ANAK TIMEUS

ANAK TIMEUS

1 Komentar 742 Views

Secara sengaja penulis Injil Markus menulis siapa yang dijumpai Yesus di dalam perjalanan-Nya keluar dari Yerikho: “… ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.” Anak Timeus! Siapa Timeus? Tentu tak ada informasi apa pun di dalam Alkitab tentang Timeus, ayah si pengemis buta ini. Namun, mereka yang menyukai teks-teks filsafat klasik pastilah mengenal sebuah buku indah dari sang filsuf agung, Plato, dengan judul Timaeus. Buku ini berbicara perihal pembentukan semesta dan ternyata di dalamnya mata dan penglihatan memegang peranan   sangat penting untuk memahami realitas semesta itu (lih. Timaeus, #47a dan #47b).

Namun, penulis Markus kini memperjumpakan Yesus “anak Daud” dan Bartimeus “anak Timeus.” Seorang teolog bernama Gordon Lathrop menafsirkan perjumpaan Yesus dan Bartimeus sebagai sebuah perjumpaan antara iman dan akal, teologi dan filsafat. Di dalam injil Markus, Yesus mengatasi “penglihatan” filsafat, yang ironisnya justru kerap kali “buta” ketika berurusan dengan kebenaran sejati. Kini, anak Timeus itu berseru kepada Yesus, memohon penglihatan sejati, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Ketika Yesus memanggil Bartimeus, si buta itu “menanggalkan jubahnya,” yang oleh Lathrop ditafsir sebagai kesediaan meninggalkan “jubah sang filsuf” (the philosopher’s cloak) – dan sembuhlah ia serta mampu melihat realitas secara baru.

Benjamin Franklin suatu kali berkata, “Cara untuk melihat dengan iman adalah dengan menutup mata akalbudi.” Tentulah relasi iman dan akal tak perlu sedemikian konfrontatif, seolah-olah kita harus memilih salah satu. Kisah “anak Timeus” ini sesungguhnya  mengajak kita menyadari bahwa melihat dengan akalbudi sangatlah penting, namun ia tak akan mampu membawa kita untuk melihat  kebenaran yang melampaui akal budi itu. Di situ iman pada Yesus memampukan kita “melihat” kebenaran dengan cara yang baru.

 

j.a.

1 Comment

  1. Sebulon silitonga

    Sangat memberkati

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...
  • Jerih Payah Yang Tidak Sia-sia
    Wahyu 14:12-13
    Kata jerih payah artinya berupaya dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu hasil yang maksimal. Rasul Yohanes menggunakan kata jerih Lelah dalam...