Ibadah Online
Renungan Harian
-
Namun, berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. (Matius 13:16)
Budi termenung. Langit senja seolah melukiskan kerinduan dalam hatinya. Ia sering merasa ada sesuatu yang lebih besar di balik hiruk-pikuk keseharian. Sebuah kebenaran yang terasa samar, tetapi begitu memikat. Budi telah membaca banyak buku dan mendengarkan berbagai ceramah. Namun, rasa hampa itu tetap ada. Ia ingin memahami rahasia tersembunyi yang tak terjangkau akal semata. Siapa yang akan menunjukkan kepadanya jalan menuju pemahaman yang sejati?
Allah melalui Yesus Kristus membuka rahasia Kerajaan Surga. Mereka yang mau mendengar akan menerima. Yesus menggunakan perumpamaan bukan untuk menyembunyikan kebenaran. Yesus menguji kesiapan hati orang-orang yang sungguh ingin mengenal Allah. Murid- murid disebut berbahagia karena mereka mendengar dengan hati yang diterangi kasih karunia. Mereka bukan sekadar menonton, tetapi bersedia menerima dan melakukan apa yang disabdakan.
Anugerah untuk melihat dan mendengar tentang Kerajaan Surga diberikan kepada orang yang rendah hati. Jangan biarkan firman yang disabdakan lewat begitu saja. Sambutlah dengan hati yang bersedia diubahkan. Peliharalah mata dan telinga rohani untuk melekat pada firman Allah. Mulailah dengan kerendahan hati. Tetaplah memohon dan bersedia dipimpin oleh Roh Kudus dalam memahami jalan Tuhan. Kita pasti berbahagia ketika dimampukan melihat dan mendengar kebenaran yang dinyatakan Kristus. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Apa kita cukup rendah hati untuk dimampukan menemukan makna berharga dalam setiap firman yang disabdakan?Ayat Pendukung: Ams. 11:23-30; Mzm. 92; Mat. 13:10-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Minggu, 12 Juli 2026
MENDENGAR YANG MENGUBAH
Kejadian 25:19-34;Mazmur 119:105-112; Roma 8:1-11;Matius 13:1-9,18-23
Setiap hari kita mendengar begitu banyak hal: berita, percakapan, nasihat, bahkan firman Tuhan. Namun, tidak semua yang kita dengar mengubah hidup kita. Ada yang hanya lewat di telinga, ada yang kita simpan sesaat, lalu terlupakan. Ada pula firman yang benar-benar mengubah cara kita memandang Allah,diri sendiri dan sesama.
Pelayanan Yesus memperlihatkan kenyataan itu. Banyak orang mendengar pengajaran-Nya, menyaksikan mukjizat-Nya, bahkan melihat kuasa Allah bekerja secara nyata. Namun, tidak semua percaya. Orang Farisi memiliki pengetahuan yang luas tentang Kitab Suci, tetapi ketika Allah bekerja di luar cara yang mereka bayangkan, mereka justru menolak-Nya. Masalah mereka bukan kurang mendengar, melainkan mendengar untuk mempertahankan pemikiran sendiri.
Karena itu Yesus mulai mengajar melalui perumpamaan. Perumpamaan bukan sekadar cerita yang menarik. Melalui cerita, Yesus mengajak setiap orang berhenti sejenak, memeriksa hati dan bertanya: Apakah aku sungguh mau mendengarkan Allah atau hanya mencari pembenaran bagi pikiranku sendiri?
Perumpamaan tentang penabur menunjukkan bahwa benih yang ditaburkan selalu sama. Yang berbeda adalah tanah tempat benih itu jatuh. Demikian pula firman Tuhan. Firman-Nya tetap hidup dan penuh kuasa, tetapi respons setiap orang dapat berbeda. Ada yang menolaknya, ada yang menerimanya sebentar, ada yang membiarkan firman itu terhimpit oleh kekhawatiran hidup, dan ada yang memeliharanya hingga menghasilkan buah.
Kabar baiknya, Allah tidak pernah berhenti menabur. Kasih-Nya tidak bergantung pada kualitas tanah. Dengan kesetiaan-Nya, la terus berbicara, mengundang, dan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mendengar serta mengalami pembaruan hidup.
Karena itu, pertanyaan bagi kita bukanlah, “Apakah saya sudah mendengar firman Tuhan?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apakah saya bersedia membiarkan firman itu mengubah cara saya memandang Allah, diri saya dan dunia?”
Kiranya setiap kali kita membaca Alkitab, mengikuti ibadah, atau mendengar firman Tuhan, kita tidak berhenti pada pengetahuan baru. Sebaliknya, kita memberi ruang bagi Roh Kudus untuk membentuk hati yang rendah, terbuka, dan siap diubah sehingga hidup kita semakin menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan. Amin (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



