Tuhan Tidak Mendendam

Mazmur 130

Belum ada komentar 5 Views

Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? (Mzm. 130:3)

“Sudah cukup kesabaranku. Dulu dia sudah pernah menjelekkan aku, tetapi aku diam saja. Kedua kali dia lakukan hal yang sama aku masih sabar, tetapi kini, sudah habis kesabaranku. Aku tidak mau tinggal diam, aku akan melabrak dia.” Demikian perkataan seorang ibu yang marah karena merasa nama baiknya dirusak berkali-kali oleh seorang temannya sejak lama.

Mengingat kesalahan memang lebih mudah daripada mengingat kebaikan. Kesalahan orang lain, apalagi yang sangat menyakitkan akan selalu meninggalkan bekas luka yang sulit untuk disembuhkan. Sekiranya Tuhan melakukan hal yang sama, mengingat-ingat kesalahan umat-Nya siapa yang dapat tahan? Ungkapan pemazmur ini lahir dari kesadaran pemazmur akan kasih setia Tuhan yang begitu besar bagi umat-Nya, yang meskipun berlumur dosa, tetapi diampuni- Nya. Tuhan tidak mengingat-ingat dosa umat-Nya, meskipun berulang kali mereka meninggalkan-Nya, berkali-kali melawan perintah-Nya, berkali-kali pula mengaku dosa dan meminta ampun kepada-Nya, tetapi mereka mengulanginya kembali. Jika Tuhan mengingat-ingat kesalahan umat-Nya, siapa yang dapat tahan? Syukurlah, Tuhan bukan pendendam. Ia mengampuni umat-Nya yang bertobat, sebab Ia mengasihi mereka.

Jika Tuhan tidak mendendam dan mengampuni kita, mengapa kita masih menyimpan sakit hati dan dendam terhadap sesama? Berikanlah pengampunan, sebab kita pun telah menerima pengampunan dari Tuhan. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

DOA:
Kami sudah menikmati kasih dan pengampunan-Mu, mampukan kami melakukan hal yang sama terhadap sesama kami.

Ayat Pendukung: Mzm. 130; Kej. 44:1-34; Rm. 11:13-29
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Saat Badai Reda
    Mazmur 107:1-3, 23-32
    Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. (Mzm. 107:31) Pernah bepergian...
  • BERSERAH
    Kisah Para Rasul 21:1-16
    Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: “Jadilah kehendak Tuhan!” (Kis. 21:14) Orang yang teguh...
  • Kata Yang Menguatkan
    Kisah Para Rasul 20:1-16
    Ia menjelajah daerah itu dan dengan banyak nasihat menguatkan hati saudara-saudara di situ. (Kis. 20:2) My mama said, “Life...
  • Sungguh-sungguh
    Yeremia 22:1-9
    “Sebab jika kamu sungguh-sungguh melakukan semuanya itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan berarak masuk raja-raja yang akan...
  • Peringatan Tuhan
    Yeremia 21:11-14
    “Beginilah firman TUHAN, hai keturunan Daud: Jatuhkanlah hukum yang adil setiap pagi … karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat! (Yer. 21:12)...