ALLAH YANG TIDAK BISA DIKONTROL

Kejadian 24:34 - 38, 42 - 49, 58 - 67; Mazmur 45:11- 18; Roma 7:15- 25; Matius 11:16 - 19, 25- 30

Belum ada komentar 35 Views

Setiap orang memiliki keinginan agar hidup berjalan sesuai harapan. Tidak heran jika kita berusaha mengendalikan banyak hal: keluarga, pekerjaan, masa depan, bahkan Tuhan. Tanpa disadari, kita mulai berharap Allah bekerja menurut cara dan waktu yang kita inginkan. Doa menjadi rumus, pelayanan menjadi syarat memperoleh berkat, dan iman berubah menjadi usaha untuk memastikan hidup berjalan sesuai rencana kita.

Namun Yesus menunjukkan bahwa persoalannya bukan karena Allah tidak bekerja. Sering kali kitalah yang menolak karya-Nya karena tidak sesuai dengan harapan kita. Orang-orang pada zaman Yesus menolak Yohanes Pembaptis maupun Yesus sendiri. Bukan karena keduanya salah, melainkan karena keduanya tidak memenuhi ekspektasi mereka.

Mengapa kita begitu ingin mengendalikan Allah? Sering kali jawabannya adalah ketakutan: takut gagal, takut kehilangan, takut masa depan, atau takut tidak dihargai. Ketakutan membuat kita ingin memegang kendali atas segala sesuatu.

Di tengah kelelahan itu, Yesus tidak datang dengan tuntutan, melainkan dengan undangan: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Iman bukanlah kemampuan mengendalikan Allah, melainkan keberanian mempercayakan hidup kepada Allah yang hidup. Kita mungkin tidak selalu memahami jalan-Nya, tetapi kita dapat percaya bahwa kasih dan pemeliharaan-Nya tidak pernah meninggalkan kita. Kiranya sepanjang minggu ini kita belajar melepaskan keinginan untuk mengendalikan Allah dan semakin membuka hati untuk berjalan mengikuti kehendak-Nya. (DVA)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...