Ibadah Online
Renungan Harian
-
Maka aku menjawab, “Ah, Tuhan ALLAH, sesungguhnya aku tidak pandai bicara….” Akan tetapi, TUHAN berfirman kepadaku…”Jangan takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau….” (Yeremia 1:6,7,8)
Pernahkah kata-kata seperti, “Aku tidak pandai bicara,” atau, “Aku tidak punya waktu,” atau juga, “Aku masih muda,” menjadi alasan kita ketika diminta terlibat dalam sebuah kepanitiaan, badan pelayanan, atau kemajelisan?
Yeremia pernah mengucapkan alasan serupa ketika TUHAN memintanya menjadi nabi. Bagi orang Israel, menjadi nabi bukanlah sekadar soal kemauan pribadi, seperti ketika seseorang ingin menjadi tukang kayu, nelayan, atau penjual kain ungu. Menjadi nabi adalah pilihan TUHAN sendiri. Oleh karena itu dapat dimengerti bila Yeremia merasa sungkan dan gentar saat diminta menjalani “profesi” yang TUHAN pilihkan untuknya. la takut gagal menyampaikan perintah-Nya. la khawatir orang tidak percaya kepadanya. Bagaimana jika begini atau begitu? Syukurlah, TUHAN mengenal Yeremia dengan sangat baik. TUHAN mengerti bahwa Yeremia bukan tidak mau bekerja bagi-Nya, melainkan ia takut tidak mampu mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Memahami hal ini, TUHAN berkata kepada Yeremia, “Jangan takut….”
Kita pun kerap bersikap seperti Yeremia. Ketika Tuhan meminta kita melakukan sesuatu, kita takut gagal. Kita berpikir, daripada Tuhan kecewa, lebih baik bukan kita yang mengerjakannya. Namun, Tuhan tidak menghendaki kita menjadi serba bisa dalam melaksanakan kehendak- Nya, melainkan bersedia mengerjakannya bersama-Nya. Jadi, masihkah kita menolak ajakan-Nya? [Pdt. Timur Citra Sari]
REFLEKSI:
Tuhan bukan mencari seorang yang serba bisa. Dia mencari seorang yang mau bekerja bersama-Nya.Ayat Pendukung: Yer. 1:4-10; Mzm. 89:5-37; Kis. 8:4-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Bacaan Injil kita sesungguhnya menampilkan dua ketaatan. Ketaatan yang pertama ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis, yang mematuhi keinginan Yesus untuk membaptis-Nya. Inisiatif Yesus untuk datang kepada Yohanes dan meminta untuk dibaptis jelas membingungkan. Sebab, baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan. Bukankah Yesus tidak berdosa dan tidak membutuhkan pertobatan? Di sini ketaatan kedua terlihat, yaitu ketaatan Yesus kepada Sang Bapa yang mengutus-Nya untuk menyelamatkan manusia berdosa dengan cara menjadi manusia. Penerimaan baptisan oleh Yohanes ini menunjukkan solidaritas Yesus dengan manusia berdosa, sekalipun Ia sendiri tidak berdosa.
Ketika dua ketaatan itu bertemu, maka peristiwa penyataan cinta Sang Bapa pun berlangsung. Bahkan, sebuah peristiwa Trinitaris! Segera setelah Yesus Sang Anak dibaptis, Roh Allah turun ke atas-Nya dalam rupa burung merpati, dan Sang Bapa mengungkapkan isi hati-Nya, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Melalui peristiwa ini kita menemukan jantung dari spiritualitas seluruh Injil Matius, bahkan seluruh Kitab Suci. Perkenanan Allah atas manusia dimungkinkan hanya melalui Yesus Kristus. Jati diri kita yang autentik dapat kita hidupi hanya jika kita memasuki peristiwa Trinitaris itu, yaitu melekat pada Yesus Kristus yang menaati Sang Bapa di dalam kuasa cinta Roh Kudus.
Panggilan kita sekarang adalah memasuki kedua ketaatan yang sudah ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis dan Yesus. Selama ini kita sering kali hanya menginginkan sapaan kasih Allah kepada kita, kita ingin Allah mengutarakan isi hati-Nya, “Engkau anak-Ku yang Kukasihi,” namun kita tidak bersedia untuk hidup dalam ketaatan yang diteladankan oleh Kristus. Di dalam ketaatan kepada Allahlah kita akan menemukan cinta ilahi yang makin benderang itu. (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




