Ibadah Online
Renungan Harian
-
“Namun, orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan diselamatkan.” (Matius 24:13)
Banyak orang mencoba meramalkan akhir zaman berdasarkan perhitungannya masing-masing. Salah satu prediksi hari kiamat yang pernah menghebohkan dunia adalah tanggal 21 Desember 2012 berdasarkan ramalan suku Maya. Namun, ternyata perkiraan tersebut meleset, dan sampai saat ini orang masih menantikan tibanya akhir zaman.
Para murid juga penasaran tentang kapan akhir zaman tiba sehingga mereka menanyakan langsung kepada Tuhan Yesus mengenai tanda-tanda kedatangan akhir zaman. Yesus mengatakan bahwa kedatangan akhir zaman didahului oleh munculnya pengajar dan nabi palsu dengan tujuan menyesatkan orang beriman. Selanjutnya, akan ada perang, bangsa bangkit melawan bangsa, kelaparan, gempa bumi, serta penderitaan dan penyiksaan yang akan dialami orang percaya karena nama Yesus. Di tengah berbagai peristiwa dan penderitaan yang akan terjadi, justru orang yang bertahan sampai kesudahannya akan diselamatkan.
Menghadapi akhir zaman yang penuh dengan berbagai peristiwa yang mengkhawatirkan, orang percaya perlu waspada dan mempersiapkan diri dengan baik mulai sekarang. Pertama-tama, kita perlu mengenal dan menguasai kebenaran firman Tuhan sehingga tidak mudah disesatkan oleh siapa pun. Selanjutnya, kita perlu membangun iman yang kuat agar tidak menjadi lemah ketika harus menghadapi penderitaan sehingga dapat bertahan sampai akhir.[Pdt. Melani Ajub, S.Th., M.Pd.]
REFLEKSI:
Waspada, akhir zaman sudah dekat! Persiapkan diri agar dapat bertahan sampai akhir.Ayat Pendukung: Am. 4:6-13; Mzm. 70; Mat. 24:1-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Sasaran kritik Yesus yang paling tajam bukanlah orang yang tidak beragama, melainkan orang beragama, tepatnya para pemimpin agama. Bacaan kita memperlihatkan bagaimana Yesus menegur para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus mengecam orang-orang yang sungguh saleh, bukan karena la tidak menyukai kesalehan. Ajaran yang muncul dari kesalehan sungguh penting. Yesus sendiri berujar, “lakukan dan peliharalah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu” (ay. 3a), tetapi la segera menambahkan, “tetapi jangan turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (ay. 3b). Jadi, masalah kesalehan bukanlah terletak pada ajaran yang muncul dari dalamnya, melainkan pada kenyataan bahwa mereka yang mengaku diri saleh dan mengajarkan kesalehan ternyata tidak mempraktikkan apa yang mereka sendiri ajarkan. Kritik Yesus ini tentu berlaku juga untuk kita. Kita terlalu gemar mengatakan yang benar, tetapi terlalu jarang melakukan apa yang kita katakan. Tutur laku kita kerap tidak membenarkan dan malah berlawanan dengan apa yang menjadi tutur kata kita.
Kritik Yesus tidak berhenti pada inkonsistensi ajaran dan kehidupan para pemimpin agama itu. la melanjutkannya dengan kritik atas kesalehan yang dimanfaatkan untuk meraup kedudukan sosial yang lebih tinggi. Siapa yang tak suka dihormati? Siapa yang tak gembira ketika disanjung? Masalahnya, kesalehan yang dipertontonkan oleh para pemimpin agama itu justru mereka manfaatkan bukan untuk mempermuliakan Allah, melainkan untuk menyusun sebuah tangga yang menjulang, dan mereka menaiki tangga itu dengan pongah, sembari menginjak kepala sesama di bawahnya.
Sungguh, kesalehan yang tidak dihidupi dan yang menyengsarakan sesama adalah kesalehan yang berbahaya. Kita perlu memeriksa diri terus-menerus agar tidak terjatuh ke dalam kubangan yang sama. Sebab, jika itu terjadi, kita harus bersiap siap menerima kecaman Yesus. Lebih dari itu, mari menyambut sapaan Injil hari ini, yaitu menjadi saudara yang setara, yang bersama-sama memperjuangkan kesalehan yang benar. Kesalehan yang sejati tidak membangun tangga untuk naik, tetapi turun berlutut melayani. Di situlah iman menjadi sebentuk kerendahan hati yang membebaskan. (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




