ANAK TIMEUS

ANAK TIMEUS

Belum ada komentar 583 Views

Secara sengaja penulis Injil Markus menulis siapa yang dijumpai Yesus di dalam perjalanan-Nya keluar dari Yerikho: “… ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.” Anak Timeus! Siapa Timeus? Tentu tak ada informasi apa pun di dalam Alkitab tentang Timeus, ayah si pengemis buta ini. Namun, mereka yang menyukai teks-teks filsafat klasik pastilah mengenal sebuah buku indah dari sang filsuf agung, Plato, dengan judul Timaeus. Buku ini berbicara perihal pembentukan semesta dan ternyata di dalamnya mata dan penglihatan memegang peranan   sangat penting untuk memahami realitas semesta itu (lih. Timaeus, #47a dan #47b).

Namun, penulis Markus kini memperjumpakan Yesus “anak Daud” dan Bartimeus “anak Timeus.” Seorang teolog bernama Gordon Lathrop menafsirkan perjumpaan Yesus dan Bartimeus sebagai sebuah perjumpaan antara iman dan akal, teologi dan filsafat. Di dalam injil Markus, Yesus mengatasi “penglihatan” filsafat, yang ironisnya justru kerap kali “buta” ketika berurusan dengan kebenaran sejati. Kini, anak Timeus itu berseru kepada Yesus, memohon penglihatan sejati, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Ketika Yesus memanggil Bartimeus, si buta itu “menanggalkan jubahnya,” yang oleh Lathrop ditafsir sebagai kesediaan meninggalkan “jubah sang filsuf” (the philosopher’s cloak) – dan sembuhlah ia serta mampu melihat realitas secara baru.

Benjamin Franklin suatu kali berkata, “Cara untuk melihat dengan iman adalah dengan menutup mata akalbudi.” Tentulah relasi iman dan akal tak perlu sedemikian konfrontatif, seolah-olah kita harus memilih salah satu. Kisah “anak Timeus” ini sesungguhnya  mengajak kita menyadari bahwa melihat dengan akalbudi sangatlah penting, namun ia tak akan mampu membawa kita untuk melihat  kebenaran yang melampaui akal budi itu. Di situ iman pada Yesus memampukan kita “melihat” kebenaran dengan cara yang baru.

 

j.a.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
  • Yang Terdahulu Dan Yang Terkemudian
    Yunus 3:10 ‐ 4:11. Mazmur 145: 1‐8. Filipi 1: 21‐30. Matius 20: 1‐16
    Siapakah orang jahat menurut kita? Para perampok, perusuh, pembunuh, koruptor, perusak alam, penyiksa binatang, dan pelaku kejahatan lainnya. Ya...
Kegiatan