Ibadah Online
Renungan Harian
-
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau. (Yesaya 41:10a)
Sarah duduk sendirian di sofa sambil menatap keluar jendela yang basah oleh hujan. Ia merasa sangat kesepian. Suaminya sedang dalam perjalanan dinas panjang, dan berita kurang menyenangkan dari kantornya baru saja diterima. Beban pikiran semakin berat, muncul keraguan yang mulai mengikis keyakinannya. Apakah ia mampu melewati semua ini? Ia memejamkan mata, mengingat kembali janji-janji penyertaan Allah yang selalu ia dengar.
Melalui Nabi Yesaya, Allah menyampaikan penghiburan dan janji pemulihan. Penyertaan Allah itu tidak berkesudahan. Maka, tidak ada alasan untuk takut karena Allah ada bersama umat-Nya. Allah menegaskan relasi yang amat akrab dengan penegasan sebagai “Allahmu”. Umat diajak untuk tidak bimbang, tetapi terus berjalan bersama-Nya. Peneguhan, pertolongan, dan genggaman tangan adalah tindakan-tindakan aktif Allah yang menunjukkan keseriusan-Nya dalam memulihkan umat.
Sewaktu menghadapi kesendirian atau krisis kehidupan, ingatlah bahwa Allah tidak pernah tinggal diam. Penyertaan dan tindakan kasih-Nya selalu nyata. Ketika iman terasa goyah, tetap ingatlah bahwa Allah berkomitmen menjadi Allah yang akrab dan dekat. Ketika kecemasan muncul, ingatlah bahwa di dalam Kristus kita sudah direngkuh oleh anugerah yang ajaib. Roh Kudus menolong kita supaya tidak cepat menyimpulkan keadaan dan tetap berpengharapan. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Apa yang membuat kita tidak takut atau bimbang dan tetap berpengharapan saat mengalami krisis hidup?Ayat Pendukung: Yes. 41:8-10; Mzm. 17:1-7, 15; Rm. 9:6-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Kita hidup di tengah budaya yang lebih mudah menghargai apa yang tampak daripada apa yang bertumbuh. Kita mengagumi keberhasiian yang besar, pencapaian yang cepat, dan kehidupan yang terlihat mengesankan. Tanpa disadari, kita pun mulai menilai hidup dengan ukuran yang sama. Padahal, tidak semua yang bernilai langsung terlihat. Melalui tiga perumpamaan, Yesus mengajarkan cara pandang yang berbeda tentang Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah diibaratkan seperti biji sesawi. Benih itu sangat kecil, tetapi ketika bertumbuh menjadi tempat berlindung bagi banyak burung. Yesus mengingatkan bahwa karya Allah sering kali dimulai dari hal-hal sederhana yang mudah diabaikan. Kesetiaan dalam berdoa, membaca firman, mengampuni, berkata jujur, dan mengasihi sesama mungkin tidak menarik perhatian banyak orang, tetapi justru melalui kesetiaan kesetiaan kecil itulah Allah membentuk kehidupan kita.
Kerajaan Allah juga seperti harta yang terpendam. Ketika seseorang menemukannya, ia rela melepaskan segala miliknya karena menyadari bahwa harta itu jauh lebih berharga daripada apa pun yang dimilikinya. Demikian pula ketika seseorang sungguh sungguh menemukan Kristus, cara pandangnya terhadap hidup berubah. Pekerjaan, kekayaan, dan keberhasiian tetap memiliki tempatnya, tetapi semuanya tidak lagi menjadi pusat kehidupan. Kristus menjadi harta yang paling bernilai.
Perumpamaan tentang pukat mengingatkan bahwa pada akhirnya Allah akan menyatakan segala sesuatu. Hari ini mungkin tidak selalu tampak perbedaan antara yang hidup bagi Tuhan dan yang hidup bagi dirinya sendiri. Namun akan tiba saatnya Allah sendiri memisahkan dan menghakimi dengan adil. Karena itu, kehidupan orang percaya tidak diarahkan oleh penilaian manusia, melainkan oleh pengharapan akan kedatangan Kerajaan Allah yang sempurna.
Marilah kita tidak mudah berkecil hati ketika kesetiaan kita terasa kecil dan tidak diperhatikan. Jangan pula kehilangan arah karena tergoda mengejar hal-hal yang hanya tampak berharga di mata dunia. Teruslah memelihara kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, jadikan Kristus sebagai harta yang terutama, dan hiduplah dengan pandangan yang tertuju kepada Allah. Apa yang dikerjakan-Nya di dalam hidup kita mungkin belum terlihat hari ini, tetapi pada waktunya akan dinyatakan menurut kehendak-Nya. Amin. (DVA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




