Ibadah Online
Renungan Harian
-
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7)
Seorang petani ditegur oleh temannya, “Selama ini aku tidak melihatmu serius mengolah tanah, menyiram, dan memupuk tanamanmu. Apakah engkau tidak mengharapkan hasil yang melimpah saat panen nanti?” “Tentu saja aku mengharapkan hasil panen yang melimpah. Asal kamu tahu, aku lebih mengandalkan doa. Setiap hari aku berdoa agar tanamanku dapat tumbuh dengan baik, tidak diserang hama, cuaca bersahabat, dan air selalu tersedia. Aku percaya Tuhan pasti mendengar doa-doaku,” jawab petani itu dengan ringan.
Tidak ada yang salah ketika kita berdoa meminta berkat, kesembuhan, keberhasilan dalam usaha, atau jalan keluar dari kesulitan hidup. Namun, cara kita memaknai doa menjadi keliru apabila kita tidak bertanggung jawab untuk ikut mewujudkan apa yang kita doakan. Tuhan Yesus mengajarkan agar kita meminta kepada Bapa segala sesuatu yang kita butuhkan. la ingin kita percaya bahwa Dia sanggup memberikannya. Namun demikian, kita juga diajar untuk berusaha dan bekerja keras dalam mewujudkan doa kita.
“Mencari” dan “mengetuk” adalah dua kata yang menggambarkan upaya aktif dari orang yang berdoa untuk mewujudkan apa yang didoakannya. Melalui pengajaran tentang doa ini, Tuhan Yesus menghendaki kita untuk percaya sekaligus tekun bekerja. Dengan demikian, kita dapat menghargai setiap proses dan juga hasil yang Tuhan berikan. [Pdt. Nanang]
DOA:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk tidak hanya meminta, tetapi juga bekerja keras mewujudkan apa yang kami doakan itu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.Ayat Pendukung: Yes. 44:1-5; Mzm. 145:8-9, 14-21; Mat. 7:7-11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Kita hidup di tengah budaya yang lebih mudah menghargai apa yang tampak daripada apa yang bertumbuh. Kita mengagumi keberhasiian yang besar, pencapaian yang cepat, dan kehidupan yang terlihat mengesankan. Tanpa disadari, kita pun mulai menilai hidup dengan ukuran yang sama. Padahal, tidak semua yang bernilai langsung terlihat. Melalui tiga perumpamaan, Yesus mengajarkan cara pandang yang berbeda tentang Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah diibaratkan seperti biji sesawi. Benih itu sangat kecil, tetapi ketika bertumbuh menjadi tempat berlindung bagi banyak burung. Yesus mengingatkan bahwa karya Allah sering kali dimulai dari hal-hal sederhana yang mudah diabaikan. Kesetiaan dalam berdoa, membaca firman, mengampuni, berkata jujur, dan mengasihi sesama mungkin tidak menarik perhatian banyak orang, tetapi justru melalui kesetiaan kesetiaan kecil itulah Allah membentuk kehidupan kita.
Kerajaan Allah juga seperti harta yang terpendam. Ketika seseorang menemukannya, ia rela melepaskan segala miliknya karena menyadari bahwa harta itu jauh lebih berharga daripada apa pun yang dimilikinya. Demikian pula ketika seseorang sungguh sungguh menemukan Kristus, cara pandangnya terhadap hidup berubah. Pekerjaan, kekayaan, dan keberhasiian tetap memiliki tempatnya, tetapi semuanya tidak lagi menjadi pusat kehidupan. Kristus menjadi harta yang paling bernilai.
Perumpamaan tentang pukat mengingatkan bahwa pada akhirnya Allah akan menyatakan segala sesuatu. Hari ini mungkin tidak selalu tampak perbedaan antara yang hidup bagi Tuhan dan yang hidup bagi dirinya sendiri. Namun akan tiba saatnya Allah sendiri memisahkan dan menghakimi dengan adil. Karena itu, kehidupan orang percaya tidak diarahkan oleh penilaian manusia, melainkan oleh pengharapan akan kedatangan Kerajaan Allah yang sempurna.
Marilah kita tidak mudah berkecil hati ketika kesetiaan kita terasa kecil dan tidak diperhatikan. Jangan pula kehilangan arah karena tergoda mengejar hal-hal yang hanya tampak berharga di mata dunia. Teruslah memelihara kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, jadikan Kristus sebagai harta yang terutama, dan hiduplah dengan pandangan yang tertuju kepada Allah. Apa yang dikerjakan-Nya di dalam hidup kita mungkin belum terlihat hari ini, tetapi pada waktunya akan dinyatakan menurut kehendak-Nya. Amin. (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...


