hampir sampai

Hampir Sampai

Belum ada komentar 13 Views

“Aku menghindari kampung halamanku, mataku pun tidak melihatnya. Benar, memang aku tidak mencarinya agar hatiku tidak mengikutinya. Jiwaku dari kota mana dan akan ke kota mana? Entahlah… semuanya mengerikan, bahkan terang cahaya pun mengerikan.”

Kematian tidak dapat dihindari. Karena itu daripada menyangkalnya, lebih baik kita menghadapinya. Kita harus menerima bahwa kematian kadang kadang mengejutkan dan datang tiba tiba, tetapi dapat juga lama muncul dan seperti tertunda. Sering kali kematian itu indah, manis, damai dan tenteram. Namun pada saat lain, ia datang mendadak dan menyeramkan disertai lumuran darah, berbagai hal yang buruk, dingin dan kaku.

Kehadirannya tidak dapat kita duga. Kematian juga sering datang dengan cara yang keras, kejam, tegang dan tidak tenggang rasa. Begitu banyak orang yang terpukul oleh kematian sehingga memendam kesedihan yang berkelanjutan. Beberapa orang terkasih jatuh sakit selama bertahun tahun, tetapi ada juga yang kesepian karena usia lanjut. Bagaimanapun caranya, kematian akan datang pada kita semua.

Sepertinya Allah membiarkan para suami, istri, anak, saudara laki laki dan perempuan, kawan dan tetangga merasa kehilangan. Di dalam banyak kasus, anggota keluarga dan kawan-kawan berdoa dengan sungguh-sungguh untuk orang yang mereka kasihi agar sembuh dari sakitnya. Namun sedihnya, maut tetap merenggut nyawanya. Tidak ada jalan untuk melarikan diri, kematian itu pasti. Jangan bersembunyi darinya, karena tak akan ada yang mampu menghindarinya.

Kehidupan manusia tidak berakhir dengan kematian jasmani. Bagi orang Kristen, kehidupan terus berlanjut bersama Kristus di tengah kemuliaan surga. Setelah kematian jasmani, tubuh yang mati akan dikuburkan di dalam tanah. Namun roh dan jiwa kita berada di surga diselubungi oleh kesucian Kristus.

Allah sangat mengerti ketika terjadi kesedihan di dalam keluarga Kristen karena salah seorang yang dikasihi meninggal dunia. Namun kedukaan kita tidak sama seperti orang yang tidak percaya, karena sebagai orang Kristen kita mempunyai harapan.

Kita percaya bahwa Tuhan Yesus telah mati, dan kematian-Nya telah menghapus dosa-dosa kita. Sengat maut telah dikalahkan-Nya. Kita tidak lagi takut mati, karena dosa dosa kita telah diampuni dan kita diperdamaikan kembali dengan Allah, sehingga dapat menghadap akhirat dengan harapan dan penuh sukacita.

Kita juga percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit kembali, dan kebangkitan-Nya mematahkan kuasa maut. Karena Dia hidup, kita juga akan hidup. Orang-orang yang mati di dalam Kristus akan dibangkitkan, tubuh jasmani pengikut Kristus yang “ditaburkan dalam kebinasaan akan dibangkitkan dalam kekekalan”. Yang ditaburkan dalam kehinaan, akan dibangkitkan dalam kemuliaan. Yang ditaburkan dalam kelemahan, akan dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan dengan tubuh alamiah, akan dibangkitkan dengan tubuh rohaniah.

Sungguh tidak mudah menghadapi masalah kematian dengan benar. Jika seorang anak atau orang muda yang berada dalam puncak kariernya meninggal dunia, orang akan lebih sukar menerima kenyataan ini. Walaupun orang yang meninggal dunia itu memasuki sukacita abadi, tetapi orang-orang yang ditinggalkan tidak dapat ikut merasakannya.

Banyak hal yang membuat kesedihan karena ditinggalkan, terutama tanggung jawab kepada keluarga. Di dalam keadaan seperti itu, sukar sekali untuk mengerti “bagaimana mungkin mati lebih baik daripada hidup”? Itulah sebabnya kebanyakan orang memohon untuk diberi kesembuhan dan tidak lagi mendengarkan apa yang dikatakan Allah. Allah mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan kita, sedangkan pengetahuan yang kita andalkan sangat terbatas.

Segala tindakan Allah menggenapi suatu rencana mulia. Tentulah kita menyadari bahwa kasih Allah yang tak terbatas itu sudah menentukan yang terbaik. Bagi Allah, menyembuhkan suatu penyakit yang mendatangkan maut tidak lebih sukar daripada menyembuhkan penyakit pilek. Sumber masalah justru pada diri kita sendiri. Penyakit yang mendatangkan maut tampaknya sering menjadi hambatan iman kita, jika dibandingkan dengan penyakit ringan lainnya.

Doa yang penuh iman dinaikkan dengan keyakinan yang sama dan hasil yang sama. Tidak masalah apa pun penyakitnya dan separah apa pun penyakit itu. Peristiwa penyembuhan justru lebih banyak dialami oleh orang-orang yang mengidap penyakit yang sukar disembuhkan atau yang dapat mendatangkan kematian. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Apakah Anda yang dikasihi Allah sedang menghadapi penyakit yang mendatangkan kematian? Jangan terima kematian begitu saja. Berjuanglah dan datanglah pada Allah Bapa Surgawi. Serahkanlah diri Anda sepenuhnya kepada kehendak-Nya. Ikutilah firman-Nya dan pimpinan Roh Kudus di dalam segala hal. Nantikanlah Allah, sampai Anda mendapatkan jawaban yang jelas dan pasti. Ingatlah, bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Mari, datanglah ke hadirat Allah dengan iman dan naikkanlah juga doa bagi orang sakit dengan kata kata yang mudah dipahami, agar ia mau berkomitmen kepada Tuhan dan hidupnya makin terarah dan dekat kepada-Nya. Penyembuhan adalah tindakan yang berkelanjutan, tetapi berdoa memerlukan ketekunan.

| HILMAN MANURUNG, Sahabat PDP

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Artikel Lepas
  • new normal
    New Normal, New (GOOD) Habits
    Kita tentu masih ingat ketika pemerintah mengeluarkan peraturan bahwa semua pengendara sepeda motor harus menggunakan helm pengaman. Banyak orang...
  • rindu
    Rindu
    Sebuah kata sederhana, tapi cukup populer, khususnya di kalangan muda-mudi (dan mereka yang sudah melewati masa itu), saat indah-indahnya...
  • Percayalah
    Percayalah
    “Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (kejadian 15:6) Tatkala mata terbuka pada...
  • Keadaan & Harapan
    Keadaan & Harapan
    Alangkah merdunya ungkapan “adil dan makmur” terdengar di telinga kita dan kita resapkan di hati. Ungkapan itu bertalian erat...
  • mati
    MATI
    “Kematian bukannya lawan kehidupan. Ia adalah mitra makna kehidupan. Hanya dengan menyelami kematian, manusia bisa hidup dengan indah sekaligus...
Kegiatan