Ibadah Online
Renungan Harian
-
Orang congkak mencemooh aku habis-habisan, tetapi aku tidak menyimpang dari Taurat-Mu. (Mazmur 119:51)
Rudi adalah salah satu dari sedikit pengikut Kristus yang menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Rudi adalah pribadi yang jujur dan berdisiplin. Ia tidak pernah datang terlambat ke kantor dan selalu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Namun, sebagian rekan kerjanya justru tidak menyukai Rudi karena kejujuran dan kedisiplinannya itu. Mereka sering mengejek Rudi sebagai orang yang sok saleh, sok suci, dan sebutan-sebutan lainnya. Pada jam istirahat, ketika makan di kantin, mereka bahkan menjauhi Rudi.
Apa yang mereka lakukan terhadap Rudi merupakan gambaran tindakan mencemooh. Kata mencemooh berarti mengejek atau menghina seseorang atau sesuatu, sering kali disertai ekspresi wajah atau nada suara yang menunjukkan ketidaksetujuan, sikap merendahkan, atau penghinaan yang jelas. Mencemooh juga dapat dipahami sebagai perlakuan atau sikap yang merendahkan, menolak, mengabaikan, atau menertawakan orang lain secara terbuka dan tidak sopan.
Di berbagai tempat, bisa saja terjadi bahwa karena kita berusaha hidup setia menaati kebenaran firman Tuhan, kita akan mengalami cemoohan. Ketika hal itu terjadi, kita memiliki pilihan: mengikuti arus karena tidak tahan terhadap tekanan yang ada, atau tetap bertahan dalam kesetiaan hidup sesuai kebenaran firman Tuhan, dengan percaya bahwa tangan kasih Tuhan selalu terulur untuk menopang kita. Pemazmur telah menetapkan pilihannya. Bagaimana dengan kita? [Pdt. Em. Ronny Nathanael]
DOA:
Ya Bapa yang penuh kasih, kuatkan kami agar tetap setia hidup dalam kebenaran-Mu sekalipun kami dicemooh. Amin.Ayat Pendukung: Ul. 5:1-21; Mzm. 119:49-56; 1 Ptr. 2:4-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan luka yang disimpan bertahun-tahun. Rumah yang diuji bukan berarti rumah yang gagal. Justru melalui ujian, kita dapat melihat apakah rumah itu memiliki dasar yang kuat.
Dalam Matius 2t:33-46, Yesus menceritakan tentang seorang pemilik kebun anggur yang mempercayakan kebunnya kepada para penggarap. Masalahnya muncul ketika para penggarap lupa bahwa kebun itu bukan milik mereka. Mereka menerima kepercayaan, tetapi tidak menjalankan tanggung jawabnya.
Dalam kehidupan keluarga pun demikian. Rumah adalah pemberian dan kepercayaan Tuhan. Suami bukan hanya pemilik rumah, tetapi dipercayakan untuk mengasihi dan melindungi.Istri bukan hanya pengurus rumah, tetapi dipercayakan untuk membangun kehidupan Bersama.Orang tua dipercayakan untuk mendidik anak.
Anak-anak pun dipercayakan kepada keluarga untuk dikasihi dan dibimbing.Karena itu. keluarga bukan sekadar tempat tinggal.Keluarga adalah tempat Tuhan mempercayakan kasih-Nya untuk kita hidupi.Kapan rumah kita diuji?
Rumah kita diuji ketika kita berbeda pendapat. Apakah kita memilih berteriak atau berbicara dengan kasih? Rumah kita diuji ketika ada anggota keluarga melakukan kesalahan. Apakah kita memilih menghakimi atau belajar mengampuni? Rumah kita diuji ketika keadaan ekonomi sulit. Apakah kita saling menyalahkan atau saling menguatkan?
Rumah kita diuji ketika anak melakukan kesalahan. Apakah kita hanya memarahi, mau mendengarkan dan membimbing?
Rumah kita juga diuji ketika kita lelah. Apakah rumah menjadi tempat untuk saling menyembuhkan,atau justru menjadi tempat kita saling melukai?
Rumah yang kuat bukan rumah tanpa masalah. Rumah yang kuat adalah rumah yang ketika diuji, memilih kembali kepada Kristus. Mari mempraktikkannya dalam keluarga. Selamat memasuki bulan keluarga. (LS)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




