Saat Kita Dimusuhi

Mazmur 17:1-9

Belum ada komentar 7 Views

Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu …. (Mzm. 17:8)

Ketika berhadapan dengan orang yang menganggap kita sebagai musuh, sikap seperti apa yang sebaiknya kita tunjukkan padanya? Menganggapnya sebagai musuh berarti bertindak sama dengan dia. Itu bukan respons yang baik. Bagaimana jika kita bersikap sebagai seorang teman baginya? Dalam Mazmur 17, Daud menyatakan pengalaman hidupnya yang diburu, dipersalahkan dan dimusuhi. Mungkin sekali, dalam mazmur ini, Daud sedang menceritakan bagaimana dirinya dikejar-kejar oleh Raja dan sekaligus mertuanya, yakni Saul. Orang yang memusuhinya bersikap: tidak menunjukkan belas kasihan, membual, ingin menghempaskan (5-8). Daud menyatakan ia tak bersalah dan meminta diperiksa oleh Tuhan, ”… Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan … aku telah menjaga diriku… langkahku tetap mengikut jejak-Mu …” (ay. 3, 4 dan 5).

Daud percaya bahwa Allah melindunginya. Karena itu, ia memercayakan segala sesuatunya kepada Allah. Jika mazmur ini dilihat sebagai sikap dan doa Daud bagi musuhnya, maka inilah respons Daud terhadap orang yang memusuhinya, ia melihat orang yang memusuhinya sebagai teman. Sikap Daud inilah yang membuat Saul luluh  hatinya.

Bagaimana dengan kita? Saat kita dimusuhi orang lain, sikap seperti apa yang kita tunjukkan? Dari Daud kita belajar untuk mendoakan musuh seperti seorang teman. Mengapa? Karena Allah melindungi dan bagian kita  mengasihinya. (Pdt. Budiman)

 

REFLEKSI:

Menjadi seperti siapa kita, saat kita bersikap baik kepada mereka yang memusuhi kita?

Ayat Pendukung: Mzm. 17:1-9; Ul. 25:5-10; Kis. 22:22—23:11
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memandang Allah
    Roma 1:18-25
    Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah … Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati...
  • Kasih Setia Allah
    Ayub 25:1-6
    “Bagaimana manusia benar di hadapan Allah ….” (Ayb. 25:4) Dapatkah manusia yang terbatas memahami realitas hidup dengan benar? Apa...
  • Mensyukuri Kesempatan
    Ayub 21:1,17-34
    “Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan ….” (Ayb. 21:17) Adakalanya kita dilanda rasa kecil hati, ketika kita melihat orang...
  • Berharap
    Mazmur 123
    Kepada-Mu aku melayangkan mataku …. (Mzm. 123:1) “Harapan itu membuat kita hidup.” Demikian penggalan tulisan Victor Frankl, seorang psikiater...
  • Hidup Setelah Kematian
    Lukas 20: 27-38
    “Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk. 20:38) Kehidupan...
Kegiatan