Rumah Amanku Ialah Tuhan

Mazmur 27:1-6

Belum ada komentar 245 Views

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mzm. 27:4)

Rumah ibadat kerap menjadi tempat pelarian untuk menyembunyikan diri dari persoalan-persoalan dunia. Di situ orang sibuk dengan ibadat ritual, lalu melupakan ibadat sosial. Disadari atau tidak, di kepala bercokol pemahaman yang membedakan dan mempertentangkan antara yang jasmani dan yang rohani. Rumah ibadat dipahami hanya sebagai rumah rohani.

Menarik untuk mencermati mazmur yang dinaikkan oleh Daud ini. Di sini ia memakai bebeberapa metafora untuk melukiskan tentang Tuhan dan pemeliharaan-Nya. Tuhan disebut sebagai “terang”, “benteng”, “kemah”, dan “bait”, tempat Daud berteduh, menemukan kekuatan dan tuntunan sehingga dia dapat terus melangkah. Bahkan, dengan Tuhan, Daud dapat mengalahkan masalah-masalah yang ia hadapi di dalam dunia. Tuhan menjadi laksana rumah yang nyaman dan aman sehingga Daud ingin berdiam terus dalam Tuhan, menyaksikan kemurahan dan kekuasaan Tuhan seumur hidupnya. Di dalam dan melalui “Rumah” itulah Daud melihat dunia dan menemukan harapan serta kekuatan.

Di dalam Yesus, Allah berinkarnasi dan kita semua menemukan “Rumah” yang aman dengan tinggal di dalam Yesus. Yesus tidak membawa kita untuk lari dari dunia, menjauhi yang sosial, tetapi menyertai dan memberikan kita kekuatan untuk menghadapi beragam masalah (sosial). Sama seperti Daud, kita pasti akan merasakan kemurahan-Nya yang besar. Alhasil, kita juga akan berseru: “Rumah amanku ialah Tuhan!” [Pdt. Hariman Pattianakotta]

REFLEKSI:
Tuhan tidak berjanji bahwa akan terus ada panas tanpa hujan, atau sebaliknya. Namun, Tuhan akan selalu menjadi tempat perteduhan.

Ayat Pendukung: Mzm. 27:1-6; 1Sam. 15:34-16:13; Luk. 5:27-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...
  • Kemelut Mengubah Tabiat
    Kejadian 44:1-34
    Sekarang, biarlah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu. Namun, izinkanlah anak itu pulang bersama-sama saudara-saudaranya. (Kejadian...