Ibadah Online
Renungan Harian
-
Sebab, nama TUHAN akan kuserukan; beritakanlah kebesaran Allah kita! (Ulangan 32:3)
Di dunia maya seperti yang kita alami saat ini, kita dibanjiri berbagai tayangan dari para pembuat konten digital. Banyak konten yang mereka tampilkan berkaitan dengan aktivitas yang mereka lakukan, pengalaman dalam perjalanan wisata, promosi produk tertentu, dan hal- hal sejenis lainnya. Semua berfokus pada pemberitaan kehebatan diri sendiri.
Kitab Ulangan pasal 32 yang diberi judul “Nyanyian Musa” tidaklah demikian. Dalam syair nyanyian ini, penulis memfokuskan diri kepada TUHAN Allah dan karya-Nya dalam kasih setia-Nya. Diceritakan bagaimana TUHAN menciptakan dan memelihara umat-Nya. Sungguh sempurna karya tangan-Nya, dan adil segala jalan-Nya. Oleh karena itu, penulis kitab ini dengan tegas mengingatkan dan menegur umat atas segala pemberontakan mereka kepada TUHAN yang telah berkenan menjadi Allah mereka, serta menjadikan mereka umat kepunyaan-Nya sendiri. Hanya kebesaran Allah yang layak diberitakan.
Bagaimana dengan kita? Bukankah kita juga telah menerima anugerah terbesar dalam hidup kita? Kita telah menjadi umat Allah yang baru di dalam Yesus Kristus. Kita juga telah mengalami bagaimana kasih setia Tuhan memelihara kita. Bukankah sepatutnya kita memberitakan kebesaran Allah dalam keseharian hidup kita? Mari terus-menerus memuliakan nama Tuhan, karena kebesaran-Nya layak diberitakan. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]
DOA: Ya Allah, mampukan kami untuk terus memuliakan nama-Mu. Amin.
Ayat Pendukung: Ul. 31:14-22; Mzm. 90:1-6, 13-17; Tit. 1:5-16
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus, padahal memiliki niat tersembunyi. Yesus mengetahui kemunafikan mereka dan mengajak mereka melihat persoalan dengan benar. Kemunafikan terjadi ketika perkataan tidak sesuai dengan isi hati dan tindakan. Hal ini dapat terjadi di dalam rumah. Kita bisa terlihat sebagai keluarga yang harmonis di hadapan orang lain, tetapi menyimpan kemarahan, kepahitan, dan ketidakjujuran di antara anggota keluarga. Rumah tanpa kemunafikan bukanlah rumah yang tidak pernah mengalami konflik. Rumah tanpa kemunafikan adalah rumah yang berani berkata jujur, mengakui kesalahan, meminta maaf, dan memperbaiki diri dalam kasih. Yesus mengingatkan kita untuk hidup benar di hadapan Allah, bukan sekadar terlihat baik di hadapan manusia.
Refleksi: Apakah perkataan dan tindakan kita di rumah sudah mencerminkan kasih Kristus? (LS)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




