Ibadah Online
Renungan Harian
-
Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang yang takut akan TUHAN. (Mazmur 128:4)
Sering kali penulis bertanya kepada anak-anak muda yang sudah lama berpacaran dan usianya sudah cukup untuk berumah tangga, “Kapan rencana menikah?” Biasanya jawabannya kurang lebih sama, “Wah, masih lama. Soalnya, kami sedang bekerja keras untuk mempersiapkan biaya berumah tangga yang tidak sedikit.”
Tentu saja, untuk memulai kehidupan rumah tangga dibutuhkan persiapan. Namun, sesungguhnya kehidupan rumah tangga dimulai dari kehidupan pribadi suami dan istri yang benar di hadapan Allah. Menurut pemazmur, rumah tangga akan diberkati apabila hidup dalam takut akan TUHAN dan hidup menurut jalan-jalan-Nya. Hal itu dimulai dari suami sebagai kepala keluarga sekaligus pemimpin rohani bagi keluarganya yang mengarahkan anggota keluarganya kepada jalan-Nya. Orang yang takut akan TUHAN akan mengalami kebahagiaan. Kebahagiaan sejati tidak datang dari kelimpahan materi, melainkan bersumber dari relasi yang menghormati dan takut akan TUHAN dengan sungguh-sungguh.
Kita diingatkan bahwa takut akan Tuhan adalah dasar penting bagi tiap rumah tangga untuk mengalami berkat Tuhan yang luar biasa. Karena itu, kepala keluarga perlu membimbing seluruh anggota keluarga untuk takut akan Tuhan dengan menjalankan perintah-Nya secara konsisten. Semuanya dimulai dari teladan orang tua yang menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. [Pdt. Melani Ajub, S.Th., M.Pd.]
REFLEKSI:
Berkat atas rumah tangga akan mengalir atas orang-orang yang takut akan Tuhan dan hidup menurut perintah-Nya.Ayat Pendukung: Yos. 4:1-24; Mzm. 128; 1 Tes. 2:13-20
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Sasaran kritik Yesus yang paling tajam bukanlah orang yang tidak beragama, melainkan orang beragama, tepatnya para pemimpin agama. Bacaan kita memperlihatkan bagaimana Yesus menegur para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus mengecam orang-orang yang sungguh saleh, bukan karena la tidak menyukai kesalehan. Ajaran yang muncul dari kesalehan sungguh penting. Yesus sendiri berujar, “lakukan dan peliharalah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu” (ay. 3a), tetapi la segera menambahkan, “tetapi jangan turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (ay. 3b). Jadi, masalah kesalehan bukanlah terletak pada ajaran yang muncul dari dalamnya, melainkan pada kenyataan bahwa mereka yang mengaku diri saleh dan mengajarkan kesalehan ternyata tidak mempraktikkan apa yang mereka sendiri ajarkan. Kritik Yesus ini tentu berlaku juga untuk kita. Kita terlalu gemar mengatakan yang benar, tetapi terlalu jarang melakukan apa yang kita katakan. Tutur laku kita kerap tidak membenarkan dan malah berlawanan dengan apa yang menjadi tutur kata kita.
Kritik Yesus tidak berhenti pada inkonsistensi ajaran dan kehidupan para pemimpin agama itu. la melanjutkannya dengan kritik atas kesalehan yang dimanfaatkan untuk meraup kedudukan sosial yang lebih tinggi. Siapa yang tak suka dihormati? Siapa yang tak gembira ketika disanjung? Masalahnya, kesalehan yang dipertontonkan oleh para pemimpin agama itu justru mereka manfaatkan bukan untuk mempermuliakan Allah, melainkan untuk menyusun sebuah tangga yang menjulang, dan mereka menaiki tangga itu dengan pongah, sembari menginjak kepala sesama di bawahnya.
Sungguh, kesalehan yang tidak dihidupi dan yang menyengsarakan sesama adalah kesalehan yang berbahaya. Kita perlu memeriksa diri terus-menerus agar tidak terjatuh ke dalam kubangan yang sama. Sebab, jika itu terjadi, kita harus bersiap siap menerima kecaman Yesus. Lebih dari itu, mari menyambut sapaan Injil hari ini, yaitu menjadi saudara yang setara, yang bersama-sama memperjuangkan kesalehan yang benar. Kesalehan yang sejati tidak membangun tangga untuk naik, tetapi turun berlutut melayani. Di situlah iman menjadi sebentuk kerendahan hati yang membebaskan. (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



