PERSEKUTUAN DOA PAGI

Belum ada komentar 9 Views

Persekutuan Doa Pagi atau PDP adalah kegiatan rutin di gereja, yang sepertinya dimiliki oleh hampir semua GKI, termasuk GKI Pondok Indah. Sesuai dengan namanya, kegiatan utamanya adalah bersekutu dan berdoa – atau saling mendoakan, di pagi hari bahkan sebelum jam kantor gereja dimulai.

Kegiatan PDP mulai diperkenalkan di GKI Pondok Indah sejak pertengahan tahun 90-an. Kala itu PDP diadakan di ruang Konsistori pada pukul 5.30 pagi, dengan jumlah peserta antara 10-15 orang saja, Pesertanya pun beragam, mulai dari anak (pengurus Komisi) Pemuda, anggota komisi Wanita, serta beberapa jemaat yang memang terpanggil untuk berdoa.

Ketika PDP diketuai oleh Bapak Harry Nathanael, yang sebelumnya menjadi salah satu Penatua di GKI Pondok Indah, beliau berhasil mengangkat jumlah peserta PDP menjadi sekitar 50 orang. Dengan cara rajin mengirim SMS reminder pada semua jemaat yang rajin mengikuti PDP. Pada masa itu belum ada BlackBerry atau WhatsApp, jadi tidak bisa mengundang dengan cara blast di grup seperti sekarang. Dan setelah jumlah peserta PDP tidak bisa lagi ditampung di Konsistori, PDP pun pindah ke lantai 3 di ruang Korintus, atau kadang di lantai 2 di ruang Efesus.

Bapak Harry juga sempat membentuk Paduan Suara Intersessio yangg terdiri dari pegiat PDP. Paduan Suara ini yang selalu mempersembahkan puji-pujian di halaman gereja, pada jam antar Kebaktian (intersessio).

Ciri khas dari PDP sejak dulu adalah persahabatan yang erat, dekat dan intim. Mengapa demikian? Karena selain nama Persekutuan Doa Pagi yang memang wujudnya adalah persekutuan para pendoa syafaat, PDP tidak berhenti berkegiatan hanya sebatas namanya saja.

Dalam PDP, selain menaikkan doa syafaat bersama-sama, jemaat peserta juga menaikkan doa pribadi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang. Dalam kegiatan ini, peserta juga diberi kesempatan untuk membagikan pengalaman pribadi dalam kelompoknya.

Ada peraturan yang tidak tertulis dibagikan tidak boleh keluar dari kelompok. Dengan kata lain, setiap peserta diminta untuk merahasiakan apa yang telah dibagikan oleh tiap peserta yang ada di dalam kelompok dan tetap mendukung dalam doa antara sahabat PDP.

Keakraban dalam PDP dilengkapi dengan fellowship setiap Ibadah selesai, yaitu lanjut dengan ramah tamah sambil menyeruput secangkir kopi dan teh, ditemani dengan camilan hangat seperti pisang goreng, risoles atau kadang dengan sajian bubur hangat dan menaikkan ucapan syukur bagi peserta yang berulang tahun. Tentunya sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun, sehingga menambah keakraban di antara jemaat peserta.

Juga, bagi jemaat yang baru hadir selalu disambut dengan nyanyian Selamat datang di PDP ini. Lengkaplah sudah segala hal yang sederhana tetapi tidak mengurangi nilai keakraban dan kehangatan dalam PDP. Semua itu dapat terlaksana saat sebelum akhirnya pandemi datang. Selama pandemi COVID-19 kemarin, walaupun dilaksanakan secara online jumlah jemaat peserta yang hadir tetap stabil. Yaitu antara 30-40 orang.

Bukan hanya kegiatan berdoa, PDP juga mengadakan kegiatan keluar berupa kunjungan ke Panti Asuhan setiap 3 bulan sekali, sehingga kegiatan Doa dapat diaplikasikan secara nyata dalam kunjungan tersebut dengan berdoa bersama, berempati dengan penghuni panti dan berbagi kasih dengan membawa bingkisan berupa sembako.

Dan keakraban di antara jemaat peserta PDP makin dipererat dengan acara gathering yang diadakan setiap akhir tahun.

Untuk seluruh jemaat yang berminat untuk mengikuti kegiatan PDP, persekutuan ini diadakan setiap hari Sabtu, pukul 07.00 s/d 08.30. Saat onsite, PDP diselenggarakan di Ruang Korintus lantai 3.

Salam kasih dari Sahabat PDP•

|Damelia Falentina & Bpk. Arman Sulaiman

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
  • WELCOME TO MATETO ONSITE
    Horeee… akhirnya Bina Iman Anak Mateto mulai onsite lagi di gereja… IYA, di ruangan-ruangan gereja kita. Mulai 9 September...
  • Refleksi Panitia PASKA 2022
    Halo, Sahabat GKIPI … Tulisan berikut ini adalah rangkuman dari beberapa kesan dan refleksi yang disampaikan oleh kawan-kawan panitia...
  • KASUT, Bukan Hanya Sebuah Nama
    Pesatnya kemajuan teknologi internet dan begitu derasnya arus informasi yang tak terbendung lagi mengakibatkan banyak media konvensional cetak seperti...
  • Merangkai Injil di PULAU RUPAT
    I. Misi Yang Berkelanjutan Sudah sejak lama berbagai denominasi gereja hadir dan melakukan misi di Pulau Rupat. Selain melayani...
  • BEYOND
    “Wah, bener-bener Beyond banget emang nih!” Demikian kalimat yang bisa dikatakan menjadi canda, tetapi juga kenyataan sehari hari dalam...