Emeritas Pdt. Tumpal Tobing: Kesan-Pesan Rekan Pendeta

Belum ada komentar 152 Views

Sekitar April tahun 2000, kami berlima, yaitu saya, Pdt. Rudianto, Pnt. Sarwono (alm), Pnt. Jasin Tedjasukmana, dan Pnt. Rudi Tobing melakukan misi khusus ke Yogya untuk ‘melamar’ Pdt. Tumpal Tobing menjadi Pendeta GKI Pondok Indah dengan tugas khusus di Sekolah Tirtamarta- BPK Penabur. Misi ini ‘sukses’ membawanya ke GKI Pondok Indah. Inilah kenang-kenangan ‘momen lamaran’ itu, antara lain makan gudeg di daerah Poncowinatan:

Namun setelah Pak Tumpal di GKI Pondok Indah-Jakarta, harus saya akui bahwa saya tidak banyak punya pengalaman bersama nya, oleh karena waktu, tenaga dan pikirannya banyak tersita di sekolah. Namun dalam pengalaman terbatas bekerja sama dengannya selama ini, hampir tak ada persoalan yang berarti. Hal ini terjadi karena sikapnya yang terbuka, sehingga segala sesuatu bisa dibicarakan dengan ‘semangat keterbukaan’ pula, yang membuat tidak ada persoalan yang disimpan atau tersimpan.

Pak Tumpal seorang humoris, sehingga ketika berbicara dengannya, terkadang ia lebih banyak tertawa daripada berbicara. Bagi orang yang belum mengenalnya, ia terkesan kurang serius, meskipun sebenarnya ia bisa juga serius, malah amat serius. Namun di sisi lain, sikapnya yang seperti itu pula membuat setiap orang yang berbicara dengannya merasa rileks, santai, tidak tegang (pada umumnya anggota jemaat kalau bicara dengan pendeta sering merasa tegang, apalagi kalau belum kenal betul). Itulah sekelumit kesan saya pribadi dengan dan tentang Pdt. Tumpal yang memasuki masa emeritus.

Pak Tumpal sahabatku, Manakala Anda memasuki masa emeritus, ada tiga hal yang ingin saya pesankan sebagai sesama “emir” :

MENGELOLA DIRI SECARA MANDIRI
Masa emeritus bukan berarti selesai atau berakhirnya pelayanan Anda sebagai pendeta, tetapi ‘the show must go on’, cuma bedanya Anda sekarang tidak lagi berada di dalam struktur gereja, sehingga Anda membutuhkan ‘kearifan pribadi’ untuk mengatur pola hidup antara pelayanan dan hidup di usia emas. Di satu sisi, ‘jangan kalap’, tapi di sisi lain amat perlu ‘tetap berkegiatan’ bagi keseimbangan baru dalam menata hidup ini.

SPIRITUALITAS PELAYANAN
“Jam terbang tinggi” bukan jaminan untuk melakukan kegiatan pelayanan yang masih dipercayakan kepada Anda setelah emeritus, tetapi tetap menuntut persiapan dan kesiapan Anda dalam mempertanggungjawabkan setiap pelayanan yang dipercayakan ini, bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

SPIRITUALITAS KECUKUPAN
Perubahan adalah keniscayaan dan itulah pula yang akan Anda alami ketika memasuki masa emeritus, khususnya secara finansial. Namun demikian, kita senantiasa belajar dari Paulus: “…. aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan …. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Milikilah Spiritualitas Kecukupan itu, sehingga masalahnya ‘bukan berapa’, tetapi ‘bagaimana’ saya mensyukuri, berapa pun yang Tuhan percayakan kepada saya.

Selamat menikmati masa emeritus, Sobat….

|Pdt. Em. Agus Susanto


Begitu nama Pdt. Tumpal Tobing – rekan sepelayanan saya di GKIPI – disebut, maka yang langsung mampir diingatan saya adalah tertawanya yang khas: kikikikikik … dan kalau Anda mendengarnya, itu artinya para pendeta sedang membicarakan sesuatu yang menimbulkan tawa itu.

Rekan saya ini meskipun bermarga Tobing, sangat pandai me mendam rasa. Mungkin karena ia lahir di Jawa Tengah, atau karena istrinya orang Jawa. Namun ketika sudah akrab, ia bisa sangat ter buka dan menceritakan apa yang menjadi isi hatinya. Beberapa kali ia curhat kepada saya (terima kasih sudah memercayai saya sebagai teman curhat). Di masa depan, kapan pun mau curhat atau butuh pertolongan, silakan ya?

Beberapa kali saya satu tim dengan Pdt. Tumpal Tobing. Salah satunya adalah ketika kami menyusun kurikulum pendidikan seks di Sekolah Tirtamarta. Tampak ia serius menggeluti apa yang ditugaskan kepadanya. Masa emeritus bukan berarti masa berhenti berkarya. Terus kembangkan dirimu meskipun dalam suasana yang lebih santai. Jika ada ide melakukan sesuatu silakan disampaikan ya, siapa tahu kita bisa mengerjakannya bersama-sama.

Kehadiran Pdt. Tumpal Tobing dalam jajaran pendeta GKIPI menjadi penyeimbang, karena ada banyak ide yang datang dari nya dan terkadang kami tidak memikirkannya. Terima kasih sudah menjadi rekan sepelayanan. Tanpa kehadirannya, GKIPI – dan khususnya Sekolah Tirtamarta – pasti berbeda dari apa yang ada sekarang ini. Karya Pdt. Tumpal Tobing adalah bagian yang tak terpisah kan dari perjalanan GKIPI, dan khususnya Sekolah Tirtamarta.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat memasuki masa emeritus kepada rekan Pdt. Tumpal Tobing. Nikmati masa emeritus ini bersama Ira dan anak-cucu, dan terus berkarya. Ya, nanti kalau pandemi sudah berakhir, bolehlah kita jalan bersama. Ada banyak B2 menanti di sekitar Bintaro-BSD.***

|Pdt. Em. Rudianto Djajakartika


Seorang pendeta yang memasuki masa emeritus pastilah mengalami sebuah tahap peralihan yang memunculkan krisis. Pada dirinya sendiri, krisis tidaklah negatif. Krisis menempatkan setiap orang pada sebuah titik pengambilan keputusan (dari bahasa Yunani krinein yang berarti “memutuskan”). Maka, doa saya adalah agar Pak Tumpal dapat melihat begitu banyak pilihan kehidupan yang tersedia di masa depan. Masa emeritus bukanlah masa berhenti berkarya. Sebaliknya, ia meletakkan seorang pendeta emeritus pada sebuah masa depan yang terbuka lebih luas.

Dengan tuntunan Roh, kiranya sahabat saya ini dapat mengambil keputusan-keputusan besar untuk mempermuliakan Allah, memberkati semesta, membangun umat, dan mengembangkan kapasitas diri. Kiranya Kristus merengkuh Pak Tumpal dan menganugerahi berkat, hikmat, kreativitas, dan kesehatan prima untuk terus berkarya ***

|Pdt. Joas Adiprasetya


Pak Tumpal adalah sosok pendeta yang biasa bersikap terbuka dalam mengungkapkan perasaan senang dan sedihnya. Kegembiraannya mampu membuat orang-orang yang berada di dekatnya terhibur. Dari beliau, saya belajar untuk mengungkapkan segala sesuatu dengan cara sederhana dan apa adanya. Beliau ramah, santai dan sangat humoris. Pesan saya untuk Pak Tumpal, “Tetaplah menjadi sosok pendeta yang terbuka bagi setiap seorang. “

Akhirnya seluruh kesan dan pesan saya untuk Pak Tumpal saya untaikan dalam rangkaian kata,

Senyum Tawa Menghiasi Had dan Had
Berlelah pun berlalu dalam menghamba dan memimpin
Untuk Sang bayi dalam lampin
Lewati berpuluh putaran matahari
Coba tanya apa yang hiasi hari?

Selesai tak selesai bukan keadaan
Selama utuh semangat bukan patahan
Lewati beratus putaran bulan tak mati
Coba tanyakan apa yang hiasi hati?

Bertanya pun ditutup sederhana
Sembari bibir melekuk bak gerhana
Bukankah ternyata seanyam tawar dan tangis
Pun selalu berakhir senyuman tawa yang manis

|Pdt. Luisye Sia


Pak Tumpal paling sering saya jumpai dalam kebersamaan dengan para pendeta GKIPI. Sejak saya bergabung, Pak Tumpal dan alm. Om Pungkie adalah 2 bapak yang amat kompak dalam memecah suasana dengan tawa dan canda mereka. Senang rasanya melihat mereka dan teman-teman lainnya membelokkan percakapan yang serius menjadi segar dalam kebersamaan dan perbedaan yang ada di antara kami. Bukan hanya itu, saya juga menikmati percakapan-percakapan yang saya lakukan secara personal dengan Pak Tumpal. Sosok Bapak yang mau mendengarkan koleganya sangat terasa, khususnya saat kami bercakap-cakap tentang pergumulan spiritualitas kami. Kedekatannya dengan Tuhan dan kerinduannya mencari kehendak Tuhan menyemangati saya di saat-saat saya membutuhkan tularan model spiritualitasnya.

Pak Tumpal, Selamat memasuki masa emeritasi. Selamat menunjukkan jalan bagaimana terus bergantung erat dan dekat dengan Tuhan yang membuat masa emeritasi Bapak dan saya nantinya (kalau Tuhan kehendaki) bisa terus dan tetap menghasilkan banyak buah. Happy emeritasi! Kak Ira, selamat hidup makin lengket 24/7 dan menikmati kebersamaan berdua yang selama puluhan tahun ini dibatasi oleh tugas-tugas Pale Pendeta di luar rumah Cheers!•••

|Pdt. Riani J. Suhardja


Pdt. Tumpal yang saya kenal adalah sosok pribadi yang ceria. Kekhasan Pak Tumpal jika tertawa membuat seluruh badannya bergetar dan tertawa amat panjang. Kadang-kadang kami ikut tertawa, bukan karena ceritanya, melainkan karena cara Pak Tumpal yang tertawa terpingkal-pingkal. Satu lagi, Pak Tumpal juga pintar berjoget. Pada saat kebersamaan MJ GKIPI beberapa waktu yang lalu, joget Pak Tumpal yang paling asyik dan juara nomor satu!

Pak Tumpal pribadi yang peka dan mudah digerakkan oleh belas kasihan. Ia tak ragu-ragu mengekspresikan perasaannya, satu hati dengan pergumulan sesamanya.

Di tengah situasi pandemi ini, Pak Tumpal akan menjalani emeritasi. Semua dipersiapkan dengan cara yang berbeda, tapi tak mengurangi rasa syukur kami atas masa pelayanan yang telah diselesaikannya dalam pimpinan berkat Tuhan. Terima kasih Pak Tumpal untuk semua pelayanan Bapak bersama-sama kami, jemaat GKI PI dan Sekolah Tirtamarta. Terima kasih untuk Ibu Ira, pendamping setia dan sabar yang telah mendukung pelayanan Pak Tumpal selama ini. Terima kasih juga untuk Dema dan istri, Debby dan suami, serta si ganteng Ebenhaezer. Selamat memasuki masa emeritus dengan gembira. Selamat beradaptasi dengan dinamika yang baru. Selamat melayani dengan cara yang barn pula. Tuhan memberkati. ••• Salam dari kami 3D (Dahlia, David, Devataya)

|Pdt. Dahlia Vera Aruan


Pak Tumpal adalah kawan dari mentor saya alm. Pdt. Iman Sugiri. Bagi saya, Pak Tumpal adalah sosok yang ramah. Kadang-kadang kalau mau ngelucu, dia tertawa duluan dan akhirnya orang di sekitarnya ikut tertawa meski kisah yang dituturkannya belum selesai disampaikan. Memang, karena kebanyakan tugasnya sebagai Pendeta Sekolah, kami tak sering bertemu, hanya komunikasi yang menyenangkan selalu terjadi pada setiap perjum- paan yang terbatas itu.

Selamat merayakan pelayanan di masa emeritus, Pak. Panggilanmu sebagai pelayan Allah dan umat-Nya tetap melekat, meski secara struktural tak perlu lagi ikut rapat ini-itu. Terus menjadi sukacita bagi sesama. Allah mengasihimu. *

|Pdt. Bonnie Andreas

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
  • Siapa Ingin Kehilangan?
    Tak bisa dimungkiri, kematian adalah realitas kehidupan. Meski semua orang mengetahuinya, tetap saja kita tak mengharapkan kematian menghampiri orang...
  • I AM HERE FOR YOU
    Persekutuan Gabungan GKI Pondok Indah
    Mengatasi Kesendirian Majelis Bidang Persekutuan menggelar Persekutuan Gabungan dengan tema: (I) Am Here for You yang dipandu oleh Pdt....
  • SAFE: Safe (to be) Autenthic For Everyone
    Kebersamaan Pendeta, Penatua, Pengerja Gereja, Dan Calon Pendeta Gki Pondok Indah
    Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan Pemerintah dalam mencegah dan menghambat penyebaran pandemi virus COVID ini telah menyebabkan...
  • 35 Tahun Pelayanan Paduan Suara Gracia
    Pada tanggal 16 September 2020, Paduan Suara Gracia merayakan ulang tahunnya yang ke-35 secara virtual. Para anggota paduan suara...