Ketika Tuhan Bertanya

Ayub 38:12-21

Belum ada komentar 113 Views

Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan di dasar samudra dalam? (Ayub 38:16)

Saat mengalami pergumulan, mungkin kita bertanya, “Mengapa begini, Tuhan?” atau “Di mana Engkau saat ini, Tuhan?” Ada pula yang bertanya, “Sampai kapan situasi ini harus aku tanggung?” Aneka pertanyaan tersebut lahir dari beratnya pergumulan yang dihadapi, sekaligus dari kebutuhan manusia untuk memperoleh jawaban. Ada kalanya Allah menjawab pertanyaan kita secara langsung. Namun, ada pula saat-saat ketika Allah tidak menjawab. Bahkan, la menjawab dengan cara yang tidak pernah kita perkirakan.

Ayub bukanlah orang fasik; ia adalah seorang yang saleh. Namun, Ayub mengalami penderitaan. Oleh sebab itu, Ayub mempertanyakan kondisinya kepada Allah. TUHAN akhirnya menjawab Ayub, tetapi bukan dengan jawaban yang ia harapkan. Sebaliknya, TUHAN justru mengajukan sejumlah pertanyaan untuk menyadarkan betapa terbatasnya pemahaman manusia di hadapan TUHAN. Ayub, yang semula ingin “mengadili” TUHAN atas penderitaannya, akhirnya diperhadapkan pada kenyataan bahwa pengetahuannya tidak sebanding dengan hikmat Allah.

Saudara, Tuhan tidak menjelaskan alasan mengapa Ayub menderita, tetapi la mengarahkan Ayub untuk melihat siapa yang mengendalikan segala sesuatu. Ketika menghadapi pergumulan, pikiran kita sering kali hanya berpusat pada masalah itu. Kita lupa bahwa di luar pergumulan, ada kemahakuasaan Allah atas seluruh ciptaan. Oleh karena itu, mari kita senantiasa mengarahkan hati kepada Tuhan. [Pdt. Natanael Setiadi]

REFLEKSI:
Iman bukanlah tentang memahami segala hal, tetapi tentang percaya kepada Dia yang mengendalikan segalanya.

Ayat Pendukung: Ayb. 38:12-21; Mzm. 8; 2 Tim. 1:12b-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tinggal Dalam Kebenaran
    Mazmur 17:1-7, 15
    Tetapi, aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)...
  • Sabar Dalam Proses
    Markus 4:30-34
    Namun, setelah ditaburkan, benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang...
  • Tetap Tekun dan Berhikmat
    Kejadian 30:37-43
    Demikianlah laki-laki itu menjadi kaya raya, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai....
  • Berkat Allah Bagi Alam
    Mazmur 65:8-13
    Maka orang-orang yang tinggal di ujung-ujung bumi, kagum akan tanda-tanda mukjizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan berlalunya senja. Kaubuat bersorak-sorai....
  • Ikut Menghadirkan Kerajaan Surga
    Matius 13:31-33, 44-52
    “Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diaduk ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter...