Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai

Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai

Belum ada komentar 478 Views

Pengakuan dari orang lain, perasaan ingin dihormati dan dipuji seperti yang digambarkan dalam pribadi Haman bukan hal yang aneh dalam kehidupan kita. Celakanya ketika seseorang tidak mendapatkan hal-hal itu maka ia akan menjadi marah dan bahkan mendendam. Selanjutnya ia akan menyusun rencana jahat untuk mencelakai orang-orang yang terkait dan bahkan sahabat atau keluarga terdekat.

Namun orang seperti ini seringkali lupa bahwa Allah tetap berkarya. Allah berpihak kepada orang yang benar dan menentang setiap orang yang akan berbuat jahat.

Menyadari bangsanya berada dalam bahaya besar, Ratu Ester tidak mengandalkan kekuasaannya sendiri melainkan kekuasaan Allah. Alih-alih memilih berdiam diri dan menikmati statusnya sebagai seorang ratu, ia malahan mempertaruhkan seluruh keselamatan hidupnya untuk menyelamatkan bangsanya.

Panggilan untuk hidup murni dihadapan Allah (Mark.9:45) merupakan pancaran jiwa yang terdalam. Seorang yang menabur kemurnian akan menuai kekayaan kasih dan kebenaran. Pelaku yang gemar menaburkan angin dan menuai badai disebabkan karena hatinya jauh dari kemurnian. Apabila tangan kita gemar menabur angin, lebih baik jika tangan tersebut diamputasi agar tidak dapat lagi menciptakan badai penderitaan bagi sesamanya.

Dengan demikian, makna “siapa yang menabur angin akan menuai badai” mengandung makna yang sangat dalam, yaitu setiap manifestasi sikap kita dalam kehidupan ini harus dilakukan secara bertanggungjawab agar tidak mendatangkan suatu penderitaan yang sifatnya kekal.

Tujuan dari anggota tubuh yang lengkap adalah agar semakin efektif mengkomunikasikan keselamatan Allah bagi setiap orang di sekitar kita. Karena itu taburkanlah kemurnian dan bukan angin.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan