Ibadah Online
Renungan Harian
  • MENGENAL ALLAH

    Yohanes 14:1-14

    “Jika kamu mengenal Aku, kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yohanes 14:7)

    Ada tiga model orang Kristen dalam mengenal Allah. Pertama, mengenal Allah melalui kesaksian orang lain, yakni lewat pengajaran di gereja, di sekolah, serta didikan orangtua. Kedua, mengenal Allah berdasarkan kenangan, yaitu pengalaman pribadi bersama Allah di masa lalu. Ketiga, mengenal Allah secara pribadi melalui relasi yang dibangun secara terus-menerus dengan-Nya.

    Tuhan Yesus menjelaskan bagaimana para murid dapat mengenal Allah. Ketika Filipus mempertanyakan cara mengenal Allah, Yesus menegur Filipus. Selama bertahun-tahun Filipus telah bersama Yesus sebagai murid-Nya. Seharusnya, Filipus dapat mengenal Allah melalui pengenalannya akan Yesus selama itu. Lebih lanjut, Yesus menjelaskan bahwa Ia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam diri-Nya. Dengan demikian, para murid dapat mengenal Allah dengan cara mengenal Yesus.

    Orang Kristen adalah orang yang mengikut Kristus. Oleh karena itu, sudah selayaknya seorang pengikut Kristus berusaha mengenal Allah yang diimani dan diikutinya. Pertanyaannya adalah: bagaimana cara kita mengenal Allah selama ini? Apakah kita merasa cukup hanya dengan mendengar tentang Dia dari orang lain? Ataukah kita merasa nyaman dengan kenangan masa lalu saat Allah menyatakan pertolongan-Nya? Atau, maukah kita terus membangun relasi dengan-Nya sebagai upaya untuk mengenal-Nya lebih mendalam? [Pdt. Natanael Setiadi]

    REFLEKSI:
    Ada perbedaan antara tahu dan kenal. Tahu sebatas kulit luar. Sementara kenal mengandaikan adanya kedalaman.

    Ayat Pendukung: Kis. 7:55-60; Mzm. 31:1-5, 15-16; 1 Ptr. 2:2-10; Yoh. 14:1-14
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • Kristus Sang Batu Penjuru

    I Petrus 2:2-10

    Pernahkah saudara berpikir, untuk apakah gereja ada? Seperti apakah gereja yang bertumbuh itu?

    Petrus dalam suratnya, dalam perikop kita hari ini setidaknya bicara 2 hal, yang pertama Kristus dia metaforakan sebagai batu hidup-batu penjuru yang terpilih, berharga dan mahal. Yang ke dua, dia mendorong umat Allah untuk menjadi batu hidup yang dipergunakan untuk pembangunan suatu bangunan Rohani dan memberitakan perbuatan-perbuatan besar Allah di hidupnya.

    Tentu, Kristus sang batu hidup-batu penjuru itu harus jadi kiblat dalam seluruh laku hidup menggereja. Lihat, bagaimana Petrus mengutip tiga ayat dari tradisi dan kitab yang berbeda, untuk menegaskan tentang nilai Kristus – Sang Batu penjuru itu. Bagi saya yang paling menonjol dan sangat relevan bagi kita saat ini adalah penghargaan yang sangat tinggi yang diberikan Petrus kepada Yesus, Sang Batu penjuru itu. Ia mengutip misalnya, Yesaya 28:16, untuk menegaskan Kristus itu adalah pusat semua penyembahan (diletakkan di Sion), Kristus itu digambarkan sebagai batu terpilih dan mahal. Penilaian ini sangat penting. Jika kita tak menghargai Kristus setinggi-tingginya di hidup kita, bagaimana kita akan tergerak menyembahnya dengan benar dan penuh ketakjuban dan rasa hormat? Bayangkan jika gereja-umat Allah-melangkah ke rumah Tuhan dengan rasa takjub akan kasih-Nya! Bayangkan seperti apa umat Tuhan yang menilai Kristus itu sangat berharga dan mahal? Umat itu akan sangat menghargai sebuah ibadah, sebuah persekutuan, dan ia akan berusaha menjaga dirinya, menjaga umat Tuhan yang lain juga. Ia akan terpanggil untuk menjadi batu hidup yang dipergunakan untuk membangun suatu bangunan rohani, membangun gereja-Nya.

    Tak berhenti di situ, umat yang sudah mengecap kebaikan Tuhan, umat yang rindu bertumbuh di dalam Dia, akan tergerak menjadi pribadi yang memberitakan pekerjaan-pekerjaan besar-Nya di dunia. Lihat, dunia ini terus berubah, bahkan semakin bobrok dalam segala hal. Masih banyakkah umat Tuhan yang mau memberitakan pekerjaan-pekerjaan besar-Nya di dunia ini? Ataukah sekarang gereja hanya ramai, sibuk, dan penuh puji-pujian penyembahan kepada Allah dalam ibadah yang terbatas di gedung gereja?

    Dunia yang terus berubah ini, butuh gereja Tuhan, butuh saya dan saudara. Butuh orang-orang yang menghargai Kristus setinggi-tingginya di hidupnya, dan yang tergerak mempersembahkan diri bagi kemuliaan-Nya. Maukah saudara? (DM)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...