Tanpa Batas

Tanpa Batas

Belum ada komentar 29 Views

Saudara pasti pernah melihat sebuah undangan dengan tulisan untuk kalangan terbatas*). Undangan yang hanya diperuntukkan untuk sekelompok orang tertentu. Jika saudara tidak memiliki akses untuk masuk, silakan gigit jari atau kalau masih ada celah – silakan mengintip. Ya betapa biasanya kita melihat pembatasan demi pembatasan. Tidak ada lagi perasaan aneh ketika kita dipisahkan dengan orang lain karena perbedaan (bisa saja perbedaan ekonomi, status, budaya, dll). Justru kemudian kita merasa canggung ketika batas itu diruntuhkan karena kita merasa kehilangan kenyamanan dan kekhususan dari pelayanan yang diberikan. Jika semua orang diperlakukan sama lalu apa istimewanya? Kita tidak lagi merasa spesial dan tidak rela menjadi sama dengan orang kebanyakan.

Bagaimana dengan kehadiran gereja di tengah dunia ini, apakah kehadirannya hanya untuk kalangan terbatas saja (baca : hanya untuk anggota)?. Apakah kita merasa kehilangan keistimewaan kita pada saat disatukan tanpa batas dengan sesama kita? Apakah kita akan merasa kehilangan kenyamanan atau merasa janggal ketika seorang asing masuk lingkungan gereja dan menikmati fasilitasnya?

Salah satu visi misi GKIPI adalah menjadi gereja yang terbuka. Terbuka berarti kita bersedia menerima siapa pun tanpa batas, tanpa sekat. Siapkah kita membuka setiap pintu-pintu yang tertutup dan dengan penuh kehangatan, tanpa kecurigaan mengundang sesama untuk masuk dan meneguk kasih di tengah panasnya kehidupan? Beranikah kita membuka diri dan menjadi rapuh dengan robohnya tembok-tembok yang memisahkan kita? Beranikah kita menggemakan bahwa tidak ada lagi yang membedakan dan memisahkan kita dari sesama karena kita semua adalah anak-anak terkasih Allah.
Mari kita mewujudkannya!

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Kesalehan yang Berbahaya
    Sasaran kritik Yesus yang paling tajam bukanlah orang yang tidak beragama, melainkan orang beragama, tepatnya para pemimpin agama. Bacaan...
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...