Ibadah Online
Renungan Harian
-
“Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” (2 Tawarikh 20:12b)
Seorang manajer muda duduk memandangi layar laptopnya yang penuh angka dan grafik merah. Klien besar baru saja membatalkan kontrak dan timnya mulai kehilangan semangat. “Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi,” katanya. Seorang rekan menepuk pundaknya dan berkata, “Lihat ke atas dulu, bukan ke sekitar.”
Yosafat, raja Yehuda, menghadapi krisis besar. Bangsa-bangsa kuat seperti Moab dan Amon datang menyerang. la tidak segera membentuk pasukan tempur atau mencari sekutu politik. Sebaliknya, ia mengarahkan hati bangsanya kepada TUHAN dalam doa. Dalam 2 Tawarikh 20:5-12, Yosafat memanjatkan doa yang jujur dan rendah hati, berpuncak pada kalimat, “Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” Ini bukan pernyataan putus asa, melainkan deklarasi iman. Dalam krisis, Yosafat tidak bergantung pada strategi dan pikiran manusia melainkan kepada TUHAN. Akhirnya TUHAN sendiri yang membuat musuh-musuh saling menyerang dan menjadi binasa. Yehuda hanya perlu berdiri dan menyaksikan pertolongan TUHAN.
Saat kita berada dalam krisis kehidupan, bagaikan berada di jalan buntu, merasa tak berdaya, dan tak tahu harus berbuat apa, arahkanlah mata kepada Tuhan, bukan kepada rasa takut. Sebab pertolongan kita datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Dia sanggup menolong kita meskipun dalam lembah kelam dan kesesakan. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, saat kami menemui jalan buntu, ajar kami tetap menatap dan menaruh harapan pada-Mu. Amin.Ayat Pendukung: 2 Taw. 20:5-12; Mzm. 13; Gal. 5:7-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Setelah kisah pemanggilan dan pengutusan kedua belas murid minggu lalu, Yesus melanjutkan pengajaran-Nya mengenai hakikat kemuridan itu sendiri. “Seorang murid tidak lebih daripada gurunya ” (ay. 24). Yesus ingin menghadapkan para murid pada realitas pahit mengenai arti kemuridan sejati. Mereka diundang untuk menghilangkan ilusi bahwa menjadi seorang murid Kristus akan membuat mereka disukai orang banyak. Yesus sendiri ternyata difitnah, dihukum secara tidak adil, bahkan dibunuh. Maka, para murid tidak boleh menyangka bahwa mereka akan bernasib lebih baik. Singkatnya, tidak ada jaminan keamanan bagi setiap murid Kristus. Itu sudah pasti.
Namun, apa yang sama pastinya —bahkan lebih pasti —adalah bahwa hilangnya jaminan keamanan bagi seorang murid Kristus tidak berarti hilangnya cinta kasih Allah kepadanya. Maka, di ayat 29 dan 30, Yesus memberi penghiburan yang sangat terkenal mengenai burung pipit yang dipelihara oleh Allah dan mengenai kepastian bahwa Allah tidak akan membiarkan sehelai rambut pun akan jatuh di luar perhatian Bapa. Kita semua, kata Yesus, Sang Guru, “lebih berharga daripada banyak burung pipit ” (ay. 31). Pesannya sangat sederhana, namun kuat: Jangan takut!
Kata yang Yesus pakai adalah strouthion yang berarti burung kecil, tidak selalu berarti burung pipit. Yang pasti, itu adalah burung yang bernilai sangat rendah. Dua ekor dijual seduit (ay. 29). Di dalam Lukas 12:6 disebutkan lima ekor dijual dua duit. Jadi, bayangkan, seseorang yang membeli empat ekor dengan harga dua duit, masih akan menerima bonus satu ekor. Itu karena begitu murahnya harga burung kecil ini. Namun, Allah tetap memelihara mereka dengan cinta kasih … apalagi Anda! (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


