Ibadah Online
Renungan Harian
-
Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Arahkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku! (Mazmur 102:3)
Ada berbagai reaksi yang kerap muncul saat seseorang mengalami masalah. Sering kali, orang yang mengalami masalah akan merasa kehilangan harapan dan semangat. Namun, banyak juga yang berdoa kepada Tuhan dan memohon pertolongan.
Pemazmur dalam bacaan kita hari ini juga sedang menghadapi kesengsaraan. Ia berada dalam keadaan lemah, lesu, dan tidak bersemangat. Namun, ada satu hal penting yang dilakukannya, yakni berseru dan berharap kepada TUHAN. Ia meyakini bahwa TUHAN akan bertindak dan menolongnya. Oleh sebab itu, pada ayat 13-17, pemazmur mengungkapkan keyakinannya pada tindakan yang akan TUHAN lakukan. Bahkan, ia percaya bahwa pada waktunya bangsa-bangsa akan takut dan menghormati nama TUHAN.
Kehidupan ini kerap diwarnai oleh persoalan. Persoalan menjadi penanda bahwa kita sungguh hidup. Bacaan firman hari ini mengajak kita untuk tidak menyerah dalam menghadapi berbagai masalah. Hal ini tentu tidak meniadakan pergumulan batin dan pikiran yang dialami oleh mereka yang sedang berada dalam kesengsaraan. Bagaimanapun juga, kita adalah manusia yang rapuh ketika berada dalam tekanan. Oleh karena itu, dalam situasi bergumul, sangat penting bagi kita untuk tetap berharap kepada Tuhan agar la memberi kelepasan. Pemazmur meyakini dan mengalaminya. Bagaimana dengan Saudara? Maukah Saudara meyakini dan kelak mengalami kuasa pertolongan-Nya? [Pdt. Natanael Setiadi]
REFLEKSI:
Berharap kepada Tuhan bukan berarti segalanya akan mudah, melainkan berarti kita tidak berjalan sendiri.Ayat Pendukung: Kel. 13:17-22; Mzm. 102:1-17; Kis. 7:17-40
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Pernahkah saudara berpikir, untuk apakah gereja ada? Seperti apakah gereja yang bertumbuh itu?
Petrus dalam suratnya, dalam perikop kita hari ini setidaknya bicara 2 hal, yang pertama Kristus dia metaforakan sebagai batu hidup-batu penjuru yang terpilih, berharga dan mahal. Yang ke dua, dia mendorong umat Allah untuk menjadi batu hidup yang dipergunakan untuk pembangunan suatu bangunan Rohani dan memberitakan perbuatan-perbuatan besar Allah di hidupnya.
Tentu, Kristus sang batu hidup-batu penjuru itu harus jadi kiblat dalam seluruh laku hidup menggereja. Lihat, bagaimana Petrus mengutip tiga ayat dari tradisi dan kitab yang berbeda, untuk menegaskan tentang nilai Kristus – Sang Batu penjuru itu. Bagi saya yang paling menonjol dan sangat relevan bagi kita saat ini adalah penghargaan yang sangat tinggi yang diberikan Petrus kepada Yesus, Sang Batu penjuru itu. Ia mengutip misalnya, Yesaya 28:16, untuk menegaskan Kristus itu adalah pusat semua penyembahan (diletakkan di Sion), Kristus itu digambarkan sebagai batu terpilih dan mahal. Penilaian ini sangat penting. Jika kita tak menghargai Kristus setinggi-tingginya di hidup kita, bagaimana kita akan tergerak menyembahnya dengan benar dan penuh ketakjuban dan rasa hormat? Bayangkan jika gereja-umat Allah-melangkah ke rumah Tuhan dengan rasa takjub akan kasih-Nya! Bayangkan seperti apa umat Tuhan yang menilai Kristus itu sangat berharga dan mahal? Umat itu akan sangat menghargai sebuah ibadah, sebuah persekutuan, dan ia akan berusaha menjaga dirinya, menjaga umat Tuhan yang lain juga. Ia akan terpanggil untuk menjadi batu hidup yang dipergunakan untuk membangun suatu bangunan rohani, membangun gereja-Nya.
Tak berhenti di situ, umat yang sudah mengecap kebaikan Tuhan, umat yang rindu bertumbuh di dalam Dia, akan tergerak menjadi pribadi yang memberitakan pekerjaan-pekerjaan besar-Nya di dunia. Lihat, dunia ini terus berubah, bahkan semakin bobrok dalam segala hal. Masih banyakkah umat Tuhan yang mau memberitakan pekerjaan-pekerjaan besar-Nya di dunia ini? Ataukah sekarang gereja hanya ramai, sibuk, dan penuh puji-pujian penyembahan kepada Allah dalam ibadah yang terbatas di gedung gereja?
Dunia yang terus berubah ini, butuh gereja Tuhan, butuh saya dan saudara. Butuh orang-orang yang menghargai Kristus setinggi-tingginya di hidupnya, dan yang tergerak mempersembahkan diri bagi kemuliaan-Nya. Maukah saudara? (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



