Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tetapi, aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)
Pernahkah Saudara mengalami kesulitan tidur? Kesulitan tidur tidak boleh dipandang remeh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau restless leg syndrome, dapat memicu masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan. Sebaliknya, tidur yang berkualitas dapat menjaga kesehatan mental tetap baik.
Sama seperti kebanyakan orang, Daud juga pernah mengalami kesulitan tidur. Rasa cemas, bahkan depresi, kerap menghantuinya. Lalu, apa yang dilakukannya? Daud menceritakan dengan jujur segala kegundahannya kepada TUHAN. Ia membuka diri dan bahkan meminta TUHAN menguji serta menyelidiki hatinya, apakah terdapat kejahatan di dalamnya. Ia merasa telah hidup benar, tetapi tetap saja ada orang-orang yang memburunya untuk mencelakakannya.
Pengalaman Daud dapat menimpa siapa saja, termasuk Saudara. Ketika Saudara gelisah, cemas, depresi, dan tidak dapat tidur, serta merasa diperlakukan tidak adil, janganlah menuruti keinginan untuk membalas. Jangan merencanakan pembalasan di tempat tidur Saudara. Belajarlah dari Daud: ceritakanlah semuanya kepada Tuhan. Bukankah kita memiliki Sahabat yang setia, yaitu Yesus Kristus? Ia mau mendengar dan menemani Saudara menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini. Percayalah seperti Daud percaya. Esok hari Saudara akan bangun dengan hati yang puas saat memandang “wajah-Nya”. [Pdt. Nanang]
DOA:
Ya Allah Bapa kami, janganlah kecemasan merusak pengharapan dan iman kami. Ajarlah kami untuk mengelolanya dengan bersandar penuh kepada-Mu. Amin.Ayat Pendukung: Kej. 31:22-42; Mzm. 17:1-7, 15; Rm. 1:8-15
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Matius 14 menempatkan dua perjamuan berdekatan. Yang pertama berlangsung di istana Herodes. Hidangannya berlimpah, para tamunya orang-orang penting, dan sang raja memiliki kuasa. Namun pesta itu berakhir dengan kepala Yohanes Pembaptis di atas sebuah talam. Herodes menyelamatkan muka dengan mengorbankan nyawa orang lain.
Perjamuan berikutnya berlangsung di tempat sunyi. Tidak ada istana, persediaan makanan nyaris tidak ada, dan tamunya orang banyak yang lapar. Ketika hari mulai malam, para murid mengusulkan jalan keluar yang masuk akal: “Suruhlah orang banyak itu pergi.” Keterbatasan segera menjadi alasan untuk menyingkirkan mereka.
Jawaban Yesus mengejutkan: ‘Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Yesus tidak menyangkal bahwa lima roti dan dua ikan terlalu sedikit. la meminta para murid membawa yang sedikit itu kepada-Nya. Roti tersebut la berkati dan pecah-pecahkan, lalu la kembalikan ke tangan para murid untuk dibagikan. Semua orang makan sampai kenyang.
Di sini tema “Allah yang mencukupi, bukan memanjakan” memperoleh artinya. Anugerah Allah tidak menjadikan para murid penonton yang menunggu mukjizat. Yesus melibatkan tangan mereka dalam pemeliharaan-Nya. Kecukupan lahir sebagai roti yang diterima, dipecah, lalu berpindah dari tangan ke tangan sampai semua mendapat bagian.
Kontras kedua meja itu mencapai puncaknya di dalam Kristus. Di meja Herodes, orang lain kehilangan nyawa agar sang raja tetap aman. Di meja Perjamuan Kudus, Sang Raja memberikan tubuh-Nya sendiri agar dunia memperoleh kehidupan. Roti yang kita terima memang kecil, tetapi menunjuk kepada pemberian yang tak terukur: Kristus memberikan diri-Nya.
Kita datang ke meja Tuhan sebagai orang-orang yang membutuhkan anugerah. Sesudahnya, kita diutus sebagai tubuh Kristus yang memberi tempat dan membagikan kehidupan. Kristus mencukupi kita agar keterbatasan tidak menjadi alasan untuk menyingkirkan sesama. (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




