RUMAH YANG HADIR

Matius 22:1-14

Belum ada komentar 4 Views

Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Rumah menjadi rumah ketika setiap orang di dalamnya hadir dengan hati.

Dalam Matius 22:1-14, Yesus berbicara tentang undangan ke perjamuan kawin. Semua orang diundang, tetapi ada seorang yang datang tanpa mengenakan pakaian pesta. la memang hadir, tetapi kehadirannya tidak disertai sikap yang sesuai dengan perjamuan.

Hal ini mengingatkan kita pada kehidupan keluarga. Kita dapat setiap hari berada di rumah, tetapi belum tentu sungguh hadir bagi satu sama lain. Kita hadir dengan tubuh, tetapi membawa amarah, egoisme, kesibukan, atau ketidakpedulian. Karena itu, pakaian pesta dapat kita bayangkan sebagai sikap hidup yang seharusnya kita kenakan: kasih, perhatian, kesabaran, pengampunan, kerendahan hati, dan kesediaan mendengarkan. Keluarga dipanggil untuk bersama-sama membuat rumah menjadi tempat di mana kasih Allah dapat dialami.

Caldwell, seorang pendidik dan teolog Kristen menyebut rumah yang hadir adalah homemaking. Homemaking bukan berarti rumah selalu damai tanpa konflik. Justru di tengah konflik keluarga belajar mendengar daripada berteriak. Mengampuni daripada mengungkit. Memperhatikan daripada mengabaikan. Mengasihi daripada mempertahankan ego.

Kita bukan hanya dipanggil untuk tinggal bersama dalam sebuah rumah, tetapi dipanggil untuk membuat rumah menjadi tempat kasih Allah hadir. Maka, rumah yang hadir adalah rumah di mana setiap anggota dapat berkata: “Aku diperhatikan, aku didengarkan, aku diterima, dan aku dikasihi.” Di Bulan Keluarga ini, marilah kita mengenakan “pakaian pesta” itu setiap hari. Kurangi amarah, lepaskan egoisme, dan hadirkan kasih.

Kiranya rumah kita bukan hanya tempat kita pulang, tetapi tempat kasih Kristus sungguh dirasakan. (LS)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...
  • MENGAMPUNI TANPA KENDALI
    Matius18:21-35
    “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Sebuah pertanyaan...
  • GEREJA YANG RETAK
    Matius 18:15-20
    Menegur seseorang sebagai saudara sepersekutuan sangat berbeda dengan menegur seorang rekan kerja di kantor. Di kantor, dengan mudah dapat...