Belajar Dari Jemaat Troas

Kisah Para Rasul 20:7-12

Belum ada komentar 153 Views

Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. (Kis. 20:9)

Mengeluh. Tidak terkecuali dalam ibadah terjadi keluhan. Umat sering mengeluh pendeta berkhotbah dengan bahasa yang sulit dimengerti dan dengan durasi yang panjang, sehingga wajar dan manusiawi kalau umat tertidur.

Tertidur karena terlalu lama mendengar khotbah, itulah yang terjadi pada Eutikhus ketika Paulus dan teman-temannya mengadakan ibadah di Troas. Eutikhus tentu telah bekerja keras sepanjang hari, tubuhnya telah lelah. Ia memilih duduk di jendela untuk mendapatkan udara malam yang segar. Khotbah Paulus yang lama, kelelahan fisik ditambah angin malam membuatnya tidak berdaya menahan kantuk. Ia pun terjatuh dan mati. Apa yang terjadi kemudian? Alih-alih mencari kambing hitam siapa yang salah, mereka mencoba menolong. Ada orang yang mengangkat Eutikhus, dan Paulus segera sigap; ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, Eutikhus pun hidup kembali. Ibadah dilanjutkan lagi.

Setiap gereja mempunyai masalah. Bagaimana kita mengatasinya? Belajar dari jemaat di Troas, ibadah bersifat kekeluargaan. Mereka mulai dengan perjamuan kasih, pengajaran dan diskusi. Semua terlibat dan merasa sebagai kerabat dan keluarga. Ketika ada masalah, bahkan sangat fatal, tidak saling menyalahkan, tetapi mencari solusi. Solusinya adalah ibadah yang diterjemahkan dalam hidup: ringan tangan, menolong dan berdoa. Hasilnya? Nama Tuhan dimuliakan! [Pdt. Nanang]

REFLEKSI:
Keluhan mestinya bukan suara gereja. Suara gereja adalah Injil dan persekutuan yang indah. Sudahkah itu menjadi ciri gereja kita?

Ayat Pendukung: Mzm. 143; 1Raj. 17:17-24; Kis. 20:7-12
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Saksi Iman
    Ibrani 11:17-22
    Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya. (Ibr. 11:22) Kita...
  • Tulus Dan Bersih Hati
    Mazmur 73:1-20
    Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (Mzm. 73:1) Iri hati terhadap...
  • Bertekun Membangun Jembatan
    Ibrani 12:3-13
    Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan...
  • Meruntuhkan Tembok
    Amsal 8:32-9:6
    “Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur, buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.”...
  • EFATA!
    Markus 7:24-37
    Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah! (Mrk. 7:34) “Yesus Kristus Sang...