Ibadah Online
Renungan Harian
-
Maka orang-orang yang tinggal di ujung-ujung bumi, kagum akan tanda-tanda mukjizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan berlalunya senja. Kaubuat bersorak-sorai. (Mazmur 65:9)
Doni berjalan menuju ladang jagungnya. Dia merasakan sejuknya embun pagi membasahi kulitnya. Barisan jagung mulai meninggi, hijau segar, menjanjikan panen yang melimpah. Seketika, ia teringat bahwa beberapa bulan yang lalu ia sempat merasa khawatir karena musim kemarau cukup panjang. Namun, hujan datang tepat waktu menyirami tanah yang gersang. Doni tahu, semua kerja kerasnya menanam dan merawat jagung tidak akan berarti tanpa berkat dari Allah. Doni sadar kepada kuasa yang lebih besar dari usahanya sendiri.
Kemuliaan Allah nyata dalam segenap ciptaan-Nya. Pemazmur mengakui bahwa hasil panen bukan usaha manusia semata. Allah yang memelihara dan memberkati. Pemeliharaan kasih ilahi tidak pernah kering. Kebaikan Allah nyata melalui seluruh alam ciptaan-Nya. Pemazmur menyatakan bahwa semua orang di ujung bumi bersorak- sorai karena mukjizat-mukjizat Allah. Menghargai dan menjaga tatanan ciptaan adalah respons syukur yang berkenan bagi Allah.
Setiap detail pendukung kehidupan yang kita jumpai harus kita syukuri. Udara yang kita hirup, makanan dan minuman hari ini, pekerjaan, dan banyak yang lain. Mari jaga keadilan iklim dengan ikut serta memelihara lingkungan. Setiap tindakan kecil bagi terpeliharanya ekosistem lingkungan akan berdampak meluas. Peliharalah kelestarian air bersih. Kurangi pencemaran udara dan penumpukkan sampah. Muliakan Allah dengan merawat segenap ciptaan-Nya. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Tindakan apa yang akan kita lakukan dalam merawat bumi yang Allah berkati dengan segala kebaikan?Ayat Pendukung: Kej. 30:25-36; Mzm. 65:8-13; Yak. 3:13-18
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Kita hidup di tengah budaya yang lebih mudah menghargai apa yang tampak daripada apa yang bertumbuh. Kita mengagumi keberhasiian yang besar, pencapaian yang cepat, dan kehidupan yang terlihat mengesankan. Tanpa disadari, kita pun mulai menilai hidup dengan ukuran yang sama. Padahal, tidak semua yang bernilai langsung terlihat. Melalui tiga perumpamaan, Yesus mengajarkan cara pandang yang berbeda tentang Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah diibaratkan seperti biji sesawi. Benih itu sangat kecil, tetapi ketika bertumbuh menjadi tempat berlindung bagi banyak burung. Yesus mengingatkan bahwa karya Allah sering kali dimulai dari hal-hal sederhana yang mudah diabaikan. Kesetiaan dalam berdoa, membaca firman, mengampuni, berkata jujur, dan mengasihi sesama mungkin tidak menarik perhatian banyak orang, tetapi justru melalui kesetiaan kesetiaan kecil itulah Allah membentuk kehidupan kita.
Kerajaan Allah juga seperti harta yang terpendam. Ketika seseorang menemukannya, ia rela melepaskan segala miliknya karena menyadari bahwa harta itu jauh lebih berharga daripada apa pun yang dimilikinya. Demikian pula ketika seseorang sungguh sungguh menemukan Kristus, cara pandangnya terhadap hidup berubah. Pekerjaan, kekayaan, dan keberhasiian tetap memiliki tempatnya, tetapi semuanya tidak lagi menjadi pusat kehidupan. Kristus menjadi harta yang paling bernilai.
Perumpamaan tentang pukat mengingatkan bahwa pada akhirnya Allah akan menyatakan segala sesuatu. Hari ini mungkin tidak selalu tampak perbedaan antara yang hidup bagi Tuhan dan yang hidup bagi dirinya sendiri. Namun akan tiba saatnya Allah sendiri memisahkan dan menghakimi dengan adil. Karena itu, kehidupan orang percaya tidak diarahkan oleh penilaian manusia, melainkan oleh pengharapan akan kedatangan Kerajaan Allah yang sempurna.
Marilah kita tidak mudah berkecil hati ketika kesetiaan kita terasa kecil dan tidak diperhatikan. Jangan pula kehilangan arah karena tergoda mengejar hal-hal yang hanya tampak berharga di mata dunia. Teruslah memelihara kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, jadikan Kristus sebagai harta yang terutama, dan hiduplah dengan pandangan yang tertuju kepada Allah. Apa yang dikerjakan-Nya di dalam hidup kita mungkin belum terlihat hari ini, tetapi pada waktunya akan dinyatakan menurut kehendak-Nya. Amin. (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




