Ibadah Online
Renungan Harian
-
Selidikilah aku, ya Allah, dan selamilah hatiku, ujilah aku dan ketahuilah pikiran-pikiranku; (Mazmur 139:23)
Maya duduk hening di bangku taman. Berbagai pemikiran berkecamuk dalam benaknya. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal—sebuah kegelisahan yang tidak dapat dijelaskan. Maya tahu, ada bagian dari dirinya yang tersembunyi bahkan dari dirinya sendiri. Ia mendambakan kedamaian, namun seolah ada dinding tak kasat mata yang menghalanginya. Tiba-tiba, ia merasa sangat kecil dan sendirian. Adakah yang sungguh mengenalnya secara utuh?
Allah mengenal setiap sisi kehidupan manusia: pikiran, langkah, hingga perasaan terdalam setiap orang. Allah hadir mengiringi umat-Nya dalam setiap tempat. Dia tidak pernah menjauh, bahkan dalam kegelapan dan kesesakan batin. Daud memohon dengan rendah hati dan berani agar diperiksa secara menyeluruh oleh Allah. Ia memohon supaya hati dan pikirannya dituntun oleh kehendak Allah. Ini adalah sikap pertobatan dan penyerahan diri yang penuh. Daud bersedia dicari, dikenal, dan ditebus sepenuhnya oleh Allah.
Mari buka hati untuk diselidiki Allah. Undanglah Dia memeriksa kedalaman batin kita. Akuilah setiap jalan yang keliru dan mintalah tuntunan-Nya. Nyatakan hal-hal tersembunyi serta luka hidup yang belum dipulihkan. Jangan bersembunyi atau berpura-pura. Terang kasih Allah sanggup merengkuh seluruh keberadaan diri kita. Lembutkan hati untuk menerima teguran yang mendidik. Dalam setiap proses yang ditempuh, percayalah bahwa Allah sedang menuntun kita di jalan yang kekal. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Apa yang akan kita lakukan hari ini sebagai wujud kesediaan dituntun oleh Allah di jalan yang kekal?Ayat Pendukung: Yes. 44:1-5; Mzm. 139:1-12, 23-24; Ibr. 2:1-9
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Minggu, 12 Juli 2026
MENDENGAR YANG MENGUBAH
Kejadian 25:19-34;Mazmur 119:105-112; Roma 8:1-11;Matius 13:1-9,18-23
Setiap hari kita mendengar begitu banyak hal: berita, percakapan, nasihat, bahkan firman Tuhan. Namun, tidak semua yang kita dengar mengubah hidup kita. Ada yang hanya lewat di telinga, ada yang kita simpan sesaat, lalu terlupakan. Ada pula firman yang benar-benar mengubah cara kita memandang Allah,diri sendiri dan sesama.
Pelayanan Yesus memperlihatkan kenyataan itu. Banyak orang mendengar pengajaran-Nya, menyaksikan mukjizat-Nya, bahkan melihat kuasa Allah bekerja secara nyata. Namun, tidak semua percaya. Orang Farisi memiliki pengetahuan yang luas tentang Kitab Suci, tetapi ketika Allah bekerja di luar cara yang mereka bayangkan, mereka justru menolak-Nya. Masalah mereka bukan kurang mendengar, melainkan mendengar untuk mempertahankan pemikiran sendiri.
Karena itu Yesus mulai mengajar melalui perumpamaan. Perumpamaan bukan sekadar cerita yang menarik. Melalui cerita, Yesus mengajak setiap orang berhenti sejenak, memeriksa hati dan bertanya: Apakah aku sungguh mau mendengarkan Allah atau hanya mencari pembenaran bagi pikiranku sendiri?
Perumpamaan tentang penabur menunjukkan bahwa benih yang ditaburkan selalu sama. Yang berbeda adalah tanah tempat benih itu jatuh. Demikian pula firman Tuhan. Firman-Nya tetap hidup dan penuh kuasa, tetapi respons setiap orang dapat berbeda. Ada yang menolaknya, ada yang menerimanya sebentar, ada yang membiarkan firman itu terhimpit oleh kekhawatiran hidup, dan ada yang memeliharanya hingga menghasilkan buah.
Kabar baiknya, Allah tidak pernah berhenti menabur. Kasih-Nya tidak bergantung pada kualitas tanah. Dengan kesetiaan-Nya, la terus berbicara, mengundang, dan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mendengar serta mengalami pembaruan hidup.
Karena itu, pertanyaan bagi kita bukanlah, “Apakah saya sudah mendengar firman Tuhan?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apakah saya bersedia membiarkan firman itu mengubah cara saya memandang Allah, diri saya dan dunia?”
Kiranya setiap kali kita membaca Alkitab, mengikuti ibadah, atau mendengar firman Tuhan, kita tidak berhenti pada pengetahuan baru. Sebaliknya, kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk membentuk hati yang rendah, terbuka, dan siap diubah sehingga hidup kita semakin menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan. Amin (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



