Seminar Paguyuban Pelangi di Lampung

Belum ada komentar 1 View

Pada tanggal 13 Februari yang lalu, kami ke Bandar Lampung untuk memenuhi undangan Bu Bambang, salah satu Pengurus PWKI (Persatuan Wanita Kristen Indonesia), yang akan mengadakan seminar tentang “Bagaimana Mendirikan Support Group Kanker Seperti Paguyuban Pelangi di Lampung”.

Pengurus Paguyuban Pelangi yang berangkat adalah: Pdt. em. Purboyo, Pdt. Vera, Pnt. Desi Orah, Diana S., Lina Setiadi & Sri Setyo

Pesawat kami lepas landas pada pk.15.00. Sebenarnya kami sudah berkumpul di bandara Soeta Terminal 3 pk. 12.00 untuk menikmati makan siang bersama. Namun karena terlalu asyik mengobrol, tanpa terasa sudah tiba waktunya bagi kami untuk boarding. Kami terpaksa berlari lari kecil karena gate tempat kami boarding letaknya sangat jauh dari tempat kami makan siang. Akhirnya kami berhasil naik pesawat sebelum pintu pesawat ditutup.

Sekitar pk.16.00 kami tiba di bandara Raden Intan. Rombongan kami dijemput oleh Bu Bambang yang, selain menjadi pengurus PWKI, juga adalah anggota jemaat GKSBS (Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan) Bandar Lampung. Kami langsung diantar menuju tempat penginapan di Wisma Sudirman yang letaknya tidak jauh dari kediaman Bu Bambang. Pada pk. 18.00 kami kembali dijemput kendaraan dari Bu Bambang untuk menuju rumahnya. Ternyata di sana sudah berkumpul calon pengurus support group kanker PWKI dan beberapa pendeta dari gereja-gereja di Bandar Lampung, karena Bu Bambang berencana mendirikan support group kanker PWKI di Bandar Lampung. Mereka ingin berkenalan dan mendapat masukan terlebih dahulu sebelum keesokan harinya mengadakan seminar mengenai pendirian support group kanker. Sambil berkenalan satu dengan lainnya, kami dipersilakan menikmati makan malam bersama.

Pembicaraan kami dengan para peserta yang hadir cukup seru dan menarik. Mereka banyak bertanya tentang pengalaman kami mendirikan support group kanker. Pembicaraan dibuka oleh Pdt. em. Purboyo dengan memperkenalkan saya (Diana) sebagai ketua, Bu Lina S. sebagai sekretaris, Pdt. Vera sebagai pendeta pendamping, Pnt. Desi sebagai penatua pendamping, dan Bu Sri S. sebagai anggota. Banyak hal yang kami ceritakan tentang suka dukanya mendirikan support group kanker dari awal sampai hari ini. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pk. 21.30. Kami tidak dapat membahas semuanya malam itu, sehingga kami mengakhiri pertemuan kami untuk beristirahat dan mempersiapkan seminar keesokan harinya.

Setelah sarapan pagi, sekitar pk. 10 sampai pk. 12 kami sempat berjalan-jalan di Lampung. Kami kembali ke GKSBS untuk menikmati makan siang bersama dengan para peserta seminar. Acara seminar dimulai pada pk. 13 oleh Pdt. em. Purboyo yang menjelaskan bagaimana mendirikan support group kanker, dan dilanjutkan oleh saya sebagai survivor (penyintas) yang menyampaikan pengalaman saya sebagai pasien kanker. Banyak pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya-jawab, tapi karena waktu seminar hanya terbatas tiga jam, tidak semua dapat dijawab. Begitu seminar selesai, kendaraan langsung mengantar Pdt. Vera dan Pnt. Desi ke bandara Raden Intan karena mereka harus kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan tugas gereja. Pdt. Purboyo, Bu Lina, Bu Sri dan saya masih tinggal di Lampung untuk mendampingi Pdt. Purboyo yang berkhotbah pada kebaktian Minggu pk. 10 di GKSBS. Pada hari Sabtunya kami diajak Bu Bambang mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Lampung, karena setelah ibadah hari Minggu, kami langsung menuju bandara untuk kembali ke Jakarta.

Saya dan pengurus Pelangi lainnya sangat senang dipakai Tuhan untuk berbuah dan menghasilkan komunitas baru penyintas kanker, baik di gereja gereja maupun perkumpulan lainnya. Puji Tuhan!• (DS)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
  • Bakal Pos Parakan Salak: Take and Give
    Pandemi COVID-19, yang sudah berlangsung kurang lebih 6 bulan, telah menambah kesulitan hidup semua kalangan. Hal ini juga dirasakan...
  • Mengunjungi Komunitas Kanker di GKJ Salatiga
  • Storytelling untuk Anak
    Pengumuman itu datang begitu tiba-tiba… pas beberapa hari sebelum hari Minggu, tanggal 15 Maret. “Hari Minggu tidak ada Kebaktian...
  • Berbagi Kasih Melalui Singkong
    Berbagi Kasih Melalui Singkong
    Semua berawal dari perenungan saya saat menyikapi ajakan para pendeta kita dalam ibadah online masa raya Paska 2020 ini,...
Kegiatan