Rencana yang Lebih Baik

2 Samuel 7:18, 23-29

Belum ada komentar 183 Views

“Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab … Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya.” (2Sam. 7:29)

Sebagian besar kita tentu pernah mengalami penolakan. Mungkin cinta kita pernah ditolak; mungkin kita pernah gagal ketika melamar pekerjaan; atau mungkin kita pernah ditolak ketika ingin masuk ke sekolah favorit kita. Namun biasanya, penolakan seperti itu berakhir dengan penolakan itu sendiri, tidak ada proses lanjutan.

Narasi 2 Samuel 7 ini juga berada dalam konteks penolakan. Raja Daud ingin sekali membangun Rumah Tuhan, tetapi Tuhan tidak berkenan dengan rencana itu. Bukan saja karena Ia adalah sosok yang tidak pernah bisa dibatasi oleh sebuah gedung, betapa pun bagusnya gedung itu, melainkan karena Ia merasa Daud bukanlah orang yang layak untuk tugas tersebut karena tangannya penuh dengan darah. Yang menarik, Tuhan tidak sekadar menolak keinginan Daud. Meskipun Ia menolak rencana Daud, tetapi Ia memberikan sesuatu yang lebih besar, yaitu janji untuk memberkati Daud dan keturunannya.

Sebagai orang percaya kita sering kali kecewa ketika Tuhan tidak mengabulkan keinginan kita. Kita merasa Tuhan tidak menyayangi kita. Kita lupa bahwa sebagai Allah yang Rahmani, Tuhan jauh dari sifat kejam. Ketika Ia tidak mengabulkan keinginan kita, Ia pasti memiliki pertimbangan lain yang lebih bijak, bahkan lebih baik dari keinginan kita. Ia tidak sekadar menolak begitu saja. Ia punya rencana yang indah bagi masing- masing kita. Dibutuhkan kerendahan hati untuk menyerahkan semuanya ke tangan pengasihan Tuhan. [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D.]

DOA:
Ya Tuhan Sang Rahmani, tolong kami merendahkan hati kami untuk menerima rencana-Mu yang lebih baik. Amin.

Ayat Pendukung: Luk. 1:46b-55; 2Sam. 7:18, 23-29; Gal. 3:6-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...
  • Kemelut Mengubah Tabiat
    Kejadian 44:1-34
    Sekarang, biarlah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu. Namun, izinkanlah anak itu pulang bersama-sama saudara-saudaranya. (Kejadian...