Ketika Allah Turun Gunung

Keluaran 19:16-25

Belum ada komentar 94 Views

Lalu Musa berkata kepada TUHAN, “Tidak mungkin bangsa itu akan mendaki Gunung Sinai ini, sebab Engkau sendiri telah memperingatkan kami dengan mengatakan: Pasanglah batas sekeliling gunung ini dan nyatakanlah itu kudus!” (Keluaran 19:23)

Bayangkan Saudara harus menghadap pimpinan tertinggi di perusahaan. Saudara diminta mengenakan pakaian formal, menjaga sikap, dan penuh rasa hormat. Itulah respons manusia ketika berhadapan dengan otoritas yang lebih tinggi. Jika kita dapat merasa gentar saat berhadapan dengan pemimpin manusia, bagaimana seharusnya sikap kita ketika berhadapan dengan Tuhan?

Dalam teks ini, bangsa Israel sedang bersiap untuk berjumpa dengan Allah di Gunung Sinai. Allah telah memerintahkan mereka untuk menguduskan diri selama tiga hari. Pada hari ketiga, gunung itu berguncang, diselimuti awan gelap, petir, bunyi sangkakala yang nyaring, serta api yang melalap. Suasana tersebut menggambarkan kekudusan dan kemuliaan Allah yang menggentarkan. Bahkan Musa gemetar saat menghadap-Nya (bdk. Ibr. 12:21). Tuhan memerintahkan agar umat tidak menerobos batas untuk melihat-Nya. Kekudusan-Nya tidak dapat diperlakukan secara sembarangan.

Di tengah budaya modern, kita dapat kehilangan rasa hormat terhadap kekudusan Allah. Ada orang Kristen yang datang ke gereja dengan pakaian seadanya, atau berdoa tanpa mempersiapkan hati. Kita menyebut nama Tuhan dengan ringan, tanpa rasa gentar. Namun Allah yang disembah Musa adalah Allah yang sama hingga hari ini: kudus, layak ditakuti, dan dihormati. Ketika kita menghormati kekudusan Tuhan, kita belajar menempatkan Dia di takhta yang semestinya dalam hidup kita. [Pdt. Natanael Setiadi]

REFLEKSI:
Rasa gentar yang muncul dalam diri, pertanda kita mengenal siapa Allah sebenarnya.

Ayat Pendukung: Kel. 19:16-25; Mzm. 33:12-22; Rm. 8:14-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Tinggal Dalam Kebenaran
    Mazmur 17:1-7, 15
    Tetapi, aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. (Mazmur 17:15)...
  • Sabar Dalam Proses
    Markus 4:30-34
    Namun, setelah ditaburkan, benih itu tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang...
  • Tetap Tekun dan Berhikmat
    Kejadian 30:37-43
    Demikianlah laki-laki itu menjadi kaya raya, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai....
  • Berkat Allah Bagi Alam
    Mazmur 65:8-13
    Maka orang-orang yang tinggal di ujung-ujung bumi, kagum akan tanda-tanda mukjizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan berlalunya senja. Kaubuat bersorak-sorai....
  • Ikut Menghadirkan Kerajaan Surga
    Matius 13:31-33, 44-52
    “Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diaduk ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter...