Ibadah Online
Renungan Harian
  • Bukan Otomatis

    Matius 21:33-46

    Sebab itu, Aku berkata kepadamu bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari kamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang menghasilkan buah Kerajaan itu. (Matius 21:43)

    Kata “otomatis” berarti sesuatu yang bekerja dengan sendirinya. Misalnya, ada sambungan fitting untuk bola lampu di teras rumah yang memiliki sensor cahaya. Sensor pada sambungan lampu tersebut akan menangkap cahaya ketika hari mulai terang dan secara otomatis memutus arus listrik sehingga bola lampu berhenti menyala.

    Bangsa Israel memang dipilih Allah menjadi umat-Nya. Hal itu berawal dari perjanjian Allah dengan Abraham. Dalam perkembangannya, bertumbuh keyakinan bahwa mereka akan otomatis selamat, seolah-olah memiliki “kavling” di surga karena merupakan keturunan Abraham dan menjalankan peraturan dalam hukum Taurat. Kemungkinan besar, hal inilah yang membuat mereka menolak menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
    Boleh jadi, ada juga pemeluk agama Kristen yang berpikir bahwa asal sudah dibaptis dan mengaku percaya, mereka otomatis selamat. Surat baptis seolah-olah menjadi sertifikat hak milik atas “kavling” di surga.

    Belajar dari respons Yesus dalam bacaan kita hari ini, kita diingatkan bahwa tidak ada yang “otomatis” dalam urusan keselamatan. Mereka yang akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah adalah orang-orang yang “menghasilkan buah Kerajaan”. Bukan hanya mereka yang mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, tetapi mereka yang sungguh-sungguh menjalani kehidupan yang selaras dengan pengakuan tersebut—hidup di dalam Kristus. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]

    DOA:
    Bapa di surga, tolong kami untuk menyambut anugerah keselamatan dengan cara yang benar, yaitu percaya dan setia kepada Tuhan Yesus Kristus. Amin.

    Ayat Pendukung: Yes. 5:1-7; Mzm. 80:7-15; Flp. 3:4b-14; Mat. 21:33-46
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG DIUJI

    Matius 21:33-46

    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan luka yang disimpan bertahun-tahun. Rumah yang diuji bukan berarti rumah yang gagal. Justru melalui ujian, kita dapat melihat apakah rumah itu memiliki dasar yang kuat.

    Dalam Matius 2t:33-46, Yesus menceritakan tentang seorang pemilik kebun anggur yang mempercayakan kebunnya kepada para penggarap. Masalahnya muncul ketika para penggarap lupa bahwa kebun itu bukan milik mereka. Mereka menerima kepercayaan, tetapi tidak menjalankan tanggung jawabnya.

    Dalam kehidupan keluarga pun demikian. Rumah adalah pemberian dan kepercayaan Tuhan. Suami bukan hanya pemilik rumah, tetapi dipercayakan untuk mengasihi dan melindungi.Istri bukan hanya pengurus rumah, tetapi dipercayakan untuk membangun kehidupan Bersama.Orang tua dipercayakan untuk mendidik anak.

    Anak-anak pun dipercayakan kepada keluarga untuk dikasihi dan dibimbing.Karena itu. keluarga bukan sekadar tempat tinggal.Keluarga adalah tempat Tuhan mempercayakan kasih-Nya untuk kita hidupi.Kapan rumah kita diuji?

    Rumah kita diuji ketika kita berbeda pendapat. Apakah kita memilih berteriak atau berbicara dengan kasih? Rumah kita diuji ketika ada anggota keluarga melakukan kesalahan. Apakah kita memilih menghakimi atau belajar mengampuni? Rumah kita diuji ketika keadaan ekonomi sulit. Apakah kita saling menyalahkan atau saling menguatkan?

    Rumah kita diuji ketika anak melakukan kesalahan. Apakah kita hanya memarahi, mau mendengarkan dan membimbing?

    Rumah kita juga diuji ketika kita lelah. Apakah rumah menjadi tempat untuk saling menyembuhkan,atau justru menjadi tempat kita saling melukai?

    Rumah yang kuat bukan rumah tanpa masalah. Rumah yang kuat adalah rumah yang ketika diuji, memilih kembali kepada Kristus. Mari mempraktikkannya dalam keluarga. Selamat memasuki bulan keluarga. (LS)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...