Kristus Sang Tuhan

Kis. 17:22-31; Maz. 66:8-20; 1 Petrus 3:13-22; Yoh. 14:15-21

Belum ada komentar 1 View

“Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” Tulis Sang Rasul. Di tengah pergumulan dan penderitaan yang ditanggung umat saat itu, Petrus tahu, mereka perlukan ini. Penderitaan yang umat alami, terjadi karena mereka menjadi orang percaya. Menjadi pribadi yang menyembah Yesus. Menjadi orang yang hidupnya ’diwarnai’ oleh darah Kristus. Penting sekali bagi mereka saat itu, tidak hanya mendengar tentang pengorbanan Kristus yang mahal dan berharga, tetapi benar-benar mengkhususkan-menguduskan Yesus Kristus itu di dalam hatinya sebagai Tuhan. Bukan sekadar manusia yang baik, manusia yang lembut, manusia yang mau berkorban dan menanggung derita dengan tubuh-Nya sendiri. Tetapi Kristus itu sungguh Tuhan. Pusat hidup orang percaya. Arah langkah orang percaya. Tuhan, pemilik hidup mereka.

”Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” Tulis Sang Rasul. Bukan tanpa makna. Apa pentingnya menaruh Kristus, mengkhususkannya di hati? Keyakinan bukanlah sekadar tahu. Keyakinan menggerakkan langkah, dan menentukan keteguhan saat melangkah. Keyakinan di dalam hati atas sesuatu yang dijalani, membuat seseorang lebih kuat menanggung konsekuensinya. Ia lebih mampu menjalaninya. Ia memiliki perspektif yang berbeda melihat sekelilingnya, juga dirinya. Keraguan membuat orang gelisah, bisa jadi tetap melangkah tetapi mudah goyah, tak tahan menjalani konsekuensi yang ada. Maka, Petrus sengaja mengingatkan umat yang dilayaninya. Jangan sekadar tahu, jangan sekadar mendengar, tetapi taruh Kristus di tempat khusus di hatimu sebagai Tuhan!

Kini, di jaman yang penuh pandangan hidup dari berbagai sumber, di tengah gempuran informasi dan pengaruh, di tengah tawaran menggiurkan, siapakah yang kita berikan tempat khusus di hati kita? Untuk kita, jemaat Tuhan, sungguh – sungguhkah sudah ada Kristus, di ruang khusus hati kita sebagai Tuhan? Sebagai penentu seluruh arah langkah kita? Sebagai pusat hidup kita? Sebagai Tuhan, persona yang di hadapan-Nya tangan kita tertangkup, kepala kita tertunduk, hati kita merendah menyembah-Nya? Hari ini, biarlah suara dari surat Rasul Petrus ini menggema di hati kita lagi, ”Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!” Banyak hal di jaman ini yang juga bisa membuatmu menderita sebagai orang yang percaya pada Kristus. Kiranya saudara tak bimbang lagi mengarahkan seluruh hidup kepada-Nya. Berani dan mampu menanggung segala konsekuensi sebagai orang percaya yang menyembah Kristus Tuhan, dari hati terdalam. (DM)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu