TUHANlah Raja, la berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikatpinggangkan kekuatan. Sungguh, bumi tegak, tidak akan goyah. (Mazmur 93:1)
Bayangkan seorang anak kecil yang duduk tenang di tengah badai karena ayahnya menggenggam tangannya. Meskipun petir menyambar dan angin kencang mengguncang, anak itu tetap merasa aman karena percaya pada sang ayah. Seperti anak itu, kita sering kali dikelilingi oleh kekacauan hidup: tekanan pekerjaan, konflik keluarga, ketidakpastian ekonomi, bahkan bencana alam. Dalam situasi itu, apakah kita masih merasa tenang?
Pemazmur mengajak kita mengingat satu kebenaran yang menguatkan: TUHAN adalah Raja yang memerintah dengan kekuatan. TUHAN bukan hanya Allah yang agung, tetapi juga Raja yang berdaulat atas seluruh ciptaan. Ungkapan “berpakaian keagungan” menunjukkan kemuliaan-Nya, dan “bersabuk kekuatan” menegaskan kuasa-Nya. Dunia tetap berdiri bukan karena kestabilan politik, ekonomi, atau kekuatan manusia, melainkan karena TUHAN yang menopangnya. Hal ini merupakan sebuah deklarasi iman bahwa di atas segala kekacauan, TUHAN tetap memerintah dengan kuasa yang tidak tergoyahkan.
Renungan ini mengingatkan kita untuk tidak kehilangan ketenangan saat hidup terasa tidak stabil. Dunia dapat berubah dan situasi dapat mengguncang, tetapi Tuhan tetap Raja dan la tidak pernah lengah. Dalam setiap pergumulan, marilah kita bersandar kepada Dia yang memerintah dengan kekuatan dan kasih. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan yang berdaulat ada di pihak kita, kita tidak perlu takut menghadapi apa pun. [Pdt. Natanael Setiadi]
REFLEKSI:
Keagungan Tuhan bukan hanya untuk dikagumi, tetapi untuk diandalkan.
Ayat Pendukung: Ul. 5:22-33; Mzm. 93; 1 Ptr. 3:8-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.