Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah

    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35

    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang dari rumahnya di Pretoria pada 1986. Meskipun jasadnya tidak akan pernah ditemukan, ia diyakini telah ditangkap oleh agen keamanan Afrika Selatan dan kemudian dibakar sampai mati.

    Hampir tiga dekade, Ledwaba masih menunggu pria yang ia yakin bertanggung jawab pada peristiwa itu dan harus dihukum. Dia adalah Wouter Basson, dokter yang menjalankan program senjata biologis rahasia yang dikenal sebagai Project Coast.

    Namun, kasus Basson tidak menimbulkan akhir yang bagus. Sidang, walau bukan sidang pidana, merupakan kesempatan bagi Ledwaba untuk melihat keadilan dilakukan. Ia hadir konstan di sidang dan mendengar keputusan bahwa Basson dibebaskan dari hukuman. Keputusan pengadilan ini tentu membuat Ledwaba kecewa dan marah, namun pengampunan dalam dirinya ternyata lebih kuat, seperti yang dikatakannya: “Saya memaafkannya, bukan untuk dia, tapi karena saya tidak ingin mati marah,’ katanya. ‘Saya ingin memaafkan dan kemudian saya ingin melupakan.’

    Mengampuni orang lain sepenuh hati seperti yang dilakukan Ledwaba adalah suatu pembebasan. Kita membebaskan orang itu dari ikatan yang menjerat, tetapi sekaligus, kita juga membebaskan diri kita sendiri dari beban hidup sebagai “orang yang dilukai hatinya.”

    Demikian juga yang terjadi dalam kehidupan Yusuf, ia mengalami berbagai penderitaan akibat perbuatan saudara-saudaranya. Wajar jika Yusuf marah dan kecewa. Namun kesadaran bahwa Allah berdaulat penuh atas hidup ini memampukan Yusuf memberikan pengampunan sehingga dibebaskan dari segala kekecewaan dan kekesalan.

    Mengampuni itu indah, karena ia membebaskan orang lain tapi juga diri kita sendiri. Selama kita tidak mengampuni orang-orang yang melukai hati kita, kita selalu membawa-bawa mereka itu dalam hidup kita, atau lebih buruk lagi, kita mesti memikulnya sebagai beban berat. Karena itu pengampunan tidak hanya membebaskan orang lain, tetapi juga diri kita sendiri.

    Pengampunan adalah jalan menuju kemerdekaan sebagai anak-anak Allah. Lakukanlah !!!
    (tt)

Teologi
  • pengampunan
    Pengampunan dari Tuhan

    Mengampuni itu mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan, bahkan bisa dikatakan tidak mungkin dilakukan. Untuk kasus-kasus kecil, misalnya: Orang ingkar janji kepada kita dengan berkata bahwa ia akan berkunjung ke rumah kita, tapi tidak menepatinya, bahkan tidak memberitahu kalau tidak jadi datang; Orang yang meminjam barang dari kita dan tidak mengembalikannya; mungkin masih bisa kita lupakan […]

  • Saling Menerimalah

    Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. (Roma 15:7) TIDAK BISA MENERIMA DIRI SENDIRI Saya pernah punya seorang teman perempuan yang paling takut menimbang berat badannya, sebab selalu melebihi berat badan yang ideal. Begitu pula seorang teman mahasiswi, suatu pagi seusai mandi berteriak-teriak ketika melihat […]

  • Syukur Kepada ALLAH dalam Kristus

    Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. (2 Korintus 2:14,15) Empat puluh lima tahun yang lalu, ketika […]

Kegiatan
Antar kita
  • Pelayanan ke Lembaga Pemasyarakatan Dewasa Tangerang
    KOMISI PENGABARAN INJIL GKI PI
    Pada hari Selasa pagi tanggal 2 Mei yang lalu, saya sudah berada di GKI PI pada pk. 8.00 untuk bersama-sama dengan beberapa teman dari Komisi Pengabaran Injil berangkat ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Dewasa Tangerang. Di sana kami bergabung dengan...
  • Arti Pengharapan Dalam Pelayanan Pastoralia
    Pembinaan Pendampingan Pelawat & Pelayat GKI PI
    Kegiatan Pembinaan Pendampingan Pelawat dan Pelayat GKI Pondok Indah diselenggarakan pada hari Sabtu, 1 April 2017, bertempat di kediaman Bpk. Tjahjono/Ibu Riani Soerjodibroto. Acara berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.00 dengan tema: “Arti Pengharapan Dalam Pelayanan Pastoralia”. Pembinaan yang...
  • Paguyuban Pelangi dan Hari Kanker Sedunia 2017
    Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day (WCD) adalah sebuah inisiatif tunggal di mana seluruh dunia bersatu bersama dalam memerangi epidemi kanker global. Kegiatan ini berlangsung setiap tahun pada tanggal 4 Februari. “We can. I can”, adalah tag line...
Pastoralia
Kerajaan Maut
Anugerah Keselamatan
Pak Pendeta yang budiman, Saya sudah termasuk lansia dan dibaptis sekian puluh tahun yang lalu. Buku pedoman katekisasi yang dipakai waktu itu adalah Katekismus...
upacara gereja
Kerajaan Maut
Samakah Arti Neraka dan Kerajaan Maut?
Pak Pendeta yang budiman, Mohon pencerahan mengenai beberapa hal: Samakah arti Neraka dan Kerajaan Maut; dan siapakah yang menciptakannya, Allah atau Iblis? Selain kedua...
Humanis
Jangan Terus Membohongi Pasien
Baru-baru ini pihak Departemen Kesehatan mulai tergugah menertibkan peredaran iklan-iklan kesehatan yang merugikan masyarakat karena terbukti tidak benar, atau pembohongan. Setiap kali memberi seminar,...
Dendam Menutup Pengampunan
Polisi Korea Selatan di Seoul menangkap Kim, yang berusia 37 tahun, karena dia menikam Song hingga tewas. Song adalah mantan gurunya yang berumur 58...
anggota keluarga
Kontemplasi
Berbeda itu Indah
Sulit dibayangkan bila segala sesuatu dalam hidup ini seragam. Semua gunung sama bentuk dan tingginya. Pantai-pantai di Bali, di Hawai, di Nice, di Nias,...
Bersyukur & Bersaksi
Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. (1 Tawarikh 16:8) Mengucap syukur sejatinya adalah sebuah kesaksian. Ketika Anda mengucap syukur, maka...
Menyongsong Fajar Kebangkitan
Orang bilang bahwa dalam mempertimbangkan atau mengalami banyak hal, yang menentukan adalah “suasana hati.” Dalam pengalaman sehari-hari, memang kerap hal itu terjadi. Ketika hari...
Artikel Lepas
toko perabot
Belajar Dari Toko Perabot
Pada bulan Oktober 2014, akhirnya toko perabot yang sangat terkenal membuka tokonya di Indonesia, tepatnya di daerah Alam Sutera, Tangerang. Toko perabot yang berdiri...
Simpati, Empati atau Peduli
Baru-baru ini media sosial dihebohkan oleh curhatan di facebook seorang mahasiswi pengguna KRL yang tempat duduknya “direbut” oleh seorang ibu yang sedang hamil. Banyak...
kejahatan