ke jogya

Pswpi Ke Jogja

Belum ada komentar 12 Views

…terhanyut aku akan nostalgi
saat kita sering luangkan waktu
nikmati bersama
suasana Jogja….
(Kla Project)

Pada tanggal 1 Maret yang lalu, Paduan Suara Wilayah Pondok Indah (PSWPI) berangkat bersama Pdt. Tumpal Tobing ke Yogyakarta untuk melayani Kebaktian Minggu, 3 Maret di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Mergangsan.

Kebaktian di gereja ini diadakan dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia pada ibadah 1 pk. 06.30 dan ibadah 4 pk. 18.00, sedangkan bahasa Jawa pada ibadah 2 pk. 08.30 dan ibadah 3 pk. 16.00. PSWPI melayani ibadah 1 pk. 6.30. Dua lagu dinyanyikan pada kesempatan tersebut. Yang satu berjudul “Kami Ingin Melayani-Mu” dan yang kedua, lagu berbahasa Jawa “Salawase Aku Urip neng Donyo”. GKJ Mergangsan beralamat di Jl. Taman Siswa, tidak jauh dari penginapan rombongan di Hotel Zest, Jl. Gajah Mada. Gereja ini telah berdiri sejak tahun 1925.

Selain ke GKJ Mergangsan, PSWPI juga mengunjungi GKJ Kemadang di Gunung Kidul. Kunjungan ini bukan untuk menyanyi, tetapi untuk menyerahkan persembahan kasih bagi pengembangan koperasi di sana. Koperasi tersebut adalah koperasi simpan pinjam yang digunakan anggotanya untuk modal berdagang berbagai jenis cendera mata yang dijual di pantai yang tidak terlalu jauh dari Kemadang. Koperasi “Artha Mandiri” tersebut telah berdiri sejak tahun 2012 dengan modal sekitar 7 juta rupiah dan sekarang telah berkembang menjadi 27 juta rupiah dengan jumlah anggota 48 orang.

Yanwiskul

Panitia menciptakan tag atau label Yanwiskul bagi kegiatan ini. Yanwiskul adalah singkatan dari Pelayanan-Wisata-Kuliner. Oleh karena itu, selain pelayanan ke gereja, juga dilakukan wisata dan tentunya disertai mencoba makanan-makanan tertentu.

Wisata

Pada hari Jumat, 1 Maret sekitar pk. 13.00 para peserta yang berangkat dari Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang atau kereta api berkumpul di bandara Adisutjipto Yogya. Hari itu rombongan berkunjung ke Abhayagiri, sebuah resto dan penginapan yang cukup eksklusif. Abhayagiri terletak di ketinggian wilayah Prambanan, sehingga tampak Candi Prambanan di kejauhan.

Tempat wisata lainnya yang dikunjungi adalah Candi Boko, dengan kompleks yang cukup luas dan terawat dengan baik. Cuaca mendung menyebabkan rombongan tidak dapat melihat matahari terbenam di balik Candi. Rombongan juga mengunjungi Pantai Indrayanti, yang merupakan salah satu pantai dari sederet pantai di Gunung Kidul. Embung Nglanggeran terletak di Gunung Purba Nglanggeran. Letaknya agak tinggi, karena itu kami harus sedikit mendaki untuk tiba di sana. Pemandangan dari lokasi tersebut sungguh indah, karena kami dapat melihat lembah di bawah dan gunung batu di belakangnya. Embung artinya cekungan penampung air hujan, yang dasarnya dibuat kedap air (plastik dsb.). Air dari Embung Nglanggeran ini digunakan untuk mengairi kebun kelengkeng dan durian, terutama pada musim kemarau.

Kuliner

Datang ke Yogyakarta sudah pasti ingin menikmati makanan khasnya, yaitu gudeg. Rumah Makan yang dipilih adalah Gudeg Sagan. Beberapa RM lain yang dikunjungi adalah RM Bu Ageng milik Butet Kartarajasa, RM Parigogo di Semanu, RM Mang Engking. Durian menjadi sasaran lain, dan rombongan memperolehnya di perjalanan antara Yogya dan Gunung Kidul.

Untuk cendera mata, tidak banyak yang dicari. Hanya satu tempat yang dikunjungi, yaitu toko tas rajutan DOWA.

Jogja

Jogja adalah sebutan yang sangat akrab dibanding dengan nama resminya Yogyakarta…

Seperti lagu Katon Bagaskara – Kla Project, siapa pun yang berkunjung ke Jogja ingin menikmati suasana kota ini. Sebagian rombongan—yang merasa sangat sayang untuk melewatkan kesempatan selagi berada di sana—memperpanjang kunjungan mereka untuk berwisata ke lokasi di sekitar Jogja. Selain itu, dua malam di sana juga dipuaskan dengan berkeliling kota, terutama ke Malioboro yang tidak terlalu jauh dari penginapan Zest.

 

(tom surjadi)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
Kegiatan