Ibadah Online
Renungan Harian
-
Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:9)
Dalam era digital, kita hidup di tengah arus perubahan yang cepat. Gejolak sosial politik bisa mengubah arah bangsa. Kurs rupiah bisa naik-turun hanya karena satu berita. Media sosial bisa mengguncang reputasi seseorang dalam semalam. Tak sedikit orang merasa dunia ini tidak stabil. Lalu, siapa yang benar-benar berkuasa?
Pemazmur berseru, “Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.” Mazmur 47 adalah seruan iman yang lantang. Allah bukan sekadar simbol spiritual, melainkan Raja yang memerintah secara nyata atas dunia ini. Takhta-Nya kudus, adil dalam penghakiman, dan setia memelihara umat-Nya. Allah tidak pasif menyaksikan dunia. la tetap memerintah dalam kekudusan dan kuasa. Kekuasaan Allah tidak ditentukan oleh gejolak sosial politik atau nilai pasar. Dia duduk di atas takhta kekal yang tidak tergoyahkan.
Di tengah krisis ekonomi, ketegangan politik, dan kerusakan alam, orang-orang mencari pegangan yang pasti. Dalam kondisi seperti ini, firman Tuhan mengajak kita bukan hanya melihat layar berita, tetapi ke takhta kekuasaan Allah. Dia adalah tempat aman bagi hati yang gelisah. Sekalipun dunia berubah, takhta Allah tak goyah karena Dialah Raja yang memerintah selamanya. Marilah kita membangun iman dan pengharapan yang bertumpu kepada Allah yang berdaulat atas kehidupan ini. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]
DOA:
Ya Tuhan, saat dunia goyah, mampukan kami tetap percaya kepada-Mu. Amin.Ayat Pendukung: Kej. 22:15-18; Mzm. 47; 1 Tes. 4:9-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
Khotbah Minggu
-
Matius 10:40-42 menutup khotbah Yesus mengenai pengutusan. Di dalam khotbah-Nya, Yesus berbicara mengenai penganiayaan, penolakan, salib, hingga kehilangan nyawa. Yang mengejutkan, semua penjelasan yang “heboh” itu ditutup dengan tindakan yang tampak kecil dan senyap: “memberi air sejuk secangkir.” Sungguh sebuah tindakan yang sederhana, namun sangat dihargai Yesus. Namun demikian, jangan terkecoh dengan ini. Justru di sini ada dua pelajaran penting yang Yesus ajarkan.
Pertama, ini semua bukan soal apa yang dilakukan (doing) melainkan soal siapa yang melakukan (being). Dalam ayat 40, Yesus berkata bahwa la dapat dijumpai di dalam diri orang-orang yang diutus-Nya, “Siapa saja yang menyambut kamu, ia menyambut Aku”. Yesus mengidentifikasi diri-Nya dengan orang-orang yang pergi dalam nama-Nya. Kedua, ungkapan “memberi air sejuk secangkir” mengilustrasikan karya-layan yang sederhana dan kecil, namun tetap dihargai oleh Tuhan. Tidak semua orang menjadi rasul, namun semua orang tetap diundang untuk berkarya bagi Kerajaan Allah. Yesus berjanji, orang-orang yang melakukan kebajikan sekecil apa pun kepada murid-murid Kristus, la “tidak akan kehilangan upahnya.” Allah mengingat dan tidak melupakannya.
Oh, ya, ada satu hal lain yang menarik. Kita terbiasa membaca Matius 25 yang berbicara mengenai penghakiman terakhir. Di situ, memperlakukan salah seorang yang kecil dengan kasih sama seperti memperlakukan Kristus. Di dalam bacaan kita kali ini, salah seorang yang kecil ini adalah murid Kristus, sementara yang memberikan perlakuan baik adalah orang lain. Hal ini mengajarkan kita bahwa Kristus dipermuliakan bukan hanya ketika kita berbuat kebajikan pada sesama yang kecil, namun juga ketika kita yang adalah orang-orang kecil menerima perbuatan baik dari orang lain. Menarik, bukan? (JA)
Antar Kita
-
WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
-
GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
Selasa, 12 Maret 2024Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di... -
Mata Air Kasih-Nya
Rabu, 21 Juni 2023Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...




