Suasana Hati Ketika Beribadah

Mazmur 100

Belum ada komentar 75 Views

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! (Mzm. 100:2)

Ada berbagai suasana hati ketika orang datang beribadah. Ada yang sedang senang, kecewa, khawatir, berduka, bahagia, bangga, kuat iman, biasa saja. Manakah suasana hati yang Tuhan terima? Dari kesaksian kitab suci, kita mengetahui bahwa Tuhan itu baik dan pengasih. Ia menerima setiap orang yang datang beribadah kepada-Nya dalam suasana hati seperti apa pun. Bahkan, Tuhan pun akan memulihkan orang yang datang beribadah untuk mencari-Nya. Itulah yang menjadi penghayatan kita dalam beribadah.

Mazmur 100 adalah mazmur arak-arakan dalam prosesi ibadah syukur. Sebutannya adalah mazmur untuk korban syukur. Umat Israel membawa kurban syukur ketika ada peristiwa kebaikan Tuhan yang mereka alami (bdk. Im. 7:11-21). Pada saat itu, roti boleh beragi dan semua persembahan dimakan sampai habis. Ada suasana perayaan dan sukacita atas kebaikan Tuhan, Sang Gembala yang baik. Karena itu, persembahan kurban dibawa ke hadapan Tuhan sebagai tanda syukur.

Mazmur 100 mengajak kita bersorak-sorai ketika datang beribadah. Lalu, bukan berarti bahwa kita tidak boleh datang kepada Tuhan dengan berbagai suasana hati yang dapat kita alami. Saat kita beribadah, datanglah dengan penuh syukur mengingat kebaikan Tuhan, Sang Gembala yang baik. Juga datanglah membawa seluruh perasaan diri kita apa adanya. Lalu dalam ibadah, dalam pertolongan-Nya kita menjadi siap merasakan kebaikan Tuhan dan pemulihan Tuhan. [Pdt. Novita Sutanto]

REFLEKSI:
Mengingat setiap kebaikan Tuhan akan membuat kita bersyukur dan bersukacita.

Ayat Pendukung: Mzm. 100; Yer. 23:1-8; Mat. 20:17-28
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Mencintai Firman Tuhan
    Mazmur 119:41-48
    Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu. (Mzm.119:47) Lagu lama dari Titiek Puspa ini tak asing bagi kebanyakan...
  • Bukan Iman Yang Kosong
    Yakobus 2:14-26
    Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Yak. 2:20) Bob...
  • Kasih Itu Tidak Cari Muka
    Yakobus 2:8-13
    Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. (Yak....
  • Kasih Menerangi Segala Hukum
    Matius 22:34-46
    “Pada kedua hukum inilah bergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat. 22:40) Hukum adalah perangkat yang mengikat...
  • Bukan Perkataan Hampa
    Ulangan 32:44-47
    “Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah,...
Kegiatan