Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai

Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai

Belum ada komentar 458 Views

Pengakuan dari orang lain, perasaan ingin dihormati dan dipuji seperti yang digambarkan dalam pribadi Haman bukan hal yang aneh dalam kehidupan kita. Celakanya ketika seseorang tidak mendapatkan hal-hal itu maka ia akan menjadi marah dan bahkan mendendam. Selanjutnya ia akan menyusun rencana jahat untuk mencelakai orang-orang yang terkait dan bahkan sahabat atau keluarga terdekat.

Namun orang seperti ini seringkali lupa bahwa Allah tetap berkarya. Allah berpihak kepada orang yang benar dan menentang setiap orang yang akan berbuat jahat.

Menyadari bangsanya berada dalam bahaya besar, Ratu Ester tidak mengandalkan kekuasaannya sendiri melainkan kekuasaan Allah. Alih-alih memilih berdiam diri dan menikmati statusnya sebagai seorang ratu, ia malahan mempertaruhkan seluruh keselamatan hidupnya untuk menyelamatkan bangsanya.

Panggilan untuk hidup murni dihadapan Allah (Mark.9:45) merupakan pancaran jiwa yang terdalam. Seorang yang menabur kemurnian akan menuai kekayaan kasih dan kebenaran. Pelaku yang gemar menaburkan angin dan menuai badai disebabkan karena hatinya jauh dari kemurnian. Apabila tangan kita gemar menabur angin, lebih baik jika tangan tersebut diamputasi agar tidak dapat lagi menciptakan badai penderitaan bagi sesamanya.

Dengan demikian, makna “siapa yang menabur angin akan menuai badai” mengandung makna yang sangat dalam, yaitu setiap manifestasi sikap kita dalam kehidupan ini harus dilakukan secara bertanggungjawab agar tidak mendatangkan suatu penderitaan yang sifatnya kekal.

Tujuan dari anggota tubuh yang lengkap adalah agar semakin efektif mengkomunikasikan keselamatan Allah bagi setiap orang di sekitar kita. Karena itu taburkanlah kemurnian dan bukan angin.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan