Ibadah Online
Renungan Harian
-
Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:3)
“Lahir baru” bukan sekadar konsep. Ini adalah praktik hidup sehari-hari yang membuahkan transformasi. Praktik ini tumbuh dari kesadaran yang digerakkan oleh Roh. Petrus, Yohanes, dan Andreas memperlihatkan contoh nyata. Para nelayan biasa ini bertransformasi menjadi “penjala manusia”. Demikian pula Paulus yang berubah dari pemburu jemaat menjadi pembangun jemaat.
Percakapan Yesus dengan Nikodemus memperlihatkan arti pentingnya lahir baru. “Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Arti Kerajaan Allah di sini adalah relasi dan kondisi hidup yang penuh damai sejahtera bersama Allah di dalam Kristus. Untuk mengalami kehidupan demikian, orang harus dilahirkan kembali oleh Roh. Roh Kudus menginsafkan manusia akan dosanya, lalu menuntun serta memperbarui manusia untuk menjadi sama seperti Kristus. Dalam proses inilah manusia mengalami lahir baru. Hidupnya terus diperbarui.
Sebagai umat yang percaya kepada Allah di dalam Kristus, “lahir baru” harus menjadi life style. Dengan lahir baru, hidup kita berubah dan berbuah. Terjadi transformasi terus-menerus seperti yang dialami Petrus, Yohanes, atau Paulus. Transformasi memang tidak bisa kita sandarkan pada kekuatan kita saja. Kita harus terbuka dan mengandalkan kuasa Roh Kudus yang membimbing kita. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]
REFLEKSI:
“Lahir baru” bukanlah tekad sekali jadi. Lahir baru membutuhkan konsistensi dalam Roh untuk terus berubah ke arah Kristus.Ayat Pendukung: Kej. 12:1-4a; Mzm. 121; Rm. 4:1-5, 13-17; Yoh. 3:1-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Saya membayangkan Nikodemus berjalan cepat malam itu. Jubahnya mungkin sedikit terangkat supaya tidak terseret debu. Ia seorang guru. Ia terbiasa memberi jawaban. Malam itu berbeda, ia justru datang membawa pertanyaan.
Informasi bahwa ia datang malam hari itu menarik. Kalau ia yakin, mengapa tidak siang saja? Atau mungkin justru karena ia tidak yakin? Saya mengenali bagian itu. Ada musim ketika kita tetap melayani, tetap berbicara tentang Tuhan, tetapi di dalam hati ada simpul kecil yang tidak terurai. Ada banyak pertanyaan, tetapi kita tidak tahu harus bertanya kepada siapa.
Malam itu, Yesus tidak memberi penjelasan sistematis kepada Nikodemus. Ia justru berkata tentang lahir kembali. Tentang dilahirkan dari atas. Jawaban yang membingungkan bagi Nikodemus yang mendengarnya secara harfiah. Jujur saja, saya pun mungkin akan begitu. Kita ini sering terlalu literal ketika hati sedang cemas.
Dilahirkan kembali. Kembali ke rahim Allah. Rahim itu gelap. Rahim itu ruang sunyi yang menyadarkan kita bahwa kita tidak berdaya di dalamnya, dan sepenuhnya menggantungkan diri pada Sang Pemilik Rahim
Saya bisa memahami bahwa gagasan kembali ke dalam rahim tidak selalu nyaman di telinga banyak orang. Kembali berarti mengakui bahwa kita tidak sekuat yang kita kira. Bahwa iman kita kadang hanya rutinitas. Namun mungkin pulang memang seperti itu. Masuk lagi ke dalam kasih yang tidak bisa kita kendalikan. Mengakui betul bahwa pada mulanya dan pada dasarnya kita tidak berdaya. Mengakui betul bahwa kita bergantung penuh pada Sang Pemilik Rahim Kehidupan.
Maka mungkin, Nikodemus tidak langsung berubah malam itu. Ceritanya tidak ditutup dengan tepuk tangan. Tetapi ia justru pulang dengan membawa kalimat yang belum selesai. Dan mungkin itu cukup.
Adakah bagian dalam hidup Anda yang sebenarnya sudah lama ingin Anda bawa kepada Allah, tetapi Anda masih menundanya karena takut terlihat rapuh? Kesalahan? Penyesalan? Apapun. Percayalah, IA adalah rumah sejati yang tak pernah menolak kepulangan Anda dan saya. (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


