Hubungi Kami  

Silahkan isi formulir dibawah ini untuk menghubungi kami:

Anda juga dapat menghubungi kami di:
Jl. Sekolah Kencana IV/TN-7 Pondok Indah – Jakarta 12310

Telp: 62 – 21 – 750 5811/3247
Faks: 62 – 21 – 765 4315
Email: kantorgkipi@gmail.com

Waktu operasional pelayanan kantor gereja dalam rangka new normal adalah sebagai berikut :
Senin – Jumat : Pukul 08:00 – 16:00 WIB
Sabtu : Pukul 08:00 – 13:00 WIB
Minggu : Work From Home

Silakan menghubungi nomor telp. Kantor gereja GKI Pondok Indah (021) 750 3247, (021) 750 5811.
Demikian diinformasikan kepada jemaat dan simpatisan.

Dalam rangka mendukung program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka Majelis Jemaat GKI Pondok Indah menetapkan kebijakan Kerja Dari Rumah bagi karyawan gereja dengan ketentuan Pelayanan Kantor berlangsung Senin-Sabtu pukul 09:00 – 13:00 di mana akan ada petugas yang selalu siap menerima panggilan telepon Bapak / Ibu / Saudara ke nomor telepon GKI Pondok Indah 021-7503247, 7505811. Apabila Bapak Ibu Saudara tidak berhasil menghubungi salah satu nomor tersebut dalam rentang waktu 30 menit, mohon untuk menghubungi juga nomor lain yang tertera di bawah ini: 1. Ibu Sianida Juniati – 085966247039 2. Ibu Rita Alexandra – 0816957701 3. Bpk. Novias Ferdinand – 0817700098

 
Frequently Asked Question

 

Recent Tweets
Facebook Feeds

7 hours ago

Gkipiweb
Bahagia bukan karena harta atau takhta, tetapi karena Tuhan yang disegani dan diikuti jalan-jalan-Nya. Mengikuti jalan-jalan Tuhan ini sama dengan membuka berkat-berkat yang akan turun dari langit-Nya. Tak perlu dikejar-kejar. Sebab, berkat-berkat itu selalu ada di jalan-jalan-Nya. Hasil jerih payah di jalan Tuhan itu tidak sia-sia. Kebutuhan hidup tercukupi. Keluarga hidup dengan rukun dan damai. Istri seperti pohon anggur, dan anak-anak seperti pohon zaitun. Manis dan harum sekali kehidupan orang-orang berhikmat atau mereka yang takut akan Tuhan. Umur panjang pun menjadi bagian mereka. buff.ly/3CurS63 ... See MoreSee Less
Lihat di Facebook

1 day ago

Gkipiweb
Di bawah kolong langit ini, masih ada hidup yang bermakna. Kita mulai menangkap pesan tersebut dari perbandingan yang dibuat oleh Pengkhotbah. Kalau semua sia-sia, untuk apa ia membuat perbandingan? Perbandingan itu dilakukan untuk mendapatkan yang lebih ideal. “Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh.” Maka, berhikmat lebih baik dari pada bodoh. Lebih jauh lagi, bagaimana agar orang menjadi berhikmat? Ia tidak boleh terpaku pada apa yang ada di bawah langit. Ia harus menatap ke atas langit, ke Tuhan. Dengan mengandalkan Tuhan sebagai pemberi hikmat dan tuntunan, hidup yang dijalani di bawah matahari tidak menjadi sia-sia, tetapi menjadi bermakna. buff.ly/2VJXRPU ... See MoreSee Less
Lihat di Facebook

2 days ago

Gkipiweb
Yakobus mengajarkan sikap doa, bahkan sikap hidup yang tepat di hadapan Tuhan. Tuhan bukan pelayan manusia. Sebaliknya, manusialah yang menjadi pelayan Tuhan. Karena itu, manusia mesti datang kepada-Nya dengan kerendahan hati. Bahkan, Yakobus menyebutkan bahwa orang yang merendahkan diri, dialah yang akan ditinggikan. Orang yang merendahkan diri atau merendahkan hati tidak akan memaksakan kehendak, sebab ia tahu diri dan ia pun sadar bahwa Allah tahu yang terbaik untuk semua orang. Itu sebabnya, orang yang merendahkan hati akan berserah kepada Tuhan, “Bukan kehendakku, tetapi kehendak-Mu.” Jika Tuhan menghendakinya, maka saya akan berbuat ini dan itu. Jadi, kehendak Tuhan yang harus dicari dan dilakukan. buff.ly/3hCz3RF ... See MoreSee Less
Lihat di Facebook