Ibadah Online
Renungan Harian
-
“Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” (Matius 14:16)
Istilah healing mulai populer di Indonesia sejak sekitar tahun 2020-an, terutama setelah pandemi Covid-19. Istilah ini kerap digunakan untuk merujuk pada aktivitas liburan atau bepergian guna melepas kepenatan. Healing dianggap bermanfaat bagi kesehatan mental karena dipercaya dapat membantu memulihkan diri dari stres, kecemasan, dan trauma serta meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
Dalam perjalanan pelayanan-Nya, Yesus menghadapi berbagai tantangan, seperti penolakan terhadap misi-Nya, serta peristiwa pembunuhan Yohanes Pembaptis. Semua itu tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga emosi. Oleh karena itu, sangat manusiawi ketika Yesus mengajak para murid-Nya untuk menyingkir ke tempat terpencil guna beristirahat, sejenak melakukan healing. Namun, Yesus yang sudah telanjur dikenal luas tidak dapat menyembunyikan diri. Orang banyak terus mengikuti-Nya. Meskipun lelah dan membutuhkan istirahat, Yesus tetap menerima mereka, bahkan menyembuhkan orang-orang sakit. Ketika para murid ingin orang banyak itu pergi agar mereka dapat mencari makanan, Yesus berkata, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan!”
Melalui peristiwa ini, Yesus mengajarkan kita untuk tidak selalu mengutamakan kepentingan diri sendiri, melainkan tetap menunjukkan belas kasih kepada mereka yang membutuhkan pertolongan, bahkan ketika kita sedang menikmati waktu istirahat. [Pdt. Nanang]
DOA:
Ya Bapa Yang Maha pemurah, ajarlah kami untuk melihat seperti mata Yesus yang melihat dengan belas kasih terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan. Amin.Ayat Pendukung: Yes. 55:1-5; Mzm. 145:8-9, 14-21; Rm. 9:1-5, Mat. 14:13-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Matius 14 menempatkan dua perjamuan berdekatan. Yang pertama berlangsung di istana Herodes. Hidangannya berlimpah, para tamunya orang-orang penting, dan sang raja memiliki kuasa. Namun pesta itu berakhir dengan kepala Yohanes Pembaptis di atas sebuah talam. Herodes menyelamatkan muka dengan mengorbankan nyawa orang lain.
Perjamuan berikutnya berlangsung di tempat sunyi. Tidak ada istana, persediaan makanan nyaris tidak ada, dan tamunya orang banyak yang lapar. Ketika hari mulai malam, para murid mengusulkan jalan keluar yang masuk akal: “Suruhlah orang banyak itu pergi.” Keterbatasan segera menjadi alasan untuk menyingkirkan mereka.
Jawaban Yesus mengejutkan: ‘Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Yesus tidak menyangkal bahwa lima roti dan dua ikan terlalu sedikit. la meminta para murid membawa yang sedikit itu kepada-Nya. Roti tersebut la berkati dan pecah-pecahkan, lalu la kembalikan ke tangan para murid untuk dibagikan. Semua orang makan sampai kenyang.
Di sini tema “Allah yang mencukupi, bukan memanjakan” memperoleh artinya. Anugerah Allah tidak menjadikan para murid penonton yang menunggu mukjizat. Yesus melibatkan tangan mereka dalam pemeliharaan-Nya. Kecukupan lahir sebagai roti yang diterima, dipecah, lalu berpindah dari tangan ke tangan sampai semua mendapat bagian.
Kontras kedua meja itu mencapai puncaknya di dalam Kristus. Di meja Herodes, orang lain kehilangan nyawa agar sang raja tetap aman. Di meja Perjamuan Kudus, Sang Raja memberikan tubuh-Nya sendiri agar dunia memperoleh kehidupan. Roti yang kita terima memang kecil, tetapi menunjuk kepada pemberian yang tak terukur: Kristus memberikan diri-Nya.
Kita datang ke meja Tuhan sebagai orang-orang yang membutuhkan anugerah. Sesudahnya, kita diutus sebagai tubuh Kristus yang memberi tempat dan membagikan kehidupan. Kristus mencukupi kita agar keterbatasan tidak menjadi alasan untuk menyingkirkan sesama. (ASC)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




