Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian 18:15)
Pernahkah Saudara berbohong karena takut? Kita mungkin pernah berada di tengah situasi ketika kita takut ketahuan melakukan sesuatu, lalu kita menutupinya dengan berbohong. Sering kali kita tidak sadar bahwa sebuah kebohongan biasanya akan diikuti oleh kebohongan- kebohongan lain.
Sara tertawa dalam hati, dan TUHAN mengetahui bahwa Sara tertawa. Namun, Sara tidak mau mengakuinya. Sara menyangkal karena ia takut. Akan tetapi, TUHAN mengetahui bahwa Sara berbohong. TUHAN tidak dapat dibohongi. TUHAN bahkan mengetahui segala sesuatu, meskipun disimpan dalam hati.
Dalam hidup, kita harus belajar dan melatih diri untuk berkata jujur, sekalipun ada konsekuensi dari kejujuran kita. Kita juga harus menyadari bahwa kebohongan hanya akan membuat kita jatuh semakin jauh. Kita harus belajar menjadi orang-orang yang berani berkata benar, sekalipun tidak ada orang yang mengetahui kebohongan kita. Tuhan mengetahui segala hal, bahkan yang tersembunyi dalam hati kita, seperti Tuhan mengetahui bahwa Sara menyangkal. Mari kita hadapi rasa takut kita. Mari kita belajar memupuk keberanian untuk berkata jujur. Jangan membiasakan diri berbohong. Kebohongan yang ditutupi akan melahirkan kebohongan baru. Hadapilah segala konsekuensi dengan keberanian, bukan ketakutan. Ketakutan justru akan membawa kita semakin jauh dari kejujuran dan kebenaran. [Pdt. Cordelia Gunawan]
REFLEKSI:
Apa pun konsekuensinya, belajarlah untuk berkata benar.Ayat Pendukung: Kel. 18:1-12; Mzm. 42; Flp. 1:3-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah bicara realita hidup, terutama terkait ekonomi dan bisnis, hukum dan aturan-aturan yang ada. Mungkin, kita bisa lebih mudah taat ketika itu ‘sekadar’ wilayah kesalehan pribadi yang kontrolnya ada di tangan kita. Sesuatu yang tak ada sangkut pautnya dengan usaha atau pekerjaan, tetapi kita menjadi nampak tak berdaya untuk bisa taat saat di dunia yang lebih luas. Kesalehan pribadi itu menjadi hambar, tak lagi menggarami hidup kita yang lain. Berat! Sungguh berat, memang! Maka itu, butuh satu tekad. Tekad yang kuat tentu saja.
Tentang tekad. Paulus mengajari Jemaat Filipi, untuk hidup sebagai manusia rohani yang menaruh pikiran dan perasaan yang ada dalam Kristus. la menggambarkan ketaatan Yesus, patronnya tidak tanggung-tanggung langsung merujuk ke ketaatan Yesus sampai misi selesai. Paulus mengisahkan lagi perjalanan Yesus, yang bisa saja mengelak, tetapi menjalani jalan derita itu dengan kerelaan hati, ketabahan, daya tahan yang lahir dari pengosongan diri, dan kesadaran penuh untuk melakukan kehendak-Nya. Berat, tetapi tekad kuat telah membuat Yesus mampu menuntaskan tugas-Nya di dunia ini, meski harus mengalami semua itu.
Bacaan injil kita hari ini, berkisah tentang si sulung, yang hanya punya ketaatan di permukaan dan sesaat saja. Di depan Sang Pemberi tugas, ia dengan manis berkata iya. Namun, la undur, tak jadi menghidupi omongannya sendiri saat akan eksekusi tugasnya. la tak cukup punya tekad, tak cukup mau berlelah-lelah, tak cukup mau menahan penderitaan. Dari sini kita melihat, tanpa satu tekad, maka iya hanyalah iya, yang mengambang di udara, untuk kemudian terbawa angin menjauh dari hidup kita.
Di dunia yang keras ini, di tengah konsekuensi ketaatan yang membuat kita menghadapi kesulitan, manakah yang akan saudara pilih? Kiranya, Tuhan memampukan kita menghidupi kesalehan pribadi kita di tengah-tengah ruang publik, saat hidup bersama dengan manusia-manusia lain, dalam segala urusan. Tidak mudah, maka mintalah Tuhan membersamai saudara melakukannya. Tuhan memberkati. Amin. (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




