Hubungi Kami  

Silahkan isi formulir dibawah ini untuk menghubungi kami:

Anda juga dapat menghubungi kami di:
Jl. Sekolah Kencana IV/TN-7 Pondok Indah – Jakarta 12310

Telp: 62 – 21 – 750 5811/3247

Email: kantorgereja@gkipi.org

Waktu operasional pelayanan kantor gereja adalah sebagai berikut :
Senin – Jumat : Pukul 08:00 – 16:00 WIB
Sabtu : Pukul 08:00 – 13:00 WIB
Minggu : Pukul 6:30 – 12:30 WIB – 14:00 – 19:00 WIB

**Kantor Gereja Tutup di Hari Libur Nasional, Kecuali Hari Libur Kristiani

Frequently Asked Question

Facebook Feeds

2 days ago

Gkipiweb
Pemazmur menyatakan rasa syukurnya karena TUHAN telah mendengarkan suara permohonannya dan menolongnya dari berbagai persoalan hidup yang dihadapinya. Bagi pemazmur, TUHAN bukanlah pribadi yang jauh, melainkan dekat dan peduli pada umat-Nya. Sebagai respons atas kasih TUHAN, pemazmur bertanya, "Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?" Jawabannya ialah hidup penuh ucapan syukur, memuji nama TUHAN, menepati janji kepada TUHAN, dan hidup sepenuhnya untuk TUHAN. Pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa ucapan syukur yang sejati bukan hanya melalui kata-kata, melainkan juga lewat hidup yang memuliakan nama-Nya. bit.ly/4efEYdp ... SelengkapnyaSee Less
Lihat di Facebook

3 days ago

Gkipiweb
Dalam Matius 12:38, orang Farisi dan ahli Taurat menuntut mukjizat sebagai bukti bahwa Yesus benar- benar berasal dari Allah. Namun, Yesus menjawab bahwa kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus. Seperti Yunus yang berada di dalam perut ikan besar selama tiga hari, demikian juga Yesus akan mati dan bangkit pada hari yang ketiga. Selain itu, tanda Yunus juga merupakan panggilan untuk pertobatan sejati. Yunus menyerukan pertobatan kepada orang Niniwe, dan mereka pun bertobat. bit.ly/4sONe89 ... SelengkapnyaSee Less
Lihat di Facebook

4 days ago

Gkipiweb
Dalam Yunus 1, dikisahkan bahwa Yunus dipanggil dan dipercaya TUHAN untuk pergi ke Niniwe, tetapi ia memilih pergi ke Tarsis, tempat yang berlawanan dengan kehendak TUHAN. Ini adalah masalah integritas di hadapan TUHAN. Yunus tahu yang benar, tetapi ia memilih yang nyaman. Integritas penting karena TUHAN melihat hati, bukan sekadar tindakan yang terlihat oleh mata. Ketika tidak memiliki integritas, kita akan mudah tergoda untuk memilih "Tarsis", tempat yang nyaman, tetapi justru menjauhkan kita dari-Nya, mengingkari diri sendiri, dan membawa masalah bagi kehidupan orang lain di sekitar kita. Integritas bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang ketaatan dan kesetiaan melakukan kehendak-Nya. Yunus akhirnya bertobat dan melaksanakan tugas panggilannya pergi ke Niniwe. Pada akhirnya, melalui ketaatannya, sebuah bangsa diselamatkan. bit.ly/4vshFDu ... SelengkapnyaSee Less
Lihat di Facebook