Ibadah Online
Renungan Harian
-
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan keadilan itu menang. (Matius 12:20)
Dalam hiruk-pikuk pasar, Rina melihat seorang ibu paruh baya yang tanpa sengaja menjatuhkan barang belanjaannya. Seketika, beberapa orang di sekitarnya hanya menatap. Banyak yang menggerutu karena jalan terhalang. Rina sendiri merasa kesal karena terburu-buru. Namun, tatapannya beralih pada seorang anak muda di sebelahnya. Dengan sigap, anak itu membungkuk dan membantu ibu tersebut mengumpulkan barang-barangnya. Sebuah kelembutan hati yang sederhana, diwujudkan dalam tindakan nyata.
Sewaktu diancam dan dimusuhi, Yesus tetap memilih jalan kasih dan pemulihan. Ia tidak mengangkat suara untuk membela diri. Yesus terus menyembuhkan dan melayani semua orang dengan kelembutan. Tindakan-Nya menggenapi janji Allah tentang Sang Hamba yang diutus untuk membawa keadilan, hamba yang berkarya dengan belas kasih tanpa kekerasan. Dalam persekutuan Roh Kudus, Yesus menampilkan wajah Allah yang lembut, menjadi pengharapan yang berarti bagi bangsa-bangsa.
Mari ikuti teladan Yesus. Pilihlah kelembutan hati, melampaui semangat berkuasa. Ungkapkan belas kasihan kepada yang lemah dan rapuh. Dukung mereka yang sedang goyah, jangan padamkan semangatnya untuk berubah. Kesabaran dan kasih adalah titik awal penting untuk merawat kedamaian. Tebarkan pengharapan dalam komunikasi, hindari kepahitan dan kebencian. Yesus sudah memulai karya baik bagi dunia ini; lanjutkan karya kasih-Nya bagi sesama. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Apa tindakan yang akan kita lakukan hari ini karena kelembutan hati?Ayat Pendukung: Dan. 12:1-13; Mzm. 75; Mat. 12:15-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Teks Injil kita berbicara mengenai Allah yang sabar. Kita sering kali keliru membaca tindakan Allah. Ketika pertolongan yang kita nanti belum juga datang, kita cepat menyimpulkan bahwa Allah sedang menunda. Padahal, Alkitab lebih sering memunculkan citra Allah yang sabar, bukan Allah yang menunda.
Dalam perumpamaan gandum dan lalang, sang tuan menolak mencabut lalang lebih dulu. la sengaja membiarkan keduanya bertumbuh bersama sampai musim panen. Itu dilakukannya bukan karena sang tuan itu tak peduli, tetapi karena ia tidak mau gandum ikut tercabut. Pada masa muda, gandum dan lalang memang hampir tak bisa dibedakan. Barulah dari buahnya keduanya dikenali.
Atas dasar perumpamaan ini, Augustinus, yang hidup di abad keempat dan kelima, menyebut gereja sebagai corpus permixtum, tubuh yang bercampur. Gereja hidup di dalam dunia, bukan di luarnya. Maka selama dunia masih menjadi ladang yang bercampur antara gandum dan lalang, gereja pun belum menjadi komunitas yang murni. Karena itu, ungkapan indah yang sering kita dengar, “Gereja bukan museum orang suci, melainkan rumah sakit bagi orang berdosa,” sungguh-sungguh benar. Semua masih dalam proses penyembuhan. Semua orang layak untuk diberi kesempatan untuk berubah, sebab lalang dan gandum masih terus bercampur, sampai saat panen tiba.
Yesus mengingatkan bahwa bukan kita yang memisahkan gandum dan lalang. Itu adalah tugas para malaikat pada akhir zaman. Kita tidak pernah dipanggil menjadi polisi iman atau hakim atas hidup orang lain. Tugas kita jauh lebih sederhana sekaligus jauh lebih sulit, yaitu tetap bertumbuh sebagai gandum, tetap berbuah, dan tetap setia, sekalipun harus berada di antara lalang.
Hari ini kita diundang untuk bersabar, sama seperti Allah sendiri bersabar. Kita diundang untuk bersabar kepada orang lain dan kepada diri sendiri, karena Allah lebih dahulu bersabar kepada kita. la tidak mencabut kita ketika kita jatuh. la tidak membuang kita ketika kita gagal. la tetap menunggu kita berbuah. Allah belum selesai dengan diri kita. la sedang mengerjakan pertumbuhan kita dengan kesabaran-Nya, karena la tidak tergesa-gesa seperti kita. Amin. (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



