Ibadah Online
Renungan Harian
-
“… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Matius 16:23c)
“Mencla-mencle” adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti ”tidak konsisten”. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang perkataannya tidak dapat dipegang. Hari ini ia berkata A, besok berkata B, dan lusa mengatakan hal yang berbeda lagi. Ketidakkonsistenan seseorang tentu memiliki penyebab. Salah satunya adalah pertimbangan mengenai apa yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.
Yesus pernah bertanya kepada Petrus tentang siapa diri-Nya. Pada waktu itu, Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Yesus membenarkan jawaban Petrus sambil menegaskan bahwa pengakuan tersebut berasal dari Allah sendiri (Mat. 16:17). Namun, ketika Yesus menjelaskan bahwa Mesias harus menderita, Petrus justru bereaksi berbeda. la menarik Yesus ke samping dan menegur-Nya, sambil mengatakan bahwa penderitaan itu sekali-kali tidak akan menimpa Yesus. Atas sikap tersebut, Yesus memberikan peringatan keras kepada Petrus dan memintanya untuk berdiri di belakang-Nya. Petrus menunjukkan sikap yang tidak konsisten karena ia lebih memikirkan apa yang menguntungkan dirinya sendiri. la menginginkan Yesus sebagai Mesias menurut versinya: seorang penakluk dan penguasa baru. Dengan demikian, ia berharap memperoleh keuntungan dari harapannya tersebut.
Ketika kepentingan atau keuntungan pribadi menjadi tujuan utama, hal itu akan tecermin dalam perkataan dan sikap kita yang mencla-mencle. [Pdt. Nanang]
DOA:
Ya Tuhan, tolonglah kami untuk dapat memahami dan melakukan kehendak-Mu dengan konsisten. Amin.Ayat Pendukung: Kel. 4:10-31; Mzm. 83:1-4, 13-18; Why. 3:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Petrus baru saja mengaku bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Namun ketika Yesus mulai menjelaskan bahwa la harus pergi ke Yerusalem, menderita, dibunuh, dan dibangkitkan, Petrus menarik-Nya ke samping dan menegur-Nya. la menerima gelar Mesias, tetapi menolak jalan yang akan ditempuh Sang Mesias.
Jawaban Yesus terdengar sangat keras: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku.” Namun ada detail yang mudah terlewat. Secara harfiah Yesus berkata, “Pergilah ke belakang-Ku.” Sesudah itu la berkata kepada para murid, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Ungkapan “di bclakang-Ku” muncul kembali.
Petrus telah berpindah tempat.Seorang murid semestinya berjalan di belakang gurunya, tetapi Petrus maju ke depan dan mencoba menentukan jalan bagi Yesus. la menginginkan kemuliaan tanpa penderitaan, kemenangan tanpa penyerahan diri. Yesus menyuruhnya kembali ke tempat seorang murid: di belakang Sang Guru.
Di sanalah makna menyangkal diri mulai terlihat. Yesus tidak mengajarkan kebencian terhadap diri sendiri. la meminta para murid melepaskan tuntutan untuk mengendalikan jalan-Nya dan menjadikan keselamatan diri sebagai ukuran tertinggi. Salib pada masa itu juga bukan sebutan bagi setiap kesulitan kecil. Salib adalah alat kekuasaan Romawi untuk mempermalukan dan mematikan. Memikul salib berarti tetap setia kepada jalan Kristus sekalipun kesetiaan itu menuntut harga.
Karena itu, teks ini tidak boleh dipakai untuk menyuruh korban kekerasan bertahan dalam penindasan. Salib bukan pembenaran bagi penderitaan yang dipaksakan orang lain. Salib adalah bentuk kehidupan yang mengikuti Yesus: berani kehilangan keuntungan, status, atau rasa aman demi kasih dan kebenaran Allah.
Kita biasanya meminta Yesus memberkati jalan yang sudah kita pilih. Dalam perikop ini, Yesus memanggil kita kembali ke belakang-Nya. Kita mungkin tidak melihat seluruh jalan dan tidak memperoleh jalan pintas. Namun kita mengikuti Dia yang berjalan menuju salib dan kebangkitan. Di belakang-Nya, kehilangan bukan kata terakhir. (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




