Rumah Amanku Ialah Tuhan

Mazmur 27:1-6

Belum ada komentar 247 Views

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mzm. 27:4)

Rumah ibadat kerap menjadi tempat pelarian untuk menyembunyikan diri dari persoalan-persoalan dunia. Di situ orang sibuk dengan ibadat ritual, lalu melupakan ibadat sosial. Disadari atau tidak, di kepala bercokol pemahaman yang membedakan dan mempertentangkan antara yang jasmani dan yang rohani. Rumah ibadat dipahami hanya sebagai rumah rohani.

Menarik untuk mencermati mazmur yang dinaikkan oleh Daud ini. Di sini ia memakai bebeberapa metafora untuk melukiskan tentang Tuhan dan pemeliharaan-Nya. Tuhan disebut sebagai “terang”, “benteng”, “kemah”, dan “bait”, tempat Daud berteduh, menemukan kekuatan dan tuntunan sehingga dia dapat terus melangkah. Bahkan, dengan Tuhan, Daud dapat mengalahkan masalah-masalah yang ia hadapi di dalam dunia. Tuhan menjadi laksana rumah yang nyaman dan aman sehingga Daud ingin berdiam terus dalam Tuhan, menyaksikan kemurahan dan kekuasaan Tuhan seumur hidupnya. Di dalam dan melalui “Rumah” itulah Daud melihat dunia dan menemukan harapan serta kekuatan.

Di dalam Yesus, Allah berinkarnasi dan kita semua menemukan “Rumah” yang aman dengan tinggal di dalam Yesus. Yesus tidak membawa kita untuk lari dari dunia, menjauhi yang sosial, tetapi menyertai dan memberikan kita kekuatan untuk menghadapi beragam masalah (sosial). Sama seperti Daud, kita pasti akan merasakan kemurahan-Nya yang besar. Alhasil, kita juga akan berseru: “Rumah amanku ialah Tuhan!” [Pdt. Hariman Pattianakotta]

REFLEKSI:
Tuhan tidak berjanji bahwa akan terus ada panas tanpa hujan, atau sebaliknya. Namun, Tuhan akan selalu menjadi tempat perteduhan.

Ayat Pendukung: Mzm. 27:1-6; 1Sam. 15:34-16:13; Luk. 5:27-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • MULUTMU HARIMAUMU
    Matius 14:1-12
    Sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara....
  • Tuhan Memanggil, Tuhan Memperlengkapi
    Keluaran 31:1-11
    “Lihat, Aku telah menunjuk Bezale’el bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan memenuhi dia dengan Roh Allah, dengan...
  • Memang Tuhan Allah Kurang Tinggi?
    Mazmur 99
    Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, sujudlah menyembah pada tumpuan kaki-Nya! Dialah yang kudus! (Mazmur 99:5) Si kecil Tina bertanya kepada...
  • Apa Yang Kita Cari?
    Yohanes 6:25-35
    Yesus menjawab mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu...
  • Pemberontakan Versus Kasih Setia
    Keluaran 33:1-6
    “Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, … Kamu akan masuk ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu....