MURID SEJATI

Yohanes 8:31-38

Belum ada komentar 193 Views

Lalu Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku. (Yohanes 8:31)

Dalam kehidupan ini, ada orang-orang yang menerima privilese. Misalnya, anak orang kaya atau pejabat. Anak- anak seperti ini dapat bersekolah di sekolah bermutu. Mereka dapat mengikuti berbagai kursus privat. Mereka pun dapat melanjutkan studi ke luar negeri, sekalipun berbiaya tinggi. Dengan jaringan relasi orangtua yang luas, bukan tidak mungkin mereka mengalami kemudahan ketika mencari pekerjaan. Mereka pun memiliki keamanan finansial. Perlakuan istimewa juga kerap mereka terima.

Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus memahami bahwa mereka adalah keturunan Abraham. Sebagai keturunan Abraham, yaitu umat pilihan Tuhan. Oleh karena itu, mereka percaya akan memperoleh berbagai keistimewaan atau privilese dari Tuhan. Yesus mengkritik pemahaman semacam ini. Menurut Yesus, pemahaman tersebut membuat mereka rentan menjadi hamba dosa. Karena itu, kepada orang-orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, Yesus berpesan agar mereka menghidupi firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu menjadi tanda seorang murid sejati.

Manusia cenderung menginginkan hak istimewa dalam hidup. Namun, sebagai pengikut Yesus, keistimewaan kita bukan hanya tentang apa yang kita terima dari Tuhan, tetapi juga tentang apa yang kita berikan kepada-Nya, yakni ketaatan dan kesetiaan kepada firman-Nya. Maukah kita bertumbuh bukan sekadar menjadi murid biasa, melainkan murid sejati? [Pdt. Natanael Setiadi]

REFLEKSI:
Murid sejati tidak hanya mengetahui firman Tuhan, tetapi hidup di dalamnya setiap hari.

Ayat Pendukung: Ams. 3:13-18; Mzm. 102:1-17; Yoh. 8:31-38
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...