Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tetapi, la tidak melayangkan tangan-Nya terhadap pemuka-pemuka Israel. Mereka memandang Allah, lalu makan dan minum. (Keluaran 24:11)
Dalam beberapa ayat Alkitab dinyatakan bahwa Allah adalah Sang Maha Kudus. Oleh karena itu, pada dasarnya tidak ada manusia yang sanggup berhadapan muka dengan muka dalam relasi dengan Allah. Misalnya, dalam Keluaran 3 dicatat bahwa pada awal pemanggilannya, Musa dilarang untuk mendekati semak yang terbakar yang menandai kehadiran Allah. Musa menutupi wajahnya, sebab ia takut memandang Allah.
Oleh karena itu, bacaan hari ini sangat istimewa. Dikatakan bahwa para tua-tua Israel dapat melihat Allah dengan cara yang terbatas, tetapi tidak dibinasakan. Mereka bahkan boleh makan dan minum bersama. Ini merupakan gambaran kemurahan anugerah dan kebaikan Allah. Setelah ikatan perjanjian antara Allah dan umat-Nya dilakukan, Allah berkenan untuk dihampiri oleh umat-Nya. Nats ini menggambarkan sebuah perjamuan yang menandakan bahwa umat Israel, melalui ketaatan kepada Allah, dapat memiliki hubungan yang lebih dekat dengan-Nya.
Sebagai umat Allah yang baru di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita pun mendapatkan kemurahan anugerah dan perkenanan yang serupa. Dalam Surat Ibrani 10:19 dicatat, “Jadi, Saudara-saudara, kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam Tempat Kudus, oleh darah Yesus.” Mari kita tidak menyia-nyiakan anugerah Allah ini. Hampirilah hadirat Allah dengan hati yang tulus. Raihlah rahmat yang Allah sediakan bagi kita yang telah diperdamaikan dengan Allah oleh darah Yesus. [Pdt. Em. Ronny Nathanael]
DOA:
Bapa di surga, terima kasih atas kemurahan anugerah-Mu yang memungkinkan kami dapat menghampiri-Mu. Amin.Ayat Pendukung: Kel. 24:9-11; Mzm. 106:1-6, 19-23; Yak. 4:4-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan luka yang disimpan bertahun-tahun. Rumah yang diuji bukan berarti rumah yang gagal. Justru melalui ujian, kita dapat melihat apakah rumah itu memiliki dasar yang kuat.
Dalam Matius 2t:33-46, Yesus menceritakan tentang seorang pemilik kebun anggur yang mempercayakan kebunnya kepada para penggarap. Masalahnya muncul ketika para penggarap lupa bahwa kebun itu bukan milik mereka. Mereka menerima kepercayaan, tetapi tidak menjalankan tanggung jawabnya.
Dalam kehidupan keluarga pun demikian. Rumah adalah pemberian dan kepercayaan Tuhan. Suami bukan hanya pemilik rumah, tetapi dipercayakan untuk mengasihi dan melindungi.Istri bukan hanya pengurus rumah, tetapi dipercayakan untuk membangun kehidupan Bersama.Orang tua dipercayakan untuk mendidik anak.
Anak-anak pun dipercayakan kepada keluarga untuk dikasihi dan dibimbing.Karena itu. keluarga bukan sekadar tempat tinggal.Keluarga adalah tempat Tuhan mempercayakan kasih-Nya untuk kita hidupi.Kapan rumah kita diuji?
Rumah kita diuji ketika kita berbeda pendapat. Apakah kita memilih berteriak atau berbicara dengan kasih? Rumah kita diuji ketika ada anggota keluarga melakukan kesalahan. Apakah kita memilih menghakimi atau belajar mengampuni? Rumah kita diuji ketika keadaan ekonomi sulit. Apakah kita saling menyalahkan atau saling menguatkan?
Rumah kita diuji ketika anak melakukan kesalahan. Apakah kita hanya memarahi, mau mendengarkan dan membimbing?
Rumah kita juga diuji ketika kita lelah. Apakah rumah menjadi tempat untuk saling menyembuhkan,atau justru menjadi tempat kita saling melukai?
Rumah yang kuat bukan rumah tanpa masalah. Rumah yang kuat adalah rumah yang ketika diuji, memilih kembali kepada Kristus. Mari mempraktikkannya dalam keluarga. Selamat memasuki bulan keluarga. (LS)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



