Ibadah Online
Renungan Harian
  • Tidak Sendirian

    Mazmur 142

    Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku, “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang hidup!” (Mazmur 142:6)

    Semua orang, dalam berbagai usia, menghadapi masalah. Sungguh tidak mudah menghadapi masalah seorang diri, apalagi ketika orang yang kita harapkan memberikan dukungan justru menjauh. Kesepian, ditinggalkan, dan rasa tidak berdaya sangat berbahaya. Kita akan mudah menjadi putus asa dan merasa hanya kita sendiri yang menghadapi masalah.

    Ketika tidak ada yang mengerti dan peduli, Daud percaya kepada Allah. la tahu bahwa Allah melihat, mendengar, dan menyelamatkan. Daud berseru: “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang hidup!” Kita dapat mengingat ini sebagai pengajaran tentang Kristus. la telah masuk dalam penderitaan manusia sepenuhnya. Kristus ditinggalkan, dikhianati, dikejar, dikurung, dan bahkan mati. Namun, la dibangkitkan. Dalam kuasa Roh Kudus, kini Kristus hadir dalam kesepian terdalam umat- Nya. Seperti Daud, setiap orang percaya dapat berseru kepada Allah. Kasih-Nya membebaskan dan melindungi.

    Jangan pernah ragu membawa keluh kesah dan ratapan kepada Allah. Dialah yang pertama kali harus mendengar curahan hati kita. Hanya Dialah pelindung sejati. Perasaan kita dapat berubah, tetapi janji Allah tidak. Kekuatan diri terbatas, dan solusi dari orang lain belum tentu benar. Beranilah melangkah dalam kerendahan hati dan iman. Perlindungan Tuhan bukan sekadar hadir dalam kenyamanan, tetapi juga merupakan kuasa yang menopang dan memimpin setiap langkah. [Pdt. Essy Eisen]

    REFLEKSI:
    Siapa yang pertama kali mendengar curahan hati dan kegelisahan kita selama ini?

    Ayat Pendukung: Mi. 1:1-5; Mzm. 142; 1 Tes. 4:1-8
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • MENDENGAR YANG MENGUBAH

    Kejadian 25:19-34;Mazmur 119:105-112; Roma 8:1-11;Matius 13:1-9,18-23

    Setiap hari kita mendengar begitu banyak hal: berita, percakapan, nasihat, bahkan firman Tuhan. Namun, tidak semua yang kita dengar mengubah hidup kita. Ada yang hanya lewat di telinga, ada yang kita simpan sesaat, lalu terlupakan. Ada pula firman yang benar-benar mengubah cara kita memandang Allah,diri sendiri dan sesama.

    Pelayanan Yesus memperlihatkan kenyataan itu. Banyak orang mendengar pengajaran-Nya, menyaksikan mukjizat-Nya, bahkan melihat kuasa Allah bekerja secara nyata. Namun, tidak semua percaya. Orang Farisi memiliki pengetahuan yang luas tentang Kitab Suci, tetapi ketika Allah bekerja di luar cara yang mereka bayangkan, mereka justru menolak-Nya. Masalah mereka bukan kurang mendengar, melainkan mendengar untuk mempertahankan pemikiran sendiri.

    Karena itu Yesus mulai mengajar melalui perumpamaan. Perumpamaan bukan sekadar cerita yang menarik. Melalui cerita, Yesus mengajak setiap orang berhenti sejenak, memeriksa hati dan bertanya: Apakah aku sungguh mau mendengarkan Allah atau hanya mencari pembenaran bagi pikiranku sendiri?

    Perumpamaan tentang penabur menunjukkan bahwa benih yang ditaburkan selalu sama. Yang berbeda adalah tanah tempat benih itu jatuh. Demikian pula firman Tuhan. Firman-Nya tetap hidup dan penuh kuasa, tetapi respons setiap orang dapat berbeda. Ada yang menolaknya, ada yang menerimanya sebentar, ada yang membiarkan firman itu terhimpit oleh kekhawatiran hidup, dan ada yang memeliharanya hingga menghasilkan buah.

    Kabar baiknya, Allah tidak pernah berhenti menabur. Kasih-Nya tidak bergantung pada kualitas tanah. Dengan kesetiaan-Nya, la terus berbicara, mengundang, dan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mendengar serta mengalami pembaruan hidup.

    Karena itu, pertanyaan bagi kita bukanlah, “Apakah saya sudah mendengar firman Tuhan?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apakah saya bersedia membiarkan firman itu mengubah cara saya memandang Allah, diri saya dan dunia?”

    Kiranya setiap kali kita membaca Alkitab, mengikuti ibadah, atau mendengar firman Tuhan, kita tidak berhenti pada pengetahuan baru. Sebaliknya, kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk membentuk hati yang rendah, terbuka, dan siap diubah sehingga hidup kita semakin menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan. Amin (DVA)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...