RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN

Matius 22:15-22

Belum ada komentar 1 View

Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus, padahal memiliki niat tersembunyi. Yesus mengetahui kemunafikan mereka dan mengajak mereka melihat persoalan dengan benar. Kemunafikan terjadi ketika perkataan tidak sesuai dengan isi hati dan tindakan. Hal ini dapat terjadi di dalam rumah. Kita bisa terlihat sebagai keluarga yang harmonis di hadapan orang lain, tetapi menyimpan kemarahan, kepahitan, dan ketidakjujuran di antara anggota keluarga. Rumah tanpa kemunafikan bukanlah rumah yang tidak pernah mengalami konflik. Rumah tanpa kemunafikan adalah rumah yang berani berkata jujur, mengakui kesalahan, meminta maaf, dan memperbaiki diri dalam kasih. Yesus mengingatkan kita untuk hidup benar di hadapan Allah, bukan sekadar terlihat baik di hadapan manusia.

Refleksi: Apakah perkataan dan tindakan kita di rumah sudah mencerminkan kasih Kristus? (LS)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...