Khotbah Minggu
Minggu, 7 Februari 2010
Dedikasi: Ini Aku, Utuslah Aku
Yesaya 6:1-8, 9-13Tidak jarang kita mendengar bahkan memakai ungkapan: “Saya terbeban untuk melakukan ini atau itu…” Bandingkanlah ini dengan jawaban Yesaya atas panggilan Tuhan: “Ini aku, utuslah aku…!” (ayat 8). “Terbeban” punya konotasi (agak) terpaksa, tidak punya pilihan lain. Sedangkan pada Yesaya nyata niatannya untuk mengabdikan atau mendedikasikan diri sepenuhnya melakukan tugas pengutusan Tuhan.
Setidaknya ada dua hal yang mendasari kesediaan Yesaya ini. Yang pertama ialah kenyataan bahwa Tuhan telah menghargai, memilih bahkan mengampuninya. Ia sadar tanpa itu ia tidak bermakna sama sekali (ayat 5-7). Yang kedua ialah kecintaannya terhadap kotanya, negerinya, bangsanya. Ia berada ditengah ketegangan antara berita penghukuman yang harus disampaikannya dengan hasratnya agar kota, negeri dan bangsanya dipulihkan (ayat 11 vv). Kiranya ini menjadi cermin yang menentukan bagi kita jemaat Tuhan dan warganya dalam memberikan respons atas panggilan Tuhan kepada kita.
Tanpa kesadaran akan betapa berhargaya kita di mata Tuhan, serta kecintaan kita akan dunia, lingkungan dan masyarakat yang Tuhan karuniakan bagi kita, tidak mungkin kita dapat mendedikasikan diri untuk menjadi pelayan-Nya. Tanpa yang pertama kita tidak ada bedanya dengan “LSM”. Tanpa yang kedua kita terjebak dalam pemakaian ungkapan “terbeban” dan sejenisnya.
“Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” (ayat 8).
PWS
Artikel Teologis
Sukacita -
29 Januari 2010
Masing-masing kita mungkin mempunyai satu atau lebih ayat Alkitab yang paling disukai karena satu atau beberapa alasan pribadi. Dalam 2 Tim 3:15-16 dikatakan, “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh...
Lumpuhnya Peran Mandat Budaya Umat Kristen -
27 Januari 2010
Ketika kita melihat kondisi bangsa Indonesia akhir-akhir ini, maka yang pertama muncul dalam pikiran kita adalah semakin bobroknya moral dan martabat bangsa ini, bukan? Seakan-akan sudah tidak ada lagi etika dan norma-norma moral yang dipatuhi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tidak ada lagi...
Sukacita Untuk Semua -
28 Desember 2009
Kisah Natal yang dirayakan oleh gereja-gereja Tuhan pada umumnya ditandai oleh suasana sukacita dan kegembiraan. Tetapi apakah perayaan Natal yang penuh dengan sukacita dan kegembiraan yang dirayakan oleh gereja, juga merupakan peristiwa faktual yang menyenangkan bagi Maria dan Yusuf? Atas perintah Kaisar...
Kontemplasi
TATAP DAN SIMAKLAH, Tuhan Sedang Melakukan Kebaikan
Tahun 2009 baru saja kita tinggalkan, tentu saja bersama dengan segala kenangan yang manis dan pahit, yang menggetarkan dan menentramkan,...
Christmas Carol Yang Mengesankan
Ketika saya memulai pelayanan di jemaat GKI Pondok Indah, saya mendengar bahwa GKI Pondok Indah mempunyai program Christmas Carol....
Ekklesia
Pengakuan Dosa
PENDAHULUAN Mengaku dosa. Apa yang dilakukan dalam pengakuan dosa? Apakah tidak cukup bagi Tuhan bahwa aku sudah minta maaf dan minta...
Votum dan Salam
Dalam tulisan tentang Tata Ibadah GKI, secara garis besar telah diterangkan tentang liturgi GKI. Berikutnya akan membahas tentang...
Pastoralia
Sikap Gki Pondok Indah Terhadap Pernikahan Beda Agama
Yth. Pdt. Rudianto, Apabila seorang anggota jemaat GKI PI hendak menikah dengan orang yang beragama lain, apakah pasangan ini dapat...
Kemana Kita Setelah Mati?
Pak Pendeta Yth., Beberapa hari yang lalu, saya melihat gambar nisan kuburan, dan di benak saya muncul kembali pertanyaan yang belum...
Artikel Lepas
Buset! Ini mah namanya orang kurang kerjaan, Mama…
Ketika kedua anak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, maka perselisihan yang paling sering saya alami dengan isteri saya ialah...
Bekerja atau Melayani
Suatu hari Minggu beberapa waktu yang lalu, menjelang kebaktian kedua, ketika masuk ke lapangan parkir di samping gereja, mata saya...
Artikel Humanis
Kasih yang Memberi Masa Depan Cerah -
1 Februari 2010
Bapa, ajar hamba dan berilah hamba kemampuan untuk lebih lagi bermurah hati, untuk tidak membiarkan begitu saja waktu dan kesempatan berlalu guna menolong, memberi semangat, menghibur dengan rajin dan cermat, serta melayani orang dengan penuh kasih. Suatu hari, sekitar lima tahun yang lalu, Ibu Hetty...
Negosiasi Dengan Si Kecil -
5 Januari 2010
Sejak anak saya mengikuti berbagai kursus, ada banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakannya, tetapi juga menjadi pekerjaan rumah orangtuanya. Tidak heran bahwa setiap malam atau pagi, terjadilah negosiasi antara dia dengan papi atau maminya. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, negosiasi adalah sebuah...
Suami dan Ayah Yang Berharga di Mata Keluarga dan Allah -
3 Desember 2009
“Äny man can be a father, but it takes a special man to be a daddy” I. Panggilan, Harapan dan Tantangan Momento mori. Ingatlah akan hari kematianmu. Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa sebagai ciptaan yang fana, hari-hari kita sudah ada angka jumlahnya yang hanya Tuhan yang tahu persisnya. Karenanya,...


