Disapa Allah

Kisah Para Rasul 24:10-23

Belum ada komentar 4 Views

Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. (Kis. 24:16)

Allah mengasihi setiap anak-anak-Nya. Ia ingin kita hidup dalam damai sejahtera dengan-Nya. Karena itu, ia memakai banyak hal untuk menyatakan apa yang Ia inginkan agar kita semakin bertumbuh. Ia menyapa kita. Salah satunya melalui pemberitaan firman. Bagaimana pengalaman Saudara disapa oleh Allah melalui firman-Nya?

Paulus dituduh telah melakukan keributan di Bait Allah dan ia diadukan kepada wali negeri, Feliks, namanya. Paulus membuktikan bahwa semua tuduhan itu tidak berdasar (ay. 11-20). Tuduhan tidak terbukti. Tetapi, Feliks tidak mau membebaskan Paulus, ia memilih untuk menghindar dari menjalankan keadilan. Feliks takut kepada orang Yahudi. Ia takut dipecat Kaisar jika orang Yahudi memberontak. Ia juga berharap Paulus akan menyuap dia dengan uang (ay. 26). Ketika Paulus berbicara tentang iman kepada Tuhan Yesus, kebenaran, penguasaan diri, dan penghakiman, ia ketakutan tetapi tidak mau percaya (ay. 24-25). Tema itu membuat Feliks tidak nyaman dan mungkin tertegur, tetapi tetap tidak mau bertobat. Feliks berusaha melindungi kekuasaannya, serakah akan uang, dan tidak mau bertobat. Tiga hal inilah yang membuat Feliks jauh dari kebenaran.

Sapaan Allah dapat meneguhkan dan dapat juga menyentak kita, seperti yang Allah lakukan kepada Feliks. Saat ini Allah juga menyapa kita “apakah di dalam hati kita juga ada ketiga hal di atas?” Jika ada, mohonlah pengampunan dari Tuhan. Bertobatlah! (Pdt. Budiman)

REFLEKSI:

Ungkapan syukur apa yang kita bawa pada saat Allah menyapa kita?

Ayat Pendukung: Mzm. 17:1-9; Kej. 38:1-26; Kis. 24:10-23
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Memandang Allah
    Roma 1:18-25
    Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah … Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati...
  • Kasih Setia Allah
    Ayub 25:1-6
    “Bagaimana manusia benar di hadapan Allah ….” (Ayb. 25:4) Dapatkah manusia yang terbatas memahami realitas hidup dengan benar? Apa...
  • Mensyukuri Kesempatan
    Ayub 21:1,17-34
    “Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan ….” (Ayb. 21:17) Adakalanya kita dilanda rasa kecil hati, ketika kita melihat orang...
  • Berharap
    Mazmur 123
    Kepada-Mu aku melayangkan mataku …. (Mzm. 123:1) “Harapan itu membuat kita hidup.” Demikian penggalan tulisan Victor Frankl, seorang psikiater...
  • Hidup Setelah Kematian
    Lukas 20: 27-38
    “Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk. 20:38) Kehidupan...
Kegiatan