Hidup Bersama Para Penderita Depresi

1 Komentar 233 Views

Pdt. Thimotius Liunesi, Dip.Th memilih jalan hidupnya untuk melayani orang-orang stres/depresi atau sakit ingatan, baik yang kondisinya masih ringan atau yang sudah parah. Ia bergaul di tengah-tengah keberadaan mereka yang agak kacau, bercanda bersama, tertawa (bukan karena terjangkit stres, tapi karena mendengar cerita-cerita mereka yang terkadang mengundang tawa), dan mendoakan mereka dengan para pengasuh lainnya.

Di lokasi Jln. Ratna Abarokah/Jln.H.Nain 128/6 RT.00401 Kel. Jatikramat-Jati Asih Bekasi Jawa Barat ini, ia dan keluarganya, dengan dibantu oleh pengasuh-pengasuh lainnya, mengelola Yayasan Doa Embun Kasih yang saat ini melayani 91 penderita stres/sakit ingatan atau juga narkoba-okultisme. Sebagian besar dari mereka masih berusia muda. Para penderita ini diantar oleh anggota-anggota keluarga yang menitipkan mereka di sana, namun ada juga yang dijemput di jalan-jalan. Mereka didoakan dengan mengusir roh-roh jahat dari diri mereka, dan setelah pulih, dilayani dengan doa-doa pelepasan.

Pelayanan ini banyak memberi perubahan kepada para penderita depresi. Sebagian dapat kembali ke keluarga mereka, namun beberapa yang tidak diterima oleh keluarga mereka, akhirnya menetap di sana dan membantu dengan memasak, mencuci pakaian dan membersihkan ruangan. Melayani para penderita ini membutuhkan kesabaran yang luar biasa, karena mereka harus dilayani seperti anak kecil dan dimandikan. Kadang-kadang bisa menghabiskan lebih dari 1 jam dan 1 drum air untuk memandikan mereka! Selain itu, pakaian mereka juga harus dicuci, dan makanan mereka disiapkan. Setiap hari dibutuhkan 50 kg beras untuk memberi makan kepada semua penderita ini. Namun dengan kasih dan suka-cita, para pengasuh ini bergaul dan bercanda dengan para penderita dalam suasana penuh kasih dan kekeluargaan.

Beberapa pegiat dari Komisi Pelawatan dan Komisi Senior GKI PI, dengan dipimpin oleh Bpk. Arief Hidayat telah meluangkan waktu pada tanggal 21 Juli yang lalu untuk kembali melakukan kunjungan ke sana guna mengantar beberapa warga GKI PI yang ingin membantu Yayasan ini. Dalam kunjungan ini, puji-pujian dan kesaksian disampaikan oleh beberapa penderita, lalu Ibu Grace Tabalujan menutupnya dengan doa dan disusul dengan makan siang bersama.

Saat ini Pdt. Timotius sedang membangun beberapa kamar untuk dapat memindahkan mereka yang telah pulih, namun belum rampung seluruhnya.

1 Comment

  1. lia

    apakah saya bisa mendapatkan detail kontak Pdt. Timotius?

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
  • Rangkaian Kegiatan Natal Komisi Anak 2021
    Selama bulan Desember ini, Komisi Anak mengadakan serangkaian kegiatan untuk menyambut dan memperingati Natal. Aktivitas ini tidak saja melibatkan...
  • Tentang Yesus Remaja
    Empat Kebajikan
    Sosialisasi Visi-Misi Baru GKI PI
    Perjalanan ke Emaus Perjalanan bergereja di masa pandemi diibaratkan sekisah perjalanan 2 murid Yesus yang pulang ke Emaus. Diliputi...
  • Manusia-manusia Kuat
    kisah tentang orang-orang yang menguatkan sesama dalam kelemahan mereka
    HUT ke-6 Paguyuban Pelangi Bertepatan dengan hari ulang tahun keenamnya, 23 Juni 2021, Paguyuban Pelangi menerbitkan sebuah buku yang...
  • Membudayakan Hidup dengan Rasa Cukup
    Apa yang terlintas di pikiran kita ketika mendengar istilah “Bulan Budaya”? Sering kali kita berpandangan bahwa Bulan Budaya adalah...
  • HUT KE-37 GKI PONDOK INDAH
    PWG: HUT GKI PI KE-37 Pada Persekutuan Wilayah Gabungan kali ini, BaPos Parakan Salak yang menjadi host-nya. Menyuguhkan acara...