Ibadah Online
Renungan Harian
-
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 42:6)
Seorang ibu bekerja di kota, meninggalkan keluarganya di kampung. Ia bekerja dengan giat dan menahan segala rindu kepada anaknya. Saat kesulitan menerpa, ia tetap bertahan, dan kerinduan untuk segera berjumpa dengan anaknya membuatnya tidak kehilangan harapan serta terus bertahan. Ia rela menghadapi semua tantangan demi dapat bertemu kembali dengan anaknya.
Pemazmur, di tengah kesulitan hidupnya, merasakan kerinduan yang luar biasa kepada TUHAN. Ia begitu rindu akan kehadiran TUHAN di tengah air mata dan kesesakan yang dialaminya. Ia berdialog dengan dirinya sendiri dan mengingatkan dirinya untuk tidak tertekan dan putus asa, melainkan terus berharap kepada Allah yang hidup. Pemazmur tahu kepada siapa ia berharap. Menarik untuk mencermati bagaimana pemazmur berdialog dan menguatkan dirinya. Dialog pemazmur dengan dirinya sendiri adalah dialog yang positif.
Di tengah perjalanan hidup ini, kita juga perlu berdialog dengan diri sendiri. Dalam dialog tersebut, ingatkan diri sendiri untuk terus merindukan Allah, dan dalam kerinduan itu kita tetap berharap kepada-Nya. Jangan putus asa, jangan terus tertekan. Berharaplah terus kepada Tuhan. Rindulah terus kepada Tuhan sehingga dalam kerinduan itu kita terus berharap, dan pengharapan tersebut menimbulkan daya juang dalam diri kita, yang memampukan kita untuk bertahan. [Pdt. Cordelia Gunawan]
REFLEKSI:
Katakan kepada diri kita masing-masing untuk tidak berputus asa dan selalu berharap kepada Tuhan.Ayat Pendukung: Hak. 16:1-22; Mzm. 28; Flp. 1:15-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah bicara realita hidup, terutama terkait ekonomi dan bisnis, hukum dan aturan-aturan yang ada. Mungkin, kita bisa lebih mudah taat ketika itu ‘sekadar’ wilayah kesalehan pribadi yang kontrolnya ada di tangan kita. Sesuatu yang tak ada sangkut pautnya dengan usaha atau pekerjaan, tetapi kita menjadi nampak tak berdaya untuk bisa taat saat di dunia yang lebih luas. Kesalehan pribadi itu menjadi hambar, tak lagi menggarami hidup kita yang lain. Berat! Sungguh berat, memang! Maka itu, butuh satu tekad. Tekad yang kuat tentu saja.
Tentang tekad. Paulus mengajari Jemaat Filipi, untuk hidup sebagai manusia rohani yang menaruh pikiran dan perasaan yang ada dalam Kristus. la menggambarkan ketaatan Yesus, patronnya tidak tanggung-tanggung langsung merujuk ke ketaatan Yesus sampai misi selesai. Paulus mengisahkan lagi perjalanan Yesus, yang bisa saja mengelak, tetapi menjalani jalan derita itu dengan kerelaan hati, ketabahan, daya tahan yang lahir dari pengosongan diri, dan kesadaran penuh untuk melakukan kehendak-Nya. Berat, tetapi tekad kuat telah membuat Yesus mampu menuntaskan tugas-Nya di dunia ini, meski harus mengalami semua itu.
Bacaan injil kita hari ini, berkisah tentang si sulung, yang hanya punya ketaatan di permukaan dan sesaat saja. Di depan Sang Pemberi tugas, ia dengan manis berkata iya. Namun, la undur, tak jadi menghidupi omongannya sendiri saat akan eksekusi tugasnya. la tak cukup punya tekad, tak cukup mau berlelah-lelah, tak cukup mau menahan penderitaan. Dari sini kita melihat, tanpa satu tekad, maka iya hanyalah iya, yang mengambang di udara, untuk kemudian terbawa angin menjauh dari hidup kita.
Di dunia yang keras ini, di tengah konsekuensi ketaatan yang membuat kita menghadapi kesulitan, manakah yang akan saudara pilih? Kiranya, Tuhan memampukan kita menghidupi kesalehan pribadi kita di tengah-tengah ruang publik, saat hidup bersama dengan manusia-manusia lain, dalam segala urusan. Tidak mudah, maka mintalah Tuhan membersamai saudara melakukannya. Tuhan memberkati. Amin. (DM)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




