Khotbah Minggu
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Pertobatan

    Pernahkah saudara mengalami pertobatan?

    Dalam bacaan kita pertobatan diserukan karena Kerajaan Allah sudah dekat. Dengan kata lain, karena Tuhan Yesus akan hadir di dunia. Tidak ada seorangpun yang menduga seperti apa Yesus dan dalam keluarga seperti apa Dia. Namun yang terpenting adalah bagaimana orang menyiapkan diri untuk kedatanganNya.

    Saya membayangkan, kalau Yesus lahir di sebuah istana Raja, maka semua orang akan berbondong-bondong membeli baju dan sepatu baru. Orang juga akan mencoba memasakkan makanan terenak, menggunakan mentega termahal, atau kecap kelas dunia. Namun jika mereka tahu bahwa Yesus lahir di sebuah kandang domba yang sederhana, manusiawi sekali jika mereka tidak mengindahkan kedatanganNya. Itu sebabnya bagi Yohanes yang terpenting adalah menyiapkan hati umat agar mereka dengan hati menerima kehadiran Sang Mesias.

    Hati yang seperti apa yang Yohanes harapkan? Dalam pernyataan Yohanes, dia hanya menyerukan pentingnya bertobat atau memperbarui diri. Sekalipun mereka keturunan Abraham, ternyata bukan jaminan kalau mereka akan menjadi warga Kerajaan Allah dan menghasilkan banyak buah. Justru dengan keras Yohanes Pembaptis menggelitik area rasa para pendengarnya, “Hai keturunan ular beludak!” Itu berarti, bukan keturunan atau ilmu yang mereka punya yang Tuhan perhitungkan tetapi hati yang baru.

    Seperti apa hati yang baru? Ternyata tidak muluk-muluk pertobatan yang Yohanes maksudkan. Ada 3 jenis orang yang bertanya kepada Yohanes, Pertama, Orang banyak. Sederhana sekali nasehatnya, “Kalau seorang punya 2 helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” Nah, apakah kita termasuk orang banyak? yang punya lebih dari 2 baju dan punya makanan lebih di rumah? Mari pikirkan di hari Natal ini dan seterusnya, kepada siapa kita akan berbagi daripada menumpuk koleksi kita tahun demi tahun dan membuang makanan istimewa kita karena kita kekenyangan.

    Kedua, Pemungut Cukai. Mereka adalah orang yang bekerja dengan uang dan dapat memperdaya orang lain dengan uang. Sederhana sekali, “Jangan menagih lebih banyak dari yang telah ditentukan barium.” Dengan kata lain, kalau saudara kini adalah orang Kristen yang bekerja dan menentukan uang yang diberikan atau ditarik dari pelanggan, pikirkanlah bahwa hidup ini bukan untuk memperkaya diri sendiri. Melainkan untuk menjadi berkat bagi banyak orang dengan talenta dan berkat yang Tuhan sudah berikan kepada kita.

    Ketiga, Prajurit. Mereka adalah orang yang bekerja dengan penghasilan yang cukup, tidak berlebih. Saran Yohanes, pertobatan mereka adalah, “Jangan merampas dan memeras… cukupkan diri dengan gajimu.”

    Mengapa Yohanes menyerukan pertobatan kepada ketiga jenis orang seperti di atas? Karena Yohanes sadar bahwa Tuhan juga akan hadir di dunia melalui mereka sehingga melalui merekalah dunia melihat KEAJAIBAN PERTOBATAN dan Kristus di dalam mereka.

    Doa: Bapa di Surga, Ubah hati kami untuk mencukupkan diri dengan apa yang kami punya sambil menjadi berkat dari apa yang kami punya. Dalam Kristus kami berdoa. Amin.

    RJS

Teologi
  • Sahabat Allah
    Berjalan Bersama TUHAN Setiap hari

    Mengapa ada orang Kristen yang baru 2 tahun percaya kepada Kristus, tapi sudah memahami dasar-dasar kekristenan, bisa membawa orang kepada-Nya, bahkan mengajar orang-orang yang baru percaya tentang kekristenan, dan ada yang sudah 20 tahun percaya kepada Kristus, tapi masih seperti orang Kristen yang berusia 2 bulan? SPIRITUALITAS KRISTEN SEPERTI PESAWAT Seorang murid Kristus dipanggil untuk […]

  • Tantangan Berkomunitas
    Sebuah refleksi singkat tentang hidup menggereja saat ini

    Dalam rangka mengembangkan kehidupan menggereja, pertanyaan tentang apa tantangan gereja saat ini kembali muncul sebagai pertanyaan yang relevan. Pertanyaan ini penting karena mengajak kita mensyukuri penyertaan Tuhan pada gereja-Nya dengan sikap yang reflektif dan terus menjadi kritis. Sudah lama kita menyadari bahwa segala sesuatu dalam dunia ini bersifat dinamis dan terus berubah. Keberadaan kita hanya […]

  • Daud & Yonatan: Persahabatan Yang Menyegarkan Jiwa
    1 Samuel 18:1-5

    Perkenalkan, saya Yonatan, anak Saul, raja pertama Israel. Ayah saya memerintah sebagai raja Israel selama 42 tahun. Sebenarnya Tuhan tidak menghendaki umat-Nya memiliki seorang raja (1 Sam. 8:7), tetapi mereka terus mendesak-Nya, sehingga akhirnya Dia mengabulkan permohonan mereka (1 Sam. 8:8; 12:19). Mereka memilih Ayah sebagai raja (1 Sam. 12:13). Terkadang saya berpikir, berapa sering […]

Kegiatan
Antar kita
  • PS Gracia ke Bukittinggi
    Dalam rangka Wisata Nada ke Padang dan Bukittinggi, 25-27 Agustus 2018
    Melalui program Wisata Nada setiap tahun, paduan suara Gracia melayani ibadah gereja di luar kota. Tahun ini kami melayani di HKBP Bukittinggi, Sumatera Barat. 31 anggota paduan suara menyanyikan lagu “Mari Sebarkan Injil” dan “People Need the Lord” pada...
  • Jelajah Museum Alkitab Indonesia
    Sukacita Kebersamaan Ulang Tahun PS. Serafim
    Berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya, kali ini PS. Serafim GKI Pondok Indah berkesempatan merayakan ulang tahunnya yang ke-24 dengan mengikuti Paket Wisata Alkitab di Museum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Adalah Ibu Ria Febriyanti, sahabat kami, yang mencetuskan ide ini dan...
  • SEROJA
    Retret Komisi Senior 2018
    Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku. Karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepadamu (Amsal 3:1-2). Kutipan nas Alkitab tersebut melandasi seluruh kegiatan Retret Komisi Senior 2018 yang berlangsung di Rukun...
Video GKIPI
  • Cerita Pendeta: Berkenan di Hadapan Allah

Pastoralia
Kerajaan Maut
Tentang Baptisan Ulang
Pak Pendeta yang baik, Bapak Pendeta yang baik, Mohon penjelasannya untuk beberapa hal yang masih membingungkan saya: Bukankah semua baptisan Kristen dilakukan dalam nama...
upacara gereja
Pernikahan Beda Agama
Pak Pendeta yang baik, Perkenankan saya bertanya: Apa dasar pertimbangan GKI Pondok Indah membuka diri untuk memberkati pernikahan pasangan yang berbeda agama? Adakah komitmen...
Kerajaan Maut
Berdamai Dengan Saudara
Bapak Pendeta yang baik, Di Matius 5:23-24 tertulis: Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada...
Humanis
11 Hal Ihwal Antibiotika
Antibiotika, semua orang tahu. Namun bagaimana antibiotika selayaknya digunakan, belum tentu semua benar menyikapinya. Bahaya pemakaian antibiotika bukan hanya menimpa diri pasien, melainkan juga...
Ungkapan Perasaan Hati Para Senior
Rumah asri yang saat ini kami huni, telah mengenal kehidupan keluarga selama 30 tahun. Awalnya lingkungan masih sepi, tapi sebaliknya hiruk pikuk bergema di...
Tuhan Menyelamatkan Aku Dari Hepatitis C
Pada tanggal 27 Juli 2018, halaman 33 harian Kompas melaporkan hal penting di bawah judul “Upaya Menangkis Hepatitis,” yang mengisi 70% halaman tersebut. Aku...
Kontemplasi
Dari Keluarga Kepada Dunia
Keluarga Milenial Pada umumnya, sebuah keluarga terdiri atas orangtua, anak, menantu, cucu, mertua, besan. Dalam kehidupan bersama ini, masing-masing tentu punya kerinduan untuk hidup...
Di Kapal Yang Sama
Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan istrinya dan istri anak-anaknya karena air bah itu. Dari binatang yang tidak haram dan...
keberagaman
Menghidupi Keberagaman
Kemajemukan, dalam sejarahnya, telah menjadi mimpi besar para bapa gereja Gereja Kristen Indonesia (GKI). GKI semula (secara mayoritas) adalah perkumpulan gereja-gereja Tionghoa (Tiong Hwa...
Artikel Lepas
Pengalaman
Orang paling bodoh di dunia ini adalah penggali lubang yang dua kali jatuh pada lubang yang pernah ia gali (Anonim) Sedari kecil kita sudah...
KURSI PALING DEPAN
Kursi Paling Depan
Konser 10 tahun Syahrini sedang jadi bahan perbincangan para netizen. Harga tiket untuk kelas teratas sebesar Rp 25 juta membuat mereka agak terpana. Kelas...
Mox Salvus Redeas
Ingar bingar pulang kampung—yang biasa disebut mudik—sudah hampir berakhir. Ribuan atau bahkan ratusan ribu orang yang dari Jakarta pulang ke kampung halaman untuk berlebaran...