Kitab WAHYU 2

Kitab WAHYU 2

Belum ada komentar 18 Views

Rahasia Membaca Kitab Wahyu Sebagai Wahyu Yesus Kristus Sendiri

Sebelum membaca dan meneliti lebih dalam isi kitab Wahyu ini, marilah kita terlebih dahulu merenungkan pendapat beberapa penulis terkenal dalam kedudukan mereka sebagai pendeta/penginjil yang telah berpengalaman selama puluhan tahun. Mereka mengemukakan pandangan mereka tentang kitab Wahyu dari berbagai segi, antara lain:

Billy Graham (dalam bukunya–“Approaching Hoofbeats”/Derap Kuda yang Semakin Mendekat–Wahyu 6) mengatakan bahwa ia telah membaca beribu-ribu halaman tafsiran, artikel dan berbagai buku penyelidikan tentang kitab Wahyu.

A.W Tosser (dalam bukunya “Jesus is Victor”/Yesus Pemenang) mengatakan bahwa ia telah bertahun-tahun mempelajari sebuah perspektif baru tentang kitab Wahyu ini.

Ray C. Stedman (dalam bukunya “God’s Final Word”/Firman Terakhir Allah) mengatakan bahwa ia telah menyelidiki kitab Wahyu dan berhati-hati membedahnya dengan membaca ayat demi ayat, agar dapat menghidupkan misteri-misteri yang terkandung di dalamnya.

DR. Ed Hindson (dalam bukunya “Approaching Armageddon”/Armagedon Semakin Dekat”) mengatakan bahwa ia telah bertahun-tahun memperhatikan penerbitan buku-buku dan menemukan banyak pandangan yang menyimpang dari kitab Wahyu.

Dave Hagelberg, Th.M (dalam bukunya “Tafsiran Kitab Wahyu”– judul dari bahasa Yunani “Wahyu Yesus Kristus”–mengatakan bahwa melalui proses dan pergumulannya selama kurang lebih tiga tahun, akhirnya Tafsiran Kitab Wahyu karangannya dapat diterbitkan.

Simon J. Kistemaker, PhD (dalam bukunya “Exposition of the Book of Revelation”/Tafsiran Kitab Wahyu) menulis di dalam kata pengantar buku tersebut, bahwa para pendeta biasanya hanya berkhotbah tentang surat kepada ketujuh Jemaat yang tercatat di pasal dua dan tiga kitab Wahyu. Pada umumnya orang Kristen menganggap kitab ini sebagai bagian dari Kitab Suci tetapi sesungguhnya mengalami kesulitan untuk dapat memahaminya. Bagi banyak pembaca, kitab Wahyu bukanlah pewahyuan tetapi misteri nubuatan yang melampaui pengertian manusia.

Percaya dan Merenungkan

a. Percaya sepenuhnya dan dengan hati tulus dan tanpa lelah menyelidiki isi Firman Allah yang merupakan misteri Allah. Wahyu 1:1: “Inilah Wahyu Yesus Kristus yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.” Kitab Wahyu mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat dijawab oleh siapapun juga, dan perlu hikmat Tuhan untuk mempelajari misteri Ilahi.

Kitab Wahyu secara rinci mengemukakan rencana Allah bagi akhir zaman dan misteri kehidupan masa mendatang bagi umat manusia di dunia ini. Karena itu, siapapun yang mengabaikan, menolak, membengkokkan kebenaran Allah dalam kitab Wahyu ini, besar kemungkinannya tidak akan menjadi bagian dari rencana Allah yang sangat indah, yang tak dapat dibayangkan oleh pemikiran manusia yang begitu sempit ini. Tanpa disadarinya, ia juga mengambil risiko berbahaya dan tak terhingga karena kelak harus mengalami sendiri rasa ketakutan yang amat besar, kengerian, kepanikan, kecemasan, kegelisahan, kekuatiran, intimidasi dan perasaan kedagingan (kuatir, cemas, iri, dengki), yang dikenal sebagai “teror” dalam kehidupan yang digambarkan di dalam kitab Wahyu ini (baca Wahyu 22:11).

b. Senantiasa membaca dan merenungkan apa yang tercantum dalam kitab Wahyu (membuka Alkitab, memilih kitab Wahyu dan membacanya dengan penuh rasa hormat. Alkitab tersedia di penerbit dan toko-toko buku, sehingga untuk saat ini tak ada alasan dan halangan apapun bagi Anda untuk tidak membacanya). Tanpa melakukan hal ini, besar risikonya bahwa Anda tidak akan mendapat “bagian/porsi” dari pohon Kehidupan dan tidak akan menjadi warga Kota Suci.

“Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya (who do His commandments). Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu” Wahyu 22:14). Ada pula peringatan keras bagi mereka yang tidak melakukannya, yakni dalam Wahyu 21:8, “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang” dan dalam Wahyu 22:15, “Tetapi anjing-anjing dan… tinggal di luar.“

Mengapa Siapa yang Membaca, Mendengar dan Melaksanakan Akan Berbahagia dan Mendapat Berkat Melimpah?

Sangat menarik untuk mendengar janji indah dalam kitab Wahyu Yesus Kristus sendiri (yang disaksikan oleh Yohanes melalui utusan malaikat Tuhan yang menyuruhnya menulis) yakni, bahwa siapa mengindahkan isi kitab Wahyu memperoleh berkat Ilahi. Pernyataan ini secara langsung mengundang pertanyaan duniawi seperti, Apakah hal ini benar demikian? Kapan terjadinya dan mengapa? Di mana serta bagaimana pembaca mendapat karunia Ilahi yang dijanjikan ini?

Di sinilah pentingnya mencari misteri yang terdapat dalam kitab Wahyu dengan penuh kesungguhan disertai keprihatinan di dalam hati dan cucuran air mata, seperti perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga, di mana orang itu menjual seluruh miliknya lalu membeli…(Matius 13: 44-46).

Karena rahasia ini sangat penting, Yohanes diminta untuk menuliskannya di dalam sebuah kitab, yakni kitab Wahyu (perkataan “tulislah” tercantum sebanyak 9 kali, yaitu di dalam Wahyu 1:11, 19, Wahyu 2:1, 8, 12 dan 18, Wahyu 3:1,7, dan 14) dan didengarkan oleh umat. Terdapat pesan indah, “Siapa bertelinga hendaklah mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat” (perkataan ini tercantum sebanyak 7 kali, yakni dalam Wahyu 2:7,11,17 dan 29, Wahyu 3:6,13 dan 22). Peringatan ini haruslah sangat dihargai dan dilaksanakan karena “waktunya sudah dekat” dan Tuhan Yesus berjanji akan datang kembali sebagai pencuri pada malam hari dan tak seorang pun, bahkan Anak Manusia, yang mengetahui kapan Ia akan datang untuk kedua kali, hanya Allah Bapa saja yang mengetahuinya.

Karena itu hendaklah siapapun bersiap-siap menantikan hari kedatangan-Nya dengan berbagai cara yang wajar, antara lain membaca, merenungkan, memikirkan (read, meditate, contemplate) dan dengan berdiam diri, hening, duduk tenang, bermeditasi, menganalisa dan menggali rahasia kebenaran yang terkandung di dalam kitab ini.

Rahmat dan kemurahan Yesus Kristus akan terungkap dan diungkapkan bagi siapa yang dengan sungguh hati dan bijaksana ingin mengetahui arti misteri kebenaran yang tersimpan dan terbungkus dengan penuh rahasia di dalam kitab Wahyu ini (Usaha untuk mengetahui kebenaran yang tidak dilakukan dalam ketaatan, akan menjadi kegelapan bagi mereka yang berpikiran dangkal dan hanya ingin membaca tanpa keinginan kuat untuk mengejar misteri kebenaran.

Sebagaimana tersirat dalam kitab Wahyu, diperingatkan bahwa Allah akan mengubah terang di dalam dirinya menjadi kegelapan, karena ia menyelidiki Firman Allah karena ingin tahu belaka). Di sinilah terletak sifat khusus dan unik kitab Wahyu, yang merupakan satu-satunya kitab di dalam Alkitab yang berisi peringatan-peringatan bagi siapa pun juga untuk menghargai Firman Allah dan tidak menyepelekannya.

Apabila kita merenungkan sabda dalam Wahyu 22, tersirat maksud agar siapapun yang dengan sungguh-sungguh menantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya, akan mendapat berkat dan berbahagia sebagaimana janji-Nya, “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuatan kitab ini!” (ayat 7) dan di dalam ayat 12 tertulis, “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.”

Penglihatan Penting Apakah yang Wajib Segera Ditulis Oleh Yohanes?

Sebagai orang awam, siapapun kita dan dalam posisi/jabatan atau tingkat sosial apapun juga, tentunya kita perlu segera mengetahui tulisan Yohanes. Yesus Kristus memberi tugas menulis yang terdiri atas 3 (tiga) bagian penting:

Pertama

Yohanes harus menulis segala sesuatu yang telah dilihatnya (Wahyu 1:1-20). Maksud Pasal 1 Kitab Wahyu ialah untuk memusatkan perhatian umat manusia kepada Yesus, karena Ialah sosok utama dalam kitab Wahyu (Wahyu Pasal 1) dan di sinilah terlihat Penampakan Kemuliaan Yesus.

Kedua

Yohanes harus menulis segala sesuatu yang terjadi sekarang. (Wahyu 2 dan 3). Tugas Yohanes ialah menuliskan segala sesuatu yang telah dilihatnya di dalam sebuah kitab (yakni kitab Wahyu) dan mengirimkannya kepada 7 (tujuh) Jemaat (Wahyu 1:11). Maksudnya, Yohanes haryu Yesus Kristus sendiri kepada 7 (tujuh) Jemaat (Gereja), sehubungan dengan kondisi sebenarnya di dalam gereja-gereja tersebut.

Ketiga

Yohanes harus menulis segala sesuatu yang akan terjadi sesudah ini (di masa yang akan datang- Wahyu 4 s/d Wahyu 22). Injil merupakan hal terpenting dan rahasia besar yang diungkapkan Tuhan Yang Mahakuasa dan di sinilah visi nubuatan masa depan dapat dibaca dalam kitab itu.

Kitab Wahyu Sebagai Kitab yang Berisikan Berbagai Peristiwa dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Adalah sangat menakjubkan dan indah untuk mengetahui bahwa mereka yang pernah membaca kitab Wahyu segera mengenal ciri-ciri yang menunjuk pada tema-tema besar Alkitab dan dengan mudah merujuk pada peristiwa-peristiwa penting di dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama (PL) maupun Perjanjian Baru (PB). Karena itu, tidak dapat disangkal bahwa kitab Wahyu dapat menangkap gema Kitab Daniel, aroma Kitab Yoel, butir-butir emas Kitab Yesaya dan Yehezkiel, serta peristiwa-peristiwa lainnya seperti Tuaian di Bumi (Reaping the Earth’s Harvest) dalam Wahyu 14; Penghakiman atas Babel (Wahyu 17); Perjamuan Anak Domba (Wahyu 19); Yerusalem yang Baru (Wahyu 21).

Kiranya kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kita sekalian! Amin. (Wahyu 22:21). Haleluya.

ELK.

Catatan:

Artikel kitab Wahyu dibuat dalam beberapa bagian. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel pertama, yang dimuat sebelumnya.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Bible Talks
  • Dari Hana Ke Samuel
    Dari Hana Ke Samuel
    Dan dengan hati pedih ia (Hana) berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu (I Samuel 1:10). IN PRAYER IT IS...
  • Kekuatan untuk Memaafkan
    Kekuatan untuk Memaafkan
    Neh 9:17 Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka...
  • Rancangan TUHAN Selalu Lebih Besar
    Rancangan TUHAN Selalu Lebih Besar
    Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya:”Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus:...
  • Puasa
    Puasa
    Sebuah refleksi penyangkalan diri dalam upaya mencari dan memahami kehendak Tuhan
    Puasa adalah tindakan sukarela berpantang makan, minum, dan menahan nafsu. Istilah ‘puasa’ dalam bahasa Ibrani adalah tsum (berpuasa), tsom...
  • Kata-kata yang Menguatkan
    Kata-kata yang Menguatkan
    Kata-kata, merupakan sesuatu yang biasa kita gunakan dan kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dalam tahap awal pertumbuhan mereka,...
Kegiatan