Alkitab Kita

Alkitab Kita

Belum ada komentar 65 Views

Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 39 kitab, sedang Alkitab Perjanjian Baru mencakup 27 kitab. Ke-66 kitab itu adalah hasil karya lebih dari 40 penulis, dengan menggunakan tiga bahasa, yakni Ibrani, Yunani dan bahasa Aram. Proses penulisan itu terbentang dalam suatu bingkai waktu yang mencakup lebih dari 1.500 tahun.

Para penulis Alkitab itu bermukim di tiga benua, yakni Asia, Eropa dan Afrika Utara. Namun, mereka memberikan pesan-pesan yang sama konsistensinya, sungguh pun latar belakang para penulis itu sangat beranekaragam.

  • Musa, adalah seorang pemimpin politik yang dididik sebagai pangeran di istana Firaun;
  • Yosua, berstatus panglima tertinggi tentara Israel;
  • Salomo, adalah raja Israel;
  • Daniel, muncul di pentas dalam statusnya sebagai perdana menteri;
  • Amos, sangat akrab dengan domba-domba gembalaannya;
  • Petrus, mencari nafkahnya sebagai nelayan;
  • Matius, seorang pemungut pajak, dengan segala konotasinya;
  • Lukas, merupakan dokter zending pertama.
  • Paulus, dikenal sebagai seorang intelektual yang ahli di bidang hukum Taurat, serta berasal dari kalangan orang Farisi, yang karena statusnya dihormati dan disapa sebagai rabi.

Dengan latar belakang yang begitu beranekaragam serta mengingat faktor waktu, bagaimana mungkin para penulis itu memberikan pesan-pesan yang sama dan konsisten mengenai masalah-masalah yang ramai diperdebatkan dalam masyarakat?

Hal itu hanya mungkin oleh karena tuntunan Roh Kudus.

Dan mengenai peranan Roh Kudus ini Petrus bersaksi dan menjelaskan: “Oleh dorongan Roh Kudus orang berbicara atas nama Allah (2 Petr.1:21), yang dilanjutkannya di dalam 2 Petr.3:16: “Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”

Kesaksian senada datang dari penulis yang sangat produktif, karena menghasilkan tigabelas dari jumlah duapuluh tujuh kitab Perjanjian Baru. Itu adalah Paulus. Dia menegaskan peranan Roh Kudus, seraya menya-takan bahwa: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar….” (II Tim. 3:16).

Para penulis Alkitab Perjanjian Lama sering membuat pernyataan, seperti: “Berfirmanlah TUHAN kepadaku:…” (Yes.8:1) atau: “Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:….” (Yer. 2:1). Seraya mengutip dari Alkitab Perjanjian Lama, Tuhan Yesus menegaskan: “Allah berfirman….” (Mat.15:4). Otoritas Tuhan Yesus secara tegas dinyatakan-Nya sendiri, bahwa: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Mat.28:18).

Berdasarkan kuasa itu, maka Kristus pun memberikan delegasi wewenang kepada para murid-Nya, dalam bentuk Amanat Agung (Mat. 28: 19). Tetapi pelaksanaan delegasi wewenang itu tetap berada di dalam lingkup penyertaan Kristus, melalui Roh Kudus, sepanjang zaman (Mat. 28: 20).

Kalau dorongan Roh Kudus yang telah membuat para penulis Alkitab berbicara atas nama Allah, maka Roh Kudus itu juga yang menyertai pelaksanaan Amanat Agung.

Dalam konteks Jemaat GKI Pondok Indah, Roh Kudus yang memampukan dan menggerakkan kita untuk mempergunakan talenta kita masing-masing dalam kegiatan saling melayani. Hal ini terjadi melalui partisipasi kita dalam Program Kerja Tahunan, yang adalah penjabaran Misi Jemaat GKI Pondok Indah.

Kiranya Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.

Paul.P.Poli, SH

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Bible Talks
  • lambang pengampunan dan pemulihan dari pagutan dosa
  • Maju dengan Sepenuh Hati
    Maju dengan Sepenuh Hati
    Markus 6:14-29
    Tidak diragukan lagi bahwa kita masingmasing ingin maju, tetapi belum tentu sedang bergerak maju. Kita mungkin merasa bahwa kita...
  • Kitab Pengkhotbah
    Kitab Pengkhotbah
    kesia-siaan hidup yang tidak dinikmati dan diberi makna dalam anugerah Tuhan
    Tentang Penulisnya Sudah menjadi anggapan umum bahwa Kitab Pengkhotbah ditulis oleh Salomo (sekitar 935 SM), karena itu kaum tradisional...
  • Gembalakanlah Domba-dombaku
    Gembalakanlah Domba-dombaku
    bukan sekadar perintah sama yang diulang hingga tiga kali
    Pemahaman Terjemahan Bila kita membaca Yohanes 21:15-19 dari Terjemahan Baru Lembaga Alkitab Indonesia, maka mungkin kita hanya akan menemukan...
  • Menghadapi Pandemi Dengan Bersehati Mencari Tuhan