Ibadah Online
Renungan Harian
-
“Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (Matius 20:15)
Iri hati adalah perasaan yang muncul karena tidak rela melihat orang lain menerima kebaikan atau memiliki kelebihan. Iri hati terhadap kehidupan orang lain mungkin menjadi sesuatu yang tanpa sadar hadir dalam hidup kita. Kita sering kali tidak mau menyadari bahwa kita bukan satu-satunya orang yang diberkati Tuhan.
Seorang pemilik kebun anggur mempekerjakan orang- orang di kebun anggurnya. Mereka yang bekerja sejak pagi, siang, atau sore mendapatkan upah yang sama. Tentu saja para pekerja itu saling iri hati. Apalagi mereka yang bekerja sejak awal; mereka mempertanyakan mengapa upah mereka sama dengan mereka yang baru mulai terakhir. Sang tuan justru menegaskan bahwa itu adalah haknya sebagai tuan dan merupakan bentuk kemurahan hati sang tuan. Mengapa para hamba malah tidak suka jika sang tuan murah hati?
Kita mungkin berlaku sama seperti para pekerja itu. Kita tidak mau jika orang lain mendapat sama dengan kita karena kita merasa lebih dari mereka. Kita seharusnya menyadari bahwa Tuhan mengasihi semua orang dan memberkati semua orang. Tidak perlu kita iri terhadap kehidupan orang lain. Tidak perlu kita merasa bahwa kita lebih pantas dikasihi dan diberkati Tuhan. Biarlah kita menjadi orang yang mau belajar untuk tidak iri hati, belajar menerima bahwa kita bukan satu-satunya, dan kita bukan yang paling utama. Tuhan berhak mengasihi dan memberkati siapa saja. [Pdt. Cordelia Gunawan]
REFLEKSI:
Jangan iri hati, Tuhan dapat mengasihi dan memberkati siapa saja tanpa terkecuali.Ayat Pendukung: Zef. 2:13-15; Mzm. 145:1-8; Mat. 19:23-30
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang lain. Itu sangat normal bukan? Tetapi di dalam perumpamaan tentang kerajaan surga yang diberikan di Matius 20 ini, Sang Pemberi upah terlihat sangat murah hati. Semua orang yang bekerja kepadanya, ia beri upah yang pantas. Bahkan kepada orang yang bekerja baru satu jam, ia tetap memberi upah sejumlah upah orang yang bekerja satu hari. Luar biasa murah hatinya. Tentu ini tak mengambil jatah pekerja lain. Upah itu berasal dari perbendaharaan pemilik kebun itu. Tetapi ternyata hal itu mengganggu perasaan orang yang merasa bekerja lebih berat. Ada rasa tidak rela orang lain mendapat anugerah sebesar itu. Hatinya mulai menilai, menghitung-hitung dan membuat kesimpulan, bahwa ia tak pantas mendapat upah setara dirinya.
Untuk menjawab keberatan itu, sang pemilik kebun itu menjelaskan dengan sabar dan hangat orang yang komplain itu. la menyebutnya, kawan. Sebutan itu menunjukkan pemilik kebun ini bahkan tak melihat pekerjanya sebagai pekerja semata, tetapi sebagai seseorang yang dekat, yakni seorang kawan. la tak ingin, pekerjanya itu memiliki pikiran yang salah. Lalu ia menjelaskan bahwa di dalam tindakannya itu tidak ada ketidakadilan, ia telah memberikan sesuai kesepakatan. la menegaskan juga supaya orang itu fokus saja kepada apa yang ia dapatkan, upahnya. Tanpa perlu meributkan upah yang didapat orang lain. Di akhir, pemilik kebun menegaskan tentang hak penuhnya untuk menggunakan miliknya sesuai kehendaknya, dan sifatnya yang murah hati.
Terkait keselamatan, banyak orang Kristen juga yang tak mau anugerah keselamatan itu dibagikan oleh Allah dengan murah hati. Mereka ingin, itu hanya untuk orang tertentu. Tetapi, melalui perumpamaan ini kita diajar, bahwa keselamatan itu bisa diberikan kepada siapa saja yang Allah perkenan, sungguh itu hak penuh Allah. Kita harus belajar mendidik diri kita memahami Allah itu murah hati dan tak terganggu dengan itu. (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




