Ibadah Online
Renungan Harian
  • Terbuka Pada Perubahan

    Matius 11:16-19, 25-30

    Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

    Seorang pengrajin kayu telah puluhan tahun mengukir dengan tangan. Suatu hari, putranya yang baru lulus dari sekolah teknik menawarkan sebuah mesin. “Ayah bisa membuat lebih banyak produk dan meraih pasar yang lebih luas,” bujuk sang anak. Namun, sang ayah menolak. Baginya, penggunaan mesin tersebut mengurangi nilai seni dan sentuhan pribadi. la lebih memilih berkutat dengan pahat tradisionalnya karena khawatir mesin itu akan merenggut esensi dari pekerjaannya.

    Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus diutus oleh Allah untuk membawa pembaruan hidup bagi umat, serta memperkenalkan perjanjian yang baru. Namun, banyak orang pada masa itu, khususnya para pemuka agama Yahudi, menunjukkan sikap keras hati. Mereka lebih memilih berpegang pada pemberlakuan hukum Taurat secara ketat. Yesus Kristus menyayangkan sikap yang memberatkan tersebut. la mengundang orang-orang yang letih lesu dan terbeban oleh tuntutan hukum Taurat untuk datang kepada- Nya. Melalui pengajaran dan karya kasih-Nya, mereka dijanjikan kelegaan jiwa.

    Mengubah cara berpikir demi kehidupan yang lebih baik memang tidak mudah. Sering kali, kebiasaan lama atau tradisi lebih mendominasi. Terlebih lagi jika pembaruan datang dari generasi muda atau orang baru. Berhati-hatilah agar kita tidak bersikap keras kepala. Terbukalah terhadap perubahan yang telah teruji kebenarannya, berpotensi membangun, dan membawa kita kepada kelegaan hidup yang dihadirkan oleh Kristus. [Pdt. Essy Eisen]

    REFLEKSI:
    Kebiasaan apa yang selama ini membebani dan membuat kita letih lesu serta butuh dilegakan oleh kasih karunia Kristus?

    Ayat Pendukung: Za. 9:9-12; Mzm. 145:8-14; Rm. 7:15-25; Mat. 11:16-19, 25-30
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • ALLAH YANG TIDAK BISA DIKONTROL

    Kejadian 24:34 - 38, 42 - 49, 58 - 67; Mazmur 45:11- 18; Roma 7:15- 25; Matius 11:16 - 19, 25- 30

    Setiap orang memiliki keinginan agar hidup berjalan sesuai harapan. Tidak heran jika kita berusaha mengendalikan banyak hal: keluarga, pekerjaan, masa depan, bahkan Tuhan. Tanpa disadari, kita mulai berharap Allah bekerja menurut cara dan waktu yang kita inginkan. Doa menjadi rumus, pelayanan menjadi syarat memperoleh berkat, dan iman berubah menjadi usaha untuk memastikan hidup berjalan sesuai rencana kita.

    Namun Yesus menunjukkan bahwa persoalannya bukan karena Allah tidak bekerja. Sering kali kitalah yang menolak karya-Nya karena tidak sesuai dengan harapan kita. Orang-orang pada zaman Yesus menolak Yohanes Pembaptis maupun Yesus sendiri. Bukan karena keduanya salah, melainkan karena keduanya tidak memenuhi ekspektasi mereka.

    Mengapa kita begitu ingin mengendalikan Allah? Sering kali jawabannya adalah ketakutan: takut gagal, takut kehilangan, takut masa depan, atau takut tidak dihargai. Ketakutan membuat kita ingin memegang kendali atas segala sesuatu.

    Di tengah kelelahan itu, Yesus tidak datang dengan tuntutan, melainkan dengan undangan: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Iman bukanlah kemampuan mengendalikan Allah, melainkan keberanian mempercayakan hidup kepada Allah yang hidup. Kita mungkin tidak selalu memahami jalan-Nya, tetapi kita dapat percaya bahwa kasih dan pemeliharaan-Nya tidak pernah meninggalkan kita. Kiranya sepanjang minggu ini kita belajar melepaskan keinginan untuk mengendalikan Allah dan semakin membuka hati untuk berjalan mengikuti kehendak-Nya. (DVA)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...