Diam Menanti Pertolongan Tuhan

Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43

2 Komentar 82 Views

Kita tidak dibiasakan diam dalam banyak hal di hidup ini. Kita dibiasakan, dipacu untuk serba cepat. Ada beberapa ungkapan yang menggambarkan bahwa hidup ini harus serba cepat misalnya; hidup itu berpacu dengan waktu, bangun itu harus pagi-pagi jika tidak rejeki dipatok ayam, waktu adalah uang, dan seterusnya. Jadi kita dibiasakan untuk serba cepat agar dapat meraih hidup sejahtera, unggul dan sukses. Sebaliknya berlama-lama atau berlambat-lambat tanda kemalasan, tidak mampu bersaing dan tertinggal.

Pertanyaannya apakah hidup itu dilalui dengan cara cepat atau dengan cara melambat? Yang tepat adalah hidup harus dengan kesadaran penuh (mindfulness). Tahu kapan harus melambat dan tahu kapan harus bergegas.

Pada saat masalah menghimpit kita dengan kuat, rasa untuk segera keluar dari persoalan sangat menekan kita. Kita ingin berburu dengan waktu, lepas dari kemelut. Sayangnya, justru memburu-buru menyelesaikan persoalan biasanya diikuti dengan sikap sembrono dan tidak bijaksana yang pada akhirnya memunculkan masalah atau kerumitan baru. Dalam perputaran waktu yang terasa begitu cepat bergulir, Firman-Nya mengingatkan kita untuk berdiam. Berdiam itu baik juga kita lakukan ketika berada dalam himpitan persoalan. Berdiam untuk menenangkan hati, berdiam untuk peka mendengar suara Allah. Berdiam untuk tajam melihat hal-hal baik yang terus menerus tersedia dalam hidup oleh Allah. Semua itu sering kali terabaikan pada saat kita bergegas untuk bergerak dan bertindak. Hal ini secara menarik kita baca dalam kisah di Injil Markus.

Tidak ada seorang pun ingin berlama-lama ditimpa masalah. Namun mungkin saja persoalan yang sedang mendera kita adalah sebuah kesempatan bagi kita menanti dalam diam sebelum bergerak menyelesaikan masalah dengan lincah. Diam untuk menikmati kasih Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita. Diam untuk menyembuhkan, menenangkan gemuruh dan kegelisahan. Diam agar mampu memegang teguh masa depan baik dalam pengharapan. Marilah kita diam menantikan pertolongan Tuhan yang selalu mengarahkan kita tepat pada waktunya.

DVA

2 Comments

  1. M Sinambela

    Terima kasih atas renungan ini. Tuhan Yesus memberkati

  2. Kia

    saya tercerahkan sekali dengan article ini

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hancurnya Tembok Pemisah
    Perbedaan itu adalah keniscayaan yang memang sudah ada sejak dulu, tetapi sayangnya perbedaan ini pula yang mungkin membuat keadaan...
  • DICARI Seorang Nabi
    Di tengah situasi yang ‘chaos’ orang menjadi sulit untuk menegakkan “kebenaran” karena dalam situasi seperti ini yang salah bisa...
  • Panggilan di Tengah Keterbatasan
    2 Korintus 12:1-10 mengungkapkan pengalaman Paulus yang mengajarkan kita tentang kekuatan di balik kelemahan. Paulus menceritakan bagaimana ia diberikan...
  • Gereja Masa Depan: Antara Identitas dan Relevansi
    Ayub 38:1-11; Mazmur 107:1-3,23-32; 2 Korintus 6:1-13; Markus 4:35-41
    Dunia yang kita hidupi saat ini berada dalam keadaan carut marut. Selepas badai covid yang telah kita hadapi bersama...
  • GEREJA: Makin Beriman dan Relevan
    Gereja hadir di dunia, di tengah persoalan dan pergulatan dunia. Gereja hadir tidak untuk mengasingkan diri dan juga tidak...