Ibadah Online
Renungan Harian
-
Segenap jalan yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup dan baik keadaanmu serta tinggal lama di negeri yang akan kamu duduki. (Ulangan 5:33)
Tidak ada seorang pun yang menginginkan hal buruk terjadi dalam hidupnya. Setiap orang berharap kehidupan yang dijalaninya berjalan baik. Oleh karena itu, orang mencari dan memilih sesuatu yang dapat menjadi jaminan agar tetap hidup dalam keadaan baik. Ada yang memilih mengandalkan harta kekayaan, kedudukan, atau kekuasaan. Ada pula yang menjadikan ilmu dan pengetahuan sebagai jaminan. Namun, kenyataan membuktikan bahwa hal-hal tersebut tidak dapat menjadi jaminan yang pasti. Harta kekayaan dapat seketika lenyap. Kedudukan dan kekuasaan juga bukan jaminan. Demikian pula ilmu dan pengetahuan. Jika demikian, adakah sesuatu yang dapat menjamin keadaan baik dalam hidup kita?
Nasihat dalam teks Kitab Ulangan yang kita baca hari ini merupakan bagian dari firman yang disampaikan Musa kepada umat Israel di Gunung Sinai, dalam perjalanan dari tanah perbudakan menuju negeri perjanjian. Sepanjang perjalanan, dan khususnya di tanah Kanaan yang akan mereka masuki, terdapat begitu banyak godaan yang dapat menyesatkan umat dari jalan yang TUHAN tunjukkan. Padahal, jalan yang TUHAN tunjukkan itulah jalan kehidupan sejati karena TUHAN adalah sumber hidup sejati. Dialah yang menjadi jaminan bagi keadaan baik dalam hidup ini.
Oleh karena itu, umat Israel dan kita pada masa kini diajak untuk setia menjalani segala jalan yang diperintahkan TUHAN, supaya kita hidup dan keadaan kita menjadi baik. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]
DOA:
Bapa di surga, tolong kami agar kami mau dengan sungguh-sungguh menjalani segala jalan yang Tuhan tunjukkan. Amin.Ayat Pendukung: Ul. 5:22-6:3; Mzm. 119:49-56; 2 Kor. 5:17-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan luka yang disimpan bertahun-tahun. Rumah yang diuji bukan berarti rumah yang gagal. Justru melalui ujian, kita dapat melihat apakah rumah itu memiliki dasar yang kuat.
Dalam Matius 2t:33-46, Yesus menceritakan tentang seorang pemilik kebun anggur yang mempercayakan kebunnya kepada para penggarap. Masalahnya muncul ketika para penggarap lupa bahwa kebun itu bukan milik mereka. Mereka menerima kepercayaan, tetapi tidak menjalankan tanggung jawabnya.
Dalam kehidupan keluarga pun demikian. Rumah adalah pemberian dan kepercayaan Tuhan. Suami bukan hanya pemilik rumah, tetapi dipercayakan untuk mengasihi dan melindungi.Istri bukan hanya pengurus rumah, tetapi dipercayakan untuk membangun kehidupan Bersama.Orang tua dipercayakan untuk mendidik anak.
Anak-anak pun dipercayakan kepada keluarga untuk dikasihi dan dibimbing.Karena itu. keluarga bukan sekadar tempat tinggal.Keluarga adalah tempat Tuhan mempercayakan kasih-Nya untuk kita hidupi.Kapan rumah kita diuji?
Rumah kita diuji ketika kita berbeda pendapat. Apakah kita memilih berteriak atau berbicara dengan kasih? Rumah kita diuji ketika ada anggota keluarga melakukan kesalahan. Apakah kita memilih menghakimi atau belajar mengampuni? Rumah kita diuji ketika keadaan ekonomi sulit. Apakah kita saling menyalahkan atau saling menguatkan?
Rumah kita diuji ketika anak melakukan kesalahan. Apakah kita hanya memarahi, mau mendengarkan dan membimbing?
Rumah kita juga diuji ketika kita lelah. Apakah rumah menjadi tempat untuk saling menyembuhkan,atau justru menjadi tempat kita saling melukai?
Rumah yang kuat bukan rumah tanpa masalah. Rumah yang kuat adalah rumah yang ketika diuji, memilih kembali kepada Kristus. Mari mempraktikkannya dalam keluarga. Selamat memasuki bulan keluarga. (LS)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



