Kasih Setia Allah

Ayub 25:1-6

Belum ada komentar 985 Views

“Bagaimana manusia benar di hadapan Allah ….” (Ayb. 25:4)

Dapatkah manusia yang terbatas memahami realitas hidup dengan benar? Apa yang menjadi panduan hidup kita tatkala sedang menghadapi pergumulan? Apa arti kasih setia Tuhan bagi manusia yang hina dan berdosa  ini?

Ayub tidak pernah mengatakan bahwa ia tidak pernah berbuat dosa. Yang ia katakan ialah penderitaan-penderitaan yang ia alami dalam hidup, bukanlah disebabkan oleh dosa. Sahabat Ayub, Bildad, merespons pandangan Ayub tersebut dengan mengatakan bahwa di hadapan Allah, manusia yang tidak berarti ini tidak dapat membenarkan  dirinya.

Memang benar, manusia berdosa dan hina di hadapan Allah. Ayub mengetahui hal itu. Tetapi, bagi Ayub, apa yang dikatakan Bildad tidak menjawab persoalannya, sebab Ayub merasa tidak melakukan sesuatu yang salah di hadapan Allah. Firman Allah mengajarkan bahwa Allah adalah Mahakuasa dan Mahakudus, sedangkan manusia adalah hina. Namun, melalui pengampunan-Nya, manusia diberi kesempatan untuk mendekat kepada-Nya.

Allah yang Mahakuasa selalu membuka pintu pengampunan bagi setiap orang yang bertobat dan memohon pengampunan-Nya. Marilah kita belajar hidup benar di hadapan Allah. Apabila pergumulan atau peristiwa buruk menimpa hidup kita, janganlah kita mempersalahkan Tuhan, tetapi setialah seperti Ayub. Ingatlah selalu akan kasih setia Allah. (Pdt. Budiman)

REFLEKSI:

Tuhan jauh lebih besar daripada yang kita dapat bayangkan dan tidak ada suatu apa pun yang dapat dibandingkan dengan-Nya.

Ayat Pendukung: Mzm. 123; Ayb. 25:1—26:14; Yoh. 5:19-29
Bahan: Wasiat, renungan keluarga

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Berhenti Sebentar
    1 Samuel 9:27-10:8
    “Tetapi, engkau, berhentilah sebentar, aku hendak memberitahukan firman Allah kepadamu.” (1 Samuel 9:27) Saul mendapat tugas dari ayahnya untuk...
  • Berapa Permintaan?
    Mazmur 27:1-6
    Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, hanya inilah yang kudambakan: tinggal di Rumah TUHAN… dan menikmati bait-Nya. (Mazmur 27:4)...
  • Bukan Asal Selesai
    Matius 9:14-17
    Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena kain penambal itu akan mencabik...
  • Tidak Kinclong
    Yesaya 53:1-12
    … Ia tidak tampan atau tampak mulia untuk dipandang, dan tidak punya rupa yang membuat kita menginginkannya. (Yesaya 53:2b)...
  • Tuhan, Kau Sungguh Mengagumkan!
    Mazmur 40:6-17
    Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan rencana-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan...