Ibadah Online
Renungan Harian
  • Melupakan Hidup Lama

    Mazmur 45:10-17

    Dengarlah, hai Putri, lihatlah, dan pasanglah telingamu, lupakanlah bangsamu dam seisi rumah ayahmu! (Mazmur 45:11)

    Pernahkah Saudara menyaksikan resepsi pernikahan yang indah? Mempelai perempuan didandani dengan sangat cantik. Ia akan meninggalkan rumah lamanya untuk memulai kehidupan baru bersama suaminya. Keduanya melangkah bersama, merajut kisah kasih menuju masa depan. Gambaran ini serupa dengan kehidupan iman kita. Kita dipanggil oleh Allah untuk meninggalkan kehidupan lama. Kita dipulihkan dan dijadikan indah di hadapan-Nya. Kini kita hidup dalam pemeliharaan-Nya sebagai mempelai Kristus.

    Dalam mazmur yang kita baca, digambarkan kemuliaan seorang putri yang dipanggil untuk meninggalkan masa lalunya. Setelah menikah, ia hidup dalam pemeliharaan sang raja. Dalam terang Perjanjian Baru, gambaran ini melukiskan hubungan antara Kristus dan gereja-Nya. Melalui Yesus Kristus, Allah memanggil umat-Nya masuk ke dalam relasi kasih yang baru. Umat dipulihkan, dihiasi, dan dimuliakan sebagai mempelai yang dikasihi. Roh Kudus bekerja membentuk hati umat agar meninggalkan kehidupan lama.

    Sebagai mempelai Kristus, sudahkah kita mendengar panggilan Allah dengan sepenuh hati? Masih adakah hal- hal lama yang menjauhkan kita dari Kristus? Perjalanan iman yang benar adalah bergerak maju, bukan mundur ke belakang. Ada generasi baru yang perlu menerima warisan iman yang berharga. Mari, berjalan bersama Kristus untuk menciptakan kehidupan yang baru. Kasih-Nya tetap setia dalam setiap musim kehidupan kita. [Pdt. Essy Eisen]

    REFLEKSI:
    Apa yang akan kita lakukan sebagai mempelai Kristus yang dikasihi dan dipelihara oleh-Nya?

    Ayat Pendukung: Kej. 25:19-27; Mzm. 45:10-17; Rm. 7:1-6
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • Kesetiaan yang Tidak Spektakuler

    Matius 10:40- 42

    Matius 10:40-42 menutup khotbah Yesus mengenai pengutusan. Di dalam khotbah-Nya, Yesus berbicara mengenai penganiayaan, penolakan, salib, hingga kehilangan nyawa. Yang mengejutkan, semua penjelasan yang “heboh” itu ditutup dengan tindakan yang tampak kecil dan senyap: “memberi air sejuk secangkir.” Sungguh sebuah tindakan yang sederhana, namun sangat dihargai Yesus. Namun demikian, jangan terkecoh dengan ini. Justru di sini ada dua pelajaran penting yang Yesus ajarkan.

    Pertama, ini semua bukan soal apa yang dilakukan (doing) melainkan soal siapa yang melakukan (being). Dalam ayat 40, Yesus berkata bahwa la dapat dijumpai di dalam diri orang-orang yang diutus-Nya, “Siapa saja yang menyambut kamu, ia menyambut Aku”. Yesus mengidentifikasi diri-Nya dengan orang-orang yang pergi dalam nama-Nya. Kedua, ungkapan “memberi air sejuk secangkir” mengilustrasikan karya-layan yang sederhana dan kecil, namun tetap dihargai oleh Tuhan. Tidak semua orang menjadi rasul, namun semua orang tetap diundang untuk berkarya bagi Kerajaan Allah. Yesus berjanji, orang-orang yang melakukan kebajikan sekecil apa pun kepada murid-murid Kristus, la “tidak akan kehilangan upahnya.” Allah mengingat dan tidak melupakannya.

    Oh, ya, ada satu hal lain yang menarik. Kita terbiasa membaca Matius 25 yang berbicara mengenai penghakiman terakhir. Di situ, memperlakukan salah seorang yang kecil dengan kasih sama seperti memperlakukan Kristus. Di dalam bacaan kita kali ini, salah seorang yang kecil ini adalah murid Kristus, sementara yang memberikan perlakuan baik adalah orang lain. Hal ini mengajarkan kita bahwa Kristus dipermuliakan bukan hanya ketika kita berbuat kebajikan pada sesama yang kecil, namun juga ketika kita yang adalah orang-orang kecil menerima perbuatan baik dari orang lain. Menarik, bukan? (JA)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...