Berkaca Melalui Sabda

Matius 13:24-30, 36-43

Belum ada komentar 78 Views

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya (Mat. 13:24)

Tersebutlah sebuah peribahasa yang tenar, “Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak.” Manusia dengan segala kecenderungannya, kerap tergoda untuk menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri. Tampaknya menjadi lebih mudah bagi kita untuk merasa tahu segalanya tentang sesama. Entahkah itu pikirannya, sifatnya, maupun karakternya, kita merasa paling kenal luar dalam.

Mengidentifikasi orang lain sebagai lalang dan mengaku diri sebagai gandum, menjadi godaan yang dengan mudah dapat dijumpai saat membaca teks ini. Sepintas, perumpamaan ini tampaknya menggambarkan situasi “mereka-kita” dan “dia-saya”. Menggoda siapa saja untuk mengisi dan menunjuk siapa pelaku kejahatan dan memantaskan diri sebagai anak kerajaan. Padahal, dari sisi lain yang lebih bernapas Injil Kristus, teks ini justru untuk pertama kalinya menawarkan proses yang mengajak pembacanya merenung dan lalu becermin. Upaya reflektif itu akan menjauhkan dari melihat diri terlalu tinggi sekaligus memandang rendah orang lain. Ketika titik berangkat ini yang dipakai, maka setepatnya itulah yang dikehendaki Yesus. la rindu setiap pendengar dan pembaca terdorong untuk tak berperilaku sebagai lalang. Sebaliknya, terus mau dengan rendah hati berproses menempuh jalan berjuang yang tidak selalu mudah untuk menjadi gandum.

Kita semua membutuhkan sabda yang meneguhkan. Sabda yang memandu kita hidup rendah hati dan terus bersedia membenahi diri. [Pdt. Ayub Sektiyanto]

REFLEKSI:
Lebih baik diam dan berefleksi daripada sibuk menilai tanpa mau becermin dan memperbaiki kekurangan diri sendiri.

Ayat Pendukung: Yes. 44:6-8; Mzm. 86:11-17; Rm. 8:12-25; Mat. 13:24-30, 36-43
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Menghormati Kekudusan-Nya
    Keluaran 3:1-12
    … tempat engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus…Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:5b,...
  • Kepada-Mu Aku Percaya
    Mazmur 31:1-5, 15-16
    Tetapi, aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” (Mazmur 31:15) Beriman kepada Tuhan bukan berarti tidak...
  • Apa Yang Engkau Kehendaki?
    Matius 20:17-28
    Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya, “Nyatakanlah supaya kedua anakku ini duduk di dalam Kerajaan-Mu, seorang di sebelah kanan-Mu...
  • Memberdayakan Atau Memperdayakan?
    Yehezkiel 34:23-31
    “Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 34:31) Kepemimpinan sejati bukanlah tentang...
  • Dari Rutinitas Ke Sukacita
    Mazmur 100
    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai. (Mazmur 100:1-2) “Bahaya...