Tuhan Tidak Mendendam

Mazmur 130

Belum ada komentar 6 Views

Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? (Mzm. 130:3)

“Sudah cukup kesabaranku. Dulu dia sudah pernah menjelekkan aku, tetapi aku diam saja. Kedua kali dia lakukan hal yang sama aku masih sabar, tetapi kini, sudah habis kesabaranku. Aku tidak mau tinggal diam, aku akan melabrak dia.” Demikian perkataan seorang ibu yang marah karena merasa nama baiknya dirusak berkali-kali oleh seorang temannya sejak lama.

Mengingat kesalahan memang lebih mudah daripada mengingat kebaikan. Kesalahan orang lain, apalagi yang sangat menyakitkan akan selalu meninggalkan bekas luka yang sulit untuk disembuhkan. Sekiranya Tuhan melakukan hal yang sama, mengingat-ingat kesalahan umat-Nya siapa yang dapat tahan? Ungkapan pemazmur ini lahir dari kesadaran pemazmur akan kasih setia Tuhan yang begitu besar bagi umat-Nya, yang meskipun berlumur dosa, tetapi diampuni- Nya. Tuhan tidak mengingat-ingat dosa umat-Nya, meskipun berulang kali mereka meninggalkan-Nya, berkali-kali melawan perintah-Nya, berkali-kali pula mengaku dosa dan meminta ampun kepada-Nya, tetapi mereka mengulanginya kembali. Jika Tuhan mengingat-ingat kesalahan umat-Nya, siapa yang dapat tahan? Syukurlah, Tuhan bukan pendendam. Ia mengampuni umat-Nya yang bertobat, sebab Ia mengasihi mereka.

Jika Tuhan tidak mendendam dan mengampuni kita, mengapa kita masih menyimpan sakit hati dan dendam terhadap sesama? Berikanlah pengampunan, sebab kita pun telah menerima pengampunan dari Tuhan. [Pdt. Eko Priliadona Susetyo]

DOA:
Kami sudah menikmati kasih dan pengampunan-Mu, mampukan kami melakukan hal yang sama terhadap sesama kami.

Ayat Pendukung: Mzm. 130; Kej. 44:1-34; Rm. 11:13-29
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ingin Menjadi Besar?
    Markus 10:35-45
    “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu ….” (Mrk. 10:43)...
  • LIHATLAH KARYA ALLAH!
    Ayub 39:1–30
    Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan? (Ayb. 39:3)...
  • Menjalani Hidup Dengan Hikmat Allah
    Ayub 37:1-24
    “… setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya.” (Ayb. 37:24b) Ada begitu banyak peristiwa di dunia ini...
  • Memuji Allah Dengan Memelihara Ciptaannya
    Mazmur 104:1-9, 24, 35b
    Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. (Mzm. 104:24) Di dalam ilmu teologi,...
  • Mendengarkan Dan Menghidupi Firman
    Lukas 16:19-31
    “Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” (Luk. 16:29) Daya...