Khotbah Minggu

Kelicikan Dibalas Dengan Ketulusan Minggu, 27 Juli 2014
Kelicikan Dibalas Dengan Ketulusan
Kejadian 29:15-28; Mazmur 105:1-11, 45; Roma 8:26-39; Matius 13:31-33, 44-52

Ini bagian kisah yang unik dari rangkaian kisah Yakub sebelumnya. Yakub tahu benar mendapatkan apa yang diinginkannya. Ketika ia menginginkan hak kesulungan Esau, ia meraihnya dengan kebohongan dan kelicikan. Kini dalam hidup perantauannya, ia menempatkan diri sebagai sosok yang bekerja keras dan mendapatkan upah dengan cara yang fair. Ia mengadakan kesepakatan dengan Laban, ia setia dengan kesepakatan itu dan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh. Tetapi yang kemudian terjadi, Laban memanipulasinya. Laban memberikan Lea lebih dahulu sebelum Rachel, perempuan yang diminta dan dicintainya.

Apa selanjutnya? Apa yang Yakub lakukan selanjutnya merespon kebohongan Laban? Kini kita melihat sosok lain dari Yakub yaitu ketulusan dan kerja kerasnya. Yakub kemudian melanjutkan kerja 7 tahunnya kepada Laban. Ia tidak membalaskannya. Ia tidak memenuhi hatinya dengan kemarahan dan dendam, tetapi ia lebih berhati-hati dengan kecerdikan Laban.

Secara spontan biasanya kita memiliki dorongan untuk membalaskan rasa sakit hati, kejahatan, ketidakadilan dengan tindakan yang sama. Entah dalam kurun waktu dekat atau pada saat ada kesempatan dan kemungkinan untuk melakukannya. Yakub telah belajar dari pengalaman sebelumnya hanya ketulusan, kebesaran hati yang dapat mematahkan rantai kelicikan, kemarahan dan kejahatan. Kemarahan Esau masih mengiringi perjalanan hidupnya, ia memulai dari dirinya untuk menciptakan hidup damai yaitu dengan menghadirkan ketulusan di tengah kelicikan.

Di tengah maraknya rupa-rupa kejahatan, mari hadirkan dan perjuangkan ketulusan. Di tengah marak manipulasi dan kelicikan mari hadirkan kerja keras dan kebesaran hati. Hidup ini akan berubah menjadi lebih baik hanya pada saat kita memperjuangkan hal yang baik di tengah situasi buruk sekali pun

dva

Artikel Teologis

Puasa Puasa - 24 Juni 2014

Puasa adalah tindakan sukarela berpantang makan, minum, dan menahan nafsu. Istilah ‘puasa’ dalam bahasa Ibrani adalah tsum (berpuasa), tsom (puasa), dan ‘inna nafsyo‘ (menekan hawa nafsu) yang secara harfiah berarti merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan berpantang. Tujuan berpuasa... 

Kata-kata yang Menguatkan Kata-kata yang Menguatkan - 5 Mei 2014

Kata-kata, merupakan sesuatu yang biasa kita gunakan dan kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dalam tahap awal pertumbuhan mereka, akan diajarkan untuk dapat mencerna dan mengungkapkan sesuatu melalui kata-kata. Kata-kata merupakan media komunikasi yang sangat umum digunakan manusia. Tapi... 

Antara LOGOS & RHEMA: Sebuah Refleksi Tentang Kata Antara LOGOS & RHEMA: Sebuah Refleksi Tentang Kata - 28 Maret 2014

KELATAHAN Entah sejak kapan sebagian orang Kristen di Indonesia, dan ternyata juga di belahan dunia lain, terbiasa membuat pembedaan antara logos dan rhema. Bagi Anda yang mungkin belum pernah mendengar kedua kata ini, saya akan berikan penjelasan nanti. Namun, bagi Anda yang pernah mendengar kedua kata... 

Jangan Pandang Ringan Perkataan Jangan Pandang Ringan Perkataan - 11 Maret 2014

Perkataan Dapat Mengubah Pandangan Fakta ini dialami oleh seorang bapak tunanetra di Amerika. Ketika ia memasang tulisan “I’m blind, please help”, hanya sedikit orang yang tergerak hati untuk mengulurkan tangan dan memberi uang receh kepadanya. Tapi atas jasa seorang mahasiswi, yang mengubah tulisan... 

Kontemplasi

Bermimpilah yang Besar Bermimpilah yang Besar

“Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” (Amsal 16:3) Pada suatu hari yang panas tahun... 

Berawal Dari Impian Berawal Dari Impian

Pertanyaan-pertanyaan tentang masa depan merupakan misteri yang tidak ada jawabnya. “Bagaimana hidup saya tahun depan? Di mana... 

Apel-apel Yang Memar Apel-apel Yang Memar

Beberapa tahun yang lalu, sekelompok wiraniaga menghadiri suatu pertemuan penjualan di Chicago. Mereka telah meyakinkan istri-istri... 

Ekklesia

Precious Lord – Kisah NyataThomas A. Dorsey Precious Lord – Kisah NyataThomas A. Dorsey

Pada tahun 1932, saya berumur 32 tahun dan belum lama menikah. Istri saya, Nettie, dan saya tinggal di sebuah apartemen di selatan... 

Kisah di Balik Lagu “Beyond The Sunset” Kisah di Balik Lagu “Beyond The Sunset”

Suatu sore musim panas tahun 1936, Horace Rodeheaver mengundang para pengajar Sekolah Musik Rodeheaver ke rumahnya di Rainbow Point,... 

Perjamuan Kudus di GKI Perjamuan Kudus di GKI

Perayaan Perjamuan Kudus [PK] sebenarnya telah dilakukan oleh gereja perdana. Dalam kehidupan bergereja, PK diterima sebagai sakramen... 

Pastoralia

Hosana Hosana

Pak Pendeta Yth, Di dalam Matius 27:52-53, diceritakan bahwa ketika Yesus mati, maka ada banyak orang kudus yang telah meninggal,... 

ALLAH Abraham Ishak Yakub ALLAH Abraham Ishak Yakub

Pak Pendeta yang baik, Di dalam Keluaran 3:15 dikatakan bahwa Allah berfirman kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel:... 

Perjanjian Pranikah Perjanjian Pranikah

Pak Pendeta Yth, Apakah perjanjian pranikah atau juga disebut dengan perjanjian harta terpisah yang dibuat sebelum pernikahan oleh... 

Artikel Lepas

Bersyukur & Waspada Bersyukur & Waspada

Kita harus bersyukur karena kita masih bisa menikmati kehidupan di zaman modern ini, di mana teknologi demikian maju, khususnya dalam... 

Negeri Ini Memang Lucu Negeri Ini Memang Lucu

Ada sebuah film yang berjudul “Alangkah Lucunya Negeri Ini”. Negeri ini memang lucu, banyak sekali keadaan dan kejadian yang bisa... 

Gadget yang menggoda Gadget yang menggoda

Peran orang tua sangat besar dalam pembentukan nilai dan norma pada diri anak. Dalam menanamkan kaidah mana yang baik mana yang tidak... 

Artikel Humanis

Pohon Keluarga Pohon Keluarga - 17 Juli 2014

Pasangan suami istri sering tanpa sadar terjebak dalam konflik. Meskipun bentuk konfliknya berbeda namun akar masalahnya acap kali sama. Berbagai upaya penyelesaian bersama tidak membuahkan hasil, melainkan seperti gali lubang tutup lubang. Selesai masalah yang ini timbul lagi masalah yang itu, dengan... 

8 Jurus Mencegah Kanker 8 Jurus Mencegah Kanker - 5 Mei 2014

ANGKA kejadian kanker di dunia terus meningkat. Separuh dari kasus meninggal dunia. Diperkirakan menjadi dua kali lipat pada tahun 2030. Peran faktor genetik hanya 2-3 persen. Selebihnya faktor gaya hidup dan pola makan (cancer-associated lifestyle). Perokok, kurang gerak (sedentary life), dan belakangan... 

Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku - 28 Maret 2014

Kisah ini bermula pada tahun 1971, ketika tugasku beralih menjadi “eksekutif” salah satu organisasi komoditas tanaman keras yang baru mengalami “revolusi” dalam sejarah pengolahan dan penyajian, sehingga produknya memiliki daya saing kuat terhadap produk sintetis sejenisnya. Dalam menjalankan... 

BAKSOS Katarak yang berkesan dalam BAKSOS Katarak yang berkesan dalam - 7 Februari 2014

Sejak kecil, aku dididik ayah untuk berdoa setiap pagi sebelum melakukan aktivitas hari itu. Sampai kini, doa pagi itu sudah menjadi semacam rutinitas atau kewajiban atau sarapan sehari-hari (meminjam istilah anak remaja). Suatu hari Jumat pada bulan November lalu, aku berniat untuk pergi ke Blok M mencari...