TAKUT = MANUSIAWI

Belum ada komentar 30 Views

Jemaat GKI Pondok Indah yang saya hormati dan kasihi,

Apa yang saat ini sedang terjadi pada kita, mengingatkan saya pada apa yang dialami Yesus dan murid-murid-Nya di danau Galilea (Markus 4:35-41). Kapal mereka diterjang badai yang begitu dahsyat sehingga murid-murid yang sebagian adalah nelayan handal, menjadi sangat takut. Di tengah kepanikan mereka teringat kepada Yesus yang sedang tidur beristirahat di buritan. Mereka lalu membangunkan Yesus dengan agak kasar: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun lalu menghardik badai itu, yang seketika menjadi tenang. Kemudian IA menegur murid-murid: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?

Di tengah pandemi Covid-19 ini, semua orang, termasuk Anda dan saya, takut, bahkan amat takut. Membaca banyak posting di media sosial tentang ini, rasanya kita agak merasa bersalah karena kita sejujurnya amat takut. Karena kerap kali dalam berbagai posting pendeta atau evangelist yang kita tonton videonya atau kita baca tulisannya itu, kita kerap ditegur agar tidak takut dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Seperti pada para murid di danau Galilea, kita takut, dan kita memohon pertolongan Tuhan. Namun ternyata Tuhan tak segera bertindak, dan kita tetap saja takut, bahkan kian takut. Jangan-jangan kita pun menjadi panik sehingga kita memohon pertolongan Tuhan dengan “kasar” pula.

Dalam teguran-Nya Yesus tidak menyalahkan para murid yang takut. Yang disesaliNya adalah para murid begitu takut, sehingga lupa bahwa Yesus bersama mereka di kapal mereka, dan bahwa Yesus niscaya akan menolong mereka.

Siapa pun dalam situasi saat ini akan takut. Bila ada orang yang tidak takut, janganjangan ada yang salah pada dirinya. Bahwa kita takut dalam situasi ini, bahkan amat takut, yakinlah bahwa Tuhan berkenan memahaminya. Tetapi janganlah kiranya kita begitu takut, sehingga lupa atau meragukan penyertaan dan pertolonganTuhan.

Tidak apa-apa bila Anda takut, bahkan amat takut, dalam situasi ini. Tetapi janganlah kiranya menyerah dan hilang asa. Tuhan menyertai kita semua tanpa kecuali. Ia niscaya akan menolong kita. Kita pasrahkan kekuatiran dan ketakutan kita kepada Tuhan, seraya mengupayakan yang terbaik, bagi diri dan keluarga kita, tetapi juga bagi orang lain. Serta tentunya bagi saudara-saudara yang tengah berjuang melawan penyakit Covid-19 ini, dan bagi tim medis yang merawat mereka.

Tidak apa-apa bila Anda takut. Namun jangan biarkan ketakutan itu mengaburkan pandang Anda kepada Tuhan, dan jangan biarkan ketakutan itu merampas harkat kemanusiaan Anda. Percayalah, Tuhan beserta kita, dan niscaya pada waktu-Nya menolong kita. Mari kita semua saling menopang dan mendoakan.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Mencintai Firman Tuhan
    Mazmur 119:41-48
    Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu. (Mzm.119:47) Lagu lama dari Titiek Puspa ini tak asing bagi kebanyakan...
  • Bukan Iman Yang Kosong
    Yakobus 2:14-26
    Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Yak. 2:20) Bob...
  • Kasih Itu Tidak Cari Muka
    Yakobus 2:8-13
    Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. (Yak....
  • Kasih Menerangi Segala Hukum
    Matius 22:34-46
    “Pada kedua hukum inilah bergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat. 22:40) Hukum adalah perangkat yang mengikat...
  • Bukan Perkataan Hampa
    Ulangan 32:44-47
    “Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah,...
Kegiatan