Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (Lukas 24:45)
Pernahkah Saudara membaca buku atau mendengar penjelasan seseorang, tetapi tidak mengerti maksudnya, hingga tiba-tiba muncul satu momen yang membuat semuanya menjadi jelas? Seolah-olah lampu dinyalakan di dalam kepala dan apa yang semula samar menjadi terang. Dalam hal rohani, pengalaman ini sangat nyata. Banyak orang mengetahui isi Alkitab, tetapi tidak semua mengerti pesannya, sampai Tuhan sendiri membuka pikiran mereka.
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid setelah kebangkitan-Nya. Ia mengingatkan mereka bahwa segala sesuatu yang tertulis tentang diri-Nya dalam Kitab Suci harus digenapi. Inilah titik penting: pemahaman yang sejati tentang firman Tuhan tidak dapat dilepaskan dari karya Yesus sendiri. Tanpa Dia yang membuka pikiran kita, Alkitab dapat menjadi sekadar buku sejarah atau kumpulan ajaran moral. Namun, ketika Kristus menyatakan diri-Nya melalui firman, mata rohani kita dibukakan dan kita dapat melihat rencana keselamatan Allah dengan jelas.
Kita juga perlu memohon kepada Tuhan agar Ia membuka pikiran kita setiap kali membaca Alkitab. Kita tidak cukup hanya mengetahui ayat, tetapi perlu mengerti dan menghidupinya. Di tengah dunia yang penuh informasi dan kebingungan rohani, kita membutuhkan terang dari Tuhan untuk mengetahui yang benar dan memahami kehendak-Nya. Marilah kita datang kepada Tuhan dengan hati yang terbuka dan berdoa agar Ia membuka pikiran kita. [Pdt. Natanael Setiadi]
REFLEKSI:
Pikiran yang terbuka oleh Tuhan akan melihat Alkitab sebagai sumber hidup, bukan sekadar buku.
Ayat Pendukung: Mzm. 47; Kis. 1:1-11, Ef. 1:15-23; Luk. 24:44-53
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.



Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.