MEMANUSIAKAN MANUSIA

Lukas 2:1-14, 15-20

Belum ada komentar 227 Views

… dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan …. (Luk. 2:7)

Setiap kali kita merayakan Natal, kita tidak pernah lupa meletakkan sebuah palungan di pusat dekorasi Natal. Namun, palungan yang kita pakai sebagai dekorasi natal adalah palungan imitasi. Memang ada kayu, bambu, dan jerami kering di sana, tetapi tidak ada sisa-sisa makanan binatang yang menjijikkan. Tidak ada pula kotoran binatang yang bau, atau kutu binatang yang merayap di sana sini.

Yesus tidak lahir dalam palungan imitasi. Ia lahir di palungan asli yang kotor dan menjijikkan. Dengan itu, Ia ingin menunjukkan solidaritasnya pada mereka yang tersisih dan disingkirkan, tidak pernah diajak jalan-jalan, dan tidak pernah diundang menghadiri pesta di hotel-hotel mewah. Seandainya Ia lahir di Bait Allah yang suci atau di istana Raja Herodes yang mewah, maka para gembala tidak mungkin hadir menemui-Nya. Inilah cara Tuhan memanusiakan manusia. Ia menjadikan hidup-Nya bagian dari kehidupan manusia dan hidup manusia bagian dari kehidupan-Nya.

Pertanyaan yang harus kita renungkan ialah apakah kita sudah mengikuti teladan-Nya? Setiap hari kita mungkin bertemu dengan tukang kebun atau karyawan cleaning service di kantor, atau bertemu ibu-ibu penjual makanan di depan pagar gereja; setiap minggu kita mungkin bertemu dengan saudara-saudara seiman yang berbaju lusuh. Lantas, apakah kita benar-benar tahu siapa mereka? Kain lampin dan palungan adalah lambang dari orang-orang ini. Sudahkah kita memanusiakan mereka? [Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, MAPS, Ph.D.]

DOA:
Ya Tuhan Sang Palungan Hina, mampukan kami meneladani cinta kasih-Mu untuk memanusiakan orang-orang kecil. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 9:1-6; Mzm. 96; Tit. 2:11-14; Luk. 2:1-14, (15-20)
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...
  • Kemelut Mengubah Tabiat
    Kejadian 44:1-34
    Sekarang, biarlah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu. Namun, izinkanlah anak itu pulang bersama-sama saudara-saudaranya. (Kejadian...