Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal yang baru itu akan mencabik yang lama, lalu makin besarlah koyaknya. (Markus 2:21)
Dalam kehidupan beragama, termasuk dalam kekristenan, selalu ada kemungkinan bahwa selain inti ajaran, orang juga memelihara tradisi-tradisi yang tidak terkait langsung dengan inti ajaran. Celakanya, masih banyak orang yang justru lebih mementingkan pelaksanaan berbagai tradisi tersebut daripada berfokus melakukan inti ajaran.
Itulah yang terjadi di sebagian kalangan orang Yahudi. Salah satu tradisi yang dari waktu ke waktu sangat ditekankan adalah praktik puasa. Puasa pada dirinya sendiri tidak salah jika dilakukan dengan motif dan tujuan yang benar. Namun, sebagian orang menjadikan puasa sebagai kesempatan untuk mempertontonkan kesalehan pribadinya. Injil Markus yang kita baca hari ini diawali dengan pertanyaan sebagian orang kepada Yesus mengenai mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa. Yesus menjawab dengan beberapa gambaran. Salah satunya adalah gambaran tentang menambal baju tua dengan kain penambal yang baru yang belum susut. Jika kain penambal itu menyusut, maka kain tersebut akan merobek baju yang ditambal, atau sia-sia belaka.
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah. Injil Kerajaan Allah bukan pertama-tama urusan ritual dengan berbagai tradisinya, melainkan berpusat pada kasih. Kasih yang mendorong orang untuk mempraktikkan kebenaran, keadilan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]
DOA:
Ya Bapa, tolonglah kami untuk memilih apa yang paling utama dalam hidup beriman yang kami praktikkan. Amin.Ayat Pendukung: Yes. 25:1-9; Mzm. 23; Flp. 4:1-9; Mat. 22:1-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan luka yang disimpan bertahun-tahun. Rumah yang diuji bukan berarti rumah yang gagal. Justru melalui ujian, kita dapat melihat apakah rumah itu memiliki dasar yang kuat.
Dalam Matius 2t:33-46, Yesus menceritakan tentang seorang pemilik kebun anggur yang mempercayakan kebunnya kepada para penggarap. Masalahnya muncul ketika para penggarap lupa bahwa kebun itu bukan milik mereka. Mereka menerima kepercayaan, tetapi tidak menjalankan tanggung jawabnya.
Dalam kehidupan keluarga pun demikian. Rumah adalah pemberian dan kepercayaan Tuhan. Suami bukan hanya pemilik rumah, tetapi dipercayakan untuk mengasihi dan melindungi.Istri bukan hanya pengurus rumah, tetapi dipercayakan untuk membangun kehidupan Bersama.Orang tua dipercayakan untuk mendidik anak.
Anak-anak pun dipercayakan kepada keluarga untuk dikasihi dan dibimbing.Karena itu. keluarga bukan sekadar tempat tinggal.Keluarga adalah tempat Tuhan mempercayakan kasih-Nya untuk kita hidupi.Kapan rumah kita diuji?
Rumah kita diuji ketika kita berbeda pendapat. Apakah kita memilih berteriak atau berbicara dengan kasih? Rumah kita diuji ketika ada anggota keluarga melakukan kesalahan. Apakah kita memilih menghakimi atau belajar mengampuni? Rumah kita diuji ketika keadaan ekonomi sulit. Apakah kita saling menyalahkan atau saling menguatkan?
Rumah kita diuji ketika anak melakukan kesalahan. Apakah kita hanya memarahi, mau mendengarkan dan membimbing?
Rumah kita juga diuji ketika kita lelah. Apakah rumah menjadi tempat untuk saling menyembuhkan,atau justru menjadi tempat kita saling melukai?
Rumah yang kuat bukan rumah tanpa masalah. Rumah yang kuat adalah rumah yang ketika diuji, memilih kembali kepada Kristus. Mari mempraktikkannya dalam keluarga. Selamat memasuki bulan keluarga. (LS)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


