KEMBALILAH!

Mazmur 90

Belum ada komentar 202 Views

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” (Mzm. 90:3)

Martin Heidegger, seorang filsuf asal Jerman, pernah menyatakan, “The Dasein is a being towards death.” Martin Heidegger kurang lebih hendak mengatakan bahwa manusia sejak lahir di dunia sudah menuju kepada kematian. Rasanya, tak berlebihan ketika Heidegger menyatakan hal tersebut. Apa yang dinyatakan adalah buah dari perenungan yang mendalam. Mari kita mengakui betapa kecilnya manusia, hanya setitik debu di permukaan butiran kecil bernama planet Bumi. Lalu, kita yang kecil ini hadir di dunia dalam bermacam keseharian, pergulatan hidup, suka dan duka. Kita juga menyaksikan betapa banyak peristiwa kekerasan yang bisa menerpa kita, kapan pun dan di mana pun.

Kita mengimani betapa pun kita ini sangat kecil dan rentan, kita adalah buatan tangan Allah yang dicintai-Nya. Karena kita dicintai-Nya maka kita yang kecil dan terbatas ini, seharusnya makin merasa kagum dan menghormati setiap kehidupan; tidak memandang remeh kehidupan setiap anak manusia.

Kita yang dicintai-Nya ini pun menyadari bahwa setiap anak manusia yang lahir dan bertumbuh, berkarya dan memberi makna pada kehidupan yang dijalani juga akan mati. Namun, kematian anak manusia adalah panggilan kembali pulang kepada Allah yang mencintai kita. Ia berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” [Pdt. Santy Manurung]

DOA:
Ya Allah yang mencintai kami yang rentan dan fana ini, tolong agar kami memberi makna pada kehidupan yang Engkau karuniakan. Amin.

Ayat Pendukung: Mzm. 90; Yes. 1:24-31; Luk. 11:29-32
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Munafik atau Utuh?
    Matius 23:13-28
    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farsi, hai Kamu orang-orang munafik karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di...
  • Yang Dipandang Hina Namun Berharga
    Yosua 2:1-14
    Yosua bin Nun dengan diam-diam mengutus dari Sitim dua orang pengintai, katanya, “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan Kota Yerikho.”...
  • Berseru Kepada Tuhan
    Mazmur 107:1-7, 33-37
    Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan Ia melepaskan mereka dari kesusahan mereka. (Mazmur 107:6) Ada banyak...
  • Ke Mana Hati Kita Melekat?
    Matius 19:16-22
    Kata Yesus kepadanya, “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan...
  • Apa Yang Terpancar Dari Wajah Kita?
    Keluaran 34:29-35
    Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak...