ANAK TIMEUS

ANAK TIMEUS

Belum ada komentar 681 Views

Secara sengaja penulis Injil Markus menulis siapa yang dijumpai Yesus di dalam perjalanan-Nya keluar dari Yerikho: “… ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.” Anak Timeus! Siapa Timeus? Tentu tak ada informasi apa pun di dalam Alkitab tentang Timeus, ayah si pengemis buta ini. Namun, mereka yang menyukai teks-teks filsafat klasik pastilah mengenal sebuah buku indah dari sang filsuf agung, Plato, dengan judul Timaeus. Buku ini berbicara perihal pembentukan semesta dan ternyata di dalamnya mata dan penglihatan memegang peranan   sangat penting untuk memahami realitas semesta itu (lih. Timaeus, #47a dan #47b).

Namun, penulis Markus kini memperjumpakan Yesus “anak Daud” dan Bartimeus “anak Timeus.” Seorang teolog bernama Gordon Lathrop menafsirkan perjumpaan Yesus dan Bartimeus sebagai sebuah perjumpaan antara iman dan akal, teologi dan filsafat. Di dalam injil Markus, Yesus mengatasi “penglihatan” filsafat, yang ironisnya justru kerap kali “buta” ketika berurusan dengan kebenaran sejati. Kini, anak Timeus itu berseru kepada Yesus, memohon penglihatan sejati, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Ketika Yesus memanggil Bartimeus, si buta itu “menanggalkan jubahnya,” yang oleh Lathrop ditafsir sebagai kesediaan meninggalkan “jubah sang filsuf” (the philosopher’s cloak) – dan sembuhlah ia serta mampu melihat realitas secara baru.

Benjamin Franklin suatu kali berkata, “Cara untuk melihat dengan iman adalah dengan menutup mata akalbudi.” Tentulah relasi iman dan akal tak perlu sedemikian konfrontatif, seolah-olah kita harus memilih salah satu. Kisah “anak Timeus” ini sesungguhnya  mengajak kita menyadari bahwa melihat dengan akalbudi sangatlah penting, namun ia tak akan mampu membawa kita untuk melihat  kebenaran yang melampaui akal budi itu. Di situ iman pada Yesus memampukan kita “melihat” kebenaran dengan cara yang baru.

 

j.a.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...