Ibadah Online
Renungan Harian
-
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang meneguhkan aku. (Mazmur 23:4)
Gada atau tongkat memiliki banyak fungsi. Di tangan seorang gembala, tongkat dapat digunakan untuk menopang langkahnya di daerah berbatu. Tongkat juga dipakai untuk mengarahkan hewan gembalaan. Bahkan, tongkat dapat dipakai untuk memukul hewan yang nakal agar tertib dan tetap berada dalam barisan. Gembala juga memakai gada dan tongkat untuk menghalau hewan liar yang berbahaya bagi domba-dombanya.
Menarik untuk menyimak apa yang ditulis oleh pemazmur: “Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang meneguhkan aku.” Pemazmur melihat dirinya seperti domba, dan TUHAN adalah gembalanya. Sekalipun ia berada di dalam lembah kekelaman atau dalam situasi gelap, suram, penuh bahaya, dan ancaman, gada dan tongkat sang gembala membuatnya tenang. Pemazmur merasakan kehadiran TUHAN sebagai gembala yang menuntun, memelihara, dan menyediakan apa yang dibutuhkan. Karena itu, dengan gada dan tongkat TUHAN, pemazmur merasa aman dan tenang.
Sahabat, kita bagaikan domba yang dituntun oleh gembala, yaitu Tuhan Yesus. Sang Gembala menuntun kita dengan gada dan tongkat-Nya. Kadang kita merasa firman Tuhan seperti tongkat yang keras memukul kita. Namun, sesungguhnya gada dan tongkat Tuhan juga melindungi dan menghalau kita dari bahaya. Tuhan, Sang Gembala yang baik, selalu menyertai dan menjaga kita. Karena itu, kita pun menjadi tenang dan teguh. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]
REFLEKSI:
Ketenangan itu datang dari keyakinan. Keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai, akan membuat hati dan pikiran kita tenang.Ayat Pendukung: 1 Sam. 15:10-21; Mzm. 23; Ef. 4:25-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Perempuan itu datang ke sumur ketika matahari sedang tinggi. Bukan waktu yang lazim. Biasanya orang mengambil air di pagi atau sore. Siang hari terlalu panas, terlalu menyengat. Mungkin ia memilih waktu itu supaya tidak bertemu siapa-siapa. Tidak perlu bertukar sapa. Tidak perlu menangkap tatapan yang terasa seperti penghakiman kecil yang sudah akrab ia terima setiap hari.
Saya membayangkan lorong hidupnya sudah cukup panjang. Lima kali gagal membangun relasi. Tinggal dengan seseorang yang bahkan tidak disebut suami. Kita sering membaca bagian itu dengan cepat, seolah-olah hanya data moral belaka. Padahal di baliknya pasti ada lelah. Ada kecewa. Ada rasa tidak cukup. Mungkin juga rasa gagal.
Tetapi menariknya, Yesus tidak memulai percakapan dengan ceramah panjang dan perintah pertobatan. Ia justru memulai dengan permintaan sederhana: “Berilah Aku minum.” Percakapan itu pelan-pelan masuk ke wilayah yang lebih dalam. Tentang air. Tentang haus. Tentang hidup yang tidak pernah benar-benar terpuaskan.
Lalu Yesus menyebut masa lalunya. Tidak dengan nada keras. Tidak dengan ancaman. Ia menyebutnya begitu saja, seperti seseorang yang tahu dan tetap tinggal. Lorong gelap itu tidak dihindari. Ia justru dilalui bersama.
Saya sering ingin Tuhan hanya mengambil bagian baik dalam hidup saya. Yang sudah rapi. Yang bisa dipresentasikan. Tetapi perempuan itu belajar sesuatu siang itu: Allah tidak takut pada sejarah kita. Ia masuk ke dalamnya.
Mungkin pulang bukan berarti masa lalu dihapus. Mungkin pulang berarti kita berani berdiri di hadapan-Nya, tanpa lagi bersembunyi di jam-jam sepi.
Adakah bagian hidup Anda yang selama ini Anda hindari, padahal mungkin justru di sanalah Yesus sedang menunggu untuk berbicara dengan Anda? (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



