Siapa Kita Menentukan Pilihan Kita

Siapa Kita Menentukan Pilihan Kita

Belum ada komentar 15 Views

Biasanya orang berkata: “Siapa kita ditentukan oleh pilihan kita”. Saya bisa memahami ungkapan ini. Sebuah pilihan memang akan mempengaruhi masa depan kita. Tetapi dalam hal memilih, sebaiknya kita berkata: “Siapa kita menentukan pilihan kita”. Yosua membandingkan umat Israel dengan para leluhur Israel. Nenek moyang Israel punya pilihan, siapa yang mereka sembah. Umat Israelpun seharusnya punya pilihan, siapa yang mereka sembah. Namun sebelum menentukan pilihan, Yosua mengingatkan bahwa umat punya pengalaman bersama Allah. Jelas kondisi mereka berbeda dengan para leluhur Israel. Karena itu seharusnya umat Israel mempunyai pilihan yang berbeda dengan nenek moyang mereka. Israel harus memilih untuk menyembah Allah.


Dalam perjuangan iman, jelas dibutuhkan senjata. Nah, ada begitu banyak senjata, mana yang harus kita pilih? Tentu berangkat dari siapa kita terlebih dahulu. Dalam hal ini, Paulus menawarkan sebuah pilihan ‘senjata rohani’ sesuai dengan jati diri umat Efesus sebagai anak-anak Allah.


Yang paling menarik adalah Kristus. Dalam Dia kita sudah melihat Allah yang memilih ‘kemanusiaan’ yaitu darah dan daging. Dari sini kita bisa melihat siapa Allah yang kita sembah. Allah yang berpihak pada kemanusiaan. Lalu bagaimana sikap kita sebagai pengikutNya. Jelas kita juga harus bersatu dalam pilihan Allah itu, bersatu dalam ‘darah dan dagingNya’, berpihak pada kemanusiaan.


Ya…kenalilah jati diri anda. Siapa anda dan tentukan pilihan dalam hidup anda!



Rdj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan