Siapa Kita Menentukan Pilihan Kita

Siapa Kita Menentukan Pilihan Kita

Belum ada komentar 22 Views

Biasanya orang berkata: “Siapa kita ditentukan oleh pilihan kita”. Saya bisa memahami ungkapan ini. Sebuah pilihan memang akan mempengaruhi masa depan kita. Tetapi dalam hal memilih, sebaiknya kita berkata: “Siapa kita menentukan pilihan kita”. Yosua membandingkan umat Israel dengan para leluhur Israel. Nenek moyang Israel punya pilihan, siapa yang mereka sembah. Umat Israelpun seharusnya punya pilihan, siapa yang mereka sembah. Namun sebelum menentukan pilihan, Yosua mengingatkan bahwa umat punya pengalaman bersama Allah. Jelas kondisi mereka berbeda dengan para leluhur Israel. Karena itu seharusnya umat Israel mempunyai pilihan yang berbeda dengan nenek moyang mereka. Israel harus memilih untuk menyembah Allah.


Dalam perjuangan iman, jelas dibutuhkan senjata. Nah, ada begitu banyak senjata, mana yang harus kita pilih? Tentu berangkat dari siapa kita terlebih dahulu. Dalam hal ini, Paulus menawarkan sebuah pilihan ‘senjata rohani’ sesuai dengan jati diri umat Efesus sebagai anak-anak Allah.


Yang paling menarik adalah Kristus. Dalam Dia kita sudah melihat Allah yang memilih ‘kemanusiaan’ yaitu darah dan daging. Dari sini kita bisa melihat siapa Allah yang kita sembah. Allah yang berpihak pada kemanusiaan. Lalu bagaimana sikap kita sebagai pengikutNya. Jelas kita juga harus bersatu dalam pilihan Allah itu, bersatu dalam ‘darah dan dagingNya’, berpihak pada kemanusiaan.


Ya…kenalilah jati diri anda. Siapa anda dan tentukan pilihan dalam hidup anda!



Rdj

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Belalah Hakku!
    Hak dan kewajiban selalu menjadi satu rangkaian tak terpisahkan. Katakanlah anak memiliki hak untuk dididik dengan baik, pada saat...
  • Ruang
    Rangkullah dan Beri Ruang!
    Seorang teman berujar bahwa dunia ini semakin sempit. Sumber daya terbatas, pekerjaan terbatas, dan semua serba terbatas. Perkataannya itu...
  • Tanpa Pamrih
    Aksi Cinta Tanpa Pamrih
    Mungkinkah ada cinta tanpa pamrih? Beberapa orang mengatakan bahwa cinta yang tulus adalah cinta tanpa pamrih. Sebagian lainnya mengatakan...
  • Rasa cukup
    Rasa Cukup Dan Hidup Yang Kekal
    Amos 6:1, 4-7; Mazmur 146; I Timotius 6: 6-19; Lukas 16: 19-31
    Tidak ada yang menyangkal bahwa setiap manusia hanya memiliki kehidupan yang sementara di dunia ini, karena suatu ketika ia...
  • keselamatan
    Keselamatan Universal atau Partikular ?
    I Timotius 2: 1-7
    Keselamatan bagi semua orang terjadi ketika manusia Kristus Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia (ay.6). Rasul Paulus...
Kegiatan