Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya. (Mazmur 8:7)
Selama puluhan tahun, wilayah Wonogiri mengalami dampak kekeringan, terutama pada musim kemarau. Seorang petani tua bernama Mbah Sadiman berinisiatif melakukan penghijauan di desanya. Pohon yang ditanamnya adalah pohon beringin karena diyakini mampu mengikat air tanah dengan baik. Pohon-pohon tersebut ditanam di lahan hutan yang gundul. Hingga kini, lahan hutan seluas sekitar 100 hektare telah ditanami sekitar 11.000 pohon yang disedekahkan Mbah Sadiman.
Teks Alkitab yang kita renungkan hari ini berkisah tentang Allah sebagai Pencipta alam semesta. Seluruh ciptaan menggambarkan betapa besar kuasa Allah serta karya ciptaan-Nya. Jika dibandingkan dengan kebesaran alam tersebut, manusia tampak begitu kecil. Namun, manusia yang kecil itu justru diberi tanggung jawab yang luar biasa. Manusia bukan sekadar penonton di tengah semesta, melainkan pelaku yang diberi mandat dan kuasa oleh Allah untuk menatalayani dunia dan membangun kehidupan.
Kisah Mbah Sadiman menginspirasi kita untuk tidak berdiam diri dalam merawat alam. Konteks masyarakat perkotaan yang cenderung “jauh dari alam” kerap membuat manusia kurang peduli terhadap lingkungan. Namun, peristiwa banjir yang melanda berbagai kota besar menjadi peringatan bahwa manusia harus menjaga alam. Dengan demikian, kehidupan manusia di dunia memiliki harapan yang lebih cerah melalui upaya nyata dalam membangun kehidupan bersama.[Pdt. Natanael Setiadi]
REFLEKSI:
Kehadiran manusia di tengah semesta haruslah dapat menghadirkan makna.
Ayat Pendukung: Ayb. 38:1-11; Mzm. 8; 2 Tim. 1:8-12a
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.