Ibadah Online
Renungan Harian
-
…karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Lukas 10:21)
Kapan terakhir Saudara bertemu orang yang pintar, tetapi sulit diajak bicara? Mereka seperti tahu segalanya, tetapi percakapannya tidak terhubung dengan keseharian kehidupan. Bandingkan dengan orang yang mungkin tidak terlalu menonjol, tetapi hatinya terbuka dan mau belajar. Bersama orang seperti ini, gagasan dapat saling dipertajam dan saling melengkapi. Mungkin demikianlah cara Allah menyapa dunia.
Allah menyatakan diri-Nya bukan kepada mereka yang sombong secara intelektual, melainkan kepada orang yang rendah hati, percaya, dan mau menerima. Dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Yesus bersukacita karena rencana kasih Bapa yang menyelamatkan digenapi melalui diri-Nya. Yesus adalah satu-satunya jalan untuk mengenal Bapa. Inilah kabar baik: siapa pun, dari golongan apa pun, dapat mengenal Allah melalui Yesus, asalkan hatinya terbuka, rendah hati, dan mau percaya.
Roh Kudus akan menolong kita untuk terus belajar rendah hati. Mulailah hari dengan ucapan syukur dan penyerahan diri kepada pemeliharaan Allah. Dalam percakapan sehari-hari, utamakan mendengar sebelum menjawab. Saat membaca Alkitab, dengarkanlah suara Tuhan, bukan mencari pembenaran diri. Akuilah kelemahan, dan jangan berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Bantulah rekan kerja tanpa diminta. Lakukan yang terbaik, sekalipun tidak ada yang melihat. Jadilah kecil di hadapan Tuhan setiap hari. Percayalah, kita akan mengalami sukacita besar di dalam Roh Kudus. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Apa saja bentuk nyata dari kesediaan diri kita menjadi kecil di hadapan Tuhan?Ayat Pendukung: Za. 4:1-7; Mzm. 145:8-14; Luk. 10:21-24
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Matius 10:40-42 menutup khotbah Yesus mengenai pengutusan. Di dalam khotbah-Nya, Yesus berbicara mengenai penganiayaan, penolakan, salib, hingga kehilangan nyawa. Yang mengejutkan, semua penjelasan yang “heboh” itu ditutup dengan tindakan yang tampak kecil dan senyap: “memberi air sejuk secangkir.” Sungguh sebuah tindakan yang sederhana, namun sangat dihargai Yesus. Namun demikian, jangan terkecoh dengan ini. Justru di sini ada dua pelajaran penting yang Yesus ajarkan.
Pertama, ini semua bukan soal apa yang dilakukan (doing) melainkan soal siapa yang melakukan (being). Dalam ayat 40, Yesus berkata bahwa la dapat dijumpai di dalam diri orang-orang yang diutus-Nya, “Siapa saja yang menyambut kamu, ia menyambut Aku”. Yesus mengidentifikasi diri-Nya dengan orang-orang yang pergi dalam nama-Nya. Kedua, ungkapan “memberi air sejuk secangkir” mengilustrasikan karya-layan yang sederhana dan kecil, namun tetap dihargai oleh Tuhan. Tidak semua orang menjadi rasul, namun semua orang tetap diundang untuk berkarya bagi Kerajaan Allah. Yesus berjanji, orang-orang yang melakukan kebajikan sekecil apa pun kepada murid-murid Kristus, la “tidak akan kehilangan upahnya.” Allah mengingat dan tidak melupakannya.
Oh, ya, ada satu hal lain yang menarik. Kita terbiasa membaca Matius 25 yang berbicara mengenai penghakiman terakhir. Di situ, memperlakukan salah seorang yang kecil dengan kasih sama seperti memperlakukan Kristus. Di dalam bacaan kita kali ini, salah seorang yang kecil ini adalah murid Kristus, sementara yang memberikan perlakuan baik adalah orang lain. Hal ini mengajarkan kita bahwa Kristus dipermuliakan bukan hanya ketika kita berbuat kebajikan pada sesama yang kecil, namun juga ketika kita yang adalah orang-orang kecil menerima perbuatan baik dari orang lain. Menarik, bukan? (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



