Ibadah Online
Renungan Harian
-
Sebab, bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. (Matius 10:20)
Mungkin kita pernah merasa tidak mampu berkata- kata ketika harus bersaksi, berdoa di depan umum, atau sekadar menghibur sahabat yang berduka. Mungkin kita juga pernah takut dan terdiam, tak mampu mengucapkan apa-apa pada saat harus mempertanggungjawabkan iman di hadapan mereka yang tak menyukai kita. Namun, justru di saat seperti itulah Tuhan bekerja seperti yang pernah dikatakan Yesus pada murid-murid-Nya.
Yesus tahu murid-murid-Nya akan menghadapi tantangan. Akan ada penolakan, bahkan penganiayaan. Pada masa sulit itu, para murid yang berada dalam ketakutan akan diminta berbicara atau bersaksi di depan banyak orang yang memusuhi. Namun, Dia tidak meninggalkan mereka sendiri. Yesus berkata, “Bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.” Itulah janji penghiburan kita hari ini.
Kita tidak perlu takut saat diutus Tuhan. Kita bukan diutus untuk bersinar sendiri, melainkan untuk memantulkan cahaya dari Roh Kudus yang hidup di dalam kita. Kita hanyalah bejana dan Tuhan yang mengisi. Tuhan yang mengalirkan kuasa-Nya melalui hidup kita. Kala kita harus bersaksi di tengah tekanan dan situasi yang menegangkan, sesungguhnya kata-kata yang kita ucapkan adalah dari Roh Kudus. Bukan kita yang harus pintar berkata-kata. Roh Kudus yang akan berkata-kata di dalam kita. Diamlah sejenak dan dengarkan suara-Nya. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, pakailah mulut dan hati kami. Kiranya Roh-Mu yang berbicara melalui hidup kami. Amin.Ayat Pendukung: Yer. 38:1-13; Mzm. 6; Mat. 10:5-23
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Setelah kisah pemanggilan dan pengutusan kedua belas murid minggu lalu, Yesus melanjutkan pengajaran-Nya mengenai hakikat kemuridan itu sendiri. “Seorang murid tidak lebih daripada gurunya ” (ay. 24). Yesus ingin menghadapkan para murid pada realitas pahit mengenai arti kemuridan sejati. Mereka diundang untuk menghilangkan ilusi bahwa menjadi seorang murid Kristus akan membuat mereka disukai orang banyak. Yesus sendiri ternyata difitnah, dihukum secara tidak adil, bahkan dibunuh. Maka, para murid tidak boleh menyangka bahwa mereka akan bernasib lebih baik. Singkatnya, tidak ada jaminan keamanan bagi setiap murid Kristus. Itu sudah pasti.
Namun, apa yang sama pastinya —bahkan lebih pasti —adalah bahwa hilangnya jaminan keamanan bagi seorang murid Kristus tidak berarti hilangnya cinta kasih Allah kepadanya. Maka, di ayat 29 dan 30, Yesus memberi penghiburan yang sangat terkenal mengenai burung pipit yang dipelihara oleh Allah dan mengenai kepastian bahwa Allah tidak akan membiarkan sehelai rambut pun akan jatuh di luar perhatian Bapa. Kita semua, kata Yesus, Sang Guru, “lebih berharga daripada banyak burung pipit ” (ay. 31). Pesannya sangat sederhana, namun kuat: Jangan takut!
Kata yang Yesus pakai adalah strouthion yang berarti burung kecil, tidak selalu berarti burung pipit. Yang pasti, itu adalah burung yang bernilai sangat rendah. Dua ekor dijual seduit (ay. 29). Di dalam Lukas 12:6 disebutkan lima ekor dijual dua duit. Jadi, bayangkan, seseorang yang membeli empat ekor dengan harga dua duit, masih akan menerima bonus satu ekor. Itu karena begitu murahnya harga burung kecil ini. Namun, Allah tetap memelihara mereka dengan cinta kasih … apalagi Anda! (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


