Beruntung dan Berutang

Matius 12:15-21

Belum ada komentar 104 Views

“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.” (Mat. 12:20)

“Beruntung sekaligus berutang saya. Dahulu hidup saya kacau. Terjebak dalam pergaulan yang salah. Dari miras sampai narkoba sudah saya lewati. Beruntung, saya mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki hidup. Tuhan masih baik sehingga saya tidak binasa. Saya berutang,” ungkap seorang sahabat.

Tuhan Allah memang baik, dan Ia tidak pernah berubah dalam kasih dan kebaikan-Nya. Hal itu diwujudkan dalam hidup dan pelayanan Yesus Kristus. Ia berkarya melampaui batas-batas yang dipatok manusia. Ia menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Akibatnya, Ia dibenci. Namun, Ia tetap melepaskan kasih dan pengampunan. Kesempatan diberikan kepada setiap orang untuk bertobat dan mengalami cinta Allah yang memulihkan. “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan.” Artinya, manusia yang sudah rusak, tidak akan dibinasakan. Ia justru akan membuat mereka bersinar kembali seperti pelita. Mereka akan menjadi saksi yang menceritakan cinta-Nya yang memulihkan.

Injil menarasikan bagaimana orang-orang sakit, kaum miskin dan termarginalkan, dirangkul dan disembuhkan oleh Yesus. Mereka ini dibuang dan tidak dipedulikan manusia, tetapi dikasihi oleh Kristus. Sama seperti sahabat dalam cerita di atas, kesempatan selalu diberikan oleh Allah di dalam Kristus bagi mereka yang mendambakan pemulihan. Ia tidak menginginkan kebinasaan, tetapi kehidupan bagi orang-orang berdosa. Karena itu, Anda dan saya pun beruntung dan berutang. [Pdt. Hariman Pattianakotta]

REFLEKSI:
Menyadari diri sebagai orang beruntung dan berutang akan membangkitkan syukur dan tanggung jawab untuk menebar cinta-Nya.

Ayat Pendukung: Mzm. 89:6-38; Yes. 51:1-16; Mat. 12:15-21
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Ragi Farisi Dan Saduki
    Matius 16:5-12
    Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa Ia berbicara bukan supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang...
  • Berbakti Kepada Orangtua
    Kejadian 49:29-50:14
    Anak-anak Yakub melakukan baginya, seperti yang dipesankannya kepada mereka. (Kejadian 50:12) Salah satu bentuk penghormatan dan bakti seorang anak...
  • VOTUM
    Mazmur 124
    Pertolongan kita dalam nama TUHAN, yang menciptakan langit dan bumi. (Mazmur 124:8) Pada umumnya, ibadah dimulai dengan pengucapan votum....
  • Aku Mau, Aku Akan Datang
    Matius 8:1-13
    “Aku mau, jadilah tahir … Aku akan datang menyembuhkannya.” (Matius 8:3a, 7b) “Pak Pendeta, saya sudah tekun berdoa. Bahkan,...
  • Kemelut Mengubah Tabiat
    Kejadian 44:1-34
    Sekarang, biarlah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu. Namun, izinkanlah anak itu pulang bersama-sama saudara-saudaranya. (Kejadian...