Iman yang Mengganggu

Matius 9:9- 13, 18 - 26

Belum ada komentar 43 Views

Matius 9 berisi kumpulan peristiwa perjumpaan Yesus dan banyak orang. Ada tiga kisah yang menjadi bacaan kita, yaitu pemanggilan Matius (penulis Injil pertama) dan penyembuhan ganda anak kepala rumah ibadat serta perempuan yang sakit pendarahan. Seluruhnya memuncak pada dua pelajaran penting dari pasal ini, yang tercatat di dalam ayat 36-38. Pertama, Kerajaan Allah yang dihadirkan oleh Yesus menampilkan kehidupan yang diwarnai oleh belas kasihan; kedua, Kerajaan Allah mengundang orang-orang yang percaya untuk mengikuti Yesus sebagai murid-murid-Nya, yang harus memberlakukan apa yang diberlakukan Yesus. Tiga kisah yang disajikan di dalam bacaan minggu ini menampilkan kedua sisi tersebut secara unik … dan “mengganggu ”!

Matius yang telah hidup nyaman dan sejahtera sebagai seorang pemungut cukai diundang untuk keluar dari kenyamanannya dan menjadi murid Kristus. Panggilan Yesus kepadanya menjadi sebuah gangguan yang justru mengubah hidup Matius sepenuhnya. Lantas, seorang perempuan yang sakit pendarahan —sebuah penyakit yang dianggap najis —menerima kesembuhan. Tidak ada yang tak layak di mata Yesus yang penuh belas kasihan. Gangguan berikutnya muncul di dalam peristiwa Yesus yang membangkitkan anak kepala rumah ibadat. Semua orang menertawakan Yesus, ketika Ia berkata bahwa anak yang telah mati itu hanyalah tidur. Tawa mereka segera berubah menjadi takjub ketika menyaksikan kebangkitan kembali anak itu.

Injil selalu mengganggu kita. Ia mengganggu logika hidup nyaman, logika kepantasan, dan logika mati-hidup. Injil semacam itu mewartakan Kristus sebagai pusat Kerajaan Allah, yang hadir dalam hidup manusia dengan belas kasihan, serta mengundang kita untuk mengikuti Yesus melalui gangguan demi gangguan tersebut, sebagai murid-murid-Nya. (JA) Matius 9 berisi kumpulan peristiwa perjumpaan Yesus dan banyak orang. Ada tiga kisah yang menjadi bacaan kita, yaitu pemanggilan Matius (penulis Injil pertama) dan penyembuhan ganda anak kepala rumah ibadat serta perempuan yang sakit pendarahan. Seluruhnya memuncak pada dua pelajaran penting dari pasal ini, yang tercatat di dalam ayat 36-38. Pertama, Kerajaan Allah yang dihadirkan oleh Yesus menampilkan kehidupan yang diwarnai oleh belas kasihan; kedua, Kerajaan Allah mengundang orang-orang yang percaya untuk mengikuti Yesus sebagai murid-murid-Nya, yang harus memberlakukan apa yang diberlakukan Yesus.

Tiga kisah yang disajikan di dalam bacaan minggu ini menampilkan kedua sisi tersebut secara unik … dan “ mengganggu”! Matius yang telah hidup nyaman dan sejahtera sebagai seorang pemungut cukai diundang untuk keluar dari kenyamanannya dan menjadi murid Kristus. Panggilan Yesus kepadanya menjadi sebuah gangguan yang justru mengubah hidup Matius sepenuhnya. Lantas, seorang perempuan yang sakit pendarahan— sebuah penyakit yang dianggap najis— menerima kesembuhan. Tidak ada yang tak layak di mata Yesus yang penuh belas kasihan. Gangguan berikutnya muncul di dalam peristiwa Yesus yang membangkitkan anak kepala rumah ibadat. Semua orang menertawakan Yesus, ketika la berkata bahwa anak yang telah mati itu hanyalah tidur. Tawa mereka segera berubah menjadi takjub ketika menyaksikan kebangkitan kembali anak itu.

Injil selalu mengganggu kita. la mengganggu logika hidup nyaman, logika kepantasan, dan logika mati-hidup. Injil semacam itu mewartakan Kristus sebagai pusat Kerajaan Allah, yang hadir dalam hidup manusia dengan belas kasihan, serta mengundang kita untuk mengikuti Yesus melalui gangguan demi gangguan tersebut, sebagai murid-murid-Nya. (JA)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menunggu yang Bertanggung Jawab
    Matius 25:1-13
    Sepuluh gadis menanti kedatangan mempelai laki-laki. Ternyata mempelai itu datang terlambat. Sejak awal, Yesus menyebut lima di antara mereka...
  • Kesalehan yang Berbahaya
    Sasaran kritik Yesus yang paling tajam bukanlah orang yang tidak beragama, melainkan orang beragama, tepatnya para pemimpin agama. Bacaan...
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...