Ibadah Online
Renungan Harian
-
Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. (Kejadian 29:9)
Banu sedang terburu-buru mengejar kereta, sehingga dompetnya terjatuh tanpa ia sadari. Ia baru menyadarinya saat tiba di kantor dan kepanikan langsung melandanya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Santi muncul di layar—seorang kenalan lama yang jarang ia hubungi. “Banu, dompetmu tertinggal di dekat stasiun,” kata Santi. Rupanya, ia kebetulan lewat dan melihat dompet itu. Banu tertegun. Kejadian itu terasa seperti pengingat bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini.
Allah memberkati setiap pertemuan antar manusia sebagai bagian dari rencana kasih-Nya yang besar. Kehadiran Rahel yang tepat waktu menunjukkan bahwa tidak ada pertemuan yang kebetulan. Rahel datang dengan peran aktif sebagai gembala; kelak bersama Yakub ia menjadi bagian dari sejarah nenek moyang bangsa Israel. Dalam pemeliharaan Allah, setiap perjumpaan dan peristiwa hidup menjadi kesempatan ilahi. Allah memberkati setiap kejadian demi misi kebaikan-Nya bagi dunia.
Roh Kudus mengaruniakan kepekaan hati bagi kita. Perjumpaan dengan sesama, pekerjaan, dan setiap relasi yang terjadi bukan perkara biasa. Semua itu menjadi kesempatan untuk mengalami kasih dan pimpinan Allah. Bangunlah hubungan dengan sesama dalam makna yang kudus. Allah dapat bekerja melalui setiap peristiwa dan pribadi, dan selalu ada bagian yang harus kita kerjakan untuk ikut serta dalam misi-Nya. [Pdt. Essy Eisen]
REFLEKSI:
Apa yang akan kita lakukan supaya setiap perjumpaan dan peristiwa menjadi bermakna hari ini?Ayat Pendukung: Kej. 29:9-14; Mzm. 105:1-11, 45b; Kis. 7:44-53
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Teks Injil kita berbicara mengenai Allah yang sabar. Kita sering kali keliru membaca tindakan Allah. Ketika pertolongan yang kita nanti belum juga datang, kita cepat menyimpulkan bahwa Allah sedang menunda. Padahal, Alkitab lebih sering memunculkan citra Allah yang sabar, bukan Allah yang menunda.
Dalam perumpamaan gandum dan lalang, sang tuan menolak mencabut lalang lebih dulu. la sengaja membiarkan keduanya bertumbuh bersama sampai musim panen. Itu dilakukannya bukan karena sang tuan itu tak peduli, tetapi karena ia tidak mau gandum ikut tercabut. Pada masa muda, gandum dan lalang memang hampir tak bisa dibedakan. Barulah dari buahnya keduanya dikenali.
Atas dasar perumpamaan ini, Augustinus, yang hidup di abad keempat dan kelima, menyebut gereja sebagai corpus permixtum, tubuh yang bercampur. Gereja hidup di dalam dunia, bukan di luarnya. Maka selama dunia masih menjadi ladang yang bercampur antara gandum dan lalang, gereja pun belum menjadi komunitas yang murni. Karena itu, ungkapan indah yang sering kita dengar, “Gereja bukan museum orang suci, melainkan rumah sakit bagi orang berdosa,” sungguh-sungguh benar. Semua masih dalam proses penyembuhan. Semua orang layak untuk diberi kesempatan untuk berubah, sebab lalang dan gandum masih terus bercampur, sampai saat panen tiba.
Yesus mengingatkan bahwa bukan kita yang memisahkan gandum dan lalang. Itu adalah tugas para malaikat pada akhir zaman. Kita tidak pernah dipanggil menjadi polisi iman atau hakim atas hidup orang lain. Tugas kita jauh lebih sederhana sekaligus jauh lebih sulit, yaitu tetap bertumbuh sebagai gandum, tetap berbuah, dan tetap setia, sekalipun harus berada di antara lalang.
Hari ini kita diundang untuk bersabar, sama seperti Allah sendiri bersabar. Kita diundang untuk bersabar kepada orang lain dan kepada diri sendiri, karena Allah lebih dahulu bersabar kepada kita. la tidak mencabut kita ketika kita jatuh. la tidak membuang kita ketika kita gagal. la tetap menunggu kita berbuah. Allah belum selesai dengan diri kita. la sedang mengerjakan pertumbuhan kita dengan kesabaran-Nya, karena la tidak tergesa-gesa seperti kita. Amin. (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...



