Khotbah Minggu
  • Damai Sejahtera Bagi Kita

    Damai Sejahtera Bagi Kita

    Yohanes 20:19-31

    Pada murid-murid yang berkumpul, mengunci diri dalam sebuah ruangan karena takut, Yesus yang bangkit datang menyatakan diri. Ia berdiri di tengah mereka memberi salam: “Damai sejahtera bagi kamu…!” Salam yang biasa ini bukan hanya mengharapkan agar yang diberi salam terhindar dari mara-bahaya, tetapi salam yang mengharapkan semua yang terbaik dari Tuhan.

    Sesudah itu sekali lagi Yesus mengucapkan salam: “Damai sejahtera bagi kamu…!” Dan dalam satu helaan nafas, Ia mengutus murid-murid-Nya: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Jelaslah kiranya di sini, bahwa “diberkati” adalah agar “menjadi berkat”. Dikaruniai “damai sejahtera” bukan hanya agar terbebas dari ketakutan dan keraguan, tetapi melanjutkan misi Kristus membawa damai sejahtera. Dan untuk itu Ia mengaruniai para murid Roh Kudus.

    Yesus bangkit juga bagi kita, agar kita “tidak (lagi) mengunci diri”. Sebab mestinya Paskah, kebangkitan-Nya. – seperti pada para murid, – membebaskan kita. Ia juga datang membawa “damai sejahtera-Nya” bagi kita. Damai sejahtera-Nya yang lain dari yang ditawarkan dunia. Ia bahkan mengaruniakan Roh Kudus, karena damai sejahtera-Nya mesti kita persaksikan.

    Yesus yang bangkit dan berkenan menyatakan diri kepada kita, pada akhirnya adalah “…supaya kamu/kita percaya…” (ayat 31). Maka pada akhirnya tujuannya bukan cuma diri kita sendiri. “Kamu”, dalam terang tugas pengutusan kita mesti lebih luas, jauh melampaui kita sendiri. Supaya seperti kita, banyak orang yang “mengunci diri”, dibebaskan. Dan indahnya: dengan melakukannya, kita justru dibebaskan.

    Damai sejahtera bagi kita…!

    PWS

Teologi
  • pelayanan
    Pelayanan Yang Lentur

    “…. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Filipi 2:7 Pada suatu hari Konfusius, seorang filsuf yang terkenal, menempuh perjalanan jauh menyeberangi padang gurun bersama beberapa muridnya. Setelah menempuh perjalanan berhari-hari akhirnya persediaan air minum habis, sehingga mereka semua berjalan dengan lemah dan gontai. Suatu ketika salah […]

  • Pemimpin: Hamba atau Sahabat

    Tema yang akan diteropong ini bukan tema yang baru, oleh karena itu ketika membacanya, kita pasti sudah mempunyai pemahaman tentang hal ini. Tinggal membuka “si mbah Google“, maka serentetan pembahasan tentang tema ini akan dimunculkan, baik sebagai renungan, khotbah, nasihat, artikel lepas, bahkan sampai pada pembahasan yang sangat teknis teologis dan mendetail. Karena itu jika […]

  • Musa, Sahabat Allah

    Dihapus dari Kitab Kehidupan Musa adalah seorang tokoh besar dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Nama besar Musa dikenal karena peran pentingnya dalam membebaskan bangsa Israel dari tanah Mesir, menerima sepuluh titah Allah di Gunung Sinai, dan memimpin umat Allah itu di padang gurun selama empat puluh tahun. Namun, ada satu insiden yang sangat menarik, yang […]

Kegiatan
Antar kita
  • Melek Politik
    melek politik
    Pesta demokrasi selalu menyedot perhatian seluruh warga negara Indonesia. Khususnya Pilkada DKI Jakarta tahun ini yang penuh dengan polemik berkenaan dengan kasus penistaan agama yang melibatkan gubernurnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dalam rangka mempersiapkan jemaat menjelang Pilkada, Dewasa...
  • Allah Masuk Dunia: Dari Desa Betlehem Sampai TKDK
    TKDK lahir dari pergumulan dan kebutuhan rohani yang berbeda. Pada saat krisis moneter di Indonesia tahun 1998, kesulitan pangan melanda warga Desa Kemang. Beberapa keluarga di sana yang baru mengenal Tuhan juga mengalami kesulitan uang untuk membeli beras. Tuhan...
  • Natal Bersama Oma dan Opa
    Hari Jumat, 9 Desember merupakan pertemuan kelas Mateto terakhir pada tahun 2016 dan sekaligus hari yang istimewa bagi anak-anak Mateto, karena mereka kedatangan tamu, yaitu oma dan opa dari Panti Werdha “Melania”. Pada hari itu seluruh kelas Mateto digabung...
Pastoralia
Kerajaan Maut
Samakah Arti Neraka dan Kerajaan Maut?
Pak Pendeta yang budiman, Mohon pencerahan mengenai beberapa hal: Samakah arti Neraka dan Kerajaan Maut; dan siapakah yang menciptakannya, Allah atau Iblis? Selain kedua...
ALLAH Sang Sutradara?
Bapak Pendeta Yth. Saya sedang membaca kitab Yehezkiel dan di sana terdapat banyak segala nubuatan, baik bagi bangsa Israel, maupun bagi bangsa-bangsa lain. Membaca...
Manusia Purba
Pak Pdt. yang baik, Bolehkah saya meminta penjelasan tentang pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, yang mengusik hati saya: Siapakah manusia purba itu? Bagaimanakah hubungan Adam...
Humanis
PojokParenting: TELLING STORIES TENTANG PERBEDAAN
Bagian dari Hidup Beriman Anak
Hidup beriman bukan dimulai saat seseorang mulai bisa berdoa dan membaca Alkitab, melainkan saat dia mulai merasa, khususnya merasakan cinta yang berlimpah versus rasa...
Intimacy
The Secret of Intimacy
Menurut Tony dan Alisa DiLorenzo, ada enam bentuk keintiman, yaitu: 1. Keintiman Emosional (Emotional Intimacy) Inilah perasaan dekat yang bisa diciptakan melalui berbagi atau...
Menjadi Inem di Rumah Sendiri
Satu yang keliru untuk menjadi sehat rata-rata orang sekarang, adalah kebanyakan duduk dan kurang gerak (sedentary lifestyle). Kodrat tubuh manusia minta supaya kita rutin...
Kontemplasi
berbuah
Pemimpin: Dari Hamba Ke Sahabat
Kita sudah terlalu sering memakai kata “pelayan,” “pelayanan,” atau “melayani” untuk menunjuk pada karya dan kegiatan kristiani di dalam atau di luar gereja. Terlalu...
Walau Ditolak …
Pernahkah Anda ditolak? Jelas bukan pengalaman yang menyenangkan. Ketika permintaan Anda ditolak oleh seseorang, Anda masih dapat mengatakan kepada diri sendiri bahwa namanya permintaan,...
YESUS Kalah Voting
Ingar bingar pesta politik di Jakarta sudah dimulai. Pilkada Gubernur DKI Februari 2017 mendatang sudah mulai gaungnya dengan masa kampanye sekarang ini. Cerita ’imajiner’...
Artikel Lepas
Jangan Menyerah
Bacaan: Lukas 18:1-8
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka...
Kejujuran, Kesantunan & Etika MAKIN PUDAR
Jujur, santun dan beretika adalah tiga kata yang sangat menentukan dalam peringkat kehidupan seseorang atau sebuah bangsa. Negara-negara tanpa sumber alam seperti Denmark dan...
masuk kotak
Masuk Kotak
John mempunyai seorang nenek yang jago bermain Monopoli. Setiap kali John bermain Monopoli dengan neneknya, pada akhir permainan, sang nenek mendapatkan semuanya dan John...