Ibadah Online
Renungan Harian
-
Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” (Mazmur 31:15)
Beriman kepada Tuhan bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan memilih untuk tetap memercayai Tuhan di tengah ketakutan yang kita rasakan. Beriman bukanlah ketiadaan rasa takut atau tekanan hidup. Justru dalam kerapuhan itulah iman menemukan bentuk sejatinya, yaitu bersandar kepada Tuhan meskipun segala situasi belum berubah. Tidak ada seorang pun yang kebal terhadap rasa takut. Respons terhadap rasa takut itulah yang menentukan kualitas iman seseorang.
Mazmur 31 menggambarkan situasi Daud yang berada dalam pergumulan yang membuatnya merasa takut: dikejar musuh, dikhianati, dan berada di ujung batas kemampuannya. Daud berseru, “Kepada-Mu, TUHAN, aku percaya.” Kata percaya di sini bukan sekadar harapan kosong, melainkan sebuah penyerahan total bahwa hidup ini, dengan segala masalah dan masa depannya, ada dalam tangan TUHAN. Daud menyadari bahwa kekuatan manusia ada batasnya, tetapi kuasa TUHAN tidak terbatas. Itulah sebabnya ia berkata, “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu” (ayat 16). la memercayakan hidupnya kepada TUHAN.
Bagaimana dengan kita? Di tengah pergumulan keseharian yang kita hadapi, kita pun bisa berkata, “Kepada- Mu, Tuhan, aku percaya.” Ketika kita berserah, kita belajar percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya. Tetaplah teguh karena kita ada dalam tangan-Nya. [Pdt. Jotje H. Karuh]
DOA:
Tuhan, kami percaya bahwa hidup kami ada dalam tangan-Mu. Ajarlah kami berserah dan tetap teguh dalam iman, apa pun yang terjadi. Amin.Ayat Pendukung: Kej. 12:1-3; Mzm. 31:1-5, 15-16; Kis. 6:8-15
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Setiap orang pasti pernah terluka. Ada luka yang terlihat oleh mata, tetapi banyak juga luka yang tersembunyi di dalam hati. Luka karena kata-kata yang menyakitkan, luka karena kehilangan, luka karena dikhianati, bahkan luka karena merasa tidak dihargai. Luka – luka ini sering kali kita simpan rapat-rapat.
Firman Tuhan hari ini membawa kita melihat kepada Kristus sebagai Sang Penyembuh yang terluka. Kristus bukan hanya mengetahui penderitaan kita, tetapi Ia sendiri pernah mengalaminya. Dia disesah, dihina, ditolak, dan disalibkan. Tubuh-Nya penuh bilur, dan hati-Nya menanggung beban dosa manusia. Namun justru melalui bilur-bilurnya itulah, kesembuhan diberikan kepada kita.
Ketika Petrus berkata, “oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh, ” ia mengingatkan bahwa kesembuhan sejati tidak lahir dari kekuatan manusia, tetapi dari pengorbanan Kristus. Luka yang Ia tanggung menjadi jalan pemulihan bagi kita. Ia memulihkan hubungan kita dengan Allah, mengangkat beban dosa, dan menyembuhkan hati yang hancur. Firman ini juga mengingatkan bahwa kita dahulu seperti domba yang tersesat. Kita berjalan tanpa arah, terluka oleh dosa dan dunia. Tetapi sekarang kita telah kembali kepada Sang Gembala dan Pemelihara jiwa kita. Di dalam Dia, kita menemukan perlindungan, arah hidup, dan pemulihan yang sejati.
Karena itu, jangan takut membawa luka kita kepada Kristus. Ia tidak menolak, tidak menghakimi, dan tidak mengabaikan. Ia menerima, mengasihi, dan menyembuhkan. Tidak ada luka yang terlalu dalam bagi-Nya, karena Ia sendiri telah menanggung luka yang terbesar.(LS)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



