Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai

Belum ada komentar 830 Views

Pengakuan dari orang lain, perasaan ingin dihormati dan dipuji seperti yang digambarkan dalam pribadi Haman bukan hal yang aneh dalam kehidupan kita. Celakanya ketika seseorang tidak mendapatkan hal-hal itu maka ia akan menjadi marah dan bahkan mendendam. Selanjutnya ia akan menyusun rencana jahat untuk mencelakai orang-orang yang terkait dan bahkan sahabat atau keluarga terdekat.

Namun orang seperti ini seringkali lupa bahwa Allah tetap berkarya. Allah berpihak kepada orang yang benar dan menentang setiap orang yang akan berbuat jahat.

Menyadari bangsanya berada dalam bahaya besar, Ratu Ester tidak mengandalkan kekuasaannya sendiri melainkan kekuasaan Allah. Alih-alih memilih berdiam diri dan menikmati statusnya sebagai seorang ratu, ia malahan mempertaruhkan seluruh keselamatan hidupnya untuk menyelamatkan bangsanya.

Panggilan untuk hidup murni dihadapan Allah (Mark.9:45) merupakan pancaran jiwa yang terdalam. Seorang yang menabur kemurnian akan menuai kekayaan kasih dan kebenaran. Pelaku yang gemar menaburkan angin dan menuai badai disebabkan karena hatinya jauh dari kemurnian. Apabila tangan kita gemar menabur angin, lebih baik jika tangan tersebut diamputasi agar tidak dapat lagi menciptakan badai penderitaan bagi sesamanya.

Dengan demikian, makna “siapa yang menabur angin akan menuai badai” mengandung makna yang sangat dalam, yaitu setiap manifestasi sikap kita dalam kehidupan ini harus dilakukan secara bertanggungjawab agar tidak mendatangkan suatu penderitaan yang sifatnya kekal.

Tujuan dari anggota tubuh yang lengkap adalah agar semakin efektif mengkomunikasikan keselamatan Allah bagi setiap orang di sekitar kita. Karena itu taburkanlah kemurnian dan bukan angin.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Bertobat dan Percayalah
    Dalam pembacaan Injil minggu ini, Yesus mengatakan empat hal yang sangat tajam dan jelas. Dua yang pertama adalah pernyataan...
  • Filipus dan Natanael
    Yohanes 1:43-51
    Injil Yohanes dalam bacaan minggu ini menunjukkan dua tipe orang beriman. Filipus yang merujuk pada Musa dan kitab Taurat,...
  • TOHU WABOHU
    Kejadian 1:1-5 dan Markus 1:4-11
    Dengan apik penulis Injil Markus menuliskan sebuah keterangan bahwa seruan pertobatan Yohanes Pembaptis justru disampaikan di tengah padang gurun...
  • Sang Kekal Diam Bersama Kita
    Yohanes 1:14
    Seorang sastrawan bernama Goenawan Moehamad menulis sebuah catatan, “Selalu ada yang bisa mengerikan dalam hubungan dengan sejarah. Tapi pada...
  • Simeon: Siap Mati dan Berani Hidup
    Lukas 2:29-30
    Salah satu sisi kelam dari pandemi Covid-19 yang paling mendukakan kita semua adalah terenggutnya kehidupan orang-orang yang kita kasihi...