Contextual Teaching Learning (CTL) Mateto ke Obsevatorium Bosscha di Lembang

Belum ada komentar 27 Views

Setelah anak-anak Mateto Bapos GKIPI mempelajari karya Tuhan atas semesta dan isinya selama setahun, maka pada tanggal 2 Juli yang lalu mereka berkunjung ke Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Sebelum keberangkatan, mereka sangat antusias membicarakan rencana perjalanan ini. Bagi mereka, kunjungan ini amat istimewa.

Rombongan berangkat dari Desa Kemang, Bogor pada pk. 05.30. Meskipun perjalanan banyak tersendat karena macet, tapi mereka tetap bersuka cita. Dengan dibantu oleh kakak-kakak Mateto, mereka membuat aktivitas bersama, bernyanyi, bercerita, bermain teka teki dan bersenda gurau, sehingga tidak terasa sudah sampai di tujuan. Bus tidak diperkenankan masuk ke area observatorium, sehingga seluruh peserta berjalan kaki sekitar 750 meter menuju kawasan. Di sana Kak Zen, sebagai pihak pengelola Observatorium, menyambut rombongan dengan ramah.

Tak membuang waktu lagi, seluruh peserta langsung diajak memasuki Kubah Putih—yang dalam bahasa Jerman disebut Kuppel—untuk mendengarkan penjelasan dari petugas tentang sejarah Observatorium Bosscha dan kegunaannya—yaitu untuk penelitian dan pendidikan—serta melihat teropong bintang dengan ukuran panjang 11 meter, diameter 60 cm dan berat 17 ton, yang dinamai Teropong Zeiss Besar. Beberapa anak bertanya dengan antusias dan ingin mencoba teropong tersebut, tapi tidak diperbolehkan, karena cahaya yang ditangkap teleskop pada siang hari dapat merusak mata, mengingat teleskop mampu memperbesar 1.100 kali dari yang dilihat oleh mata telanjang. Anak-anak Mateto mencatat apa yang disampaikan oleh pemandu, karena mereka memiliki tugas untuk menceritakan pengalaman selama kunjungan ini.

Usai dari Kuppel, rombongan diarahkan ke ruang multimedia untuk melihat visual mengenai sejarah berdirinya observatorium, astronomi, benda-benda luar angkasa, proses peluncuran roket dan para astronaut. Sungguh hebat! Setelah itu, para peserta mengambil tempat untuk beristirahat sejenak dan mendiskusikan apa yang diperoleh dalam kunjungan ini.

Perjalanan pulang ke Bogor ditempuh dengan gembira. Anak-anak merasakan betapa luar biasanya Tuhan mengatur pergerakan semua ciptaan-Nya di poros masing-masing. Wawasan dan pengetahuan mereka bertambah, dan mungkin juga akan menuntun mereka ke profesi masa depan di bidang astronomi. Para orangtua juga merasa terbantu dengan sinergi yang terbangun dengan gereja dalam mendidik anak-anak yang telah Tuhan percayakan kepada mereka.

Terima kasih kepada Tuhan Yesus dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Tuhan memberkati. (Merlis)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
  • Bersyukur & Karya GKIPI Bagi Dunia
    NIGHTBIRDE Beberapa malam silam, saat tubuh letih, saya menonton sebuah audiensi di America’s Got Talent 2021. Seorang perempuan muda...
  • Panti & Yusti
    Mengenang almarhum Pak Panti dan Ibu Yusti, selalu terbayang wajah wajah yang ramah, penuh senyum, membuat orang lain bergembira,...
  • Siapa Ingin Kehilangan?
    Tak bisa dimungkiri, kematian adalah realitas kehidupan. Meski semua orang mengetahuinya, tetap saja kita tak mengharapkan kematian menghampiri orang...
  • I AM HERE FOR YOU
    Persekutuan Gabungan GKI Pondok Indah
    Mengatasi Kesendirian Majelis Bidang Persekutuan menggelar Persekutuan Gabungan dengan tema: (I) Am Here for You yang dipandu oleh Pdt....