Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tetapi siapa yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. (Yohanes 414a)
Air adalah kebutuhan utama dalam hidup. Semua makhluk membutuhkan air. Tubuh manusia sendiri sebagian besar terdiri atas air atau cairan. Tanpa air, manusia hanya dapat bertahan selama tiga hari. Lebih dari itu, manusia akan mati. Satu fakta menarik lainnya adalah, sehebat apa pun api yang membakar, air dapat memadamkannya. Jadi, wajar jika air menjadi simbol kehidupan.
Yesus Kristus memakai air sebagai analogi untuk menggambarkan siapa diri-Nya dan apa peran-Nya. Seburuk apa pun dosa, dan sekuat apa pun kuasa dosa itu, Yesus dapat memadamkannya. Ia seperti air yang memadamkan api yang mematikan. Kepada perempuan Samaria, Yesus berkata bahwa la adalah air hidup. Artinya, Yesus adalah jalan keselamatan dan kehidupan. Keselamatan yang la berikan dan firman yang la ajarkan laksana mata air yang terus mengairi kehidupan manusia. Bukan hanya dalam dunia sekarang ini, tetapi hingga kekekalan.
Sahabat, Yesus Kristus adalah segalanya. la adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Tanpa-Nya, kita binasa. Keselamatan dan firman-Nya adalah mata air yang tidak akan pernah habis. Kita memerlukan itu untuk hidup yang berbuah. Jangan hanya asal hidup. Jangan pula menggantungkan pengharapan pada sesuatu yang sementara dan sia-sia. Yesus adalah Sang Air Hidup. Janji dan firman-Nya kekal serta tidak pernah mengecewakan. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]
REFLEKSI:
Kita semua akan selalu haus, dan Yesus Kristus tidak hanya akan memuaskan dahaga kita, tetapi menganugerahkan kekekalan.Ayat Pendukung: Kel. 17:1-7; Mzm. 95; Rm. 5:1-11; Yoh. 4:5-42
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Perempuan itu datang ke sumur ketika matahari sedang tinggi. Bukan waktu yang lazim. Biasanya orang mengambil air di pagi atau sore. Siang hari terlalu panas, terlalu menyengat. Mungkin ia memilih waktu itu supaya tidak bertemu siapa-siapa. Tidak perlu bertukar sapa. Tidak perlu menangkap tatapan yang terasa seperti penghakiman kecil yang sudah akrab ia terima setiap hari.
Saya membayangkan lorong hidupnya sudah cukup panjang. Lima kali gagal membangun relasi. Tinggal dengan seseorang yang bahkan tidak disebut suami. Kita sering membaca bagian itu dengan cepat, seolah-olah hanya data moral belaka. Padahal di baliknya pasti ada lelah. Ada kecewa. Ada rasa tidak cukup. Mungkin juga rasa gagal.
Tetapi menariknya, Yesus tidak memulai percakapan dengan ceramah panjang dan perintah pertobatan. Ia justru memulai dengan permintaan sederhana: “Berilah Aku minum.” Percakapan itu pelan-pelan masuk ke wilayah yang lebih dalam. Tentang air. Tentang haus. Tentang hidup yang tidak pernah benar-benar terpuaskan.
Lalu Yesus menyebut masa lalunya. Tidak dengan nada keras. Tidak dengan ancaman. Ia menyebutnya begitu saja, seperti seseorang yang tahu dan tetap tinggal. Lorong gelap itu tidak dihindari. Ia justru dilalui bersama.
Saya sering ingin Tuhan hanya mengambil bagian baik dalam hidup saya. Yang sudah rapi. Yang bisa dipresentasikan. Tetapi perempuan itu belajar sesuatu siang itu: Allah tidak takut pada sejarah kita. Ia masuk ke dalamnya.
Mungkin pulang bukan berarti masa lalu dihapus. Mungkin pulang berarti kita berani berdiri di hadapan-Nya, tanpa lagi bersembunyi di jam-jam sepi.
Adakah bagian hidup Anda yang selama ini Anda hindari, padahal mungkin justru di sanalah Yesus sedang menunggu untuk berbicara dengan Anda? (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



