Ibadah Online
Renungan Harian
  • Bercahaya Dalam Kerajaan Bapa

    Matius 13:24-30, 36-43

    Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. (Matius 13:43a)

    Di sebuah kota, hidup bersama dua jenis komunitas. Komunitas pertama hidup dengan prinsip kasih, keadilan, dan pengampunan. Mereka menolak kecurangan dan kebencian. Mereka menebar keadilan, kejujuran, membela yang tertindas, dan menciptakan lingkungan suportif. Di ranah digital, mereka menyebarkan pesan positif. Sebaliknya, komunitas kedua hidup dalam pola egosentrisme, ketidakjujuran, dan permusuhan. Mereka tidak ragu menipu, menyebarkan gosip, bahkan memfitnah di media sosial untuk menjatuhkan orang lain.

    Tuhan Yesus menyebut mereka yang mengikuti-Nya sebagai anak-anak Kerajaan, sedangkan mereka yang menolak-Nya sebagai anak-anak si jahat. Keduanya tinggal bersama di dunia yang sama. Namun, Yesus telah memulai pembaruan melalui Kerajaan Allah. Akan tiba saatnya segala sesuatu yang mendorong dosa akan dilenyapkan, begitu juga orang-orang yang tetap tinggal dalam kejahatan. Hal ini menjadi penghiburan bagi anak-anak Kerajaan agar setia mengikuti Yesus.

    Kini, kita berkarya bersama kuasa Kristus dalam Kerajaan Allah. Kita menolak pola dosa dan membangun pola kasih. Kita merawat kekudusan tanpa isolasi, menebar keadilan di kantor, pasar, dan ruang digital. Kita mengampuni, mendoakan yang memusuhi, serta sabar memikul penderitaan, yakin Allah kelak menegakkan keadilan. Kita bekerja dengan sukacita bukan putus asa, sebagai persiapan bercahaya bagaikan matahari dalam Kerajaan Bapa. [Pdt. Essy Eisen]

    REFLEKSI:
    Apa yang akan kita perbuat dalam menantikan akhir zaman sebagai tanda kemenangan iman kita pada Kristus?

    Ayat Pendukung: Yes. 44:6-8; Mzm. 86:11-17; Rm. 8:12-25; Mat. 13:24-30, 36-43
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • Allah yang Sabar, Bukan yang Menunda

    Matius 13:24-30, 36-43

    Teks Injil kita berbicara mengenai Allah yang sabar. Kita sering kali keliru membaca tindakan Allah. Ketika pertolongan yang kita nanti belum juga datang, kita cepat menyimpulkan bahwa Allah sedang menunda. Padahal, Alkitab lebih sering memunculkan citra Allah yang sabar, bukan Allah yang menunda.

    Dalam perumpamaan gandum dan lalang, sang tuan menolak mencabut lalang lebih dulu. la sengaja membiarkan keduanya bertumbuh bersama sampai musim panen. Itu dilakukannya bukan karena sang tuan itu tak peduli, tetapi karena ia tidak mau gandum ikut tercabut. Pada masa muda, gandum dan lalang memang hampir tak bisa dibedakan. Barulah dari buahnya keduanya dikenali.

    Atas dasar perumpamaan ini, Augustinus, yang hidup di abad keempat dan kelima, menyebut gereja sebagai corpus permixtum, tubuh yang bercampur. Gereja hidup di dalam dunia, bukan di luarnya. Maka selama dunia masih menjadi ladang yang bercampur antara gandum dan lalang, gereja pun belum menjadi komunitas yang murni. Karena itu, ungkapan indah yang sering kita dengar, “Gereja bukan museum orang suci, melainkan rumah sakit bagi orang berdosa,” sungguh-sungguh benar. Semua masih dalam proses penyembuhan. Semua orang layak untuk diberi kesempatan untuk berubah, sebab lalang dan gandum masih terus bercampur, sampai saat panen tiba.

    Yesus mengingatkan bahwa bukan kita yang memisahkan gandum dan lalang. Itu adalah tugas para malaikat pada akhir zaman. Kita tidak pernah dipanggil menjadi polisi iman atau hakim atas hidup orang lain. Tugas kita jauh lebih sederhana sekaligus jauh lebih sulit, yaitu tetap bertumbuh sebagai gandum, tetap berbuah, dan tetap setia, sekalipun harus berada di antara lalang.

    Hari ini kita diundang untuk bersabar, sama seperti Allah sendiri bersabar. Kita diundang untuk bersabar kepada orang lain dan kepada diri sendiri, karena Allah lebih dahulu bersabar kepada kita. la tidak mencabut kita ketika kita jatuh. la tidak membuang kita ketika kita gagal. la tetap menunggu kita berbuah. Allah belum selesai dengan diri kita. la sedang mengerjakan pertumbuhan kita dengan kesabaran-Nya, karena la tidak tergesa-gesa seperti kita. Amin. (JA)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...