Ibadah Online
Renungan Harian
-
Namun, setelah ditaburkan, benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar..(Markus 4:32a)
Ibu Kim menatap pot kecil di teras rumahnya. Sudah berminggu-minggu ia merawat bibit cabai yang baru tumbuh. Ia menyiraminya setiap hari dan memastikan cukup sinar matahari. Awalnya ia sedikit tidak sabar. Ia ingin melihat buah cabai merah segera bermunculan. Namun, ia teringat nasihat kakaknya. “Semua butuh waktu, Dik. Yang penting sabar dan dirawat dengan telaten.” Kini, beberapa buah cabai mulai terlihat. Ibu Kim tersenyum, menyadari bahwa hasil terbaik memang datang dari proses yang sabar dan bertanggung jawab.
Yesus menunjukkan bahwa bersabar dalam sebuah proses itu penting. Hal-hal sederhana dalam proses yang bertanggung jawab akan berujung pada hal luar biasa. Manfaat dari ketekunan dalam proses bukan hanya bagi diri sendiri. Kebaikan bersama dialami sebagai buah hasil ketekunan yang diberkati Allah. Ada masa depan yang lebih baik dalam pemeliharaan Allah. Dalam kepemimpinan Allah, setiap pribadi memperoleh kekuatan dari-Nya dalam menghidupi ketekunan.
Percayalah pada pekerjaan Allah. Bersyukurlah untuk setiap momen sederhana. Meskipun tampak kecil, setiap tindakan kebaikan akan berdampak besar di kemudian hari. Pemberian diri yang nyata bagi sesama sekecil apa pun memberi pengaruh. Komunitas dalam lingkup besar terdiri dari peran-peran kecil yang dilakukan dengan komitmen. Bersama Allah Sang Raja kehidupan, setiap tindakan kasih sekecil apa pun diberkati dengan anugerah-Nya yang besar. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Apakah kita tetap tekun dalam proses yang harus kita tempuh demi kebaikan kita sekarang ini?Ayat Pendukung: Ams. 1:1-7, 20-33; Mzm. 119:121-128; Mrk. 4:30-34
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Kita hidup di tengah budaya yang lebih mudah menghargai apa yang tampak daripada apa yang bertumbuh. Kita mengagumi keberhasiian yang besar, pencapaian yang cepat, dan kehidupan yang terlihat mengesankan. Tanpa disadari, kita pun mulai menilai hidup dengan ukuran yang sama. Padahal, tidak semua yang bernilai langsung terlihat. Melalui tiga perumpamaan, Yesus mengajarkan cara pandang yang berbeda tentang Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah diibaratkan seperti biji sesawi. Benih itu sangat kecil, tetapi ketika bertumbuh menjadi tempat berlindung bagi banyak burung. Yesus mengingatkan bahwa karya Allah sering kali dimulai dari hal-hal sederhana yang mudah diabaikan. Kesetiaan dalam berdoa, membaca firman, mengampuni, berkata jujur, dan mengasihi sesama mungkin tidak menarik perhatian banyak orang, tetapi justru melalui kesetiaan kesetiaan kecil itulah Allah membentuk kehidupan kita.
Kerajaan Allah juga seperti harta yang terpendam. Ketika seseorang menemukannya, ia rela melepaskan segala miliknya karena menyadari bahwa harta itu jauh lebih berharga daripada apa pun yang dimilikinya. Demikian pula ketika seseorang sungguh sungguh menemukan Kristus, cara pandangnya terhadap hidup berubah. Pekerjaan, kekayaan, dan keberhasiian tetap memiliki tempatnya, tetapi semuanya tidak lagi menjadi pusat kehidupan. Kristus menjadi harta yang paling bernilai.
Perumpamaan tentang pukat mengingatkan bahwa pada akhirnya Allah akan menyatakan segala sesuatu. Hari ini mungkin tidak selalu tampak perbedaan antara yang hidup bagi Tuhan dan yang hidup bagi dirinya sendiri. Namun akan tiba saatnya Allah sendiri memisahkan dan menghakimi dengan adil. Karena itu, kehidupan orang percaya tidak diarahkan oleh penilaian manusia, melainkan oleh pengharapan akan kedatangan Kerajaan Allah yang sempurna.
Marilah kita tidak mudah berkecil hati ketika kesetiaan kita terasa kecil dan tidak diperhatikan. Jangan pula kehilangan arah karena tergoda mengejar hal-hal yang hanya tampak berharga di mata dunia. Teruslah memelihara kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, jadikan Kristus sebagai harta yang terutama, dan hiduplah dengan pandangan yang tertuju kepada Allah. Apa yang dikerjakan-Nya di dalam hidup kita mungkin belum terlihat hari ini, tetapi pada waktunya akan dinyatakan menurut kehendak-Nya. Amin. (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




