Engkau Raja yang kuat, yang mencintai hukum, Engkaulah yang menegakkan kebenaran; hukum dan keadilan di antara keturunan Yakub, Engkaulah yang melakukannya. (Mazmur 99:4)
Banyak orang menganggap hukum sebagai sesuatu yang mengekang serta membatasi kebebasan dan kesenangan. Namun, bayangkan jika lalu lintas tidak memiliki rambu, atau jika setiap orang bebas melakukan apa pun tanpa batas. Kebebasan tanpa hukum akan berubah menjadi kekacauan. Karena adanya hukum, hidup dapat berjalan dengan tertib, aman, dan adil.
Bacaan hari ini mengajarkan kepada kita tentang Allah yang bukan hanya Raja yang kuat, tetapi juga Allah yang mencintai hukum. Ungkapan “mencintai hukum” menunjukkan bahwa Allah tidak sekadar menetapkan hukum sebagai formalitas, melainkan sungguh-sungguh mengasihi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hukum TUHAN mencerminkan karakter-Nya yang adil, benar, dan kudus. Allah menegakkan hukum bukan untuk menghukum tanpa belas kasih, melainkan untuk memelihara kehidupan umat-Nya. Dalam konteks Israel, Allah membimbing umat-Nya melalui hukum Taurat agar mereka hidup dalam relasi yang benar, baik dengan TUHAN maupun dengan sesama.
Sebagai orang percaya, kita diajak untuk tidak memandang hukum Tuhan sebagai beban, melainkan sebagai wujud kasih-Nya yang menuntun kehidupan kita. Firman-Nya adalah pedoman yang menolong kita untuk hidup berkenan kepada-Nya. Di tengah dunia yang semakin mengaburkan batas antara benar dan salah, marilah kita berdiri teguh pada hukum dan kebenaran Tuhan. Cintailah firman-Nya, hiduplah sesuai dengan kehendak-Nya. [Pdt. Natanael Setiadi]
REFLEKSI:
Hukum Allah bukan sekadar aturan, melainkan jalan menuju kehidupan yang penuh damai.
Ayat Pendukung: Im. 9:1-11, 22-24; Mzm. 99; 1 Ptr. 4:1-6
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.