Bakal Pos Parakan Salak: Take and Give

Belum ada komentar 18 Views

Pandemi COVID-19, yang sudah berlangsung kurang lebih 6 bulan, telah menambah kesulitan hidup semua kalangan. Hal ini juga dirasakan oleh jemaat Bapos Parakan Salak yang berdomisili di Desa Kemang, Bogor. Para anggota jemaat yang bekerja di pabrik-pabrik makanan dan garmen di sekitar Desa Kemang terpaksa harus dirumahkan dalam waktu yang tidak pasti. Sebagian dari mereka tetap bekerja dengan penghasilan sebesar 50%, tidak seperti biasanya. Menurunnya pendapatan ekonomi juga terlihat jelas dari berkurangnya aktivitas warung warung kecil di sekitar Desa Kemang, bahkan ada yang tutup karena bangkrut. Alasan pemilik warung sangat sederhana, yaitu kehabisan modal usaha karena telah digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Kehadiran GKI Pondok Indah—melalui Tim Gugus Tugas (TGT) sampai hari ini—merupakan bukti kehadiran Tuhan bagi masyarakat di Desa Kemang. TGT—sebagai perpanjangan tangan Tuhan—telah menolong kebutuhan pangan warga RT. 02/RW. 08 Desa Kemang tanpa diskriminasi selama Pandemi COVID-19. Warga Desa Kemang—yang diwakili oleh Bapak Subur Sudianto sebagai Ketua RT. 02—mengucapkan terima kasih atas kepedulian GKI Pondok Indah selama ini, sedangkan jemaat Bapos Parakan Salak merasa sangat bersyukur kepada Tuhan, Sang Pemelihara Kehidupan, atas bantuan sembako yang diterima setiap bulan.

Bantuan-bantuan tersebut tidak membuat jemaat berdiam diri saja. Sebaliknya warga jemaat berupaya mengelola apa saja yang ada di sekitar lingkungan mereka, seperti bercocok tanam sayuran dalam berbagai wadah atau polibag, serta budi daya ikan lele dan sayuran dalam ember. Semua aktivitas ketahanan pangan yang telah dilakukan jemaat ini masih dalam skala kecil, yaitu sebatas membantu konsumsi keluarga.

Warga jemaat yang tergabung dalam tim ekonomi kreatif mengembangkan wirausaha melalui warung nasi murah yang diberi nama Terasa Nyaman dan berlokasi di Perumahan Bilabong Blok F1. Warung makanan rumahan yang dikelola tim ekonomi jemaat Bapos Parakan Salak ini dibuka pagi hari dari pukul 07.00 sampai 17.00.

Meskipun perekonomian sangat sulit dan daya saing sangat tinggi, tapi tim ekonomi kreatif tetap berusaha, dengan berpengharapan pada Tuhan, Sang Pemberi Kecukupan dan Berkat. Puji Tuhan, sebagian hasil penjualan dapat disisihkan untuk berbagi kebaikan kepada lingkungan sekitar lewat paket sayur sop ayam, tahu, dan tempe kepada warga sekitar, sebanyak 60 paket setiap Minggu. Program kebaikan ini juga mendapat dukungan dari beberapa donatur yang tergerak hatinya. (Luisye)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
Kegiatan