Bagaimana Mendapatkan Damai Sejahtera Allah?

Belum ada komentar 8 Views

Bacaan Hari ini:
Yohanes 14:27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Allah telah berjanji untuk memberi Anda ketenangan jiwa. Bahkan salah satu nama-Nya adalah Jehovah Shalom, yang artinya, “Tuhan Damai Sejahtera.” Menemukan ketenangan jiwa merupakan salah satu kebutuhan terdalam kita.

Jika Allah telah menjanjikan ketenangan jiwa namun Anda tak memilikinya, mengapakah?

Berikut ini tiga hal yang bisa merampas damai sejahtera Anda:

Kita kehilangan damai sejahtera ketika keadaan berada di luar kendali kita.
Banyak kehidupan berada di luar kendali kita. Kita terjebak dalam kemacetan lalu-lintas dan melewatkan acara penting. Pasangan suami istri berusaha mati-matian – namun sayangnya tidak berhasil – untuk memiliki bayi.

Seseorang kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba dan bertanya-tanya bagaimana mereka akan mencukupi kebutuhan keluarga mereka.

Ketika hal-hal ini — besar atau kecil — terjadi, kita menjadi frustrasi dan kehilangan ketenangan pikiran.

Kita kehilangan damai sejahtera saat orang-orang tak dapat berubah.

Cara paling cepat untuk menghilangkan ketenangan ialah dengan mencoba mengubah orang lain.

Tentu tak setiap orang dapat berubah sesuai dengan kehendak Anda. Bahkan jika kita tahu itu tak akan berhasil, kita masih mencoba melakukannya! Dan itulah yang bisa menjauhkan kita dari damai sejahtera.

Kita kehilangan damai sejahtera saat masalah tak dapat dijelaskan.

Kita tahu hidup ini tidak adil. Banyak perkara tidak selalu berakhir indah. Dan ketika kita tidak mengerti alasannya, kita menjadi cemas, gugup, dan stres.

Menerima damai sejahtera Allah bukan berarti hidup Anda akan terbebas dari masalah. Tapi itu artinya meski ketika dunia Anda tampak berantakan, Anda akan mampu berpikir jernih dan tidur nyenyak.

Bagaimana cara mendapatkan damai sejahtera Allah dalam hidup Anda?

Damai sejahtera-Nya bukanlah sesuatu yang Anda usahakan atau minta. Itu merupakan anugerah yang Anda terima dengan iman.

Berpalinglah kepada Tuhan di dalam doa. Katakan pada-Nya apa yang ada di pikiran Anda.

Renungkan hal ini:
– Keadaan-keadaan apa yang tak terkendali yang telah mencuri damai sejahtera Anda belakangan ini?
– Bagaimana Allah menggunakan masalah untuk mendekatkan kita kepada-Nya dan membantu kita bertumbuh secara spiritual?
– Apa dampak dari memiliki hidup yang damai?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4

Fokuslah pada kebaikan-Nya dan damai sejahtera yang melampaui pemahaman Anda akan memenuhi hati dan pikiran Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
Kegiatan