Aku akan minta kepada Bapa, dan la akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya la menyertai kamu selama-lamanya. (Yohanes 14:16)
Rudi dan Ana merasa khawatir ketika harus melepas anak pertama mereka, Bella, untuk berkuliah di luar kota. Selama ini, Bella kerap diantar dan dijemput oleh papa atau mamanya. Ada perasaan seakan-akan sebagian dari diri Rudi dan Ana hilang ketika menghadapi kondisi tersebut. Mereka memiliki kerinduan yang besar untuk tetap dapat hadir dan mendukung keseharian Bella.
Tuhan Yesus mengetahui bahwa perpisahan bukanlah hal yang mudah bagi para murid. Kebersamaan mereka selama tiga tahun telah membentuk rasa saling bergantung dan saling menolong di antara mereka. Oleh karena itu, Yesus memahami dengan sungguh apa yang menjadi kebutuhan para murid. Ia pun menjanjikan bahwa kelak akan hadir seorang Penolong yang lain, yakni Roh Kudus. Disebut Penolong yang lain berarti telah ada Penolong yang pertama. Siapakah Dia? Tidak lain adalah Yesus sendiri.
Saudara, apakah hal yang indah dari pengajaran Yesus di bagian ini? Keindahannya terletak pada kenyataan bahwa para murid, termasuk umat Kristen masa kini, tetap menerima pertolongan dari Allah. Ketika Yesus masih bersama para murid, mereka ditolong oleh kuasa dan kehadiran-Nya. Ketika Yesus tidak lagi hadir secara fisik, bukan berarti pertolongan Allah berhenti. Roh Kudus hadir sebagai Penolong yang lain, yang senantiasa menyertai dan menolong umat-Nya. Marilah kita bersyukur atas kepedulian-Nya terhadap kehidupan kita. [Pdt. Natanael Setiadi]
REFLEKSI:
Merasa gentar adalah hal yang manusiawi, tetapi tetaplah teguh melangkah karena Sang Penolong selalu hadir.
Ayat Pendukung: Mzm. 66:8-20; Kis. 17:22-31, 1 Ptr. 3:13-22; Yoh. 14: 15-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.