Ibadah Online
Renungan Harian
-
Setelah kematian Abraham, Allah memberkati Ishak, anaknya. (Kejadian 25:11a)
Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa depan. Mereka bertanya, “Siapa yang akan menggantikannya?” Namun, sejarah menunjukkan bahwa hidup terus berjalan dan Tuhan tetap bekerja.
Kejadian 25 mencatat kematian Abraham pada usia 175 tahun. la disebut tua dan penuh umurnya. Ini menunjuk pada hidup yang penuh dan diberkati. la dikuburkan oleh kedua anaknya, Ishak dan Ismael, di gua Makhpela. Setelah tokoh besar ini wafat, muncul pertanyaan: bagaimana nasib perjanjian Allah? Ayat 11 menjawab dengan tegas. Allah memberkati Ishak, anaknya. Ini menunjukkan kelanjutan janji dan pemeliharaan Allah dari generasi ke generasi. Berkat TUHAN tidak berhenti pada satu pribadi tetapi terus mengalir. Ishak kini menjadi pewaris janji bukan karena kehebatan dirinya, melainkan karena Allah setia. Allah kita bukan Allah yang hanya bekerja di masa lalu. Ia setia melanjutkan karya-Nya melalui generasi berikutnya. Bahkan di tengah kehilangan, berkat Tuhan tetap berjalan.
Kita sering merasa kehilangan arah saat tokoh penting dalam hidup kita pergi. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan tidak pernah kehabisan cara dan generasi. Mungkin orangtua, mentor, atau pemimpin kita telah tiada namun berkat Tuhan tidak berhenti pada mereka. Tuhan memanggil kita menjadi penerus iman, pembawa janji, dan pewaris kasih karunia. Ia tetap memberkati orang yang hidup dalam perjanjian-Nya. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, terima kasih karena berkat-Mu tak pernah berhenti. Tolong kami agar setia melanjutkan jejak iman para pendahulu. Amin.Ayat Pendukung: Kej. 25:7-11; Mzm. 126; 2 Tes. 2:13-3:5
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Bacaan Injil Minggu ini sangat menarik. Ia dimulai dengan sebuah testimoni mengenai situasi batin Yesus ketika Ia tengah berkarya dalam pengajaran dan penyembuhan. Ayat 36 menggambarkannya, “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka. Kata benda “belas kasihan” dalam bahasa Yunani adalah splanchna, yang menunjuk pada pusat perasaan terdalam atau afeksi inti. Namun, di ayat ini, ia muncul dalam bentuk kata kerja pasif, esplanchnisthē, yang berarti “tergerak oleh belas kasihan.” Banyak sekali kisah mukjizat yang Yesus lakukan dimulai dengan tergeraknya hati Yesus oleh belas kasihan. Beberapa contoh di dalam Injil Matius adalah Matius 14:14; 15:32; 20:34.
Di dalam bacaan kita, setelah Yesus digerakkan oleh belas kasihan, Ia mengatakan bahwa tuaian sangat banyak tetapi pekerja yang tersedia sangat sedikit. Ia lantas berkata kepada para murid-Nya agar memohon kepada Sang Bapa untuk mengirimkan para pekerja. Apakah permohonan ini dikabulkan? Bagaimana caranya?
Dengan indah, Matius menjawabnya melalui kisah pemanggilan kedua belas murid Yesus (10:1-4), dilanjutkan dengan pengutusan mereka (10:5-8). Seolah-olah, begini yang hendak dikatakan oleh penulis Injil ini. Berdoalah kepada Allah untuk mengirimkan pekerja bagi tuaian, namun jangan lupa bahwa engkau mungkin akan menjadi jawaban atas doamu sendiri. Kita yang meminta akan menjadi jawaban atas permintaan kita sendiri. Itulah “risiko” doa: Allah mungkin menjawab permohonan doa kita dengan cara memakai si pendoa sebagai jawaban doa.
Pernahkah Anda merasa sangat terpukul melihat penderitaan yang terjadi di depan mata Anda, lantas berdoa agar Allah berkarya untuk mengatasi penderitaan itu? Nah, siapa tahu Allah sebenarnya menjawab doa kita dengan berkata, “Untuk itulah Aku menciptakanmu, mengasihimu, dan memanggilmu, anak-Ku.” (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


