kehendaknya, dan sifatnya yang murah hati.
Terkait keselamatan, banyak orang Kristen juga yang tak mau anugerah keselamatan itu dibagikan oleh Allah dengan murah hati. Mereka ingin, itu hanya untuk orang tertentu. Tetapi, melalui perumpamaan ini kita diajar, bahwa keselamatan itu bisa diberikan kepada siapa saja yang Allah perkenan, sungguh itu hak penuh Allah. Kita harus belajar mendidik diri kita memahami Allah itu murah hati dan tak terganggu dengan itu. (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...

