Khotbah Minggu
  • Mendekat atau Menjauh?

    Ibrani 10:11-25

    Saudara, pernahkan saudara menolong seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan, dan saudara tidak mengharapkan ia membalas pertolongan saudara karena saudara tahu persis bahwa sulit baginya untuk membalas kebaikan saudara? Dan bagaimana perasaan saudara jika kemudian kebaikan saudara itu dilupakan dan tidak dihargai? Saya kira, sebagian dari kita akan merasa sakit hati atas sikap orang yang ‘tidak tahu diri’ itu..

    Saudara, jika kita mau jujur, mungkin kita pernah menjadi orang yang ‘tidak tahu diri’ itu. Bukan melupakan kebaikan manusia, tapi melupakan kebaikan Allah yang kita terima. PengorbananNya yang adalah anugerah yang kita terima secara cuma-cuma, kita sia-siakan karena dengan begitu mudah kita mendapatkannya.

    Dulu, dalam kehidupan yang terkisah di Perjanjian Lama, korban dipersembahkan kepada Allah berdasarkan kesadaran akan keadaan manusia yang berdosa dan terhilang. Korban itu diberikan untuk memohonkan pengampunan dan penebusan atas dosa (lih Im 17:4-9 ; Ul 12:5-18). Namun hal yang berbeda terjadi ketika Yesus hadir di tengah kehidupan manusia, dan mengorbankan diriNya di atas kayu salib. Tidak seperti para Imam yang setiap tahun memberikan korban darah – yang bukan darahnya sendiri – di tempat kudus, Yesus hanya perlu datang satu kali dan memberikan kurban berupa darahNya sendiri untuk menghapuskan dosa umat manusia, dosa kita semua. Kini, kita tidak perlu lagi membawa darah lembu atau domba jantan sebagai korban persembahan, karena Yesus telah melakukan pengorbanan itu bagi kita semua, sekali untuk selamanya.

    Saudara, kematian Yesus di kayu salib adalah pengorbananNya yang membuat kita seharusnya mendekat kepada Allah. Namun, sebagian orang justru melihatnya dengan cara yang berbeda. Mudahnya anugerah keselamatan yang diterima itu bukannya membuat manusia semakin dekat denganNya, namun justru kerap kali membuat kita lupa bahwa kita adalah orang yang telah diselamatkan melalui sebuah pengorbanan yang sejati. Kemudahan mendapatkan pengampunan tanpa harus membawa lembu dan domba berpotensi membuat kita memandang ‘murah’ pengorbananNya. Jika kita berada pada titik ini, kita adalah orang-orang yang ‘tidak tahu diri’, yang melupakan anugerah yang sudah kita terima.

    Maka dari itu saudara, marilah kita merespon pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib dengan ungkapan syukur, karena itu semua membuat kita semakin dekat kepada Dia. Hendaklah kiranya kita melakukan apa yang dinasihatkan oleh penulis surat Ibrani sebagaimana yang terdapat pada ayat 19-25. Kiranya kasihNya terus menaungi hidup kita. Amin.

    AS

Teologi
  • Tantangan Berkomunitas
    Sebuah refleksi singkat tentang hidup menggereja saat ini

    Dalam rangka mengembangkan kehidupan menggereja, pertanyaan tentang apa tantangan gereja saat ini kembali muncul sebagai pertanyaan yang relevan. Pertanyaan ini penting karena mengajak kita mensyukuri penyertaan Tuhan pada gereja-Nya dengan sikap yang reflektif dan terus menjadi kritis. Sudah lama kita menyadari bahwa segala sesuatu dalam dunia ini bersifat dinamis dan terus berubah. Keberadaan kita hanya […]

  • Daud & Yonatan: Persahabatan Yang Menyegarkan Jiwa
    1 Samuel 18:1-5

    Perkenalkan, saya Yonatan, anak Saul, raja pertama Israel. Ayah saya memerintah sebagai raja Israel selama 42 tahun. Sebenarnya Tuhan tidak menghendaki umat-Nya memiliki seorang raja (1 Sam. 8:7), tetapi mereka terus mendesak-Nya, sehingga akhirnya Dia mengabulkan permohonan mereka (1 Sam. 8:8; 12:19). Mereka memilih Ayah sebagai raja (1 Sam. 12:13). Terkadang saya berpikir, berapa sering […]

  • adalah sahabat
    Kamu adalah sahabat-Ku…!

    Dewasa ini, akibat kemajuan teknologi yang menghasilkan media sosial, email, WA, Line dan seterusnya, kita punya teman di mana-mana: di kampung halaman, di lingkungan kita, di sekolah, di tempat pekerjaan, di antara tetangga kita, bahkan di gereja. Namun apakah artinya “teman” di situ? Sering kali tidak lebih dari mereka yang kita “kenal” atau yang lebih […]

Kegiatan
Antar kita
  • PS Gracia ke Bukittinggi
    Dalam rangka Wisata Nada ke Padang dan Bukittinggi, 25-27 Agustus 2018
    Melalui program Wisata Nada setiap tahun, paduan suara Gracia melayani ibadah gereja di luar kota. Tahun ini kami melayani di HKBP Bukittinggi, Sumatera Barat. 31 anggota paduan suara menyanyikan lagu “Mari Sebarkan Injil” dan “People Need the Lord” pada...
  • Jelajah Museum Alkitab Indonesia
    Sukacita Kebersamaan Ulang Tahun PS. Serafim
    Berbeda dengan perayaan-perayaan sebelumnya, kali ini PS. Serafim GKI Pondok Indah berkesempatan merayakan ulang tahunnya yang ke-24 dengan mengikuti Paket Wisata Alkitab di Museum Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Adalah Ibu Ria Febriyanti, sahabat kami, yang mencetuskan ide ini dan...
  • SEROJA
    Retret Komisi Senior 2018
    Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku. Karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepadamu (Amsal 3:1-2). Kutipan nas Alkitab tersebut melandasi seluruh kegiatan Retret Komisi Senior 2018 yang berlangsung di Rukun...
Video GKIPI
  • Cerita Pendeta: Berkenan di Hadapan Allah

Pastoralia
Kerajaan Maut
Tentang Baptisan Ulang
Pak Pendeta yang baik, Bapak Pendeta yang baik, Mohon penjelasannya untuk beberapa hal yang masih membingungkan saya: Bukankah semua baptisan Kristen dilakukan dalam nama...
upacara gereja
Pernikahan Beda Agama
Pak Pendeta yang baik, Perkenankan saya bertanya: Apa dasar pertimbangan GKI Pondok Indah membuka diri untuk memberkati pernikahan pasangan yang berbeda agama? Adakah komitmen...
Kerajaan Maut
Berdamai Dengan Saudara
Bapak Pendeta yang baik, Di Matius 5:23-24 tertulis: Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada...
Humanis
Ungkapan Perasaan Hati Para Senior
Rumah asri yang saat ini kami huni, telah mengenal kehidupan keluarga selama 30 tahun. Awalnya lingkungan masih sepi, tapi sebaliknya hiruk pikuk bergema di...
Tuhan Menyelamatkan Aku Dari Hepatitis C
Pada tanggal 27 Juli 2018, halaman 33 harian Kompas melaporkan hal penting di bawah judul “Upaya Menangkis Hepatitis,” yang mengisi 70% halaman tersebut. Aku...
Berjalan Kaki Dan Pembuluh Collateral
Berjalan kaki rutin kembali dikukuhkan sebagai obat paling menyehatkan di abad modern ini. Bukan lari, apalagi sprint, yang bisa menambah sehat dan menjanjikan kita...
Kontemplasi
Dari Keluarga Kepada Dunia
Keluarga Milenial Pada umumnya, sebuah keluarga terdiri atas orangtua, anak, menantu, cucu, mertua, besan. Dalam kehidupan bersama ini, masing-masing tentu punya kerinduan untuk hidup...
Di Kapal Yang Sama
Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan istrinya dan istri anak-anaknya karena air bah itu. Dari binatang yang tidak haram dan...
keberagaman
Menghidupi Keberagaman
Kemajemukan, dalam sejarahnya, telah menjadi mimpi besar para bapa gereja Gereja Kristen Indonesia (GKI). GKI semula (secara mayoritas) adalah perkumpulan gereja-gereja Tionghoa (Tiong Hwa...
Artikel Lepas
KURSI PALING DEPAN
Kursi Paling Depan
Konser 10 tahun Syahrini sedang jadi bahan perbincangan para netizen. Harga tiket untuk kelas teratas sebesar Rp 25 juta membuat mereka agak terpana. Kelas...
Mox Salvus Redeas
Ingar bingar pulang kampung—yang biasa disebut mudik—sudah hampir berakhir. Ribuan atau bahkan ratusan ribu orang yang dari Jakarta pulang ke kampung halaman untuk berlebaran...
Penjara
Ada sebuah artikel di kompas.com yang sangat menarik, yaitu tentang lansia di Jepang yang kerap melakukan kejahatan ringan dengan maksud supaya di penjara. Ini...