TAKUT = MANUSIAWI

Belum ada komentar 33 Views

Jemaat GKI Pondok Indah yang saya hormati dan kasihi,

Apa yang saat ini sedang terjadi pada kita, mengingatkan saya pada apa yang dialami Yesus dan murid-murid-Nya di danau Galilea (Markus 4:35-41). Kapal mereka diterjang badai yang begitu dahsyat sehingga murid-murid yang sebagian adalah nelayan handal, menjadi sangat takut. Di tengah kepanikan mereka teringat kepada Yesus yang sedang tidur beristirahat di buritan. Mereka lalu membangunkan Yesus dengan agak kasar: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun lalu menghardik badai itu, yang seketika menjadi tenang. Kemudian IA menegur murid-murid: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?

Di tengah pandemi Covid-19 ini, semua orang, termasuk Anda dan saya, takut, bahkan amat takut. Membaca banyak posting di media sosial tentang ini, rasanya kita agak merasa bersalah karena kita sejujurnya amat takut. Karena kerap kali dalam berbagai posting pendeta atau evangelist yang kita tonton videonya atau kita baca tulisannya itu, kita kerap ditegur agar tidak takut dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Seperti pada para murid di danau Galilea, kita takut, dan kita memohon pertolongan Tuhan. Namun ternyata Tuhan tak segera bertindak, dan kita tetap saja takut, bahkan kian takut. Jangan-jangan kita pun menjadi panik sehingga kita memohon pertolongan Tuhan dengan “kasar” pula.

Dalam teguran-Nya Yesus tidak menyalahkan para murid yang takut. Yang disesaliNya adalah para murid begitu takut, sehingga lupa bahwa Yesus bersama mereka di kapal mereka, dan bahwa Yesus niscaya akan menolong mereka.

Siapa pun dalam situasi saat ini akan takut. Bila ada orang yang tidak takut, janganjangan ada yang salah pada dirinya. Bahwa kita takut dalam situasi ini, bahkan amat takut, yakinlah bahwa Tuhan berkenan memahaminya. Tetapi janganlah kiranya kita begitu takut, sehingga lupa atau meragukan penyertaan dan pertolonganTuhan.

Tidak apa-apa bila Anda takut, bahkan amat takut, dalam situasi ini. Tetapi janganlah kiranya menyerah dan hilang asa. Tuhan menyertai kita semua tanpa kecuali. Ia niscaya akan menolong kita. Kita pasrahkan kekuatiran dan ketakutan kita kepada Tuhan, seraya mengupayakan yang terbaik, bagi diri dan keluarga kita, tetapi juga bagi orang lain. Serta tentunya bagi saudara-saudara yang tengah berjuang melawan penyakit Covid-19 ini, dan bagi tim medis yang merawat mereka.

Tidak apa-apa bila Anda takut. Namun jangan biarkan ketakutan itu mengaburkan pandang Anda kepada Tuhan, dan jangan biarkan ketakutan itu merampas harkat kemanusiaan Anda. Percayalah, Tuhan beserta kita, dan niscaya pada waktu-Nya menolong kita. Mari kita semua saling menopang dan mendoakan.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • LIHATLAH KARYA ALLAH!
    Ayub 39:1–30
    Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan? (Ayb. 39:3)...
  • Menjalani Hidup Dengan Hikmat Allah
    Ayub 37:1-24
    “… setiap orang yang menganggap dirinya mempunyai hikmat, tidak dihiraukan-Nya.” (Ayb. 37:24b) Ada begitu banyak peristiwa di dunia ini...
  • Memuji Allah Dengan Memelihara Ciptaannya
    Mazmur 104:1-9, 24, 35b
    Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. (Mzm. 104:24) Di dalam ilmu teologi,...
  • Mendengarkan Dan Menghidupi Firman
    Lukas 16:19-31
    “Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” (Luk. 16:29) Daya...
  • Manfaat Hikmat
    Ayub 28:12-29:10
    “… tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” (Ayb....