TIDAK LAYAK

Lukas 7:1-10

Belum ada komentar 95 Views

Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Sebab itu, aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi, katakan saja sepatah kata, dan hambaku itu akan sembuh. (Lukas 7:6c-7)

Seseorang dapat merasa tidak layak dalam dua makna. Pertama, ia merasa superior, sehingga merasa tidak perlu menanggapi orang yang dianggapnya lebih rendah. Atau sebaliknya, kedua, ia merasa berada di posisi yang lebih rendah sehingga merasa tidak sepantasnya orang lain menjumpainya—ia merasa inferior.

Kedua sikap ini tampak dalam kisah perjumpaan Yesus dengan seorang perwira Romawi. Situasinya sungguh menarik. Secara sosial, Yesus hanyalah seorang rabi pengajar Yahudi yang miskin, sedangkan perwira tersebut adalah seorang terhormat dan berpangkat tinggi dalam masyarakat, menduduki strata sosial yang tinggi. Namun, ketika Yesus mendatangi perwira itu untuk menyembuhkan hambanya, perwira tersebut menyatakan bahwa Yesus terlalu terhormat untuk dijumpai. Ia merasa dirinya terlalu hina untuk menerima kehadiran Yesus. Ini merupakan suatu kerendahan hati yang luar biasa dari seseorang yang berkedudukan tinggi di mata masyarakat.

Demikianlah seharusnya sikap seseorang ketika berhadapan dengan Tuhan. Seberapa pun hebat diri kita, sebesar apa pun keberhasilan yang kita capai, sesungguhnya kita teramat kecil di hadapan Tuhan. Sebenarnya, dalam kemahakuasaan-Nya, Tuhan tidaklah wajib menemui kita. Kita pun tidak layak sama sekali untuk menjumpai-Nya. Maka, apabila Ia berkenan menjumpai kita, tiada ungkapan lain yang patut selain syukur yang tak terperikan. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Sungguh, ya Tuhan, jikalau Engkau senantiasa berkenan menemui kami, hati kami dipenuhi dengan keharuan dan rasa bersyukur yang tak dapat kami gambarkan dengan kata-kata. Amin.

Ayat Pendukung: Yes. 51:4-8; Mzm. 121; Luk. 7:1-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Belajar Berkata Benar
    Kejadian 18:13-27
    Tetapi, Sara menyangkal, katanya, “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut. Namun, TUHAN berfirman, “Tidak, engkau memang tertawa tadi!” (Kejadian...
  • SELF TALK
    Mazmur 42
    Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya,...
  • Bukan Basa-Basi
    Matius 21:23-32
    Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah....
  • Berkatalah Benar, Jangan Takut
    Markus 11:27-33
    Tetapi, bagaimana mungkin kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul...
  • Tidak Tahu Berterima Kasih
    Bilangan 20:1-13
    Bangsa itu berbantah dengan Musa, katanya, “Andai saja kami binasa pada waktu saudara-saudara kami binasa di hadapan TUHAN!” (Bilangan...