Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai

Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai

Belum ada komentar 671 Views

Pengakuan dari orang lain, perasaan ingin dihormati dan dipuji seperti yang digambarkan dalam pribadi Haman bukan hal yang aneh dalam kehidupan kita. Celakanya ketika seseorang tidak mendapatkan hal-hal itu maka ia akan menjadi marah dan bahkan mendendam. Selanjutnya ia akan menyusun rencana jahat untuk mencelakai orang-orang yang terkait dan bahkan sahabat atau keluarga terdekat.

Namun orang seperti ini seringkali lupa bahwa Allah tetap berkarya. Allah berpihak kepada orang yang benar dan menentang setiap orang yang akan berbuat jahat.

Menyadari bangsanya berada dalam bahaya besar, Ratu Ester tidak mengandalkan kekuasaannya sendiri melainkan kekuasaan Allah. Alih-alih memilih berdiam diri dan menikmati statusnya sebagai seorang ratu, ia malahan mempertaruhkan seluruh keselamatan hidupnya untuk menyelamatkan bangsanya.

Panggilan untuk hidup murni dihadapan Allah (Mark.9:45) merupakan pancaran jiwa yang terdalam. Seorang yang menabur kemurnian akan menuai kekayaan kasih dan kebenaran. Pelaku yang gemar menaburkan angin dan menuai badai disebabkan karena hatinya jauh dari kemurnian. Apabila tangan kita gemar menabur angin, lebih baik jika tangan tersebut diamputasi agar tidak dapat lagi menciptakan badai penderitaan bagi sesamanya.

Dengan demikian, makna “siapa yang menabur angin akan menuai badai” mengandung makna yang sangat dalam, yaitu setiap manifestasi sikap kita dalam kehidupan ini harus dilakukan secara bertanggungjawab agar tidak mendatangkan suatu penderitaan yang sifatnya kekal.

Tujuan dari anggota tubuh yang lengkap adalah agar semakin efektif mengkomunikasikan keselamatan Allah bagi setiap orang di sekitar kita. Karena itu taburkanlah kemurnian dan bukan angin.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan