Mengasihi Orang Asing

Kejadian 18:1-8

Belum ada komentar 70 Views

Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan beristirahatlah di bawah pohon ini. (Kejadian 18:4)

Hospitalitas atau keramahtamahan merupakan kearifan yang perlu dipupuk dan dipraktikkan dalam kehidupan saat ini yang sarat dengan hostilitas atau kebencian. Sebuah survei memperlihatkan bahwa di banyak sekolah terdapat banyak guru yang mengajarkan naradidik mereka untuk berlaku intoleran. Ini adalah potret yang mencemaskan.

Abraham dalam bacaan ini memperlihatkan kearifan ketimuran yang begitu hormat pada orang asing. Abraham tidak mengenal ketiga orang yang kebetulan melewati depan kemah mereka, tetapi Abraham menawarkan supaya orang-orang asing itu mampir. Ia memberikan air agar mereka dapat membasuh kaki, lalu menjamu mereka dengan makanan dan minuman yang spesial. Abraham sama sekali tidak menaruh curiga dan takut kepada mereka. Abraham justru memperlihatkan sikap terbuka di dalam menyambut orang asing. Sikap Abraham ini tentu berisiko. Namun dalam kasihnya, ia merangkul orang asing dan memberikan hal terbaik yang bisa ia lakukan. Sikap baik ini rupanya berbalaskan kebaikan dan kasih dari orang-orang asing itu kepadanya.

Dalam dinamika hidup di Indonesia yang sarat dengan kebencian dan praktik intoleransi kepada orang asing dan orang yang berbeda, kita membutuhkan kasih yang radikal. Hospitalitas terhadap orang asing adalah praktik baik yang perlu kita pupuk dan semai, sekalipun berisiko. Kebaikan kita bisa saja dibalas dengan kejahatan. Namun, kasih yang radikal itulah yang mampu memutus prasangka dan kebencian. [Pdt. Hariman A. Pattianakotta]

REFLEKSI:
Mengasihi merupakan tindakan berisiko. Namun, kasih yang tulus kepada orang asing menjadi oase yang kita butuhkan dewasa ini.

Ayat Pendukung: Kej. 18:1-8; Mzm. 30; Luk. 14:12-14
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • ALAM: Lukisan Keajaiban Tuhan
    Mazmur 114
    Gemetarlah, hai bumi, di hadapan TUHAN, di hadapan Allah Yakub, yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu...
  • BERBUAH
    Matius 21:18-22
    Di pinggir jalan la melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi la tidak menemukann apa-apa pada pohon itu...
  • Menghargai Proses
    Keluaran 12:29-42
    Malam itulah TUHAN berjaga-jaga untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Itulah juga malam untuk semua orang Israel turun...
  • Tuhanlah Penjagaku
    Mazmur 121
    TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. (Mazmur 121:5) Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan...
  • Jangan Mempermalukan
    Matius 18:15-20
    “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Matius...