Ketika Allah Turun Gunung

Keluaran 19:16-25

Belum ada komentar 3 Views

Lalu Musa berkata kepada TUHAN, “Tidak mungkin bangsa itu akan mendaki Gunung Sinai ini, sebab Engkau sendiri telah memperingatkan kami dengan mengatakan: Pasanglah batas sekeliling gunung ini dan nyatakanlah itu kudus!” (Keluaran 19:23)

Bayangkan Saudara harus menghadap pimpinan tertinggi di perusahaan. Saudara diminta mengenakan pakaian formal, menjaga sikap, dan penuh rasa hormat. Itulah respons manusia ketika berhadapan dengan otoritas yang lebih tinggi. Jika kita dapat merasa gentar saat berhadapan dengan pemimpin manusia, bagaimana seharusnya sikap kita ketika berhadapan dengan Tuhan?

Dalam teks ini, bangsa Israel sedang bersiap untuk berjumpa dengan Allah di Gunung Sinai. Allah telah memerintahkan mereka untuk menguduskan diri selama tiga hari. Pada hari ketiga, gunung itu berguncang, diselimuti awan gelap, petir, bunyi sangkakala yang nyaring, serta api yang melalap. Suasana tersebut menggambarkan kekudusan dan kemuliaan Allah yang menggentarkan. Bahkan Musa gemetar saat menghadap-Nya (bdk. Ibr. 12:21). Tuhan memerintahkan agar umat tidak menerobos batas untuk melihat-Nya. Kekudusan-Nya tidak dapat diperlakukan secara sembarangan.

Di tengah budaya modern, kita dapat kehilangan rasa hormat terhadap kekudusan Allah. Ada orang Kristen yang datang ke gereja dengan pakaian seadanya, atau berdoa tanpa mempersiapkan hati. Kita menyebut nama Tuhan dengan ringan, tanpa rasa gentar. Namun Allah yang disembah Musa adalah Allah yang sama hingga hari ini: kudus, layak ditakuti, dan dihormati. Ketika kita menghormati kekudusan Tuhan, kita belajar menempatkan Dia di takhta yang semestinya dalam hidup kita. [Pdt. Natanael Setiadi]

REFLEKSI:
Rasa gentar yang muncul dalam diri, pertanda kita mengenal siapa Allah sebenarnya.

Ayat Pendukung: Kel. 19:16-25; Mzm. 33:12-22; Rm. 8:14-17
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Bukan Kuda Perang Yang Menyelamatkan
    Mazmur 33:12-22
    Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, bagaimanapun tangkasnya dia tidak membuat orang luput. (Mazmur 3317) Dalam situasi genting,...
  • Percaya Bukan Sekadar Tahu
    Yohanes 3:31-36
    “Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak,...
  • Berdiri Di Antara Hidup Dan Mati
    Bilangan 16:41-50
    Berkatalah Musa kepada Harun, “… Pergilah segera kepada umat itu dan adakanlah pendamaian bagi mereka, sebab murka TUHAN telah...
  • Allah Yang Mencintai Hukum
    Mazmur 99
    Engkau Raja yang kuat, yang mencintai hukum, Engkaulah yang menegakkan kebenaran; hukum dan keadilan di antara keturunan Yakub, Engkaulah...
  • Hidup Ini Untuk Apa?
    Yohanes 17:1-11
    Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. (Yohanes 17:4) Seseorang yang...