Ibadah Online
Renungan Harian
  • Allah Memulihkan Relasi Yang Rusak

    Kejadian 33:1-17

    Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4)

    Sarah sedang membereskan foto-foto lama di album usangnya. Tangannya berhenti pada sebuah foto dirinya bersama adiknya, Rian, saat mereka masih kecil. Senyum manis Rian di foto itu terasa asing baginya. Pertengkaran kecil bertahun-tahun lalu membuat mereka jarang berbicara. “Kenapa hal ini bisa terjadi?” katanya di hati. Keinginan untuk memperbaiki hubungan yang retak muncul kembali. Mungkinkah ada cara untuk mengulang momen tawa tulus seperti di foto itu?

    Allah memulihkan hubungan yang rusak antarpribadi. Yakub dan Esau mengalami penguatan dari Allah. Yakub yang dahulu menipu kini datang dengan kerendahan hati. Esau berlari, memeluk, dan mencium Yakub. Dalam kasih dan pengampunan Esau, kita menyaksikan pancaran anugerah Allah. Pengampunan menjadi pintu bagi rekonsiliasi. Keberanian untuk memperjuangkan damai adalah kehendak Allah. Tidak ada kata berpisah bagi keluarga. Kepedulian demi kebaikan bersama tidak pernah sia-sia.

    Kerendahan hati lahir dari pertolongan Roh Kudus. Pengampunan yang radikal selalu dimulai dari kerendahan hati. Kasih ilahi memberi kekuatan melampaui luka masa lalu. Setiap perjumpaan yang didasari kasih dan kepedulian berujung pada rekonsiliasi. Jadilah pribadi yang berinisiatif berdamai. Allah mengaruniakan kelembutan hati untuk memeluk mereka yang dahulu menjauh. Jangan biarkan masa lalu menutup jalan bagi kasih dan pengampunan. [Pdt. Essy Eisen]

    REFLEKSI:
    Seberapa terbukakah hati kita pada kelembutan hati yang diberikan Roh Kudus untuk mengampuni yang menyakiti?

    Ayat Pendukung: Kej. 33:1-17; Mzm. 139:13-18; Gal. 4:21-5:1
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • Allah yang Sabar, Bukan yang Menunda

    Matius 13:24-30, 36-43

    Teks Injil kita berbicara mengenai Allah yang sabar. Kita sering kali keliru membaca tindakan Allah. Ketika pertolongan yang kita nanti belum juga datang, kita cepat menyimpulkan bahwa Allah sedang menunda. Padahal, Alkitab lebih sering memunculkan citra Allah yang sabar, bukan Allah yang menunda.

    Dalam perumpamaan gandum dan lalang, sang tuan menolak mencabut lalang lebih dulu. la sengaja membiarkan keduanya bertumbuh bersama sampai musim panen. Itu dilakukannya bukan karena sang tuan itu tak peduli, tetapi karena ia tidak mau gandum ikut tercabut. Pada masa muda, gandum dan lalang memang hampir tak bisa dibedakan. Barulah dari buahnya keduanya dikenali.

    Atas dasar perumpamaan ini, Augustinus, yang hidup di abad keempat dan kelima, menyebut gereja sebagai corpus permixtum, tubuh yang bercampur. Gereja hidup di dalam dunia, bukan di luarnya. Maka selama dunia masih menjadi ladang yang bercampur antara gandum dan lalang, gereja pun belum menjadi komunitas yang murni. Karena itu, ungkapan indah yang sering kita dengar, “Gereja bukan museum orang suci, melainkan rumah sakit bagi orang berdosa,” sungguh-sungguh benar. Semua masih dalam proses penyembuhan. Semua orang layak untuk diberi kesempatan untuk berubah, sebab lalang dan gandum masih terus bercampur, sampai saat panen tiba.

    Yesus mengingatkan bahwa bukan kita yang memisahkan gandum dan lalang. Itu adalah tugas para malaikat pada akhir zaman. Kita tidak pernah dipanggil menjadi polisi iman atau hakim atas hidup orang lain. Tugas kita jauh lebih sederhana sekaligus jauh lebih sulit, yaitu tetap bertumbuh sebagai gandum, tetap berbuah, dan tetap setia, sekalipun harus berada di antara lalang.

    Hari ini kita diundang untuk bersabar, sama seperti Allah sendiri bersabar. Kita diundang untuk bersabar kepada orang lain dan kepada diri sendiri, karena Allah lebih dahulu bersabar kepada kita. la tidak mencabut kita ketika kita jatuh. la tidak membuang kita ketika kita gagal. la tetap menunggu kita berbuah. Allah belum selesai dengan diri kita. la sedang mengerjakan pertumbuhan kita dengan kesabaran-Nya, karena la tidak tergesa-gesa seperti kita. Amin. (JA)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...