TAKUT = MANUSIAWI

Belum ada komentar 49 Views

Jemaat GKI Pondok Indah yang saya hormati dan kasihi,

Apa yang saat ini sedang terjadi pada kita, mengingatkan saya pada apa yang dialami Yesus dan murid-murid-Nya di danau Galilea (Markus 4:35-41). Kapal mereka diterjang badai yang begitu dahsyat sehingga murid-murid yang sebagian adalah nelayan handal, menjadi sangat takut. Di tengah kepanikan mereka teringat kepada Yesus yang sedang tidur beristirahat di buritan. Mereka lalu membangunkan Yesus dengan agak kasar: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun lalu menghardik badai itu, yang seketika menjadi tenang. Kemudian IA menegur murid-murid: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?

Di tengah pandemi Covid-19 ini, semua orang, termasuk Anda dan saya, takut, bahkan amat takut. Membaca banyak posting di media sosial tentang ini, rasanya kita agak merasa bersalah karena kita sejujurnya amat takut. Karena kerap kali dalam berbagai posting pendeta atau evangelist yang kita tonton videonya atau kita baca tulisannya itu, kita kerap ditegur agar tidak takut dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Seperti pada para murid di danau Galilea, kita takut, dan kita memohon pertolongan Tuhan. Namun ternyata Tuhan tak segera bertindak, dan kita tetap saja takut, bahkan kian takut. Jangan-jangan kita pun menjadi panik sehingga kita memohon pertolongan Tuhan dengan “kasar” pula.

Dalam teguran-Nya Yesus tidak menyalahkan para murid yang takut. Yang disesaliNya adalah para murid begitu takut, sehingga lupa bahwa Yesus bersama mereka di kapal mereka, dan bahwa Yesus niscaya akan menolong mereka.

Siapa pun dalam situasi saat ini akan takut. Bila ada orang yang tidak takut, janganjangan ada yang salah pada dirinya. Bahwa kita takut dalam situasi ini, bahkan amat takut, yakinlah bahwa Tuhan berkenan memahaminya. Tetapi janganlah kiranya kita begitu takut, sehingga lupa atau meragukan penyertaan dan pertolonganTuhan.

Tidak apa-apa bila Anda takut, bahkan amat takut, dalam situasi ini. Tetapi janganlah kiranya menyerah dan hilang asa. Tuhan menyertai kita semua tanpa kecuali. Ia niscaya akan menolong kita. Kita pasrahkan kekuatiran dan ketakutan kita kepada Tuhan, seraya mengupayakan yang terbaik, bagi diri dan keluarga kita, tetapi juga bagi orang lain. Serta tentunya bagi saudara-saudara yang tengah berjuang melawan penyakit Covid-19 ini, dan bagi tim medis yang merawat mereka.

Tidak apa-apa bila Anda takut. Namun jangan biarkan ketakutan itu mengaburkan pandang Anda kepada Tuhan, dan jangan biarkan ketakutan itu merampas harkat kemanusiaan Anda. Percayalah, Tuhan beserta kita, dan niscaya pada waktu-Nya menolong kita. Mari kita semua saling menopang dan mendoakan.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Lebih Dari Sekadar Kata
    Matius 6:7-15
    Jadi, janganlah seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Matius 6:8) Ada seorang...
  • Jalan Alternatif
    Keluaran 14:1-18
    “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu berdiam diri saja.” (Keluaran 14:14) Dalam kehidupan, kadang kita harus menempuh jalan...
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...