Ibadah Online
Renungan Harian
-
Supaya pada masa yang akan datang la menunjukkan kepada kita kekayaan anugerah-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. (Efesus 2:7)
Bella terjatuh dari perahu saat sedang berwisata di Tanjung Uban. Pemandu wisata segera terjun ke air dan menariknya kembali ke atas perahu. Setelah Bella berhasil diselamatkan, ia dan keluarganya diajak mampir ke rumah pemandu wisata tersebut. Di sana, Bella diberi pakaian ganti dan makanan. Pemandu yang menyelamatkannya itu tidak hanya menolong pada saat genting, tetapi juga melimpahkan kebaikan kepada Bella dan keluarganya.
Paulus menggambarkan bahwa kita dahulu mati karena pelanggaran dan dosa, serta layak menerima murka Allah. Namun, Allah yang kaya akan rahmat telah menghidupkan kita bersama Kristus. Kasih karunia Allah bukan hanya untuk menyelamatkan kita dari masa lalu yang kelam, tetapi juga untuk menyatakan kebaikan-Nya yang tiada habisnya sepanjang masa. Kita adalah bukti hidup dari kemurahan hati Allah—dari kekosongan menuju kepenuhan, dari kematian menuju kehidupan, dari hukuman menuju anugerah.
Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa hidup kita bukan sekadar diselamatkan untuk bertahan, melainkan untuk menjadi cermin kasih karunia Allah. Kita hidup untuk memancarkan kemurahan-Nya melalui sikap penuh syukur, tindakan kasih, dan kehidupan yang penuh pengharapan. Ketika kita menyadari betapa besarnya kasih karunia yang telah dan terus dilimpahkan kepada kita, kita pun terdorong untuk memperlakukan sesama dengan belas kasih yang sama. [Pdt. Natanael Setiadi]
REFLEKSI:
Anugerah Tuhan bukan sekadar masa lalu, tetapi janji yang terus dinyatakan sepanjang masa.Ayat Pendukung: 2 Raj. 2:1-12; Mzm. 93; Ef. 2:1-7
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
“Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” Tulis Sang Rasul. Di tengah pergumulan dan penderitaan yang ditanggung umat saat itu, Petrus tahu, mereka perlukan ini. Penderitaan yang umat alami, terjadi karena mereka menjadi orang percaya. Menjadi pribadi yang menyembah Yesus. Menjadi orang yang hidupnya ’diwarnai’ oleh darah Kristus. Penting sekali bagi mereka saat itu, tidak hanya mendengar tentang pengorbanan Kristus yang mahal dan berharga, tetapi benar-benar mengkhususkan-menguduskan Yesus Kristus itu di dalam hatinya sebagai Tuhan. Bukan sekadar manusia yang baik, manusia yang lembut, manusia yang mau berkorban dan menanggung derita dengan tubuh-Nya sendiri. Tetapi Kristus itu sungguh Tuhan. Pusat hidup orang percaya. Arah langkah orang percaya. Tuhan, pemilik hidup mereka.
”Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” Tulis Sang Rasul. Bukan tanpa makna. Apa pentingnya menaruh Kristus, mengkhususkannya di hati? Keyakinan bukanlah sekadar tahu. Keyakinan menggerakkan langkah, dan menentukan keteguhan saat melangkah. Keyakinan di dalam hati atas sesuatu yang dijalani, membuat seseorang lebih kuat menanggung konsekuensinya. Ia lebih mampu menjalaninya. Ia memiliki perspektif yang berbeda melihat sekelilingnya, juga dirinya. Keraguan membuat orang gelisah, bisa jadi tetap melangkah tetapi mudah goyah, tak tahan menjalani konsekuensi yang ada. Maka, Petrus sengaja mengingatkan umat yang dilayaninya. Jangan sekadar tahu, jangan sekadar mendengar, tetapi taruh Kristus di tempat khusus di hatimu sebagai Tuhan!
Kini, di jaman yang penuh pandangan hidup dari berbagai sumber, di tengah gempuran informasi dan pengaruh, di tengah tawaran menggiurkan, siapakah yang kita berikan tempat khusus di hati kita? Untuk kita, jemaat Tuhan, sungguh – sungguhkah sudah ada Kristus, di ruang khusus hati kita sebagai Tuhan? Sebagai penentu seluruh arah langkah kita? Sebagai pusat hidup kita? Sebagai Tuhan, persona yang di hadapan-Nya tangan kita tertangkup, kepala kita tertunduk, hati kita merendah menyembah-Nya? Hari ini, biarlah suara dari surat Rasul Petrus ini menggema di hati kita lagi, ”Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” Banyak hal di jaman ini yang juga bisa membuatmu menderita sebagai orang yang percaya pada Kristus. Kiranya saudara tak bimbang lagi mengarahkan seluruh hidup kepada-Nya. Berani dan mampu menanggung segala konsekuensi sebagai orang percaya yang menyembah Kristus Tuhan, dari hati terdalam. (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


